Page 2 of 2

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:29 Sep 2014, 18:16
by iampositive14
Atau karena tuntutan untuk menyeimbangkan diri dengan "yg lain" ^^
Ayo kita yg masih bisa dan masih sadar mencoba memperbaiki diri masing2 utk meraih cinta Allah :)
*lg pengen ngomong gini entah knp hoho

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:29 Sep 2014, 18:36
by anjaniey
Hahahah iya kakak. Krn blm bisa bener2 ninggalin dunia. Marilah. Insyaallah. Amin. *like_this

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:30 Sep 2014, 10:32
by iampositive14
Aamiin :)

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:27 Nov 2014, 10:03
by dwinandio
...kalo kalangan pesantren sering baca tuh, manakib Syeikh Abdul Qadir Al Jilani.... Wali qutub (pemimpinnya para wali)...

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:28 Nov 2014, 18:42
by goddesshera20
Nice share, agam :)

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:24 Dec 2014, 13:48
by Wisnu
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Buku beliau (Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani) yang berjudul "Samudera Sufi" yang mengantarkan saya pada pengenalan atas kesadaran terhadap siapakah saya sebenarnya (tahun 2008). Waktu awal awal itu, pernah saya bermimpi di mana dalam mimpi itu saya dalam kondisi yang sangat lelah seperti dari perjalanan jauh terengah engah sampai di suatu masjid yang banyak orang-orang sedang berzikir secara berjamaah…. Sampai di pinggiran pintu masuk masjid saya terkulai lemas, kemudian datang “seseorang” yang saya tidak bisa melihat wajahnya karena semuanya putih, seperti bercahaya seluruh badannya dan juga wajahnya…lalu mengelus elus kepala saya, tak terasa air mata saya tiba tiba jatuh bercucuran di pangkuannya…. Beliau terus mengelus-elus tanpa berkata-kata dengan penuh kasih sayang… waktu saya ingin menanyakan sesuatu beliau tiba tiba berkelebat menghilang .... tetapi sepertinya jalan yang saya jalani tidak semulus dan semudah yang saya gambarkan sebelumnya, sampai sekarang justru kualitas kemianan saya menurun (sholat tahajud yang dulunya sangat mudah untuk dilakukan sekarang menjadi begitu berat, mengingat Nya saja bisa membuat menangis, walaupun rasa itu masih ada), waktu malam untuk sendirian mengadu dan dekat kepadaNya jadi sangat jauh berkurang. Mungkin saat ini saya masih di depan pintu perkenalan dan tidak beranjak dari situ sampai sekian lama. Mohon maaf jadi curhat di sini, barangkali ada teman teman di sini yang bisa mengetahui atau men "scan" ya istilahnya mengenai keadaan saya... Secara sadar saya ingin berlari, tetapi seperti ada beban berat yang membuat saya nggak bisa berlari....

Mohon maaf jika ada salah kata,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:29 Dec 2014, 11:52
by Wisnu
yang sudah mencoba scan silahkan dipaparkan hasilnya di sini.... kayaknya dah banyak yang ngintip nih :) atau pm juga boleh... ;)

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:09 Jan 2015, 16:01
by Choco5
:(
Aku baru tau. Belum pernah baca bukunya. Sedikit dibaca benar-benar merasa tidak tau apa-apa.
Sepertinya terlalu lama bersama 'dunia'. Meninggalkan kecintaan dunia terasa berat sekali. Mau menghapus file-file lagu yang buat lalai berkali-kali berfikir. Alhamdulillah bisa bebersih file tapi belum bisa semua. :(

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:24 Jan 2015, 18:04
by anjaniey
@wisnu. Sepertinya ngga perlu scan untuk kondisi kamu. Seperti pemahaman sederhana tentang seorang hamba, dimana dia perlu membuktikan kehambaannya. Salah satu ujiannya adalah dengan godaan. Sama lah kyk saat mau lulus sekolah harus ikut ujian untuk membuktikan pengertian ttg apa yg selama ini diajarkan. Toh peribahasa manusia pun mengajarkan: semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup. Husnuzon aja bahwa itu semua ujian dan cobaan, biar tetap semangat. :)

Re: Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani : "Futuuhul Ghaib"

PostPosted:03 Mar 2015, 10:06
by Wisnu
anjaniey wrote:@wisnu. Sepertinya ngga perlu scan untuk kondisi kamu. Seperti pemahaman sederhana tentang seorang hamba, dimana dia perlu membuktikan kehambaannya. Salah satu ujiannya adalah dengan godaan. Sama lah kyk saat mau lulus sekolah harus ikut ujian untuk membuktikan pengertian ttg apa yg selama ini diajarkan. Toh peribahasa manusia pun mengajarkan: semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup. Husnuzon aja bahwa itu semua ujian dan cobaan, biar tetap semangat. :)
Hi Anjaniey..... Iya bener, makasih ya atas pendapatnya... siip (y) ;-)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh
Wisnu