Silahkan diskusi bebas tentang Indigo disini, termasuk pertanyaan dan jawaban tentang indigo.
#16282
by Scrntk wjyksmh » 12 Dec 2017, 11:46
Pengen di liatin dong 2018 gue gmn? Hahahahaha itu doang sih ;-)

Maksudnya "pengen diliatin 2018 nasib kamu"?

Kalo boleh kirim foto kamu yg nampak jelas dari mulai jidat dan dada kamu... saya akan "mencoba" baca pikiran kamu dulu setelah itu kemungkinan-kemungkinan yg terjadi pd diri kamu sekitar 2 bulan mendatang.

Tp ingat ini hanyalah sebuah upaya krn segala sesuatu ada di tangan Allah.
#17091
Saya baru tau kalo saya indigo dari hasil scan aura berbayar ke seseorang indigo yang udh senior.. Pengalaman saya, saya sehari-hari gak bisa lihat alam gaib tapi kadang-kadang saya komunikasi dengan mereka di dalam mimpi, atau komunikasi satu arah.. Contohnya saya nangis trus nyambat leluhur saya.. Efeknya ya mereka menjawab lagi2 di mimpi..
Saya lebih menonjol di intuisi.. Feeling saya lebih peka jadi kadang2 saya suka meramal masa depan saya sendiri atau keluarga saya dan itu masih out of control.. Jadi sesudahnya suka sakit kepala banget.. Makanya saya lagi cari cara dan tempat bwt belajar mengasah intuisi supaya saya bisa kontrol diri dan emosi saya ketika hal itu terjadi..
#17655
Banyak orang berkata bahwa sungguh tidak masuk akal untuk mempercayai bahwa Kanal Satelit Imam Mahdi as adalah SAYHA panggilan atau seruan dari langit. Kalau itu tidak masuk akal, lalu bagaimana caranya agar dunia dapat menerima peringatan sebelum tibanya Akhir Zaman? Bagaimana caranya agar Imam Mahdi as bisa menjangkau semua orang di dunia secara sekaligus?

Apakah yang kamu percayai adalah bahwa Imam Mahdi as berdiri di sebelah kudanya dengan gulungan kertas di tangannya di tengah keramaian kemudian berkhotbah sementara orang-orang melewatinya? Atau apakah yang kamu percayai adalah Imam Mahdi as yang mengetuk setiap pintu rumah untuk memberi peringatan kepada setiap orang?

Para Nabi dan Rasul selalu berbicara kepada umatnya dengan bahasa yang dipergunakan umat pada jamannya. Seperti contohnya Musa as. Ia menggunakan sihir seperti orang-orang pada jamannya untuk membicarakan agama dan ia menunjukkan kepada umatnya bahwa Tuhan Yang Esa adalah Yang Maha Benar dan Maha Kuasa. Contoh lain adalah Isa as. Ia menggunakan kemampuannya, kepada umat pada jamannya, untuk menyembuhkan dan mengubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya dan ia menunjukkan bahwa Allah Yang Esa adalah Yang Maha Kuasa. Pada Nabi Muhammad SAWA, ia membawa Al Quran dalam bentuk puisi pada jamannya dan Rasulullah SAWA menunjukkan pada umatnya bahwa Tuhan Yang Esa adalah Yang Maha Benar dan Maha Kuasa.

Lalu bagaimana dengan Imam Mahdi as yang datang pada era globalisasi dan ketika media massa dianggap sebagai media komunikasi? Bukankan akan lebih mudah untuk mempercayai bahwa Imam Mahdi as akan berbicara dengan bahasa dan cara yang digunakan oleh orang-orang pada jamannya? Bukankah orang-orang pada era sekarang berkomunikasi melalui media seperti Facebook, Twitter, TV? Dan bukankah Satelit mengirimkan sinyal dari langit? Tentu saja Imam Mahdi as pun akan berbicara kepada orang-orang dalam bahasa mereka dan dengan gadget yang mereka punyai dan mengerti. Dan semua ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT karena Ia membuat semuanya mudah bagi kita untuk mengerti dan menyerapnya dengan cepat. Bayangkan apabila Ahlul Bayt as terdahulu, sebelum Imam Mahdi as, membicarakan tentang kanal satelit, maka tidak ada seorang pun yang mengerti. Oleh karena itu mereka as menggambarkannya sebagai “seruan dari langit sayha”. Nubuwah tentang masa depan selalu diberikan dalam bentuk penggambaran deskripsi, seperti comtohnya “burung-burung besi” untuk menggambarkan pesawat terbang.

Dan Mahdi as akan menunjukkan kepada dunia di dalam bahasa mereka bahwa Allah Yang Esa adalah Yang Maha Benar dan Maha Kuasa.

Allahumma Salli Ala Muhammad wa Aale Muhammad wal Aimma wal Mahdiyyin wa Salim Tasliman

Dan semoga Kanal Satelit Imam as yang penuh berkah ini bisa menjangkau setiap rumah karena kanal ini adalah sayha, seruan kebenaran yang keras dan jelas.

Tulisan ini adalah terjemahan dari facebook post yang dibuat oleh Sister Aqeela Al Mahdy