Silahkan perkenalkan diri kalian disini, yang lengkap ya :)
By Isetsu
#17079
Untuk semua indigo di forum ini
Panggil sj saya isetsu
Saya laki2 19 thn, seorang mahasiswa
Saya memiliki keturunan dr keraton surakarta

Sewaktu saya kecil, saya dianggap pendiam dan aneh, karena saya memiliki imajinasi/khayalan yg "lebih" dr anak biasanya. Selain itu, saya bersyukur dikaruniai kemampuan berpikir diatas orang rata2. Seiring berjalannya waktu, banyak hal yg saya temui setelah saya menelusuri hidup. Saya membentuk kepribadian pemberontak n emosional saya seringkali tidak stabil.

Akhirnya, masa SMA adalah masa dimana saya menjelajahi diri saya. SMA saya memang dikenal cukup "berpenghuni" secara mistis. Di masa SMA ini, saya menyadari kemampuan tidak biasa yg saya miliki (seperti sixth sense, physic reader, clairvoyance, bahkan peningkatan IQ ataupun ESQ). Setelah saya sadari, kemampuan ini saya peroleh krn faktor keturunan dr ayah saya. Hari demi hari, saya mencoba mengasah kemampuan saya. Membiasakan diri membaca kepribadian/tempat yg ditemui, melatih kemampuan berlogika dgn matematika, mendalami spiritual kejawen (spiritual beda dgn agama), bahkan berteman dgn gaib yg mengikuti saya.

Hal ini hanya saya dan bbrp sahabat yg mengetahui. Namun, setelah banyak kasus mistis di sekolah saya (spt kesurupan, colapse, bahkan penyerangan). Akhirnya saya mengumpulkan seluruh anak indigo yg ada di sekolah saya menjadi satu komunitas, dinamai secret. Di secret ini, saya dan teman2 lainnya bisa saling berinteraksi atau berbagi dunia. Banyak pengalaman mistis yg kami lalui disini. Sepulang sekolah biasanya kami sering berkumpul, berbagi cerita dan diselingi belajar bersama. Di masa SMA ini, saya bersyukur dianggap sbg sosok saintekus dan indigo.

Suatu hari, sahabat gaib saya memberi gambaran, bahwa "saya akan berada di puncak ketika kelulusan, namun saya akan mengecewakan semua orang". Saya hanya mengiyakan dan tetap berpikir positif.

Hal itu ternyata benar2 terjadi di kelulusan SMA. Dimana saya menduduki juara umum UN di SMA saya mengalahkan anak kelas unggulan. Namun, sayangnya nilai saya hanyalah pajangan setelah saya yg dijagokan banyak pihak gagal menembus PTN ternama. Selain itu, saya juga secara tidak lgsg menyakiti perasaan salah seorang anak secret. Apa yg saya dapat? Tak lain hanyalah perkataan buruk.

Waktu berlalu, saya pun mengubur diri di salah satu kampus yg keberadaannya tidak diketahui byk orang. Disini saya berperilaku seperti "orang normal" spt biasanya. Tak satupun dr mereka yg mengetahui ttg kemampuan atau diri saya. Dan, saya merasa cukup. Saya hanya tidak mau mengulangi kegagalan dan kesalahan saya, serta lebih fokus memperbaiki diri. Disini saya mencoba menutup kemampuan saya guna mengimbangi lingkungan yg didominasi mereka yg menurut saya kurang. Saya coba mengalihkan diri saya menuju organisasi kampus. Disini saya belajar untuk lebih mengenal sosial dan berpikir kritis tnp harus menggunakan indigo. Disini saya mengenal dunia luar yg katanya keras. Dan disini saya mengerti bahwa kemampuan tiap individu ialah beda, dan tetap memiliki kelemahan.

Namun, satu titik saya berpikir "saya tetaplah saya, saya tetap seorang indigo yg menyukai sains"

Ya benar, ternyata semua kemampuan yg Tuhan titipkan kepada kita, bukanlah sebagai ajang beradu kekuatan, melainkan bagaimana kita menjadi bermanfaat buat orang lain.
By Alu
#17080
Isetsu wrote:
24 Feb 2019, 21:20
Untuk semua indigo di forum ini
Panggil sj saya isetsu
Saya laki2 19 thn, seorang mahasiswa
Saya memiliki keturunan dr keraton surakarta

Sewaktu saya kecil, saya dianggap pendiam dan aneh, karena saya memiliki imajinasi/khayalan yg "lebih" dr anak biasanya. Selain itu, saya bersyukur dikaruniai kemampuan berpikir diatas orang rata2. Seiring berjalannya waktu, banyak hal yg saya temui setelah saya menelusuri hidup. Saya membentuk kepribadian pemberontak n emosional saya seringkali tidak stabil.

Akhirnya, masa SMA adalah masa dimana saya menjelajahi diri saya. SMA saya memang dikenal cukup "berpenghuni" secara mistis. Di masa SMA ini, saya menyadari kemampuan tidak biasa yg saya miliki (seperti sixth sense, physic reader, clairvoyance, bahkan peningkatan IQ ataupun ESQ). Setelah saya sadari, kemampuan ini saya peroleh krn faktor keturunan dr ayah saya. Hari demi hari, saya mencoba mengasah kemampuan saya. Membiasakan diri membaca kepribadian/tempat yg ditemui, melatih kemampuan berlogika dgn matematika, mendalami spiritual kejawen (spiritual beda dgn agama), bahkan berteman dgn gaib yg mengikuti saya.

Hal ini hanya saya dan bbrp sahabat yg mengetahui. Namun, setelah banyak kasus mistis di sekolah saya (spt kesurupan, colapse, bahkan penyerangan). Akhirnya saya mengumpulkan seluruh anak indigo yg ada di sekolah saya menjadi satu komunitas, dinamai secret. Di secret ini, saya dan teman2 lainnya bisa saling berinteraksi atau berbagi dunia. Banyak pengalaman mistis yg kami lalui disini. Sepulang sekolah biasanya kami sering berkumpul, berbagi cerita dan diselingi belajar bersama. Di masa SMA ini, saya bersyukur dianggap sbg sosok saintekus dan indigo.

Suatu hari, sahabat gaib saya memberi gambaran, bahwa "saya akan berada di puncak ketika kelulusan, namun saya akan mengecewakan semua orang". Saya hanya mengiyakan dan tetap berpikir positif.

Hal itu ternyata benar2 terjadi di kelulusan SMA. Dimana saya menduduki juara umum UN di SMA saya mengalahkan anak kelas unggulan. Namun, sayangnya nilai saya hanyalah pajangan setelah saya yg dijagokan banyak pihak gagal menembus PTN ternama. Selain itu, saya juga secara tidak lgsg menyakiti perasaan salah seorang anak secret. Apa yg saya dapat? Tak lain hanyalah perkataan buruk.

Waktu berlalu, saya pun mengubur diri di salah satu kampus yg keberadaannya tidak diketahui byk orang. Disini saya berperilaku seperti "orang normal" spt biasanya. Tak satupun dr mereka yg mengetahui ttg kemampuan atau diri saya. Dan, saya merasa cukup. Saya hanya tidak mau mengulangi kegagalan dan kesalahan saya, serta lebih fokus memperbaiki diri. Disini saya mencoba menutup kemampuan saya guna mengimbangi lingkungan yg didominasi mereka yg menurut saya kurang. Saya coba mengalihkan diri saya menuju organisasi kampus. Disini saya belajar untuk lebih mengenal sosial dan berpikir kritis tnp harus menggunakan indigo. Disini saya mengenal dunia luar yg katanya keras. Dan disini saya mengerti bahwa kemampuan tiap individu ialah beda, dan tetap memiliki kelemahan.

Namun, satu titik saya berpikir "saya tetaplah saya, saya tetap seorang indigo yg menyukai sains"

Ya benar, ternyata semua kemampuan yg Tuhan titipkan kepada kita, bukanlah sebagai ajang beradu kekuatan, melainkan bagaimana kita menjadi bermanfaat buat orang lain.

Hallo Isetsu, pengalaman yg cukup berkesan ya
Its OK, semua memiliki fase dan pelajaran hidupnya. aku dulu juga punya masalalu yg membuatku sombong dan angkuh yg kemudian membuatku jatuh. namun dr kejatuhan tsb akhirnya aku bisa memperoleh pelajaran... dan sekarang aku malah suka melibatkan diri dalam masalah2, krn dr masalah aku bisa belajar.. klopun lg kumat angkuhnya dan sifat soknya malah aku teruskan... krn pasti ada hal baru yg bisa aku maknai setelah jatuh

di tunggu sharing berikutnya ^ ^
By Alu
#17081
Isetsu wrote:
24 Feb 2019, 21:20
Untuk semua indigo di forum ini
Panggil sj saya isetsu
Saya laki2 19 thn, seorang mahasiswa
Saya memiliki keturunan dr keraton surakarta

Sewaktu saya kecil, saya dianggap pendiam dan aneh, karena saya memiliki imajinasi/khayalan yg "lebih" dr anak biasanya. Selain itu, saya bersyukur dikaruniai kemampuan berpikir diatas orang rata2. Seiring berjalannya waktu, banyak hal yg saya temui setelah saya menelusuri hidup. Saya membentuk kepribadian pemberontak n emosional saya seringkali tidak stabil.

Akhirnya, masa SMA adalah masa dimana saya menjelajahi diri saya. SMA saya memang dikenal cukup "berpenghuni" secara mistis. Di masa SMA ini, saya menyadari kemampuan tidak biasa yg saya miliki (seperti sixth sense, physic reader, clairvoyance, bahkan peningkatan IQ ataupun ESQ). Setelah saya sadari, kemampuan ini saya peroleh krn faktor keturunan dr ayah saya. Hari demi hari, saya mencoba mengasah kemampuan saya. Membiasakan diri membaca kepribadian/tempat yg ditemui, melatih kemampuan berlogika dgn matematika, mendalami spiritual kejawen (spiritual beda dgn agama), bahkan berteman dgn gaib yg mengikuti saya.

Hal ini hanya saya dan bbrp sahabat yg mengetahui. Namun, setelah banyak kasus mistis di sekolah saya (spt kesurupan, colapse, bahkan penyerangan). Akhirnya saya mengumpulkan seluruh anak indigo yg ada di sekolah saya menjadi satu komunitas, dinamai secret. Di secret ini, saya dan teman2 lainnya bisa saling berinteraksi atau berbagi dunia. Banyak pengalaman mistis yg kami lalui disini. Sepulang sekolah biasanya kami sering berkumpul, berbagi cerita dan diselingi belajar bersama. Di masa SMA ini, saya bersyukur dianggap sbg sosok saintekus dan indigo.

Suatu hari, sahabat gaib saya memberi gambaran, bahwa "saya akan berada di puncak ketika kelulusan, namun saya akan mengecewakan semua orang". Saya hanya mengiyakan dan tetap berpikir positif.

Hal itu ternyata benar2 terjadi di kelulusan SMA. Dimana saya menduduki juara umum UN di SMA saya mengalahkan anak kelas unggulan. Namun, sayangnya nilai saya hanyalah pajangan setelah saya yg dijagokan banyak pihak gagal menembus PTN ternama. Selain itu, saya juga secara tidak lgsg menyakiti perasaan salah seorang anak secret. Apa yg saya dapat? Tak lain hanyalah perkataan buruk.

Waktu berlalu, saya pun mengubur diri di salah satu kampus yg keberadaannya tidak diketahui byk orang. Disini saya berperilaku seperti "orang normal" spt biasanya. Tak satupun dr mereka yg mengetahui ttg kemampuan atau diri saya. Dan, saya merasa cukup. Saya hanya tidak mau mengulangi kegagalan dan kesalahan saya, serta lebih fokus memperbaiki diri. Disini saya mencoba menutup kemampuan saya guna mengimbangi lingkungan yg didominasi mereka yg menurut saya kurang. Saya coba mengalihkan diri saya menuju organisasi kampus. Disini saya belajar untuk lebih mengenal sosial dan berpikir kritis tnp harus menggunakan indigo. Disini saya mengenal dunia luar yg katanya keras. Dan disini saya mengerti bahwa kemampuan tiap individu ialah beda, dan tetap memiliki kelemahan.

Namun, satu titik saya berpikir "saya tetaplah saya, saya tetap seorang indigo yg menyukai sains"

Ya benar, ternyata semua kemampuan yg Tuhan titipkan kepada kita, bukanlah sebagai ajang beradu kekuatan, melainkan bagaimana kita menjadi bermanfaat buat orang lain.

Hallo Isetsu, pengalaman yg cukup berkesan ya
Its OK, semua memiliki fase dan pelajaran hidupnya. aku dulu juga punya masalalu yg membuatku sombong dan angkuh yg kemudian membuatku jatuh. namun dr kejatuhan tsb akhirnya aku bisa memperoleh pelajaran... dan sekarang aku malah suka melibatkan diri dalam masalah2, krn dr masalah aku bisa belajar.. klopun lg kumat angkuhnya dan sifat soknya malah aku teruskan... krn pasti ada hal baru yg bisa aku maknai setelah jatuh

di tunggu sharing berikutnya ^ ^
By Nizzah24
#17084
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu...

Untuk teman teman di forum ini, perkenalkan nama saya Nurul Izzah, panggil saja Icha umur 17 tahun...
Saya ini anak pendiam dan kuper.. entah kenapa saya merasa ada yang lain dari saya, semisal cara berpikir, komunikasi dan juga saya sering merasa ada suara bisikan yang sentiasa mengikuti saya.. mungkin dari situ saya dianggap aneh oleh kebanyakan orang termasuk orang tua saya...
Saya ini sering kontrol ke psikiater, mungkin karena suara bisikan tersebut, saya jadi sering melamun menurut pandangan mereka, tapi menurut saya itu sedang berfikir dan berinteraksi dengan hal aneh disekitar saya...
Ada juga dulu kejadian pertama saya menjadi seorang indigo (saya kurang yakin) itu pas SMP kelas VII... Hari itu saya dianggap sbg org kerasukan oleh teman saya, walaupun memang saya sudah terbiasa dengan suara2 itu, tapi mereka menganggap saya kerasukan dan suatu hari saya stress dengan pandangan mereka karena hari itu juga saya mengambil diam2 buku milik teman saya kemudian malam harinya saya seperti didatangi malaikat maut.. tubuh saya serasa berguncang hebat, disisi lain saya melihat ada seorang wanita yang hidup di dalam neraka dengan api menyala nyala, dan dari situ saya tahu itu wanita adalah saya.. sontak saya terkejut dan berlari ke kamar ortu dan menjelaskan semuanya... Dan keesokan harinya ibu menjelaskan bahwa buku teman saya, saya pinjam untuk sementara waktu jadi hari itu dikembalikan, dan pada esoknya lagi aku merasa plin plang akan kejadian itu, dan aku pun stress dengan berteriak tak karuan ditambah bisikan itu lagi... Saya mencengkeram tangan teman saya dengan kuat dan dia ketakutan hingga saya menendang meja didepan saya.. dan teman sekelas saya memanggil guru untuk membantu kerasukan saya alami. Hari harinya saya seperti orang kesurupan, saya diajak ke berbagai tempat rukyah untuk pengobatan saya. Tapi hasilnya nihil, diwaktu kerasukan itu saya terus saja bertingkah aneh semisal saya berhalusinasi bahwa terjadi gempa, tsunami, dan tanah runtuh.. tapi orang tua saya mengatakan hal itu tidak terjadi hanya perasaan saya saja...
Dan di tahun 2018 kemarin, hampir 2 tahun yg lalu saya sudah mengatakan bahwa hal itu terjadi dan akhirnya terbuktikan dengan tsunami dan tanah masuk ke bumi di palu kemarin...

Mohon saran dari teman teman di forum ini... Apakah saya ini indigo atau hanya orang sakit jiwa?? Karena saya merasa terpanggil untuk satu misi yang entah terus terulang ulang.. :-?

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu...
User avatar
By dawnsky_new
#17463
Hi Nurul,

Aku sama, bisa ngerasain bencana alam atau ketakutan terhadap kecelakaan tertentu, sampai dulu kalau malam2 di kost (waktu single), suka telfon mama dan bilang takut kayak ada pesawat yang mau nimpa kamarku lah, takut kerubuhan kamar kost karena gempa lah, takut keseret mobil di jalan lah. Tp, Puji Tuhan nyokap ngerti banget. Nah, setiap perasaan dan pengalaman itu datang, aku selalu doa aja supaya terkontrol. Akhirnya, memang setiap aku ngerasain atau ngelihat sesuatu, pasti kejadian. Contohnya, waktu aku ketakutan ketimpa pesawat di kamar, besoknya sekeluarga lagi istirahat, rumahnya ditubruk pesawat. Kamu berdoa aja, dulu aku akhirnya berdoa sih dan ngaku gak sanggup merasakan beban2 itu, jadi aku skrg gak harus ngerasain semua2. Kuncinya kemauan untuk ngontrol, dan pilah2 vision yang kamu dapat, kalau vision yang berbau judging (kaya melihat dirimu di neraka), itu diambil positifnya aja. Jangan terlalu diingat, vision yang judging biasanya datang dari evil force.
User avatar
By dawnsky_new
#17464
Nizzah24 wrote:
08 Mar 2019, 16:29
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu...

Untuk teman teman di forum ini, perkenalkan nama saya Nurul Izzah, panggil saja Icha umur 17 tahun...
Saya ini anak pendiam dan kuper.. entah kenapa saya merasa ada yang lain dari saya, semisal cara berpikir, komunikasi dan juga saya sering merasa ada suara bisikan yang sentiasa mengikuti saya.. mungkin dari situ saya dianggap aneh oleh kebanyakan orang termasuk orang tua saya...
Saya ini sering kontrol ke psikiater, mungkin karena suara bisikan tersebut, saya jadi sering melamun menurut pandangan mereka, tapi menurut saya itu sedang berfikir dan berinteraksi dengan hal aneh disekitar saya...
Ada juga dulu kejadian pertama saya menjadi seorang indigo (saya kurang yakin) itu pas SMP kelas VII... Hari itu saya dianggap sbg org kerasukan oleh teman saya, walaupun memang saya sudah terbiasa dengan suara2 itu, tapi mereka menganggap saya kerasukan dan suatu hari saya stress dengan pandangan mereka karena hari itu juga saya mengambil diam2 buku milik teman saya kemudian malam harinya saya seperti didatangi malaikat maut.. tubuh saya serasa berguncang hebat, disisi lain saya melihat ada seorang wanita yang hidup di dalam neraka dengan api menyala nyala, dan dari situ saya tahu itu wanita adalah saya.. sontak saya terkejut dan berlari ke kamar ortu dan menjelaskan semuanya... Dan keesokan harinya ibu menjelaskan bahwa buku teman saya, saya pinjam untuk sementara waktu jadi hari itu dikembalikan, dan pada esoknya lagi aku merasa plin plang akan kejadian itu, dan aku pun stress dengan berteriak tak karuan ditambah bisikan itu lagi... Saya mencengkeram tangan teman saya dengan kuat dan dia ketakutan hingga saya menendang meja didepan saya.. dan teman sekelas saya memanggil guru untuk membantu kerasukan saya alami. Hari harinya saya seperti orang kesurupan, saya diajak ke berbagai tempat rukyah untuk pengobatan saya. Tapi hasilnya nihil, diwaktu kerasukan itu saya terus saja bertingkah aneh semisal saya berhalusinasi bahwa terjadi gempa, tsunami, dan tanah runtuh.. tapi orang tua saya mengatakan hal itu tidak terjadi hanya perasaan saya saja...
Dan di tahun 2018 kemarin, hampir 2 tahun yg lalu saya sudah mengatakan bahwa hal itu terjadi dan akhirnya terbuktikan dengan tsunami dan tanah masuk ke bumi di palu kemarin...

Mohon saran dari teman teman di forum ini... Apakah saya ini indigo atau hanya orang sakit jiwa?? Karena saya merasa terpanggil untuk satu misi yang entah terus terulang ulang.. :-?

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu...
Hi Nurul,

Aku sama, bisa ngerasain bencana alam atau ketakutan terhadap kecelakaan tertentu, sampai dulu kalau malam2 di kost (waktu single), suka telfon mama dan bilang takut kayak ada pesawat yang mau nimpa kamarku lah, takut kerubuhan kamar kost karena gempa lah, takut keseret mobil di jalan lah. Tp, Puji Tuhan nyokap ngerti banget. Nah, setiap perasaan dan pengalaman itu datang, aku selalu doa aja supaya terkontrol. Akhirnya, memang setiap aku ngerasain atau ngelihat sesuatu, pasti kejadian. Contohnya, waktu aku ketakutan ketimpa pesawat di kamar, besoknya sekeluarga lagi istirahat, rumahnya ditubruk pesawat. Kamu berdoa aja, dulu aku akhirnya berdoa sih dan ngaku gak sanggup merasakan beban2 itu, jadi aku skrg gak harus ngerasain semua2. Kuncinya kemauan untuk ngontrol, dan pilah2 vision yang kamu dapat, kalau vision yang berbau judging (kaya melihat dirimu di neraka), itu diambil positifnya aja. Jangan terlalu diingat, vision yang judging biasanya datang dari evil force.
By Anjani
#17575
Sodaraan sama RMSSaniS dong yak? 😁
Isetsu wrote:
24 Feb 2019, 21:20
Untuk semua indigo di forum ini
Panggil sj saya isetsu
Saya laki2 19 thn, seorang mahasiswa
Saya memiliki keturunan dr keraton surakarta

Sewaktu saya kecil, saya dianggap pendiam dan aneh, karena saya memiliki imajinasi/khayalan yg "lebih" dr anak biasanya. Selain itu, saya bersyukur dikaruniai kemampuan berpikir diatas orang rata2. Seiring berjalannya waktu, banyak hal yg saya temui setelah saya menelusuri hidup. Saya membentuk kepribadian pemberontak n emosional saya seringkali tidak stabil.

Akhirnya, masa SMA adalah masa dimana saya menjelajahi diri saya. SMA saya memang dikenal cukup "berpenghuni" secara mistis. Di masa SMA ini, saya menyadari kemampuan tidak biasa yg saya miliki (seperti sixth sense, physic reader, clairvoyance, bahkan peningkatan IQ ataupun ESQ). Setelah saya sadari, kemampuan ini saya peroleh krn faktor keturunan dr ayah saya. Hari demi hari, saya mencoba mengasah kemampuan saya. Membiasakan diri membaca kepribadian/tempat yg ditemui, melatih kemampuan berlogika dgn matematika, mendalami spiritual kejawen (spiritual beda dgn agama), bahkan berteman dgn gaib yg mengikuti saya.

Hal ini hanya saya dan bbrp sahabat yg mengetahui. Namun, setelah banyak kasus mistis di sekolah saya (spt kesurupan, colapse, bahkan penyerangan). Akhirnya saya mengumpulkan seluruh anak indigo yg ada di sekolah saya menjadi satu komunitas, dinamai secret. Di secret ini, saya dan teman2 lainnya bisa saling berinteraksi atau berbagi dunia. Banyak pengalaman mistis yg kami lalui disini. Sepulang sekolah biasanya kami sering berkumpul, berbagi cerita dan diselingi belajar bersama. Di masa SMA ini, saya bersyukur dianggap sbg sosok saintekus dan indigo.

Suatu hari, sahabat gaib saya memberi gambaran, bahwa "saya akan berada di puncak ketika kelulusan, namun saya akan mengecewakan semua orang". Saya hanya mengiyakan dan tetap berpikir positif.

Hal itu ternyata benar2 terjadi di kelulusan SMA. Dimana saya menduduki juara umum UN di SMA saya mengalahkan anak kelas unggulan. Namun, sayangnya nilai saya hanyalah pajangan setelah saya yg dijagokan banyak pihak gagal menembus PTN ternama. Selain itu, saya juga secara tidak lgsg menyakiti perasaan salah seorang anak secret. Apa yg saya dapat? Tak lain hanyalah perkataan buruk.

Waktu berlalu, saya pun mengubur diri di salah satu kampus yg keberadaannya tidak diketahui byk orang. Disini saya berperilaku seperti "orang normal" spt biasanya. Tak satupun dr mereka yg mengetahui ttg kemampuan atau diri saya. Dan, saya merasa cukup. Saya hanya tidak mau mengulangi kegagalan dan kesalahan saya, serta lebih fokus memperbaiki diri. Disini saya mencoba menutup kemampuan saya guna mengimbangi lingkungan yg didominasi mereka yg menurut saya kurang. Saya coba mengalihkan diri saya menuju organisasi kampus. Disini saya belajar untuk lebih mengenal sosial dan berpikir kritis tnp harus menggunakan indigo. Disini saya mengenal dunia luar yg katanya keras. Dan disini saya mengerti bahwa kemampuan tiap individu ialah beda, dan tetap memiliki kelemahan.

Namun, satu titik saya berpikir "saya tetaplah saya, saya tetap seorang indigo yg menyukai sains"

Ya benar, ternyata semua kemampuan yg Tuhan titipkan kepada kita, bukanlah sebagai ajang beradu kekuatan, melainkan bagaimana kita menjadi bermanfaat buat orang lain.