Silahkan perkenalkan diri kalian disini, yang lengkap ya :)
#17757
SemestaKalandra wrote:
17 Nov 2019, 11:21
Halo ka Juna,

saya pernah cerita tentang apa yang saya alami ke teman saya (saya tidak tahu teman saya ini indigo, paranormal atau apa, yang saya tau dia juga sering mengalaminya bahkan dia punya blog terkenal seputar indigo) kata dia saya termasuk indigo clairvoyance/clairvoyant. kenapa teman saya menyimpulkan kalau saya indigo clairvoyance/clairvoyant ka? padahal saya sendiri tidak tau apa warna aura saya. saya hanya mengalami kejadian2 dimana tidak semua orang mengalaminya seperti yang ka Juna jabarkan: merasakan/melihat/mengalami/tiba-tiba berada di suatu tempat yang tidak dikenal dan menyaksikan sebuah peristiwa, tetapi tidak tahu dimana dan kapan peristiwa itu akan atau sedang atau sudah terjadi
kalo dari posting permanen di halaman perkenalan, web ini sepertinya memang didedikasikan untuk orang yang beraura ungu saja. padahal aura ungu itu cuma salah satu tingkat dari berkembangnya kesadaran spiritual seseorang.

saya sendiri, pertama kali foto aura tahun 2008, warna aura saya bukan ungu.
Aura saya biru hijau.

Lalu saya tahu web komunitas indigo ini tahun 2012. Ketika mengetahui bahwa indigo itu warna auranya harus ungu, saya agak kecewa.

"wah ternyata saya ini bukan indigo ya?" batin saya.

"lalu kenapa saya mengalami hal-hal out of the box ?" batin saya lagi.

Daripada bertanya-tanya sendiri, saya bercerita pengalaman out of the box yang pernah saya alami disini.

Ibaratnya saya menebar umpan, lalu menunggu ikan.

Setiap tulisan yang kita tinggalkan disini, meninggalkan jejak energi spiritual khas pribadi kita. Orang yang peka, begitu membuka postingan penulis, akan langsung bisa merasakan [sampai tahap tertentu],
apakah frekuensi energi penulis cocok atau bertentangan dengan frekuensi energi pembaca.
Begitu juga sebaliknya.

Dari balasan dan reply pembaca, saya mengetahui siapa yang cocok dengan energi saya, dan siapa yang tidak cocok.
Yang tidak cocok saya block (secara energi ya), yang cocok saya follow up dengan diskusi/perkenalan/pm lanjutan.

Tapi jangan tanya saya siapa yang cocok dan siapa yang tidak cocok dengan saya secara energi disini. Tidak etis dan berpotensi menimbulkan gejolak. Tau sama tau sajalah ;-)

clairvoyant adalah orang dengan kemampuan spiritual yang dominan di indera penglihatan.
Mereka punya mata [batin] yang tajam. Mereka dengan mudah dapat MELIHAT semua informasi Semesta.

Mengapa hampir semua orang dengan kepekaan spiritual sering didatangi arwah/makhluk tanpa raga?

Sebab orang dengan kepekaan spiritual itu bercahaya di alam gaib.

Mereka seperti bintang di langit malam.

Setiap arwah dan makhluk tanpa raga tertarik dengan kerlipan cahaya bintang tsb.

Mereka akan menghampiri, mendekat.

Ada yang sekedar ingin tahu, ada yang iseng, ada yang minta bantuan, ada yang minta didoakan, dan macam2 motif lainnya.

Sekarang tergantung orang tsb dominannya di indera apa?
Kalo dominan di indera penglihatan, maka orang tsb akan selalu melihat bentuk arwah/roh/makhluk tak beraga tsb.
Kalo dominan di indera pendengaran, maka orang tsb akan selalu mendengar suara.
Kalo dominan di indera penciuman, maka orang tsb akan selalu mencium bau dan wangi dan aroma.
Kalo dominan di indera peraba, maka orang tsb akan selalu merasakan sentuhan, entah dipegang, disenggol.
Kalo dominan di indera pengecap, maka orang tsb akan selalu merasakan suatu/kombinasi rasa di lidah yang dia tidak tau darimana datangnya padahal sedang tidak makan apa-apa.
Kalo dominannya kombinasi di beberapa indera sekaligus, maka kesan tsb akan semakin nyata.

Nah, dari uraian saya, semoga Kalandra dapat memahami mengapa teman Kalandra menggolongkan Kalandra sebagai Clairvoyant.

Jika Kalandara bertanya kepada saya, kalo gitu ka Juna sekarang warna auranya apa?
Saya hanya tersenyum.
Saat ini dominan warna aura saya ungu dengan sedikit glitter emas.

Dari sini saya mengetahui bahwa ternyata warna aura dominan seseorang bisa berubah, asalkan orang tsb bersedia untuk mengubah dan diubah menjadi pribadi yang lebih baik, disempurnakan untuk lebih sejalan dengan kehendak Allah.

Tetapi banyak sekali tantangan dan ujian yang harus ditempuh.... ibaratnya seperti mengendarai kereta kayu di jalan berbatu dan lumpur. jungkir balik kehidupan ini.
#17760
Junabel wrote:
18 Nov 2019, 15:47
SemestaKalandra wrote:
17 Nov 2019, 11:21
Halo ka Juna,

saya pernah cerita tentang apa yang saya alami ke teman saya (saya tidak tahu teman saya ini indigo, paranormal atau apa, yang saya tau dia juga sering mengalaminya bahkan dia punya blog terkenal seputar indigo) kata dia saya termasuk indigo clairvoyance/clairvoyant. kenapa teman saya menyimpulkan kalau saya indigo clairvoyance/clairvoyant ka? padahal saya sendiri tidak tau apa warna aura saya. saya hanya mengalami kejadian2 dimana tidak semua orang mengalaminya seperti yang ka Juna jabarkan: merasakan/melihat/mengalami/tiba-tiba berada di suatu tempat yang tidak dikenal dan menyaksikan sebuah peristiwa, tetapi tidak tahu dimana dan kapan peristiwa itu akan atau sedang atau sudah terjadi
kalo dari posting permanen di halaman perkenalan, web ini sepertinya memang didedikasikan untuk orang yang beraura ungu saja. padahal aura ungu itu cuma salah satu tingkat dari berkembangnya kesadaran spiritual seseorang.

saya sendiri, pertama kali foto aura tahun 2008, warna aura saya bukan ungu.
Aura saya biru hijau.

Lalu saya tahu web komunitas indigo ini tahun 2012. Ketika mengetahui bahwa indigo itu warna auranya harus ungu, saya agak kecewa.

"wah ternyata saya ini bukan indigo ya?" batin saya.

"lalu kenapa saya mengalami hal-hal out of the box ?" batin saya lagi.

Daripada bertanya-tanya sendiri, saya bercerita pengalaman out of the box yang pernah saya alami disini.

Ibaratnya saya menebar umpan, lalu menunggu ikan.

Setiap tulisan yang kita tinggalkan disini, meninggalkan jejak energi spiritual khas pribadi kita. Orang yang peka, begitu membuka postingan penulis, akan langsung bisa merasakan [sampai tahap tertentu],
apakah frekuensi energi penulis cocok atau bertentangan dengan frekuensi energi pembaca.
Begitu juga sebaliknya.

Dari balasan dan reply pembaca, saya mengetahui siapa yang cocok dengan energi saya, dan siapa yang tidak cocok.
Yang tidak cocok saya block (secara energi ya), yang cocok saya follow up dengan diskusi/perkenalan/pm lanjutan.

Tapi jangan tanya saya siapa yang cocok dan siapa yang tidak cocok dengan saya secara energi disini. Tidak etis dan berpotensi menimbulkan gejolak. Tau sama tau sajalah ;-)

clairvoyant adalah orang dengan kemampuan spiritual yang dominan di indera penglihatan.
Mereka punya mata [batin] yang tajam. Mereka dengan mudah dapat MELIHAT semua informasi Semesta.

Mengapa hampir semua orang dengan kepekaan spiritual sering didatangi arwah/makhluk tanpa raga?

Sebab orang dengan kepekaan spiritual itu bercahaya di alam gaib.

Mereka seperti bintang di langit malam.

Setiap arwah dan makhluk tanpa raga tertarik dengan kerlipan cahaya bintang tsb.

Mereka akan menghampiri, mendekat.

Ada yang sekedar ingin tahu, ada yang iseng, ada yang minta bantuan, ada yang minta didoakan, dan macam2 motif lainnya.

Sekarang tergantung orang tsb dominannya di indera apa?
Kalo dominan di indera penglihatan, maka orang tsb akan selalu melihat bentuk arwah/roh/makhluk tak beraga tsb.
Kalo dominan di indera pendengaran, maka orang tsb akan selalu mendengar suara.
Kalo dominan di indera penciuman, maka orang tsb akan selalu mencium bau dan wangi dan aroma.
Kalo dominan di indera peraba, maka orang tsb akan selalu merasakan sentuhan, entah dipegang, disenggol.
Kalo dominan di indera pengecap, maka orang tsb akan selalu merasakan suatu/kombinasi rasa di lidah yang dia tidak tau darimana datangnya padahal sedang tidak makan apa-apa.
Kalo dominannya kombinasi di beberapa indera sekaligus, maka kesan tsb akan semakin nyata.

Nah, dari uraian saya, semoga Kalandra dapat memahami mengapa teman Kalandra menggolongkan Kalandra sebagai Clairvoyant.

Jika Kalandara bertanya kepada saya, kalo gitu ka Juna sekarang warna auranya apa?
Saya hanya tersenyum.
Saat ini dominan warna aura saya ungu dengan sedikit glitter emas.

Dari sini saya mengetahui bahwa ternyata warna aura dominan seseorang bisa berubah, asalkan orang tsb bersedia untuk mengubah dan diubah menjadi pribadi yang lebih baik, disempurnakan untuk lebih sejalan dengan kehendak Allah.

Tetapi banyak sekali tantangan dan ujian yang harus ditempuh.... ibaratnya seperti mengendarai kereta kayu di jalan berbatu dan lumpur. jungkir balik kehidupan ini.
Hallo ka Juna,
mengenai warna aura, kata ibu saya warna aura saya ungu, tapi kata kakak saya warna aura saya pink campur violet.
dan ibu saya pernah bilang, kata beliau di tengah2 alis saya ada semacam permata dan itu bersinar. permata yang berada di tengah2 alis itu terhubung dengan kepala saya seakan saya sedang memakai mahkota permata di tengah alis saya. ibu saya tidak bisa mengartikan itu apa.

"Kalo dominan di indera penglihatan, maka orang tsb akan selalu melihat bentuk arwah/roh/makhluk tak beraga tsb.
Kalo dominan di indera pendengaran, maka orang tsb akan selalu mendengar suara.
Kalo dominan di indera penciuman, maka orang tsb akan selalu mencium bau dan wangi dan aroma.
Kalo dominan di indera peraba, maka orang tsb akan selalu merasakan sentuhan, entah dipegang, disenggol.
Kalo dominan di indera pengecap, maka orang tsb akan selalu merasakan suatu/kombinasi rasa di lidah yang dia tidak tau darimana datangnya padahal sedang tidak makan apa-apa.
Kalo dominannya kombinasi di beberapa indera sekaligus, maka kesan tsb akan semakin nyata."
dari penjelaskan diatas, saya dominan di beberapa indera sekaligus. yang membuat saya merasa aneh adalah, saya tidak bisa melihat makhluk astral (hanya merasakan saja, kebanyakan makhluk astral menemui saya lewat mimpi).
yang bisa saya simpulkan kenapa teman saya bilang saya termasuk clairvoyant mungkin karena pengalaman saya yang cenderung mengarah bisa melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. (penglihatan saya lebih peka pada kejadian/peristiwa dibandingkan penglihatan melihat hantu)

terimakasih ka Juna atas penjelasannya, semoga sehat selalu :)
#17767
.....dan ibu saya pernah bilang, kata beliau di tengah2 alis saya ada semacam permata dan itu bersinar. permata yang berada di tengah2 alis itu terhubung dengan kepala saya seakan saya sedang memakai mahkota permata di tengah alis saya. ibu saya tidak bisa mengartikan itu apa.
Menarik sekali... permata di tengah alis yang bersinar adalah tanda unik dari mata ketiga yang sudah terbuka, aktif dan sering dipergunakan.

Dan betul, mata ketiga terhubung dengan kepala kita, tepatnya dibagian tengah bawah otak besar yang terhubung dengan pangkal tulang belakang yang berisi seluruh sistem saraf tubuh kita. Sebagian besar proses di daerah tsb otomatis, tanpa sadar.
Latihan peningkatan kesadaran, sampai tahap tertentu dapat mengakses informasi di daerah tsb sehingga beberapa prosesnya dapat dilakukan dengan sadar/ at will.
#17770
Junabel wrote:
26 Nov 2019, 11:11
.....dan ibu saya pernah bilang, kata beliau di tengah2 alis saya ada semacam permata dan itu bersinar. permata yang berada di tengah2 alis itu terhubung dengan kepala saya seakan saya sedang memakai mahkota permata di tengah alis saya. ibu saya tidak bisa mengartikan itu apa.
Menarik sekali... permata di tengah alis yang bersinar adalah tanda unik dari mata ketiga yang sudah terbuka, aktif dan sering dipergunakan.

Dan betul, mata ketiga terhubung dengan kepala kita, tepatnya dibagian tengah bawah otak besar yang terhubung dengan pangkal tulang belakang yang berisi seluruh sistem saraf tubuh kita. Sebagian besar proses di daerah tsb otomatis, tanpa sadar.
Latihan peningkatan kesadaran, sampai tahap tertentu dapat mengakses informasi di daerah tsb sehingga beberapa prosesnya dapat dilakukan dengan sadar/ at will.
Hallo kak Juna,
kalau untuk mata ketiga, sejauh ini yang saya rasakan tentang fenomena alam dan musibah. selain itu, yang saya lakukan hanya menjadi mediator saja, itupun yang masuk ke tubuh saya hanya energi 'mereka', bukan sosok 'mereka'.

nah, beberapa hari lalu, saya pas mau tidur, antara sudah tidur dan blm tidur (agak setengah sadar) kok rasanya badan astral saya lepas dari tubuh ya kak. saya merasakan bagaimana saat astral lepas dari raga. pas badan saya lepas dari raga, dalam pikiran saya 'lho lho lho, kok lepas'. itu hanya sepersekian detik sempat melayang layang beberapa meter di atas raga saya. dan balik lagi ke tubuh saya. dan ketika balik lagi ke tubuh saya, dalam hati saya 'lho, aku tadi ngapain ya?' dan tau2 udah pagi