Page 4 of 4

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:22 Feb 2020, 20:37
by ajita
"Ketika Bodhisattva Mahasattva menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan para makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai hidup tertinggi dan tanpa akhir, dan selamanya terbebas dari bencana, penindasan, dan penderitaan; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam dengan para Buddha, menerima pengetahuan samanta, menyempurnakan dasa-bala, dan menerima vyakarana Bodhi; semoga semua makhluk hidup menyelamatkan para makhluk yang sadar dimana-mana, menyebabkan mereka terbebas dari ketakutan dan selamanya meninggalkan keadaan dari duka; semoga semua makhluk hidup mencapai kehidupan penuh dan memasuki alam pengetahuan yang abadi; semoga semua makhluk hidup selamanya terbebas dari permusuhan dan kebencian, tiada bencana, dan selalu di perhatikan oleh para Buddha dan Guru yang baik; semoga semua makhluk hidup meninggalkan semua senjata dan peralatan dari kejahatan dan penderitaan, dan mempraktekkan semua jenis karma yang baik dan murni; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua ketakutan dan menghancurkan tentara Mara dibawah pohon Bodhi; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua ancaman, pikirannya murni dan tanpa gentar terhadap Dharma tertinggi, dan mampu mengaumkan Simhanada yang tertinggi; semoga semua makhluk hidup mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa rintangan seperti singa, dan mengolah 'perbuatan yang benar (samyak-karmanta)' di dalam semua dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai alam keberanian dan selalu melayani keselamatan dan perlindungan para makhluk hidup yang menderita.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menyerahkan hidup-Nya sendiri demi menyelamatkan para terpenjara yang akan di hukum mati, untuk menyebabkan para makhluk hidup terbebas dari kesakitan lahir dan mati dan mencapai kegembiraan Buddha yang agung."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan ushnisha diatas kepala-Nya kepada pengemis seperti yang dilakukan oleh Ratnosnisharaja Bodhisattva, Paramottamakaya Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, melihat pengemis datang, pikiran sang Bodhisattva bergembira dan berkata, 'Jika anda membutuhkan ushnisha, ambillah dari-Ku, punya-Ku adalah yang terbaik di ksetra.' Dan ketika mengatakan ini, pikiran-Nya tidak terganggu, tidak memikirkan tindakan yang lainnya; Dia melepaskan duniawi dan mencari keheningan-tenang yang tanpa nafsu; pada yang tertinggi murni, rajin, jujur, bertekad pada Sarvajnajnana. Kemudian Dia mengambil pisau yang tajam dan memotong ushnisha di kepala-Nya; dengan lutut kanan menyentuh lantai, beranjali dan memberikan ushnisha-Nya dengan pikiran terkonsentrasi, memikirkan praktek dari semua Buddha dan Bodhisattva dari masa lampau, sekarang, dan masa depan, mengandung kegembiraan besar, meningkat dalam kebulatan tekad. Dengan cerdas Dia terampil memeriksa dan memahami gejala kejadian, dan tidak melekati rasa sakit, mengetahui bahwa perasaan sakit tiada ciri dan tiada asal-mula, bahwa semua perasaan timbul dari hubungan saling bergantungan dan tiada satupun yang abadi. Oleh karena itu, Dia mengembangkan keyakinan besar yang penuh kegembiraan bahwa Dia harus mempraktekkan pelepasan yang besar seperti semua Bodhisattva dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang, mencari pengetahuan samanta tanpa mundur, tanpa bergantung pada ajaran yang lain atau kekuatan dari guru."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melaksanakan dana ini, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai mahkota yang tidak terlihat dan mengembangkan ushnisha yang sama seperti stupa dari Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut seperti Buddha, dan mampu memadamkan semua penderitaan para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang mengkilap, rambut yang tebal, rambut yang tidak tumbuh di dahi; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang seperti Buddha dan selamanya terbebas dari semua penderitaan dan ikatan kebiasaan; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang bersinar, memancarkan cahaya yang menerangi semua dunia di sepuluh penjuru; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang rapi, bersih seperti sang Buddha; semoga semua makhluk hidup mengembangkan rambut yang seperti stupa dari Muni, sehingga bagi semua yang melihatnya menjadi sama seperti sedang melihat rambut sang Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut seperti Buddha, tanpa noda, tanpa kemelekatan, selamanya menyingkirkan semua kotoran debu yang menggelapkan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana ushnisha, untuk menyebabkan pikiran para makhluk hidup menjadi hening-tenang dan tanpa nafsu, menyempurnakan semua dhyana samadhi, dan mewujudkan pengetahuan Buddha tentang semua jalan pembebasan dan dasa-bala."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan mata-Nya kepada mereka yang datang meminta, sama seperti yang dilakukan oleh Pramodyacarita Bodhisattva, Candraprabharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan mata-Nya, Dia membangkitkan pikiran murni untuk berdana mata; membangkitkan pikiran tentang mata pengetahuan yang murni; membangkitkan pikiran yang tinggal berdiam pada 'cahaya Dharma (dharmaloka)'; membangkitkan pikiran yang menyaksikan jalan Buddha yang tiada tanding; membangkitkan pikiran pembaktian untuk pengetahuan yang besar; membangkitkan pikiran untuk berdana dengan kesabaran yang sebanding dengan para Bodhisattva dari masa lampau, sekarang, dan masa depan; membangkitkan mata yang tidak terhalang; membangkitkan pikiran keyakinan murni yang tidak bisa dihancurkan; membangkitkan pikiran kesabaran yang penuh gembira sehubungan dengan mereka yang meminta. Untuk menyempurnakan semua kekuatan batin, untuk menghasilkan mata Buddha, untuk meningkatkan dan memperluas tekad besar Bodhi, untuk mengolah Maha Karuna, dan menguasai indera, Dia menetapkan pikiran pada hal ini."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana mata, Dia memikirkan Maha Maitri untuk mereka yang meminta, dan mendirikan amal untuk mereka, meningkatkan kekuatan Dharma, menghentikan pandangan duniawi dan pemanjaan diri, memotong putus ikatan nafsu keinginan, mengolah Bodhi, dan dengan ramah memuaskan permintaan mereka dengan pikiran tidak gentar, selalu sesuai dengan praktek kesabaran yang tiada mendua. Akar kebajikan ini Dia baktikan demikian: 'semoga semua makhluk hidup mencapai mata tertinggi dan membimbing semua orang; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang tanpa halangan dan membuka permata pengetahuan samanta; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang murni, cahayanya menembus, tidak mungkin dihalangi; semoga semua makhluk hidup mencapai mata divya yang murni, melihat kelahiran dan kematian dan buah karma dari semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mencapai mata kesamaan yang murni dan mampu memasuki alam dari yang menyadari tathata; semoga semua makhluk hidup mencapai mata kebijaksanaan dan meninggalkan semua ketamakan dan kemelekatan; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan mata Buddha, mampu sepenuhnya menyadari dan memahami semua gejala kejadian; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan mata samanta, memahami semua alam tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang murni dan tidak tergelapkan, menyadari alam para makhluk hidup adalah yang kosong dan tiada keberadaan; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya diberkahi dengan mata murni yang tidak terhalang dan semuanya mampu mewujudkan dasa-bala dari Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana mata, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai mata yang murni dari pengetahuan samanta."

"Bodhisattva Mahasattva mampu memberikan telinga dan hidung kepada mereka yang meminta, seperti yang dilakukan oleh Paramakarmaraja Bodhisattva, Aparajita Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika berdana, Dia mengantarkannya sendiri kepada mereka yang meminta, dengan pikiran tunggal mengolah Bodhisattvacarya, diberkahi dengan benih sifat alami Buddhatva, terlahir di dalam rumah Buddha. Mengingat perbuatan berdana yang dipraktekkan oleh para Bodhisattva, Dia terus berjuang untuk mengaktifkan indera yang murni dari Bodhi para Buddha, kebajikan dan kebijaksanaan Mereka. Mengamati semua alam keberadaan, Dia melihat bahwa tiada satu pun yang permanen. Bercita-cita untuk selalu mampu melihat para Buddha dan Bodhisattva. Mengingat semua Buddhadharma sesuai dengan situasi. Mengetahui tubuh adalah yang tidak nyata, kosong, tanpa keberadaan, tiada apapun yang untuk dilekati. Jadi, ketika Bodhisattva menyumbangkan telinga dan hidung, pikiran-Nya selalu tenang dan damai; Dia telah menjinakkan indera-Nya. Dia menyelamatkan para makhluk hidup dari bahaya kejahatan, mengembangkan semua pengetahuan dan kebajikan, memasuki lautan kedermawanan yang besar, memahami makna dari Dharma, sepenuhnya mengolah jalan yang ditunjukkan, bertindak sesuai dengan pengetahuan dan kebijaksanaan, mencapai penguasaan Dharma, dan mengganti tubuh yang bisa binasa dengan tubuh yang tidak bisa hancur."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan telinga, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan mendengar semua suara yang membabarkan Dharma; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan mampu memahami semua suara; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga Buddha dan mengetahui semua tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang murni, tidak menghasilkan pembedaan yang keliru berdasarkan pendengaran; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tanpa ketulian, menyebabkan kesadaran ketidaktahuan tidak timbul; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang meliputi dharmadhatu dan mengetahui suara Dharma dari semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan menyadari semua jalan tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak bisa hancur, tiada seorangpun yang bisa merusak ajaran dari guru yang baik; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang mendengar semua, telinga yang menjangkau jauh dan murni, yang tertinggi dari semuanya; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan telinga divya dan telinga Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana telinga, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai telinga yang murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan hidung, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai hidung yang tinggi dan lurus, hidung yang lembut, hidung yang terbentuk dengan baik, hidung yang indah, hidung yang menyenangkan, hidung yang murni, hidung yang halus, hidung yang luar biasa, hidung yang menaklukkan musuh, hidung Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai wajah yang bebas dari kemarahan, wajah dari semua Dharma, wajah yang tanpa halangan, wajah yang indah dilihat, wajah yang halus, wajah yang bersih murni, wajah yang sempurna, wajah yang bulat penuh seperti sang Buddha, wajah yang meliputi semua tempat, wajah yang keindahannya tidak terukur.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana hidung, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya memperoleh jalan masuk ke semua Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya menyerap semua Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya memahami Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya tinggal berdiam di Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya selalu melihat Buddha, untuk menyebabkan para makhluk hidup mencapai kesadaran sila dari Buddha, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya mengembangkan pikiran Vajra, untuk menyebabkan para makhluk hidup menghiasi semua Buddhaksetra, untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mencapai tubuh berkekuatan besar dari para Tathagata. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana telinga dan hidung."

"Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam dengan kukuh di dalam keadaan kebebasan yang tidak bisa dihancurkan, mampu memberikan gigi kepada para makhluk hidup, seperti yang dilakukan oleh Puspadamstraraja Bodhisattva, Saddantaraja Bodhisattva, dan para Bodhisattva masa lampau yang lainnya. Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana gigi, pikiran-Nya murni, hingga ke tingkat yang sulit dijumpai, yaitu: Dia berdana dengan pikiran yang tidak habis-habisnya, berdana dengan pikiran keyakinan besar, berdana dengan pikiran pada semua tahap mencapai pelepasan yang tidak terukur, berdana dengan pikiran dalam pengendalian indera, berdana dengan pikiran yang melepaskan semua, berdana dengan pikiran yang bercita-cita pada pengetahuan samanta, berdana dengan pikiran untuk menghibur para makhluk hidup, berdana dengan kedermawanan yang besar, kedermawanan terbaik, kedermawanan yang unggul, kedermawanan tertinggi, berdana dengan pikiran melepaskan kebutuhan tubuhnya sendiri tanpa kebencian."

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang putih dan tajam, menjadi stupa tertinggi yang menerima persembahan dari para dewa dan manusia; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang rata, sama seperti yang dari sang Buddha, tanpa celah apapun; semoga semua makhluk hidup memiliki pikiran yang terkendali dengan baik dan dengan upaya-kausalya melaksanakan praktek Paramita dari Bodhisattva; semoga mulut dari semua makhluk hidup menjadi murni dan bersih, giginya putih cemerlang, memperlihatkan dengan jelas; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi dengan hiasan yang mengesankan, mulutnya murni dan bersih, tanpa tampilan kotor; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang lengkap, selalu menghasilkan wewangian yang sangat menarik dan langka; semoga semua makhluk hidup memiliki kecerdasan yang terkendali dengan baik dan giginya bersih cemerlang, sama seperti bunga teratai putih, membentuk pola divya; semoga mulut dan bibir dari semua makhluk hidup segar dan bersih, giginya bersih dan putih, memancarkan cahaya yang tidak terhitung banyaknya menyinari semua; semoga gigi dari semua makhluk hidup bagus dan tajam, sehingga tiada satupun gandum tersisa di makanannya ketika mereka makan dan juga tiada kemelekatan pada rasa dan menjadi Punya-ksetra yang terunggul; semoga semua makhluk hidup selalu memancarkan cahaya dari antara gigi mereka, memberikan ramalan Bodhi yang terunggul untuk Bodhisattva.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana gigi, untuk menyebabkan para makhluk hidup diberkahi dengan Sarvajnajnana, pengetahuan tentang semua gejala kejadian menjadi murni dan jelas."

"Jika orang datang kepada Bodhisattva Mahasattva meminta lidah-Nya, Dia dengan belas-kasih mengucapkan kata yang baik dan lembut kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh Sumanaraja Bodhisattva, Avaivartika Bodhisattva, dan para Bodhisattva masa lampau yang lainnya. Ketika Bodhisattva Mahasattva terlahir di dalam beranekaragam alam keberadaan, saat para makhluk hidup yang tidak terhitung banyaknya datang kepada-Nya meminta lidah, Dia menempatkan para orang itu diatas Simhasana, dan dengan pikiran yang terbebas dari kemarahan, kebencian, dan dendam, dengan pikiran berkekuatan besar, pikiran yang terlahir dari intisari para Buddha, pikiran yang tinggal berdiam di dalam tempat para Bodhisattva, pikiran yang tidak pernah tercemar atau terganggu, pikiran yang tinggal berdiam didalam kekukatan besar, pikiran yang tanpa kemelekatan pada tubuh, dan pikiran yang tanpa kemelekatan pada ucapan, Dia berlutut di lantai, membuka mulut-Nya, memperlihatkan lidah-Nya kepada si peminta, dan berkata kepada mereka dengan ucapan yang baik dan lembut, 'Tubuh-Ku ini seluruhnya milik anda, silahkan ambil lidah-Ku dan gunakanlah sesuai keinginanmu, untuk mengabulkan keinginanmu.'"

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai lidah samanta dan mampu menjelaskan semua sila dari ucapan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang bisa mencakup wajahnya, dan semoga ucapannya tiada mendua dan semuanya benar sesuai dengan kenyataan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang meliputi semua Buddhaksetra, mempertunjukkan kekuatan batin yang bebas dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang tipis dan lembut, selalu mengecap rasa yang murni dan baik; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang fasih, mampu memotong putus jaring keraguan dari semua makhluk; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang bercahaya, mampu memancarkan koti nayuta asamkhyeya sinar cahaya; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah dari kepastian yang jelas, tidak habis-habisnya menjelaskan segala sesuatu dengan kecerdasan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah penguasaan penuh, mampu mengungkapkan semua misteri pokok, menyebabkan semua menerima dan percaya apa yang dikatakannya; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah kefasihan samanta, mampu memasuki lautan dari semua bahasa; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang mampu menjelaskan semua aspek Dharma, sepenuhnya mencapai penyempurnaan tertinggi dari pengetahuan tentang ucapan kata.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana lidah, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang tanpa halangan."

"Bodhisattva memberikan kepala-Nya kepada mereka yang meminta, sama seperti yang dilakukan oleh Paramajnana Bodhisattva, Mahaprabha Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva yang lainnya. Dana yang dipraktekkan oleh Bodhisattva Mahasattva itu dikarenakan oleh kemauan untuk mengembangkan kepala dari pengetahuan tertinggi yang memahami semua Dharma, kemauan untuk mengembangkan kepala yang menyadari Maha Bodhi dan menyelamatkan para makhluk hidup, kemauan untuk memiliki kepala tertinggi yang melihat segala sesuatu, kemauan untuk mencapai kepala dari pengetahuan murni yang melihat yang sesungguhnya, kemauan untuk mengembangkan kepala yang tanpa halangan, yang terbebas dari rintangan, kemauan untuk menyadari kepala yang mencapai keadaan tertinggi, mencari kepala dari pengetahuan tertinggi di dunia, kemauan untuk mengembangkan kepala dari kebijaksanaan murni, mahkota yang tidak bisa dilihat oleh siapapun di dalam kamadhatu, rupadhatu, atau arupadhatu, kemauan untuk mencapai kepala dari penguasaan pengetahuan yang muncul diseluruh sepuluh penjuru, dan karena kemauan untuk menyempurnakan kepala dari pembebasan yang tidak bisa dihancurkan oleh apapun."

"Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam melalui praktek ini dan rajin menerapkannya, kemudian, karena telah memasuki Buddhakula, meniru peraktek berdana dari para Buddha. Memikirkan keyakinan yang murni dalam para Buddha, mengembangkan dan mematangkan akar kebajikan, dan menyebabkan mereka yang sedang membutuhkan semuanya terpuaskan dengan bahagia. Pikiran-Nya sendiri murni dan bergembira melampaui ukuran; dengan keyakinan murni dan pemahaman Dia degan jelas menerangi Buddhadharma, membangkitkan Bodhicitta, dan tinggal berdiam di dalam ketenangan dan kesunyian. Semua indera-Nya penuh bahagia; kualitas kebajikan-Nya bertumbuh dan berkembang, menimbulkan cita-cita yang baik, dan selalu suka mempraktekkan kedermawanan memberi."

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup mencapai kepala Bodhi, dan mencapai mahkota yang tidak terlihat, yang tiada seorangpun yang bisa lampaui, kepala tertinggi di dalam semua Buddhaksetra, rambut yang melingkar ke kanan, bersinar, bersih, berkilau, terhiasi dengan swastika, keajaiban dunia; semoga mereka diberkahi dengan kepala dari para Buddha, kepala menyempurnakan pengetahuan, kepala terunggul di dunia, dan kepala dari kelengkapan, kemurnian, dan pengetahuan luas duduk di Bodhimanda.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kepala, untuk membuat para makhluk hidup mencapai Dharma tertinggi dan mencapai kebijaksanaan besar yang tiada tanding."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan tangan dan kaki-Nya kepada para makhluk hidup, sama seperti yang dilakukan Nityodyukta Bodhisattva, Apasokharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya memberikan tangan dan kaki-Nya di dalam beranekaragam tempat kelahiran di dalam semua alam keberadaan. Menggunakan tangan keyakinan, Dia memulai pekerjaan yang bermanfaat, datang dan pergi, menjangkau semua tempat, rajin mempraktekkan Dharma sejati, bercita-cita mencapai tangan penghasil permata, memberikan tangan-Nya, menyempurnakan Bodhisattvacarya tanpa melakukan apapun dalam kesia-siaan. Selalu mengulurkan tangan untuk memperoleh kebijaksanaan yang besar, dan berjalan penuh damai saat pergi, berani tanpa takut. Melalui kekuatan keyakinan yang murni, Dia menyempurnakan usaha rajin, untuk menghancurkan keadaan yang bukan kebajikan dan untuk menyempurnakan Bodhi."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, Dia membuka pintu Dharma yang murni dengan pikiran kedermawanan yang tidak terukur, memasuki lautan Buddhatva, menyempurnakan tangan berdana, dan melayani semua di dalam sepuluh penjuru. Dengan kekuatan tekad, mempertahankan jalan sarvajna, dan tinggal berdiam di dalam pikiran yang sepenuhnya terbebas dari kotoran, di dalam Dharmakaya, dan Jnanakaya yang tanpa akhir dan tanpa peluruhan. Tidak bisa digoyahkan oleh pengaruh yang menyesatkan; mengikuti Guru yang baik, membuat pikiran-Nya menjadi kukuh dan stabil, dan mengolah praktek Dana Paramita, sama seperti semua Bodhisattva."

"Ketika Bodhisatttva Mahasattva memberikan tangan-Nya dan kaki-Nya, mencari Sarvajnajnana demi kepentingan semua makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup di berkahi dengan kekuatan batin, dan semuanya mencapai tangan yang menghasilkan permata, saling menghormati sebagai Punya-ksetra, dan saling memberi semua jenis permata, dan juga memberi permata yang tidak terhitung banyaknya kepada para Buddha, menghasilkan awan permata yang menakjubkan yang menyelimuti semua Buddhaksetra.' Dia menyebabkan para makhluk hidup menjadi baik terhadap semua dan tidak saling melukai. Pergi menjelajahi Buddhaksetra, kukuh dalam keberanian, secara alami diberkahi dengan kekuatan batin terbaik, Dia juga menyebabkan semua mencapai tangan yang menghasilkan permata, tangan yang menghasilkan bunga, tangan yang menghasilkan pakaian, tangan yang menghasilkan kanopi, tangan yang menghasilkan karangan bunga, tangan yang menghasilkan dupa, tangan yang menghasilkan perhiasan, tangan yang tanpa batas, tangan yang tidak terukur, tangan samanta, dan, setelah mencapai tangan ini, selalu rajin menjelajahi semua Buddhaksetra melalui kekuatan batin. Dia bisa menyentuh semua Buddhaksetra dengan satu tangan, dan memegang semua makhluk hidup dengan tangan pembebasan. Dia mencapai tangan yang berciri mulia, memancarkan cahaya yang tidak terukur. Dia bisa mencakup semua makhluk hidup dengan satu tangan. Mencapai tangan yang seperti Buddha, dengan selaput di jari dan kuku tembaga. Pada sekarang ini, Bodhisattva meliputi semua makhluk hidup dengan tangan Maha Pranidhana, mendoakan semoga semua makhluk hidup mengarahkan pikiran yang selalu gembira mencari Anuttara Samyaksambodhi, menghasilkan lautan dari semua kebajikan, bergembira ketika melihat orang datang meminta, tidak pernah kenal lelah terhadap mereka, memasuki lautan Buddhatva, dengan akar kebajikan yang sama seperti Buddha. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tangan dan kaki."

"Bodhisattva Mahasattva melukai diri-Nya sendiri dan memberikan darah kepada para makhluk hidup, seperti yang dilakukan oleh Karmatattva Bodhisattva, Maitrindra Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya di dalam beraneka alam keberadaan. Ketika berdana darah, Dia membangkitkan pikiran untuk mencapai Sarvajnajnana, pikiran yang menginginkan Maha Bodhi, pikiran bergembira dalam mengolah Bodhisattvacarya, pikiran yang tidak melekati perasaan sakit, pikiran gembira melihat peminta, pikiran yang tidak menolak peminta, pikiran yang diarahkan pada jalan dari semua Bodhisattva, pikiran melestarikan ketenangan dari semua Bodhisattva, pikiran meningkatkan dan memperluas kedermawanan menyumbang dari Bodhisattva, pikiran yang tanpa kemunduran, pikiran tak kenal lelah, pikiran yang terbebas dari mencintai diri. Akar kebajikan itu Dia baktikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai penyempurnaan Dharmakaya dan Jnanakaya; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh Vajra yang tidak kenal lelah; semoga semua makhluk hidup mencapai Vajrakaya yang tidak bisa dilukai apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai Nirmanakaya yang muncul diseluruh dunia tanpa batas; semoga semua makhluk hidup mencapai Sambhogakaya yang bersih, indah, kuat, dan sehat; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang terlahir dari dharmadhatu, sama seperti Buddha, tidak bergantung pada apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang seperti pancaran dari permata yang indah, yang tiada orang duniawi yang bisa lampaui; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang adalah permata pengetahuan, dan menyadari kebebasan di dalam 'Amrta (keabadian)'; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari lautan permata, yang tanpa gagal berguna untuk semua yang melihatnya; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh ruang angkasa, yang tiada satupun masalah dunia yang bisa mempengaruhi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana darah dari tubuh-Nya dengan pikiran Mahayana, pikiran yang murni, pikiran yang luas, pikiran yang bergembira, pikiran bahagia, pikiran semangat, pikiran terkendali, pikiran damai, dan pikiran yang tanpa noda."

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:23 Mar 2020, 21:19
by ajita
Namo Ta Pei Kuan Yin Pu Sa
Namo Maha Karuna Avalokitesvara Bodhisattva

Tolong jangan di reply, ini sedang dalam tahap posting hingga paripurna.

Namo Stu Buddhaya