Page 3 of 4

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:06 Jul 2019, 12:32
by ajita
Image
Guan Yin Pusa


Image
Sahassrabhuja-Sahassranetra Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva

Bab 19
Suyamarohana parivartah


Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan sang Tathagata, di semua dunia di sepuluh penjuru, di Jambudvipa di setiap empat penjuru, dan diatas puncak Sumeru, terlihat sang Tathagata sedang berada di tengah-tengah perkumpulan majelis, dimana para Bodhisattva, disebabkan oleh kekuatan sang Buddha, menjelaskan Dharma, semuanya merasa sedang berhadapan dengan sang Buddha di sepanjang waktu.

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan, tanpa melangkahkan kaki-Nya meninggalkan pohon Bodhi dan puncak Sumeru, naik keatas menuju gedung Yang Terhiasi Permata di Istana Suyama. Raja surga suyama, melihat sang Buddha sedang datang dari jauh, dengan kekuatan magis menciptakan Tahta Singa dari tumpukan bunga teratai permata didalam istananya, dengan jutaan tingkat perhiasan yang berkilau, jutaan jaring emas yang menutupinya, jutaan tirai bunga yang menutupinya, jutaan tirai karangan bunga, jutaan tirai wewangian, dan jutaan tirai permata, dikelilingi oleh jutaan kanopi yang semuanya dari bunga, karangan bunga, wewangian, dan permata; jutaan cahaya menyinarinya. Jutaan Raja Deva di Suyama membungkuk dengan hormat, jutaan Raja Brahma menari bergembira, jutaan Bodhisattva menyanyikan pujian. Jutaan alat musik surga memainkan jutaan nada Dharma, terus-menerus tanpa berhenti; Ada jutaan awan dari beranekaragam bunga, jutaan awan dari beranekaragam karangan bunga, jutaan awan dari beranekaragam perhiasan, jutaan awan dari beranekaragam jubah, menyelimuti seluruh sekeliling; jutaan awan dari beranekaragam permata cintamani yang berkilau. Tahta itu dilahirkan dari jutaan jenis akar kebaikan, yang dilindungi oleh jutaan Buddha, diperbanyak dengan jutaan jenis kebajikan, dimuliakan dan dimurnikan dengan jutaan jenis keyakinan dan jutaan jenis ikrar, dihasilkan oleh jutaan jenis karma, didirikan dengan jutaan jenis Dharma, diciptakan dari jutaan jenis kekuatan batin, selalu menghasilkan jutaan jenis suara yang mengungkapkan semua Dharma.

Kemudian sang Devaraja itu, setelah mengatur tahta ini untuk sang Tathagata, membungkukkan diri dan beranjali, dengan hormat menghadap sang Bhagavan Buddha, dan berkata : "Sadhu, Bhagavan, Sadhu, Sugata, Sadhu, Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Tolong berbelas-kasih untuk singgah di Istana ini."

Kemudian sang Buddha, menerima undangannya, memasuki gedung permata. Hal ini juga terjadi ditempat yang sama di semua dunia di sepuluh penjuru.

Kemudian, melalui kekuatan batin sang Buddha, sang Devaraja mengingat bagaimana dirinya menanam 'akar kebajikan (kusala-mula)' kepada para Buddha di masa lampau, lalu mengucapkan syair-gatha ini :

Yasas Tathagata, terkenal diseluruh sepuluh penjuru,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung permata ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Ratnaraja Tathagata, lampu dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang murni ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sukhinetra Tathagata, dengan penglihatan yang tanpa halangan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dipamkara Tathagata, menerangi dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang luar biasa ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Hitaisin Tathagata, penolong dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang tanpa noda ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sujnana Tathagata, yang tanpa guru,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung permata wangi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Devatikranta Tathagata, sang lampu dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung agung yang wangi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Anirgama Tathagata, sang pahlawan pengetahuan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung mata semesta ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Aparajita Tathagata, dipenuhi dengan semua kebajikan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi dengan sangat baik ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Muni Tathagata, yang menguntungkan dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung perhiasan semesta ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sama seperti di dalam dunia ini, Raja surga Suyama, melalui kekuatan sang Buddha, memuji kebajikan dari sepuluh Buddha masa lampau, begitu juga dengan semua Raja surga Suyama di dunia-dunia dari sepuluh penjuru yang juga memuji kebajikan para Buddha. Kemudian sang Bhagavan Buddha memasuki gedung Ratnavyuha itu dan duduk dengan sikap bunga teratai diatas Simhasana bunga teratai permata. Gedung ini tiba-tiba menjadi sangat luas, sama seperti tempat tinggal dari semua rombongan para dewa. Hal yang sama ini juga terjadi di semua dunia di sepuluh penjuru.

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:06 Jul 2019, 12:33
by ajita
Image
Guan Yin Pusa


Image
Amoghaphasavalokitesvara

Bab 20
Suyamastava parivartah


Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan batin sang Buddha, ada datang berkumpul para Maha Bodhisattva dari setiap sepuluh penjuru arah, masing-masing didampingi oleh para Bodhisattva yang banyaknya seperti butiran debu di Buddhaksetra, datang dari dunia-dunia yang jauh, melampaui ksetra yang banyaknya seperti butiran debu di dalam seratus ribu Buddhaksetra. Nama-nama Mereka yaitu : Punyavana Bodhisattva Mahasattva, Prajnavana Bodhisattva Mahasattva, Vijayavana Bodhisattva Mahasattva, Abhayavana Bodhisattva Mahasattva, Manasvana Bodhisattva Mahasattva, Viryavana Bodhisattva Mahasattva, Balavana Bodhisattva Mahasattva, Caryavana Bodhisattva Mahasattva, Smrtivana Bodhisattva Mahasattva, Jnanavana Bodhisattva Mahasattva. Nama-nama dunia asal Mereka yaitu : Gambhiraprajna, Mudraprajna, Ratnaprajna, Paramaprajna, Dipaprajna, Vajraprajna, Ksemaprajna, Suryaprajna, Diptaprajna, dan Vimalaprajna. Mereka semua telah mengolah brahmacarya yang murni dihadapan para Buddha; Nama-nama para Buddha itu adalah : Nityacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Anuttaracaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Asthanacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Aksobhyacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Divyacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimoksacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Dharmabhodakacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Rupavijnanacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Paramacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Nilacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Ketika para Bodhisattva itu tiba di tempat sang Bhagavan, Mereka berlutut ke Kaki sang Bhagavan, dan lalu Masing-masing, di setiap penjuru asal Mereka, menciptakan Simhasana Permata, duduk dalam sikap bunga teratai.

Sama seperti para Bodhisattva itu berkumpul di surga Suyama di dalam dunia ini, begitu juga hal yang sama terjadi di semua dunia. Nama-nama dari para Bodhisattva-nya, dunia-nya, Buddha-nya semuanya sama seperti ini.

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan memancarkan ratusan ribu miliar sinar cahaya yang berwarna indah dari ujung jari kaki-Nya, yang menerangi semua dunia di sepuluh penjuru, sehingga para Buddha dan perkumpulan majelis di dalam istana Suyama di semua dunia bisa terlihat.

Kemudian Punyavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Buddha memancarkan cahaya besar,
Menerangi sepuluh penjuru;
Semuanya melihat sang Bhagavan di surga dan di bumi,
Bebas, tanpa rintangan.

Sang Buddha duduk di dalam istana Suyama,
Namun meliputi semua dunia di dharmadhatu;
Peristiwa ini adalah yang paling luar biasa,
Dunia menjadi takjub ingin tahu.

Raja surga Suyama,
Telah memuji sepuluh Buddha dalam gatha;
Apa yang terlihat di perkumpulan majelis ini
Semuanya sama dimana-mana.

Kumpulan para Bodhisattva itu,
Semuanya memiliki nama yang sama seperti kami;
Di semua wilayah di sepuluh penjuru,
Mereka menjelaskan Dharma yang tiada tanding.

Dunia-dunia asal Mereka,
Juga bernama sama seperti kami punya;
Semua dari Mereka, dengan para Buddhanya,
Menyempurnakan Brahmacarya.

Nama dari semua Buddha itu,
Juga sama seperti yang kami punya;
Negaranya makmur dan bahagia,
Kekuatan batinnya tanpa ketergantungan.

Dimana-mana di sepuluh penjuru,
Mereka berpikir sang Buddha ada disana;
Ada yang melihat-Nya di dunia manusia,
Ada yang melihat-Nya di surga.

Sang Buddha tinggal berdiam dimana-mana,
Di dalam semua ksetra yang beranekaragam;
Kami sekarang melihat sang Buddha,
Di dalam pertemuan surga ini.

Dia membuat ikrar Bodhi
Yang menjangkau semua dunia di dharmadhatu;
Inilah sebabnya kekuatan sang Buddha
Meliputi semua, tidak terbayangkan.

Telah membuang nafsu duniawi,
Dia menyemurnakan kebajikan yang tanpa batas;
Oleh sebab itu, memperoleh kekuatan batin,
Dan terlihat oleh semua makhluk.

Dia menjelajahi semua dunia di dharmadhatu,
Sama seperti ruang angkasa, tanpa rintangan;
Dengan satu tubuh, banyak tubuh yang tidak terbatas,
Wujud-Nya tidak bisa dipahami.

Kebajikan Buddha adalah yang tanpa batas;
Adalah yang tidak bisa diukur;
Apakah tinggal berdiam atau pergi,
Dia meliputi dharmadhatu.

Kemudian Prajnavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Maha Lokanatha,
Sang Bhagavan yang bebas dari kotoran batin,
Adalah yang sulit dijumpai,
Bahkan dalam kalpa yang tidak terhitung.

Sang Buddha memancarkan cahaya besar
Bisa terlihat di semua dunia;
Berkhotbah secara luas kepada orang banyak,
Menguntungkan semua makhluk hidup.

Sang Buddha muncul di dunia,
Menghapus kegelapan dari ketidaktahuan;
Sang Lampu dunia ini,
Adalah yang langka dan sulit terlihat.

Setelah mengolah Dana, Sila, Ksanti,
Juga Virya, dan Dhyana,
Dan yang tertinggi Prajna-paramita,
Dengan itu, Dia menerangi dunia.

Sang Buddha tiada bandingannya;
Tiada satupun pembanding yang bisa ditemukan.
Tanpa memahami kebenaran yang sesungguhnya,
Tiada seorangpun yang bisa mengetahui-Nya.

Tubuh Buddha dan kekuatan batin-Nya,
Adalah yang bebas dan tidak terbayangkan;
Tidak pergi, tidak datang,
Dia mengucapkan kebenaran untuk membebaskan.

Jika ada yang bisa melihat dan mendengar,
Sang Guru yang murni atas manusia dan dewa,
Maka akan selamanya meninggalkan duka,
Dan membuang semua kesengsaraan.

Selama kalpa yang tidak terhitung dan tidak terukur,
Dia mengolah Bodhisattvacarya;
Yang tidak mengetahui makna ini,
Tidak bisa mencapai Buddhatva.

Jika orang bisa mengetahui makna ini,
Maka kebajikan akan jauh melampaui
Mereka yang membuat persembahan kepada para Buddha yang tidak terhitung
Selama kalpa yang tidak terbayangkan.

Bahkan jika orang berdana kepada sang Buddha,
Ksetra yang tidak terhitung, yang dipenuhi permata,
Jika orang itu tidak mengetahui makna ini,
Tidak akan pernah mencapai Bodhi.

Kemudian Vijayavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sama seperti di musim panas,
Dengan langit yang terang dan tak berawan,
Matahari menyala dengan kobaran cahaya,
Memenuhi sepuluh penjuru,
Cahaya itu tanpa batas,
Tidak mungkin diukur,
Bahkan oleh mereka yang memiliki mata,
Apalagi orang yang buta;
Begitu juga para Buddha,
Kebajikan Mereka adalah yang tanpa batas;
Bahkan dalam kalpa yang tidak terbayangkan,
Tiada seorangpun yang bisa mengetahui selengkapnya.

Semua gejala kejadian tiada asal-mula,
Dan tiada seorangpun yang bisa menciptakannya;
Tiada tempat asal itu dilahirkan,
Itu tidak bisa dibeda-bedakan.

Semua gejala kejadian tiada asal-mula,
Oleh karena itu, itu tidak dilahirkan;
Karena tiada kelahiran,
Maka tiada kepunahan yang bisa ditemukan.

Semua gejala kejadian tiada lahir,
Dan juga tiada kepunahan;
Orang yang memahami dalam cara ini,
Akan melihat sang Buddha.

Karena gejala kejadian tiada lahir,
'Sifat alami diri (svabhava)' adalah yang tidak ada;
Orang yang menganalisa dan mengetahui ini,
Akan tiba di Dharma yang mendalam.

Karena gejala kejadian tiada svabhava,
Tiada seorangpun yang bisa memahaminya;
Ketika memahami gejala kejadian dalam cara ini,
Pada yang tertinggi, tiada apapun yang di mengerti.

Yang dikatakan memiliki kelahiran,
adalah untuk mewujudkan ksetra.
Jika bisa mengetahui sifat alami ksetra,
Pikiran tidak akan bingung;
Memeriksa sesuai dengan kebenaran,
Sifat alami dari dunia dan ksetra,
Jika orang mampu mengetahui ini,
Maka bisa menjelaskan semua gejala kejadian.

Kemudian Abhayavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Tubuh sang Buddha yang sangat besar,
Menjangkau batas dharmadhatu;
Tanpa meninggalkan tempat duduk-Nya,
Dia meliputi semua tempat.

Siapapun yang mendengar Dharma ini,
Yang menghormati dan meyakininya,
Akan selamanya terlepas dari semua penderitaan,
Dari keadaan duka.

Bahkan pergi ke banyak dunia,
Yang sangat banyak dan tidak terhitung,
Dengan satu pikiran ingin mendengar,
Tentang kekuatan sang Buddha,
Dan kualitas dari Buddha ini,
Anuttara Samyaksambodhi-Nya,
Bahkan ingin mendengar dalam sesaat,
Tiada seorangpun yang bisa.

Jika ada yang dimasa lampau,
Meyakini aspek dari Buddha ini,
Maka Dia telah menjadi Buddha,
Dan sang Lampu Dunia.

Jika ada yang akan mendengar,
Tentang kekuatan bebas dari sang Buddha,
Dan setelah mendengar lalu meyakininya,
Dia juga akan menjadi Buddha.

Jika ada yang di masa sekarang,
Mampu meyakini ajaran Buddha ini,
Dia juga akan menjadi Buddha,
Dan menjelaskan Dharma tanpa takut.

Ajaran ini sulit ditemukan,
Bahkan di dalam kalpa yang tidak terhitung;
Jika ada yang mendengarnya,
Ketahuilah bahwa itu adalah kekuatan ikrar masa lalu.

Jika ada yang bisa menerima dan mempertahankan,
Buddhadharma seperti ini,
Dan menjunjungnya, juga menyebarkannya,
Maka Dia akan menjadi Buddha.

Apalagi bagi Dia yang berjuang dengan rajin,
Dengan pikiran yang kukuh, dan tidak menyerah;
Anda harus tahu, bahwa orang seperti itu,
Pasti akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi.

Kemudian Manasvana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Jika orang bisa mendengar,
Ajaran pembebasan yang langka ini,
Dan bisa menghasilkan pikiran gembira,
Dia akan segera menghapus jaring keraguan.

Orang yang mengetahui dan melihat semua,
Mengucapkan kata-kata ini dalam dirinya :
'Tiada apapun yang sang Buddha tidak ketahui',
Oleh sebab itu, akan menjadi yang tidak terbayangkan.

Tidak pernah dari yang tidak berkebijaksanaan,
Kebijaksanaan dilahirkan;
Para duniawi selalu di dalam kegelapan,
Oleh sebab itu, tiada yang bisa menghasilkannya.

Sama seperti bentuk dan tiada bentuk
Adalah yang dua dan bukan satu;
Begitu juga pengetahuan dan ketidaktahuan,
Yang pada dasarnya adalah berbeda.

Sama seperti tanda dan tiada tanda,
Lahir-mati dan nirvana,
Adalah yang berbeda dan tidak sama;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan.

Ketika dunia pertama kali terjadi,
Tiada tanda peluruhan;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan,
Ciri-cirinya tidak serentak.

Sama seperti keadaan pertama dari pikiran Bodhisattva,
Tidak berdampingan dengan keadaan akhir dari pikiran;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan,
Dua pikiran ini tidak berdampingan.

Sama seperti tubuh dan kesadaran,
Adalah yang tersendiri dan tidak bergabung;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan,
Pada yang tertinggi tidak menyatu.

Sama seperti obat mujarab,
Bisa melenyapkan semua racun;
Begitu juga dengan pengetahuan,
Menghapuskan semua ketidaktahuan.

Sang Buddha adalah yang tidak terkalahkan,
Dan juga yang tiada tanding;
Dia sama sekali tiada bandingannya,
Oleh sebab itu, sangat sulit dijumpai.

Kemudian Viryavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua gejala kejadian tiada perbedaan,
Tiada seorangpun yang mengetahuinya;
Hanya diantara para Buddha itu diketahui,
Karena pengetahuan Buddha adalah yang tertinggi.

Sama seperti emas dan warna emas
Adalah yang tidak berbeda intisarinya;
Begitu juga dengan gejala kejadian dan yang bukan gejala kejadian,
Adalah yang tidak berbeda intisarinya;

Makhluk hidup dan yang bukan makhluk hidup,
Dua-duanya adalah yang tanpa kenyataan;
Dalam cara ini, sifat alami dari segala sesuatu,
Hakekatnya adalah yang tiada keberadaan.

Sama seperti masa depan,
Tidak memiliki tanda masa lampau;
Begitu juga dengan semua gejala kejadian,
Tidak memiliki tanda apapun.

Sama seperti tanda kelahiran dan kematian,
Semua itu adalah yang tidak nyata;
Begitu juga dengan semua gejala kejadian,
Kosong sifat alaminya.

Nirvana tidak bisa dipahami,
Namun ketika diucapkan, ada dua jenis;
Begitu juga dengan semua gejala kejadian,
Ketika dibeda-bedakan, itu berbeda.

Sama seperti berdasarkan pada sesuatu yang dihitung,
Ada cara menghitung,
Sifat alaminya adalah yang tiada;
Begitulah gejala kejadian secara sempurna diketahui.

Sama seperti cara menghitung,
Menambah satu hingga jumlah yang tanpa batas;
Angka itu tidak memiliki sifat alami yang berwujud,
Itu dibeda-bedakan disebabkan oleh daya pikir.

Sama seperti dunia memiliki akhir,
Ketika terbakar di akhir kalpa,
Namun ruang angkasa tidak hancur;
Begitu juga dengan pengetahuan Buddha.

Para makhluk hidup di lokadhatu ini,
Semuanya melekati ciri-ciri ruang angkasa;
Begitu juga terhadap para Buddha,
Para duniawi membayangkan-Nya sesuka hati.

Kemudian Balavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua alam makhluk hidup,
Ada di masa lampau, sekarang, masa depan;
Para makhluk hidup dari masa lampau, sekarang, masa depan,
Semuanya tinggal berdiam di dalam panca skandha.

Panca skandha itu berdasarkan pada perbuatan,
Perbuatan berdasarkan pada pikiran;
Gejala kejadian pikiran adalah sama seperti khayalan,
Dan begitu juga dengan dunia.

Dunia tidak tercipta dengan sendirinya,
Juga tidak diciptakan oleh orang lain;
Namun itu memiliki pembentukan,
dan juga memiliki peluruhan.

Walaupun dunia memiliki pembentukan,
Dan peluruhan,
Orang yang memahami dunia,
Tidak akan mengucapkan dalam cara ini.

Apa itu dunia?
Apa itu yang bukan dunia?
Dunia dan yang bukan dunia,
Hanyalah pembedaan tentang nama.

Tiga masa waktu dan panca skandha,
dinamakan dunia,
Kepunahannya adalah "yang bukan dunia";
Begitulah itu hanyalah penamaan sementara.

Bagaimana skandha dijelaskan?
Apa sifat alami yang dimilikinya?
Sifat alami skandha adalah yang tidak bisa dihancurkan,
Oleh karena itu dinamakan yang tidak lahir.

Menganalisa skandha ini,
Sifat alaminya pada dasarnya kosong dan tiada;
Karena itu adalah kosong, itu tidak bisa dihancurkan;
Inilah makna dari tiada lahir.

Karena para makhluk hidup adalah begitu,
Demikian juga para Buddha;
Buddha dan Buddhadharma,
Yang pada dasarnya tiada keberadaan.

Jika ada yang mengetahui hal ini,
Dengan benar, tanpa khayalan,
Dia Yang Mengetahui dan Melihat Semua,
Akan selalu dihadapan orang itu.

Kemudian Caryavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Seperti di dalam semua dunia,
Semua unsur yang padat,
Tiada keberadaan yang berdiri sendiri,
Namun ditemukan dimana-mana,
Begitu juga dengan tubuh Buddha,
Meliputi semua dunia,
Bentuk-rupa-Nya yang beranekaragam,
Tanpa tempat tinggal dan asal-mula.

Hanya dikarenakan oleh kegiatan,
Kita mengucapkan nama "makhluk hidup",
Dan tiada 'tindakan (karma)' yang ditemukan,
Terpisah dari makhluk hidup.

Sifat alami karma adalah yang pada dasarnya kosong dan tiada,
Namun itulah landasan para makhluk,
Dimana-mana menghasilkan semua bentuk-rupa,
Dan namun tidak datang dari manapun.

Inilah kekuatan yang bekerja dari bentuk-rupa,
Tidak mungkin untuk dipahami;
Jika orang memahami dasar itu,
Didalamnya tiada objek yang terlihat.

Tubuh Buddha adalah yang juga seperti ini;
Itu tidak bisa dipahami;
Bentuk-rupa-Nya yang beranekaragam,
Muncul di semua ksetra di dharmadhatu.

Tubuh bukanlah Buddha,
Juga bukan Buddha adalah tubuh;
Hanya kenyataan adalah tubuh,
Yang meliputi segala sesuatu.

Jika orang bisa melihat tubuh Buddha,
Yang semurni sifat alami kenyataan,
Orang seperti itu tidak memiliki ragu,
Atau kebingungan tentang Buddha.

Jika orang melihat semua gejala kejadian,
Seperti dalam intisarinya sama dengan Nirvana,
Ini adalah melihat sang Buddha,
Yang pada yang tertinggi tanpa tempat tinggal.

Jika orang mengolah 'kesadaran yang benar (samyak-smrti)',
Dan dengan jelas melihat 'Kebangkitan yang sesungguhnya (Samyaksambodhi)',
Yang tiada tanda, tanpa pembedaan,
Ini adalah pewarisan kebenaran.

Kemudian Smrtivana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Itu adalah sama seperti pelukis,
Menyebarkan beranekaragam warna;
Hayalan menangkap bentuk-rupa yang berbeda-beda,
Namun unsur itu tidak memiliki perbedaan.

Di salam unsur tiada bentuk-rupa,
Dan di dalam bentuk-rupa tiada unsur;
Dan namun terpisah dari unsur,
Tiada bentuk-rupa yang bisa ditemukan.

Di dalam pikiran tiada gambaran,
Di dalam gambaran tiada pikiran;
Namun terpisah dari pikiran,
Tiada gambaran yang ditemukan.

Pikiran itu tidak pernah berhenti,
Mewujudkan semua bentuk-rupa,
Tidak terhitung, tidak terbayangkan banyaknya,
Tidak mengenal satu sama lain.

Sama seperti pelukis,
Tidak bisa mengetahui pikirannya sendiri,
Namun melukis disebabkan oleh pikiran,
Begitu juga dengan sifat alami semua gejala kejadian.

Pikiran sama seperti seniman,
Mampu melukis dunia;
Panca skandha seluruhnya terlahir karena itu;
Tiada apapun yang tidak diciptakannya.

Sama seperti pikiran, begitu juga Buddha;
Sama seperti Buddha, begitu juga makhluk hidup;
Ketahuilah bahwa Buddha dan pikiran,
Adalah pada intisarinya yang tidak habis-habisnya.

Jika orang mengetahui perbuatan dari pikiran
Yang menciptakan semua dunia;
Orang itu akan melihat sang Buddha,
Dan memahami sifat alami Buddha yang sesungguhnya.

Pikiran tidak tinggal berdiam di dalam tubuh,
Juga tubuh tidak tinggal berdiam di dalam pikiran;
Namun itu mampu melaksanakan perbuatan Buddha,
Secara bebas, tanpa pendahuluan.

Jika orang ingin sungguh mengetahui,
Semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan,
Orang itu harus merenungkan sifat alami dharmadhatu,
Yang seluruhnya adalah dari pembentukan pikiran.

Kemudian Jnanavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Yang dipahami tidak bisa dipahami,
Yang terlihat tidak bisa dilihat,
Yang terdengar tidak bisa didengar;
Satu pikiran adalah yang tidak terbayangkan.

Yang terbatas dan yang tidak terbatas,
Dua-duanya tidak bisa dipahami;
Jika orang mau memahaminya,
Pada yang tertinggi, dia tidak memahami apapun.

Mengatakan apa yang seharusnya tidak dikatakan,
Adalah penipuan diri;
Ketika tugasnya sendiri belum selesai,
Orang tidak bisa menggembirakan yang lain.

Orang yang ingin memuji sang Buddha,
Serta Tubuh-Nya yang tanpa batas, wujud-Nya yang menakjubkan,
Tidak bisa mengungkapkannya sepenuhnya,
Bahkan di dalam kalpa yang tidak terhitung.

Sama seperti permata Cintamani,
Bisa mewujudkan semua warna,
Ia tidak berwarna namun menampilkan warna,
Begitu juga dengan semua Buddha.

Juga, sama seperti ruang angkasa yang cerah,
Tanpa bentuk-rupa dan tidak bisa dilihat,
Dan meskipun ia memperlihatkan semua bentuk-rupa,
Tiada seorangpun yang bisa melihat ruang angkasa,
Begitu juga dengan para Buddha;
Mereka mewujudkan bentuk-rupa tanpa batas dimana-mana,
Namun tidak didalam wilayah kegiatan pikiran,
Sehingga orang tidak bisa melihat Mereka.

Walaupun suara Buddha terdengar,
Suara itu bukanlah sang buddha;
Dan namun tidak terpisah dari suara,
Sang Buddha bisa diketahui.

Buddha tidak datang maupun tidak pergi;
Dia terpisah dari semua pembedaan;
Maka bagaimana bisa orang
Mengatakan bahwa bisa melihat-Nya?

Buddha tidak memiliki Dharma,
Bagaimana bisa Buddha memiliki penjelasan?
Itu adalah sesuai dengan pikiran orang,
Bahwa orang berpikir sang Buddha menjelaskan Dharma.

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:06 Jul 2019, 12:35
by ajita
Image
Guan Yin Pusa


Image
Manjughosa - Lokesvararaja - Guhyakadipati

Bab 21
Dasacarya parivartah



Kemudian pada saat itu, Punyavana Bodhisattva Mahasattva, di adhisthana oleh sang Buddha, memasuki Samadhi yang bernama Keterampilan Meditasi Dari Bodhisattva (Bodhisattvakosalyadhyana nama samadhim)'; Ketika Dia telah memasuki Samadhi ini, ada muncul di hadapannya para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari sepuluh ribu Buddhaksetra dari setiap sepuluh penjuru, melewati sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu dari sepuluh ribu Buddhaksetra. Semua Buddha itu memiliki nama yang sama, yaitu Punyavana. Mereka dimana-mana muncul dihadapannya, berkata kepada Punyavana Bodhisattva Mahasattva : "Sadhu, Sadhu, Kulaputra, tentu sangat baik bahwa Anda bisa memasuki Bodhisattvakosalyadhyana Samadhi! Di setiap sepuluh penjuru, Kulaputra, para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari sepuluh ribu Buddhaksetra bersama-sama meng-adhisthana Anda dengan kekuatan batin Mereka, dan ini juga oleh kekuatan pranidhana masa lampau dari Vairocana Tathagata, juga oleh kekuatan akar kebajikan Bodhisattva, bahwa Anda memasuki Samadhi ini, membisakan Anda mebabarkan Dharma, demi meningkatkan pengetahuan Buddha, memasuki dharmadhatu secara mendalam, memahami dengan baik alam-alam para makhluk hidup, tanpa rintangan memasuki apapun, tanpa halangan dalam semua kegiatan, mencapai upaya-kausalya yang tiada bandingan, memasuki intisari Sarvajnajnana, menyadari semua gejala kejadian, mengetahui semua indera, mampu mempertahankan dan menjelaskan semua Dharma, yaitu, menghasilkan 'sepuluh jenis praktek dari Bodhisattva (Bodhisattvadasacarya)'. Anda, Kulaputra, harus menerima kekuatan batin yang menakjubkan dari para Buddha untuk membabarkan Dharma ini!"

Kemudian pada saat itu, para Buddha memberikan kepada Punyavana Bodhisattva pengetahuan yang tidak terhalang, pengetahuan yang tidak melekat, pengetahuan tidak terputus, pengetahuan yang tidak terperdaya, pengetahuan yang tidak membedakan, pengetahuan yang tanpa kesalahan, pengetahuan yang tidak terbatas, pengetahuan yang tiada tanding, pengetahuan yang tiada lalai, dan pengetahuan yang tidak bisa diambil. Mengapa begitu? Karena melalui kekuatan Samadhi ini, Dharma adalah seperti itu.

Kemudian pada saat itu, semua Buddha mengulurkan tangan kanan dan mengusap kepala Punyavana Bodhisattva; Kemudian Punyavana Bodhisattva bangkit dari Samadhi dan mengumumkan kepada para Bodhisattva, dengan berkata : "Kulaputra, praktek dari Bodhisattva adalah yang tidak terbayangkan, luasnya seperti dharmadhatu dan ruang angkasa. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva mengolah praktek yang sama seperti yang dari para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sekarang, Saya akan membabarkan praktek dari Bodhisattva. Ada, Kulaputra, sepuluh jenis praktek dari Bodhisattva yang para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan telah jelaskan, sedang jelaskan, dan akan jelaskan. Apakah sepuluh itu? Yaitu :

Praktek dari memberikan kegembiraan.
Praktek dari yang bermanfaat.
Praktek dari tiada perselisihan.
Praktek dari kegigihan.
Praktek dari tiada kebingungan.
Praktek dari perwujudan yang baik.
Praktek dari tiada kemelekatan.
Praktek dari yang sulit dicapai.
Praktek dari ajaran yang baik.
Praktek dari Kebenaran.

"Inilah yang dinamakan sepuluh praktek dari Bodhisattva yang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, sekarang, dan masa depan."

"Kulaputra, apakah praktek dari memberikan kegembiraan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva adalah Pemberi yang murah hati, memberikan apapun yang dimilikinya dengan pikiran yang tenang, tanpa penyesalan, tanpa mengharapkan hadiah, tanpa mencari kehormatan, tanpa mendambakan keuntungan materi, namun hanya untuk menolong dan melindungi semua makhluk hidup, untuk memasukkan semua makhluk hidup kedalam pengasuhannya, untuk menguntungkan semua makhluk hidup, untuk meniru praktek yang asli dari semua Buddha, untuk mengingat kembali praktek yang asli dari semua Buddha, bergembira di dalam praktek yang asli dari semua Buddha, memurnikan praktek yang asli dari semua Buddha, lebih lanjut mengembangkan praktek yang asli dari semua Buddha, mewujudkan praktek yang asli dari semua Buddha, dan menjelaskan praktek yang asli dari semua Buddha, untuk menyebabkan semua makhluk hidup terbebas dari kesakitan dan penderitaan dan mencapai ketentraman dan kebahagiaan."

"Ketika Bodhisattva mengolah praktek ini, Dia menyebabkan semua makhluk hidup bergembira dan senang. Di semua tempat yang ada kemiskinan dan kekurangan, Dia pergi kesana melalui kekuatan virya untuk terlahir mulia dan kaya, sehingga bahkan jika ada satu saat para makhluk yang tidak terhitung datang kepada sang Bodhisattva dan berkata, 'Maitri, kami miskin dan sedang membutuhkan, tanpa makanan, lapar dan lemah, lusuh dan menyedihkan, sedang di pinggir jurang kematian; Tolong kasihanilah kami dan berikan daging anda untuk makanan agar kami bisa tetap hidup,' sang Bodhisattva akan segera memberikannya kepada mereka, untuk menggembirakan dan memuaskan mereka. Bahkan jika ratusan ribu para makhluk hidup yang tidak terhitung datang memohon dalam cara ini, sang Bodhisattva tidak akan mundur, namun akan meningkat bahkan lebih besar kebaikan dan belas-kasihnya. Tentu saja, karena semua makhluk hidup datang mencarinya, sang Bodhisattva, melihat mereka, akan menjadi lebih gembira, dan berpikir, 'Saya telah memperoleh anugerah yang baik; para makhluk hidup ini adalah lapangan kebajikan Saya, mereka adalah teman baik dan penderma Saya, tanpa Saya meminta, mereka datang untuk menyebabkan Saya memasuki Buddhadharma. Sekarang Saya harus mengolah pembelajaran dalam cara ini, tidak menyangkal keinginan para makhluk hidup.' Dia juga akan membentuk pikiran ini: 'Semoga semua kebajikan yang telah Saya lakukan, sedang lakukan, dan akan lakukan, menyebabkan Saya di masa depan, di dalam semua dunia, di antara semua makhluk hidup, memperoleh tubuh yang sangat besar, sehingga bisa memuaskan semua makhluk yang kelaparan dengan daging dari tubuh ini, dan semoga Saya tidak mati selama bahkan jika hanya tinggal satu makhluk kecil yang masih belum kenyang, dan semoga daging yang Saya potong tidak bisa habis. Melalui kebajikan ini, semoga Saya mencapai Anuttara Samyaksambodhi, dan mengalami Maha Parinirvana; Dan semoga mereka yang memakan daging Saya juga mencapai Anuttara Samyaksambodhi, mencapai pengetahuan yang tidak membeda-bedakan, menunaikan semua Buddhadharma, secara luas melaksanakan pekerjaan Buddha hingga memasuki Nirvana tanpa sisa. Jika ada hati dari bahkan hanya satu makhluk hidup yang tidak terpenuhi, Saya tidak akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi.'

"Begitulah Bodhisattva menguntungkan para makhluk, namun tanpa gagasan pikiran tentang diri, atau gagasan pikiran tentang makhluk hidup, atau gagasan pikiran tentang keberadaan, atau gagasan pikiran tentang kehidupan, tanpa beranekaragam gagasan pikiran, tanpa gagasan pikiran tentang 'kepribadian diri (pudgala)', tanpa gagasan pikiran tentang orang, tanpa gagasan pikiran tentang manusia, tanpa gagasan pikiran tentang pelaku atau penerima, Dia hanya mengamati ketidakterbatasan dari dharmadhatu dan alam makhluk hidup, kekosongannya, ketiadaan keberadaan, ketiadaan tanda, ketiadaan wujud, ketidakpastian, tiada ketergantungan, dan yang tidak diciptakan."

"Ketika melaksanakan perenungan ini, Dia tidak melihat dirinya sendiri, tidak melihat apapun yang diberikan, tidak melihat penerima, tidak melihat lapangan kebajikan, tidak melihat perbuatan, tidak melihat hadiah apapun, tidak melihat hasil apapun, tidak melihat hasil yang besar, tidak melihat hasil yang kecil."

"Kemudian sang Bodhisattva mengamati semua tubuh yang dimiliki oleh para makhluk hidup di masa lampau, masa depan, dan sekarang yang pada akhirnya binasa; Kemudian Dia membentuk pikiran ini : 'Sungguh luar biasa itu, alangkah bodoh dan gelap batin para makhluk hidup; Dalam kelahiran dan kematian mereka menerima tubuh yang tidak terhitung banyaknya, yang bisa binasa dan tidak kekal, dengan cepat kembali ke kerusakan dan kematian; Setelah mati, sekarang mati, dan masih juga akan mati, mereka masih tidak bisa menggunakan tubuh yang bisa hancur itu untuk mencari tubuh yang tidak bisa hancur. Saya harus mempelajari semua yang dipelajari para Buddha, untuk menyadari Sarvajnajnana, mengetahui semua kebenaran, dan menjelaskan kepada para makhluk hidup tentang sifat alami yang tidak bisa hancur dari kenyataan, yang adalah sama di masa lampau, sekarang, dan masa depan, dan yang sesuai dengan keheningan-tenang yang tertinggi, untuk menyebabkan mereka secara abadi mencapai kedamaian dan kebahagiaan.'"

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang pertama dari memberikan kegembiraan."

"Kulaputra, apakah praktek dari yang bermanfaat dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mempertahankan pengendalian diri yang murni, dan pikirannya tidak memiliki kemelekatan pada warna atau bentuk-rupa, suara, wewangian, selera, maupun perasaan. Juga, Dia mengkhotbahkan hal ini kepada para makhluk hidup. Dia tidak mencari kekuatan, status sosial, kekayaan, penampilan, atau kekuasaan. Tiada kemelekatan pada apapun, namun hanya dengan kuat menjunjung tinggi perilaku yang murni, dengan berpikir, 'Saat Saya mempertahankan Sila yang murni, pasti akan menyingkirkan semua belenggu, siksaan dari idaman, penindasan, fitnah, gangguan, dan akan mencapai kebenaran yang tidak membeda-bedakan yang dipuji oleh para Buddha.'"

"Ketika Bodhisattva mempertahankan Sila yang murni dalam cara ini, bahkan jika para mara datang menghampirinya dalam satu hari, masing-masing membawa para dewi yang tidak terhitung banyaknya, semuanya ahli dalam seni kenikmatan, cantik dan memikat, dengan beranekaragam hiburan demi mengacaukan perhatian Bodhisattva pada sang Jalan, sang Bodhisattva berpikir, 'nafsu keinginan ini adalah penghalang menuju sang Jalan dan menghambat Anuttara Samyaksambodhi.' Oleh karena itu, Dia tidak membayangkan bahkan satu pikiran tentang nafsu berahi; Pikirannya semurni Buddha. Dengan pengecualian dalam hal upaya-kausalya untuk mengajar dan mengubah para makhluk hidup, namun Dia masih tidak melepaskan tekad untuk Sarvajnajnana."

"Bodhisattva tidak menyakiti satupun makhluk hidup dalam pengejaran keinginannya sendiri; Dia lebih memilih mati daripada melakukan apapun yang menyakiti satu makhluk hidup pun."

"Setelah Bodhisattva telah melihat sang Buddha, Dia tidak pernah menimbulkan satupun pikiran tentang nafsu keinginan, apalagi berbuat atas nafsu keinginan."

"Pada saat ini, Bodhisattva berpikir, 'semua makhluk hidup, sepanjang malam, berpikir tentang nafsu keinginan, mengejar nafsu keinginan, dan melekati nafsu keinginan; Pikiran mereka tertuju pada cara mereka sendiri dan melekat pada nafsu keinginan, terus berputar di dalam itu, tidak memiliki kebebasan apapun. Saya harus menyebabkan para Mara dan dewi ini, dan semua makhluk hidup, untuk tinggal berdiam pada Sila yang tiada tanding; Sekali mereka tinggal berdiam di dalam Sila yang murni, pikiran mereka tidak akan pernah berpaling dari arah menuju Sarvajnajnana, dan pada akhirnya akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi, dan memasuki Parinirvana. Mengapa begitu? Ini adalah pekerjaan yang harus dilakukan. Harus mengikuti para Buddha dalam mengolah pembelajaran ini, dan setelah mengerjakan itu, terpisah dari semua karma buruk dan menyingkirkan kebodohan pada gagasan tentang diri, memasuki semua Buddhadharma melalui pengetahuan, dan menjelaskannya kepada para makhluk hidup, untuk menyingkirkan angan-angan khayalan mereka, sementara itu mengetahui bahwa tiada angan-angan khayalan yang terpisah dari makhluk hidup dan tiada makhluk hidup yang terpisah dari angan-angan khayalan, tiada makhluk hidup di dalam angan-angan khayalan dan tiada angan-angan khayalan di dalam makhluk hidup, dan juga bukan angan-angan khayalan adalah makhluk hidup atau makhluk hidup adalah angan-angan khayalan; Angan-angan khayalan bukanlah sesuatu yang di dalam atau diluar. Mengetahui semua gejala kejadian adalah yang tidak nyata, tiba-tiba timbul dan tiba-tiba lenyap, tiada kepadatan atau ketetapan, sama seperti mimpi, seperti pentulan, seperti khayalan, seperti ilusi, yang mengelabui para orang bodoh. Mereka yang mengerti dalam cara ini akan mampu memahami semua karma, menguasai kelahiran dan kematian juga Nirvana, menyadari Bodhi, menyelamatkan diri mereka sendiri dan menyebabkan yang lainnya memperoleh keselamatan, membebaskan diri mereka sendiri dan membuat yang lainnya memperoleh pembebasan, menaklukkan diri mereka sendiri dan menyebabkan yang lainnya ditaklukkan, menjadi hening-tenang dan membuat yang lainnya menjadi hening-tenang, mengamankan diri mereka sendiri dan membuat yang lainnya aman, terbebas dari kekotoran batin dan menyebabkan yang lainnya terbebas dari kekotoran batin, memurnikan diri mereka sendiri dan menyebabkan yang lainnya menjadi murni, terbebas dari nafsu dan menyebabkan yang lainnya terbebas dari nafsu, berbahagia dan menyebabkan yang lainnya berbahagia.'"

"Bodhisattva juga membentuk pikiran ini: 'Saya harus mengikuti semua Tathagata, terpisah dari semua perbuatan duniawi, menyempurnakan semua kualitas keBuddhaan, tinggal berdiam di dalam ketenangan tertinggi, tidak membeda-bedakan terhadap semua makhluk, dengan jelas memahami alam tujuan, menyingkirkan semua kesalahan, memotong putus semua gagasan pikiran, berpisah dari semua kemelekatan, dan dengan terampil mengusahakan pembebasan, pikiran selalu tinggal berdiam dalam kebijaksanaan yang paling mendalam, yang tanpa bentuk-rupa, yang tidak habis-habisnya, yang tanpa batas, yang tidak terukur, yang abadi, yang bebas, yang tidak terbayangkan, yang tiada tanding.'"

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kedua dari yang bermanfaat."

"Kulaputra, apakah praktek dari tiada perselisihan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva selalu mempraktekkan 'kesabaran (ksanti)', rendah hati dan hormat, tidak menyakiti diri sendiri, orang lain, atau keduanya; tidak mencuri atau menyebabkan yang lainnya mencuri, tidak melekat pada diri sendiri, orang lain, atau keduanya; tidak mencari ketenaran atau kekayaan. Dia hanya berpikir, 'Saya harus selalu menjelaskan Dharma kepada para makhluk hidup, menyebabkan mereka berpisah dari semua kejahatan, memotong putus ketamakan, kemarahan, kebodohan, kesombongan, kemunafikan, kekikiran, kecemburuan, perbudakan, dan ketidakjujuran, dan menyebabkan mereka selalu tinggal berdiam dengan damai di dalam kesabaran dan kerukunan.'"

"Ketika sang Bodhisattva mencapai kesabaran ini, bahkan jika para makhluk yang tidak terhitung jumlahnya datang kepadanya dan semua makhluk itu menghasilkan perkataan yang tidak terhitung banyaknya - perkataan yang tidak menyenangkan, perkataan yang tidak baik, perkataan yang memuakkan, perkataan yang tidak diinginkan, perkataan yang bukan dari mereka yang baik atau berkebajikan, perkataan yang bukan dari mereka yang berkebijaksanaan, perkataan yang tidak sesuai dengan akal sehat, perkataan yang tidak di dekati oleh para orang bijak, perkataan yang menjijikkan, dan perkataan yang tidak tertahankan - bahkan jika mereka mencaci maki sang Bodhisattva dengan perkataan seperti itu, dan lalu jika mereka semua dengan tangan yang tidak terhitung banyaknya menggenggam gada menyerang dan melukai sang Bodhisattva, tanpa belas kasihan, selama kalpa yang tidak terhitung, sang Bodhisattva menjumpai siksaan seperti itu, rambutnya berdiri, hidupnya akan segera berakhir, Dia membentuk pikiran ini: 'Jika pikiran Saya terganggu oleh penderitaan ini, maka Saya tidak menguasai diri Saya sendiri, tidak mengendalikan diri, tidak memahami diri, tidak mengolah, tidak stabil, tidak damai, ceroboh, menimbulkan kemelekatan - bagaimana Saya bisa menyebabkan yang lainnya mencapai kemurnian pikiran?'"

"Kemudian sang Bodhisattva juga berpikir, 'Sejak waktu yang tanpa awal, Saya telah tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian dan mengalami kesakitan dan gangguan', dengan merenungkan begitu, Dia memperbanyak usahanya, memurnikan pikirannya, dan mencapai kegembiraan. dengan terampil menyesuaikan dan berkonsentrasi, dan mampu tinggal berdiam dalam Buddhadharma, Dia juga membuat para makhluk hidup mencapai kondisi yang sama. Selanjutnya Dia merenungkan, 'tubuh ini kosong dan tiada, tanpa diri atau kepemilikan, tanpa kenyataan, kosong oleh sifat alaminya, tiada duanya. Sakit atau senang adalah yang tidak ada, karena semua gejala kejadian adalah yang kosong. Saya harus menjelaskan Dharma ini kepada para makhluk, untuk membuat semua makhluk hidup menyingkirkan pandangan mereka. Oleh karena itu, walau mengalami penderitaan hari ini, Saya harus menerimanya dengan kesabaran, berbelas-kasih kepada para makhluk, menguntungkan para makhluk, menenangkan para makhluk, menyayangi para makhluk, menjaga para makhluk dan tidak meninggalkan mereka, agar Saya mencapai Bodhi dan juga membuat yang lainnya mencapai Bodhi, sehingga pikiran Saya tidak akan pernah mundur, dan agar mencapai kemajuan dalam jalan menuju Buddhatva.'"

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang ketiga dari tiada perselisihan."

"Kulaputra, apakah praktek dari kegigihan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mempraktekkan berbagai macam 'semangat (virya)', semangat yang terutama, semangat yang besar, semangat yang unggul, semangat yang luar biasa, semangat yang tertinggi, semangat yang agung, semangat yang mulia, semangat yang tiada tanding, semangat yang tiada bandingan, semangat yang luas. Dia secara alami terbebas dari tiga racun keserakahan-kebencian-khayalan; secara alami terbebas dari kebanggaan dan kesombongan, secara alami tidak munafik, secara alami tidak kikir atau cemburu, secara alami tidak berdusta, secara alami sangat teliti. Pada yang tertinggi, Dia tidak membuat usaha apapun yang akan menyakiti satupun makhluk hidup. Dia hanya membuat usaha untuk memotong putus semua penderitaan, mencabut habis akar dari semua kebingungan, menyingkirkan semua kekuatan dari kebiasaan, mengetahui semua alam makhluk hidup, mengetahui dimana semua makhluk mati dan dilahirkan, mengetahui penderitaan dari semua makhluk hidup, mengetahui kecenderungan dari semua makhluk hidup, mengetahui pandangan dari semua makhluk hidup, mengetahui keunggulan dan kelemahan indera dari semua makhluk hidup, mengetahui kegiatan pikiran dari semua makhluk hidup, mengetahui seluruh dharmadhatu, mengetahui sifat alami dasar dari semua kualitas Buddha, mengetahui kesamaan sifat alami dari semua kualitas Buddha, mengetahui kesamaan sifat alami dari masa lampau-sekarang-masa depan, mencapai cahaya pengetahuan dari semua Buddhadharma, merasakan pengetahuan dari semua Buddhahdarma, mengetahui ketidakterbatasan dari semua Buddhadharma, mencapai pengetahuan mutlak yang menjangkau jauh dari upaya-kausalya dari semua Buddhahdarma, dan mencapai pengetahuan yang menganalisa dan menjelaskan ucapan dan makna dari semua Buddhadharma."

"Ketika sang Bodhisattva telah menyempurnakan praktek dari semangat ini, bahkan jika ada orang yang akan berkata kepadanya, 'Bisakah Anda melewati kalpa yang tidak terhitung menanggung kesakitan dari neraka avici demi semua makhluk di dalam dunia yang tidak terhitung, menyebabkan semua makhluk itu berjumpa dengan para Buddha yang tidak terhitung di dunia, dan melalui melihat para Buddha itu mencapai kebahagiaan mutlak dan pada akhirnya memasuki Parinirvana, setelah itu baru diri Anda sendiri mencapai Anuttara Samyaksambodhi?' Dia akan menjawab 'Saya bisa.' Lagi, jika ada orang yang akan berkata kepadanya, 'Ada lautan yang tidak terhitung yang Anda harus habiskan tetes demi tetes dengan sehelai ujung rambut; Ada dunia yang tidak terhitung yang Anda harus pecahkan menjadi butiran debu; dengan menghitung seluruh tetes air laut itu dan butiran debu dunia itu, jumlah banyaknya itu adalah jumlah kalpa yang Anda harus lalui dalam menanggung penderitaan yang tidak henti-hentinya demi para makhluk hidup.' Sang Bodhisattva tidak akan menyesal atau membenci saat mendengar kata-kata seperti itu, Dia hanya akan menjadi lebih bergembira, merasakan kebahagiaan yang mendalam dan beruntung bahwa telah mencapai keuntungan yang besar sehingga mampu melalui kekuatannya sendiri membuat para makhluk hidup terbebaskan selamanya dari penderitaan. Bodhisattva melalui menerapkan cara ini, membuat semua makhluk di semua dunia pada akhirnya mencapai Nirvana."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang keempat dari kegigihan."

"Kulaputra, apakah praktek dari tiada kebingungan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menyempurnakan 'pemusatan perhatian yang benar (samyak-smrti)', pikirannya terbebas dari kebingungan dan gangguan, kukuh dan tidak bisa diganggu, sepenuhnya murni, luasnya tidak terukur, tanpa satupun khalayan atau kebingungan. Melalui kebajikan dari pemusatan perhatian yang benar ini, Dia mengerti dengan baik semua ucapan duniawi dan mampu mengingat kata penjelasan tentang Dharma yang melampaui dunia. Yaitu, mampu mengingat penjelasan tentang makna dari sifat alami dasar dari perasaan (vedana), tanggapan penglihatan (samjna), pembentukan (samskara), kesadaran (vijnana), tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Di dunia, Dia meninggal di satu tempat dan terlahir di tempat lain tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia memasuki rahim dan meninggalkan rahim tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia membangkitkan Bodhicitta tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia mengikuti Guru tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia bersungguh-sungguh mempraktekkan Buddhadharma tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia melihat perbuatan mara tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia berpisah dari kegiatan mara tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia mengolah Bodhisattvacarya selama kalpa yang tidak terhitung tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Sang Bodhisattva setelah mengembangkan samyak-smrti yang tidak terukur ini, menghabiskan kalpa yang tidak terhitung mendengar bimbingan Dharma dari Buddha, Dharma yang mendalam tentang kekosongan, Dharma yang luas tentang kegiatan di dalam dunia yang saling berhubungan, Dharma tentang hiasan oleh kualitas kebajikan, Dharma tentang semua jenis susunan kualitas dari dharmadhatu, semua yang saling berhubungan, Dharma yang menjelaskan beranekaragam bentuk kata, susunan kata dan kalimat, Dharma tentang penghiasan dari Bodhisattva, Dharma tentang keunggulan kekuatan batin dan pancaran dari Buddha, Dharma tentang kemurnian dari pencarian yang benar dari pemahaman tertentu, Dharma tentang tiada kemelekatan pada semua dunia, Dharma yang menjelaskan semua dunia, Dharma tentang cakupan yang sangat luas, Dharma tentang menghapus ketidaktahuan dari orang buta dan memahami semua makhluk, Dharma tentang apa yang biasa dan apa yang tidak, Dharma tentang keunggulan dari pengetahuan Bodhisattva, Dharma tentang kebebasan dari Sarvajnajnana."

"Setelah mendengar Dharma ini, Bodhisattva mengingatnya terus-menerus selama masa waktu yang tidak terhitung. Mengapa begitu? Ketika Bodhisattva Mahasattva mengolah praktek selama kalpa yang tidak terhitung, Dia tidak pernah menyakiti satupun makhluk hidup, yang mana akan menyebabkan kehilangan samyak-smrti; Dia tidak menghancurkan Dharma, dan tidak memotong putus akar kebaikan, pikirannya selalu memperluas pengetahuan. Lagi, Bodhisattva ini tidak bisa dibingungkan atau diganggu oleh semua jenis suara, suara yang keras, suara yang kasar dan kacau, suara yang mengerikan, suara yang menyenangkan, suara yang tidak menyenangkan, suara yang memecahkan telinga, suara yang melemahkan. Ketika Bodhisattva mendengar suara yang baik atau yang buruk seperti itu yang tidak terhitung, bahkan jika suara itu memenuhi dunia-dunia yang tidak terhitung banyaknya, Dia tidak pernah terganggu atau bingung sekejappun. Yaitu, samyak-smrti-nya tidak terganggu, kediamannya tidak terganggu, konsentrasinya tidak terganggu, masuk kedalam kekosongan dengan tidak terganggu, praktek Bodhisattvacarya-nya tidak terganggu, ingatannya tentang Buddha tidak terganggu, perenungannya pada Dharma tidak terganggu, pengetahuannya dalam mengembangkan para makhluk hidup tidak terganggu, pengetahuannya dalam memurnikan para makhluk hidup tidak terganggu, pemahaman pastinya tentang makna dari yang mendalam tidak terganggu."

"Karena tidak melakukan kejahatan, Dia tanpa rintangan kebiasaan jahat; Karena tidak menghasilkan penderitaan, Dia tanpa rintangan penderitaan; Karena tidak nengabaikan Dharma, Dia tanpa rintangan pada Dharma; Karena tidak memfitnah dan tidak menolak Dharma, Dia tanpa rintangan ganjaran."

"Bahkan jika suara yang keras, suara yang kasar dan kacau, suara yang mengerikan, suara yang menyenangkan, suara yang tidak menyenangkan, suara yang memecahkan telinga, suara yang melemahkan memenuhi dunia yang tidak terhitung tanpa henti selama kalpa yang tidak terhitung, yang semua itu mampu menghancurkan indera, tubuh, dan pikiran dari para makhluk hidup, itu masih tidak bisa merusak pikiran dari sang Bodhisattva. Bodhisattva memasuki Samadhi, tinggal berdiam dalam Dharma dari Muni, dan bermeditasi memeriksa semua suara, menjadi sepenuhnya mengetahui ciri-ciri dari asal mula, keberadaan, dan kelenyapan dari semua suara, dan menjadi sepenuhnya mengetahui sifat alami dari asal mula, keberadaan, dan kelenyapan dari semua suara: Setelah mendengarnya, Dia tidak menimbulkan ketamakan atau kebencian, dan tidak kehilangan samyak-smrti. Dia memahami ciri-ciri [suara] itu dengan tepat tanpa terpengaruh atau melekat padanya. Dia mengetahui semua suara adalah yang tiada keberadaan dan yang dalam kenyataan adalah yang tidak bisa dipahami, bahwa itu adalah yang tiada penciptanya dan tanpa asal-mula, bahwa itu adalah yang sama dengan nirvana dan tiada perbedaan."

"Dengan begitu, Bodhisattva menyempurnakan karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang penuh damai dan hening-tenang, yang tanpa kemunduran, hingga mencapai Sarvajnajnana. Dia dengan mahir memasuki semua jenis dari Dhyana-Samadhi dan mengetahui bahwa semua Samadhi adalah yang sama dari satu intisari. Dia memahami bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa batas dan mencapai pengetahuan yang sesungguhnya tentang semua gejala kejadian. Dia mencapai samadhi yang mendalam terpisah dari semua suara. Dia mencapai beranekaragam samadhi yang tidak terhitung banyaknya. Dia terus maju mengembangkan pikiran Maha Karuna yang luas dan tanpa batas."

"Pada tingkat ini, Bodhisattva mencapai samadhi yang tidak terhtung banyaknya dalam sekejap satu pikiran, dan saat mendengar suara seperti itu, tidak terganggu - Dia secara bertahap meningkatkan dan memperluas konsentrasinya. Dia membentuk pikiran ini: 'Saya harus membuat semua makhluk tinggal berdiam dengan damai di dalam perhatian yang murni dan tiada tanding, agar mereka bisa mencapai avaivartika dalam menuju Sarvajnajnana, dan pada yang tetringgi mencapai Parinirvana.'"

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kelima dari tiada kebingungan."

"Kulaputra, apakah praktek dari perwujudan yang baik dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva murni dalam tubuh, ucapan, dan pikiran; Dia tinggal berdiam di dalam tiada keserakahan, dan mempertunjukkan tubuh, ucapan, dan pikiran yang tiada keserakahan. Dia mengetahui bahwa karma tubuh, ucapan, dan pikiran tiada keberadaan nyata. Karena terbebas dari ketidakbenaran, Dia terbebas dari belenggu. Apa yang Dia pertunjukkan adalah yang tanpa sifat alami diri dan tiada ketergantungan pada apapun. Dia tinggal berdiam dalam pikiran yang sesuai dengan kenyataan. Dia mengetahui sifat alami hakiki dari pikiran yang tidak terbatas. Dia mengetahui sifat alami diri dari semua gejala kejadian adalah yang tidak bisa dipahami, tidak berbentuk, sangat mendalam dan sulit ditembus. Dia tinggal berdiam di dalam keadaan mutlak, kenyataan apa adanya yang sesungguhnya (Tathātā), intisari dari gejala kejadian; Dia muncul dalam kehidupan melalui upaya-kausalya, namun tiada ganjaran karma. Tidak lahir dan tidak mati, Dia tinggal berdiam di dalam yang tiada nafsu, sifat alami yang hening tenang dari nirvanadhatu. Dia tinggal berdiam di dalam sifat alami dari Tathata, tiada keberadaan diri. Dia melampaui kekuatan ucapan dalam menjelaskan penuh, melampaui semua dunia dan tidak bergantung pada apapun. Dia memasuki Dharma yang terbebas dari pembedaan, belenggu, dan kemelekatan. Dia memasuki Dharma sejati dari pengetahuan tertinggi. Dia memasuki Paramita yang tidak bisa dipahami atau diketahui oleh para duniawi. Yang seperti ini adalah ciri-ciri dari upaya-kausalya perwujudan kehidupan Bodhisattva."

"Bodhisattva membentuk pikiran ini : 'Sifat alami dari semua makhluk hidup adalah tiada sifat alami; sifat alami dari semua gejala kejadian adalah tidak diciptakan; Bentuk dari semua ksetra adalah tiada bentuk, di dalam semua dunia hanya ada ungkapan lisan, dan ungkapan lisan tidak memiliki dasar dalam kenyataan.' Begitulah Bodhisattva memahami bahwa segala sesuatu adalah kosong, dan semua dunia adalah kesunyian. Semua Buddhadharma tidak menambah apapun, Buddhadharma tidak berbeda dari gejala kejadian di dunia, dan gejala kejadian di dunia tidak berbeda dari Buddhahdarma. Buddhadharma dan gejala kejdaian dunia tidak bercampur juga tidak berbeda. Dengan mengetahui bahwa sifat alami unsur adalah yang sama, masuk ke seluruh triloka, tidak pernah menyerah dari tekad Maha Bodhi, tidak pernah mundur dari tekad untuk mengubah para makhluk hidup, bersungguh-sungguh memperluas dan meningkatkan Maha Karuna, Dia adalah penyokong bagi semua makhluk hidup."

"Kemudian Bodhisattva juga membentuk pikiran ini : 'Jika saya tidak mengembangkan dan mematangkan para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak menenangkan dan mendidik para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak mengajar dan memperbarui para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak membangkitkan para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak memurnikan para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Ini adalah tanggung jawab saya, tugas saya.' Dia juga membentuk pikiran ini : 'Jika saya sendiri yang memahami Dharma yang mendalam ini, maka hanya saya yang akan mencapai pembebasan dalam Anuttara Samyaksambodhi, sementara semua makhluk hidup yang buta akan memasuki jalan yang penuh bahaya, terbelenggu oleh penderitaan, sama seperti orang yang sakit keras terus-menerus menderita kesakitan. Di dalam penjara dari mengidam dan melekat, mereka tak mampu mengeluarkan diri mereka sendiri. Mereka tidak akan pergi dari alam neraka, preta, binatang, atau alam yang rendah; Mereka tidak bisa memadamkan penderitaan atau meninggalkan karma buruk. Selamanya di dalam kegelapan dari ketidaktahuan, tidak melihat kenyataan. Berputar dalam kelahiran dan kematian, mereka tidak memiliki cara pembebasan. Hidup di dalam delapan keadaan yang sulit, diselimuti oleh semua jenis kekotoran batin, segala macam penderitaan menutupi pikiran mereka. Tersesatkan oleh pandangan salah, mereka tidak menjalani jalan yang benar.' Dengan merenungkan para makhluk hidup begitu, sang Bodhisattva berpikir, 'Akan tidak pantas bagi saya untuk meninggalkan para makhluk hidup ini sementara mereka masih belum berkembang, belum matang, dan tidak terkendali, dan diri saya sendiri mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Pertama saya harus mengubah para makhluk hidup ini, mempraktekkan Bodhisattvacarya selama banyak kalpa yang tidak terbayangkan, lebih dulu mengembangkan yang belum berkembang, dan menjinakkan yang tidak terkendali.'"

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam melalui praktek ini, jika para dewa, mara, sramana, brahmana, atau penghuni semua dunia, yaksha, gandharva, asura, garuda, kinnara, mahoraga, manusia, bukan manusia, akan melihat-Nya, atau tinggal berdiam dengan-Nya sebentar, dan menghormati-Nya dan memuja-Nya, melayani-Nya dan memberikan persembahan kepada-Nya, atau bahkan mendengar tentang-Nya, saat telah melintasi pikiran mereka, karma ini tidak akan sia-sia, mereka pasti akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang keenam dari perwujudan yang baik."

"Kulaputra, apakah praktek dari tiada kemelekatan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva dengan pikiran yang terbebas dari kemelekatan, bisa dalam setiap sekejap pikiran berturut-turut memasuki dunia yang tidak terhitung banyaknya dan menghiasi dan memurnikan dunia yang tidak terhitung banyaknya ini, pikiran-Nya terbebas dari kemelekatan pada apapun yang ada di dunia ini. Dia mengunjungi para Buddha yang tidak terhitung banyaknya, menghormat, menunggu, dan memberikan persembahan berupa bunga, wewangian, karangan bunga, salep wangi, bubuk candana, baju, permata, bendera, payung, dan beranekaragam hiasan yang lain, semuanya tidak terhitung banyaknya. Persembahan ini adalah demi Dharma tertinggi yang tidak diciptakan, demi tinggal berdiam di dalam Dharma yang tidak terbayangkan. Dalam setiap sekejap pikiran, Dia melihat para Buddha yang tidak terhitung; Pikiran-Nya terbebas dari kemelekatan pada tempat sang Buddha, dan Dia tiada kemelekatan pada Buddhaksetra juga. Dia juga tiada kemelekatan pada tanda pembeda dari para Buddha, dan sambil melihat lingkaran cahaya Buddha dan mendengar sang Buddha berkhotbah, namun Dia tiada kemelekatan. Juga, Dia tiada kemelekatan pada perkumpulan para Buddha dan Bodhisattva di dunia-dunia di sepuluh penjuru."

"Setelah mendengar Buddhadharma, pikiran-Nya bergembira, dan kekuatan Virya-Nya meningkat besar, sehingga mampu mencakup dan melaksanakan Bodhisattvacarya; Namun tiada kemelekatan."

"Bodhisattva ini, melalui kalpa yang banyaknya tidak terbayangkan, melihat para Buddha yang tidak terhitung muncul di dunia; Dia melayani dan menyokong semua Buddha selama kalpa yang tidak terhitung, tanpa kenal lelah. Melihat para Buddha, mendengar Dharma Mereka, dan melihat susunan hiasan yang menakjubkan dari perkumpulan majelis para Bodhisattva, Dia tidak melekati itu semua. Dan ketika melihat dunia yang tidak murni, Dia tanpa kebencian. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva ini mengamati sesuai dengan Buddhadharma. Dalam Buddhadharma, tiada kekotoran atau kemurnian, tiada kegelapan atau cahaya, tiada perbedaan atau persatuan, tiada kebenaran atau kesalahan, tiada keamanan atau bahaya, tiada jalan yang benar atau jalan yang salah."

"Begitulah Bodhisattva memasuki dharmadhatu secara mendalam, mengajar dan mengubah para makhluk hidup tanpa membentuk kemelekatan pada para makhluk hidup. Dia menerima dan mempertahankan Dharma, namun tidak membentuk kemelekatan pada Dharma. Dia membangkitkan Bodhicitta dan tinggal berdiam di dalam kediaman para Buddha, namun tidak membentuk kemelekatan pada kediaman para Buddha. Walaupun berbicara, pikiran-Nya tiada kemelekatan pada ucapan. Dia memasuki beranekaragam alam dengan pikiran tanpa kemelekatan pada alam itu. Dia memahami Samadhi, bisa masuk dan tinggal berdiam dalam Samadhi, namun tanpa kemelekatan pada Samadhi. Pergi mengunjungi Buddhaksetra yang tidak terhitung, Dia bisa masuk, melihat, atau tinggal berdiam di dalamnya, namun pikiran-Nya tanpa kemelekatan pada Buddhaksetra, dan ketika pergi, Dia tidak merindukannya."

"Karena Bodhisattva Mahasattva mampu tanpa kemelekatan dalam cara ini, pikiran-Nya tiada rintangan pada Buddhadharma. Dia memahami Samyaksambodhi dari para Buddha, menyadari Sila dari Dharma, tinggal bediam dalam Dharma yang benar dari para Buddha dan mengolah Bodhisattvacarya, merenungkan cara pembebasan dari Bodhisattva. Pikiran-Nya terbebas dari kemelekatan pada tempat tinggal Bodhisattva, dan juga tanpa kemelekatan pada Bodhisattvacarya. Dia membersihkan jalan Bodhisattva dan menerima vyakarana pencapaian Bodhi yang diberikan kepada para Bodhisattva. Setelah menerima vyakarana, Dia merenungkan, 'Para makhluk hidup bodoh dan gelap batin, tanpa pengetahuan atau penglihatan, tanpa keyakinan atau pemahaman, tanpa tindakan yang cerdas, serakah dan tidak jujur, iri hati dan melekat, berputar dalam kelahiran dan kematian, tidak mencari Buddha, tidak mengikuti ajaran Buddha, tidak percaya pada Buddha; Tersesat dalam kesalahan, keliru memasuki jalan yang berbahaya; Tidak menghormati kekuasaan dari Dasabala, tidak menyadari kemurahan hati dari para Bodhisattva. Melekat pada tempat tinggal, dan ketika mendengar bahwa segala sesuatu adalah kosong, pikiran mereka terkejut dan ketakutan, dan mereka menjauhkan diri dari Dharma sejati dan tinggal berdiam dalam ajaran yang salah; Dia pergi dari Bhumi, bahkan dari Marga, dan memasuki jalan yang berbahaya dan susah. mereka menolak pikiran tentang Buddha dan mengejar pikiran tentang Mara. Mereka melekati keberadaan dengan kuat dan tanpa henti.' Dengan begitu mengamati para makhluk hidup, Bodhisattva meningkat dalam Maha Karuna dan mengembangkan akar kebajikan, namun tanpa kemelekatan."

"Pada waktu ini, Bodhisattva juga berpikir, 'Saya harus, demi semua makhluk hidup di semua ksetra di dunia di sepuluh penjuru, menghabiskan kalpa yang tidak terhitung banyaknya mengajar dan mengembangkan semua makhluk hidup dengan sama tanpa kenal lelah atau menyerah.'"

"Lagi, mengukur seluruh dharmadhatu dengan sehelai ujung rambut, dalam sekejap Dia melewati kalpa yang banyaknya tidak terbayangkan dengan mengajar, mengubah, dan mendidik semua makhluk, dan juga melakukan begitu juga di semua tempat di dalam dharmadhatu. Tidak pernah sebentar pun Dia melekat pada diri atau menghibur setiap gagasan pikiran tentang diri, atau kepemilikan. Pada setiap waktu Dia mengolah Bodhisattvacarya diseluruh kalpa masa depan, tidak melekat pada tubuh, tidak melekat pada gejala kejadian, tidak melekat pada ingatan, tidak melekat pada ikrar, tidak melekat pada samadhi, tidak melekat pada dhyana, tidak melekat pada kestabilan yang hening-tenang, tidak melekat pada bidang atau objek, tidak melekat pada mengajar dan melatih para makhluk hidup, dan tidak melekat pada memasuki dharmadhatu."

"Mengapa begitu? Bodhisattva membentuk pikiran ini : 'Saya harus melihat semua alam tujuan sama seperti khayalan, semua Buddha sama seperti pantulan, praktek Bodhisattva sama seperti mimpi, khotbah Buddha sama seperti gema; semua dunia sama seperti ilusi, karena itu ditopang oleh akibat karma; tubuh-tubuh yang berbeda adalah sama seperti bayangan, karena itu dihasilkan melalui kekuatan karma; semua makhluk hidup sama seperti pikiran, karena mereka tercemar oleh berbagai macam pengaruh; semua gejala kejadian adalah sama seperti 'batas kenyataan (bhutakoti)', karena itu tidak bisa berubah.'"

"Dia juga membentuk pikiran ini: 'Saya harus melaksanakan Bodhisattvacarya di dalam semua ksetra, di dalam semua dunia di seluruh ruang angkasa, dari waktu ke waktu dengan jelas menyadari semua Dharma yang diajarkan Buddha, dengan pikiran yang teliti, terbebas dari kemelekatan.'"

"Begitulah Bodhisattva mengamati bahwa tubuh tiada diri, dan Dia melihat Buddha tanpa halangan. Agar mengubah para makhluk hidup, Dia menjelaskan berbagai macam Dharma, menyebabkan mereka memiliki kegembiraan tanpa batas dan keyakinan yang murni di dalam Buddhadharma. Dia menyelamatkan semua tanpa pikiran lelah. Karena Dia tidak kenal lelah, jika ada setiap makhluk hidup di semua dunia yang belum matang atau tidak terkendali dalam segala cara, Dia pergi kesana dan menerapkan upaya-kausalya untuk mengubah dan membebaskan mereka. Melalui kebajikan dari tanggung jawab besar dan semangat, Dia tinggal menetap dengan kukuh diantara para makhluk yang beranekaragam bahasa, perbuatan, kemelekatan, perlengkapan, perkumpulan, kebiasaan, kegiatan, pandangan, kelahiran, dan kematian, dan mengajar mereka, tidak membiarkan pikiran mereka terganggu atau patah semangat, dan tidak pernah sekejap pun membentuk pikiran kemelekatan. Mengapa begitu? Karena Dia telah mencapai kebebasan dan tiada kemelekatan. Keuntungannya sendiri dan keuntungan orang lain terpenuhi dengan kemurnian."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang ketujuh dari tiada kemelekatan."

"Kulaputra, apakah praktek dari yang sulit dicapai dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menyempurnakan akar kebajikan yang sulit dicapai, akar kebajikan yang tidak terkalahkan, akar kebajikan yang tertinggi, akar kebajikan yang tidak bisa dihancurkan, akar kebajikan yang tiada tanding, akar kebajikan yang tidak terbayangkan, akar kebajikan yang tidak habis-habisnya, akar kebajikan yang berkekuatan bebas, akar kebajikan yang berpengaruh besar, akar kebajikan yang sama intisarinya dengan semua Buddha."

"Ketika Bodhisattva melaksanakan praktek ini, Dia mencapai pemahaman tertinggi pada Buddhadharma, mencapai pemahaman yang luas pada Bodhi para Buddha. Dia tidak pernah menyerah dari ikrar Bodhisattva, dan selama seluruh kalpa pikiran-Nya tidak pernah lelah. Dia tidak gentar pada penderitaan, dan tidak bisa diubah oleh semua Mara. Dibawah asuhan semua Buddha, Dia sepenuhnya melaksanakan semua perbuatan Bodhisattva yang sulit. Dalam mengolah Bodhisattvacarya, Dia rajin dan bersemangat, tidak pernah malas. Dia tidak pernah mundur dari ikrar menyelamatkan semua."

"Saat Bodhisattva tinggal berdiam dalam praktek yang sulit dicapai ini, Dia mampu mengambil perubahan wujud selama kalpa yang tidak terhitung dalam kelahiran dan kematian dalam sekejap satu pikiran, tanpa menyerah dari Ikrar besar Bodhisattva. Jika ada para makhluk hidup yang melayani dan menyokong Dia, atau bahkan melihat atau mendengar tentang-Nya, maka mereka semua akan mencapai avaivartika di jalan menuju Anuttara Samyaksambodhi."

"Walaupun Bodhisattva memahami bahwa makhluk hidup bukan keberadaan, namun Dia tidak meninggalkan alam makhluk hidup. Dia seperti kapten kapal, yang tidak tinggal berdiam di pantai ini, tidak tinggal berdiam di pantai yang lainnya, tidak tinggal berdiam di pertengahan, namun mampu menyeberangkan para makhluk hidup dari pantai ini ke pantai yang lainnya, karena Dia selalu berkelana ke belakang dan maju. Dalam cara yang sama, Bodhisattva tidak tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian, tidak tinggal berdiam dalam Nirvana, dan juga tidak tinggal berdiam di tengah arus kelahiran dan kematian, sementara itu Dia mampu menyeberangkan para makhluk hidup dari pantai ini ke pantai yang lainnya, yang aman dan terjamin, tanpa duka cita atau masalah. Dan Dia tanpa kemelekatan terhadap banyak makhluk hidup, tidak meninggalkan satu makhluk demi kemelekatan pada banyak makhluk, dan tidak meninggalkan banyak makhluk demi kemelekatan pada satu makhluk. Dia tidak menambah atau mengurangi alam para makhluk hidup; Juga tidak menghabiskan atau meneruskan alam para makhluk hidup; Juga tidak membedakan atau membagi alam para makhluk hidup; Mengapa begitu? Bodhisattva memasuki alam para makhluk hidup secara mendalam seperti dharmadhatu; Alam para makhluk hidup dan dharmadhatu adalah yang bukan dua. Di dalam yang tiada duanya, tidak ada bertambah atau berkurang, tidak ada awal atau kehancuran, tidak ada keberadaan atau bukan keberadaan, tiada cengkraman dan tiada ketergantungan, tiada kemelekatan dan tiada mendua. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva menyadari bahwa semua gejala kejadian dan dharmadhatu adalah yang tiada duanya."

"Demikianlah yang dilakukan Bodhisattva, melalui upaya-kausalya, masuk kedalam dharmadhatu yang mendalam dan tinggal berdiam di dalam ketiadaan bentuk-rupa sambil menghiasi tubuhnya dengan wujud yang murni. Dia memahami bahwa gejala kejadian tiada 'sifat alami diri (svabhava)', namun Dia mampu membedakan ciri-ciri dari semua gejala kejadian. Dia tidak melekat pada para makhluk hidup, namun mampu mengetahui jumlah dari para makhluk hidup. Dia tidak melekat pada dunia, namun mewujudkan tubuh di dalam Buddhaksetra. Dia tidak membeda-bedakan Dharma, namun dengan terampil masuk kedalam Buddhadharma; Dia memahami secara mendalam makna dan sila dan menjelaskan secara luas khotbah Dharma. Dia memahami kesamaan kenyataan dari semua gejala kejadian, namun tidak berhenti dari jalan Bodhisattva. Dia tidak mundur dari Bodhi, selalu dengan rajin mengolah praktek yang tidak habis-habisnya. Dia secara bebas memasuki dharmadhatu yang murni."

"Itu bisa disamakan seperti menggesek kayu untuk menghasilkan api, api bisa jadi tidak terbatas namun api itu tidak padam. Dalam cara yang sama, Bodhisattva membebaskan para makhluk tanpa akhir, namun Dia tetap tinggal di dunia selamanya tanpa memasuki Nirvana. Dia tidak mencapai maupun juga bukan tidak mencapai Parinirvana, tidak maupun juga bukan tidak melekat, tidak maupun juga bukan tidak bergantung, bukan duniawi maupun juga bukan Buddha, bukan orang awam maupun juga bukan Bodhisattva."

"Ketika Bodhisattva menyelesaikan keadaan pikiran yang sulit dicapai ini, dan mengolah Bodhisattvacarya, Dia tidak mengkhotbahkan ajaran dari dua kendaraan, tidak mengkhotbahkan keBuddhaan, tidak berkata tentang dunia, tidak menjelaskan ajaran duniawi, tidak menjelaskan tentang makhluk hidup, tidak berkata bahwa tidak ada makhluk hidup, tidak berkata tentang kemurnian atau kekotoran. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva mengetahui semua gejala kejadian tiada kotoran dan tiada kemelekatan, tidak maju dan tidak mundur."

"Ketika Bodhisattva mempraktekkan Dharma yang melampaui semua, yang sangat mendalam, yang halus, dan yang sama ini, Dia tidak berpikir 'Saya sedang mengolah praktek ini, telah mengolah praktek ini, akan mengolah praktek ini.' Dia tidak melekat pada unsur pikiran atau tubuh, atau pada indera, menyadari kesadaran, atau menyadari objek, atau dunia bagian luar atau bagian dalam. Maha Pranidhana yang Dia laksanakan, Paramita-Nya, dan semua upaya-kausalya-Nya adalah yang tanpa kemelekatan. Mengapa begitu? Karena di dalam dharmadhatu, tiada nama yang berhubungan dengan kenyataan; Di dalam Sravakayana dan PratyekaBuddhayana tiada nama yang sesungguhnya; Di dalam Bodhisattvayana tiada nama yang sesungguhnya; Di dalam Samyaksambodhi tiada nama yang sesungguhnya; Di dalam dunia para orang awam, tiada nama yang sesungguhnya, juga tidak ada di dalam kemurnian atau kekotoran, di dalam kelahiran dan kematian maupun nirvana. Mengapa begitu? Karena semua gejala kejadian adalah yang tiada duanya, namun tiada satupun yang bukan dua. Itu sama seperti ruang angkasa, yang ada diseluruh dharmadhatu, baik masa lampau, sekarang, atau masa depan, tidak bisa dipahami, namun itu bukanlah bahwa tidak ada ruang angkasa. Begitulah para Bodhisattva mengamati semua gejala kejadian menjadi yang tidak bisa dipahami, namun itu bukan yang tiada keberadaan. Dia melihat gejala kejadian sebagaimana apa adanya, tanpa mengabaikan tugas, dimana-mana mempertunjukkan praktek Bodhisattvacarya; Dia tidak menyerah dari Maha Pranidhana, mendidik para makhluk hidup, memutar roda Saddharma. Dia tidak melanggar sebab dan akibat dan tidak menyangkalnya, dan tidak menyimpang dari kebenaran yang tidak membeda-bedakan. Sama dengan para Buddha dari masa lampau, masa depan, masa sekarang, Dia tidak memotong putus silsilah keBuddhaan, tidak melanggar ciri-ciri dari kenyataan. Memasuki Dharma secara mendalam, kemampuan penjelasan-Nya adalah yang tanpa batas. Dia mendengar Dharma tanpa kemelekatan; mencapai kedalaman Dharma yang mendalam, Dia mampu menjelaskannya secara terampil, pikirannya tanpa takut. Dia tidak menyerah dari kediaman para Buddha, namun tidak melanggar 'hukum alam (niyama)'; Dia muncul di seluruh dunia, namun tidak melekat pada dunia."

"Begitulah Bodhisattva mencapai pikiran kebijaksanaan yang sulit dicapai. Mengolah berbagai jenis praktek, Dia membebaskan para makhluk hidup dari tiga keadaan yang menyedihkan dari neraka, preta, dan tiryagyona, mengajar dan membangkitkan mereka, menaklukkan dan mendidik mereka, menempatkan mereka pada jalan keBuddhaan dari masa lampau, sekarang, masa depan, membuat mereka tidak tergoyahkan."

"Selanjutnya, Dia membentuk pikiran ini : 'Para makhluk di dunia tidak tahu berterima kasih dan bahkan saling bermusuhan; Dengan pandangan salah dan kemelekatan yang mencengkram, ilusi dan angan-angan khayalan, mereka bodoh dan tidak bijaksana; Tidak memiliki keyakinan, mereka mengikuti teman yang jahat, dan mengembangkan berbagai jenis kepandaian jahat. Mereka dipenuhi oleh berbagai jenis penderitaan, seperti mengidam dan ketidaktahuan. Oleh inilah Saya mengolah Bodhisattvacarya. Jika para orang yang tahu berterima kasih, yang cerdas, bijaksana dan yang tahu, memenuhi dunia, Saya tidak akan mengolah Bodhisattvacarya disana. Mengapa begitu? Saya tiada kesukaan atau pertentangan terhadap para makhluk hidup, Saya tidak mencari apapun dari mereka, Saya tidak mencari bahkan hanya satu kata pujian.' Dengan mengolah Bodhisattvacarya selamanya, Dia tidak pernah ada satu pikiranpun tentang melakukannya demi diri sendiri, Dia hanya ingin membebaskan semua makhluk hidup, membuat mereka menjadi murni dan mencapai pembebasan yang abadi. Mengapa begitu? Karena Orang yang mau menjadi Bodhisattva harus demikian - tidak melekat, tidak mencari, hanya mempraktekkan jalan Bodhisattva demi para makhluk, membuat mereka mencapai kedamaian, pantai seberang yang aman, dan mencapai Anuttara Samyaksambodhi."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kedelapan dari yang sulit dicapai."

"Kulaputra, apakah praktek dari ajaran yang baik dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva bertindak sebagai kolam Dharma yang murni dan sejuk demi para makhluk di semua dunia, termasuk para dewa dan manusia, mara, sramana dan brahmana. Mempertahankan Saddharma, Dia tidak membiarkan benih keBuddhaan terputus. Karena telah mencapai dharani cahaya murni, dalam mengajar dan meramal pencapaian Bodhi, kekuatan kecerdasan-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani makna yang sempurna, pemahaman makna-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani pencapaian Saddharma, pemahaman Dharma-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani ungkapan penjelasan, pemahaman kata-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani makna yang tanpa halangan dan tidak habis-habisnya dari ungkapan kata yang tanpa batas, pemahaman-Nya yang tanpa rintangan tidak habis-habisnya. Karena telah di abhiseka oleh dharani abhiseka Buddha, kefasihan-Nya yang menyenangkan tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani Bodhi yang tanpa bergantung pada yang lain, pancaran khotbah-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani penjelasan yang sesuai, khotbah-Nya yang sesuai tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani kefasihan dan analisa semua jenis bentuk kata, ungkapan, dan kalimat, kefasihan penjelasan-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani kepandaian yang tanpa batas, kefasihan-Nya yang tanpa batas tidak habis-habisnya."

"Maha Karuna dari Bodhisattva ini kuat dan kukuh, menjangkau semua makhluk. Diseluruh dharmadhatu, Dia mengubah tubuh-Nya menjadi berwarna emas dan melaksanakan perbuatan Buddha di sepanjang waktu; Menyesuaikan dengan indera, sifat alami, dan kecenderungan para makhluk hidup, dengan lidah samanta dalam satu suara, Dia mewujudkan suara yang tanpa batas, mengajar sesuai dengan kesempatan, menggembirakan semua. Bahkan jika ada para makhluk yang tidak terhitung dalam kondisi yang tanpa batas, semuanya ada didalam perkumpulan majelis yang sama, perkumpulan majelis itu sangat luas dan memenuhi dunia yang tidak terbayangkan, dan semuanya memiliki mulut yang tanpa batas mampu menghasilkan jutaan suara, dan semuanya bertanya kepada sang Bodhisattva pertanyaan yang berbeda-beda secara serentak bersamaan, sang Bodhisattva akan mampu menerima semua pertanyaan itu dalam sekejap satu pikiran dan menjawab mereka dan menyebabkan keraguan mereka lenyap. Sama seperti kecocokan dari satu perkumpulan majelis, begitu juga dengan perkumpulan majelis yang tidak terhitung banyaknya."

"Lagi, bahkan jika semua titik tempat yang sebesar ujung rambut dalam seluruh waktu yang berturut-turut menghasilkan banyak yang tidak terbayangkan dari jumlah perkumpulan majelis yang tidak terbayangkan diseluruh kalpa masa depan, kalpa itu bisa saja dihabiskan, namun perkumpulan majelis itu adalah yang tidak terbatas, dan mereka semua dalam seluruh waktu bertanya pertanyaan yang berbeda-beda dalam kata yang berbeda-beda, Bodhisattva bisa menerimanya semua dalam sekejap satu pikiran, tanpa takut atau segan, tanpa ragu atau silap, berpikir, 'Bahkan jika semua makhluk hidup datang dan bertanya kepada Saya, Saya akan menjelaskan kebenaran kepada mereka tanpa henti, tanpa akhir, menyebabkan mereka semua bergembira dan tinggal berdiam di dalam jalan kebajikan, dan juga menyebabkan mereka memahami semua kata dan ungkapan dan mampu menjelaskan berbagai macam Dharma kepada para makhluk hidup, namun tanpa membeda-bedakan dalam hal bahasa. Bahkan jika mereka datang dan bertanya pertanyaan sulit dalam beranekaragam cara berbicara yang tidak terhitung, Saya akan menerimanya semua sekaligus dan menjawab semuanya dalam satu suara, menyebabkan mereka semua mengerti, tanpa menghilangkan apapun.' Ini adalah karena Dia telah di abhiseka dengan Sarvajnajnana, telah menemukan permata yang tanpa halangan yang memungkinkan pencapaian Bodhi, telah mencapai bidang cahaya dari semua Dharma, dan dipenuhi dengan Samantajnana."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam dalam praktek dari ajaran yang baik, Dia bisa memurnikan dirinya sendiri, dan juga menguntungkan semua makhluk hidup melalui upaya-kausalya yang tepat tanpa kemelekatan, dengan tidak melihat bahwa ada makhluk hidup yang mencapai pembebasan."

"Sama seperti yang Dia lakukan di dalam lokadhatu ini, begitu juga di dalam lokadhatu yang tidak terhitung banyaknya Dia mewujudkan tubuh-Nya menjadi berwarna emas dan dilengkapi dengan suara yang menakjubkan, dengan tanpa halangan pada Dharma apapun, melaksanakan perbuatan Buddha."

"Bodhisattva ini mengembangkan sepuluh jenis tubuh, yaitu : tubuh yang melampaui, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh melenyapkan semua keduniawian; tubuh yang tetap ada, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh kelahiran di dalam semua dunia; tubuh yang tidak dilahirkan, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh tinggal berdiam di dalam kesamaan dari yang tidak dilahirkan; tubuh yang abadi, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh semua ungkapan tentang nirvana adalah yang tidak bisa dipahami; tubuh yang tidak nyata, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh pencapaian yang sesuai dengan kenyataan; tubuh yang tanpa kesalahan, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh penyesuaian penampilan; tubuh yang tidak berubah, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh terhapus dari kematian dan kelahiran kembali; tubuh yang tidak bisa hancur, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh sifat alami dari dharmadhatu adalah yang tidak bisa hancur; tubuh yang tetap, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh melampaui semua cara ucapan, masa lampau, sekarang, atau masa depan; tubuh yang tiada bentuk, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh kemampuan mengamati ciri-ciri dari gejala kejadian."

"Dengan mengembangkan sepuluh tubuh ini, Bodhisattva adalah Rumah bagi semua makhluk hidup, karena Dia membangkitkan semua akar kebajikan; Dia adalah Penyelamat bagi semua makhluk hidup, karena membuat mereka mencapai kedamaian yang besar; Dia adalah Tempat Perlindungan bagi semua makhluk hidup, karena bertindak sebagai andalan besar untuk mereka; Dia adalah Pemandu bagi semua makhluk hidup, karena membuat mereka mencapai pembebasan yang tiada tanding; Dia adalah Guru bagi semua makhluk hidup, karena menyebabkan mereka memasuki Dharma; Dia adalah Lampu bagi semua makhluk hidup, karena menyebabkan mereka melihat jelas akibat dari karma; Dia adalah Cahaya bagi semua makhluk hidup, karena menyebabkan Dharma yang sangat menakjubkan dan mendalam menjadi tersinari; Dia adalah Obor bagi semua makhluk hidup di sepanjang waktu, karena menyebabkan mereka memahami Dharma dengan jelas; Dia adalah Pancaran Sinar bagi semua makhluk hidup di semua dunia, karena menyebabkan mereka memasuki tingkat pancaran cahaya; Dia adalah Penjelas semua alam makhluk, karena mengungkapkan kekuatan Buddha."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kesembilan dari ajaran yang baik. Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam praktek ini, Dia adalah kolam Dharma yang murni dan sejuk bagi semua makhluk hidup, karena mampu mengukur sumber dari semua Buddhadharma."

"Kulaputra, apakah praktek dari Kebenaran dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menyempurnakan ucapan yang benar, mampu bertindak sesuai dengan apa yang dikatakan, dan mampu berkata sesuai dengan apa yang dilakukan. Bodhisattva ini mempelajari kata-kata yang benar dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, memasuki sifat alami dari keturunan dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, menyamai akar kebajikan dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, memahami ucapan yang tidak mendua dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan. Dengan belajar dari para Tathagata, pengetahuan dan kebijaksanaannya tersempurnakan."

"Bodhisattva ini mengembangkan pengetahuan tentang apa yang begitu dan apa yang tidak begitu sehubungan dengan para makhluk hidup; pengetahuan tentang akibat karma dari masa lampau - masa depan - masa sekarang; pengetahuan tentang ketajaman dan ketumpulan dari semua indera; pengetahuan tentang beranekaragam alam; pengetahuan tentang beranekaragam pemahaman; pengetahuan tentang tujuan dari semua jalan; pengetahuan tentang kekotoran atau kemurnian dan waktu yang tepat atau tidak tepat dari semua dhyana, vimoksa, dan samadhi; pengetahuan tentang tempat tinggal masa lampau di dalam semua dunia; pengetahuan tentang ramalan; Dan pengetahuan tentang akhir dari semua noda, namun Dia tidak menyerah dari Bodhisattvacarya, mengapa begitu? Karena Dia ingin mengajar dan membangkitkan semua makhluk hidup dan memurnikan mereka."

"Bodhisattva juga memahami tekad yang sangat besar ini : 'Jika saya mencapai Anuttara Samyaksambodhi pertama kali tanpa telah mendirikan semua makhluk hidup di jalan pembebasan yang tiada tanding, tentu melanggar Pranidhana saya, itu tidak boleh terjadi, saya harus pertama-tama menyebabkan semua makhluk hidup mencapai Anuttara Samyaksambodhi dan Parinirvana, lalu setelah itu menyempurnakan Buddhatva. Mengapa begitu? Para makhluk hidup belum meminta saya mengarahkan pikiran ke Buddhatva, saya sendiri menyesuaikan tindakan sebagai teman yang tanpa diminta terhadap para makhluk hidup, menginginkan pertama-tama menyebabkan semua makhluk sepenuhnya mengembangkan kekuatan kebajikan dan mencapai Sarvajna. Inilah mengapa saya adalah yang terunggul karena saya tidak melekati semua dunia. Saya adalah yang tertinggi karena saya tinggal berdiam di dalam keadaan pengendalian diri yang tiada tanding. Saya adalah yang terbebas dari semua kebutaan karena saya mengerti bahwa para makhluk hidup adalah yang tanpa batas. Saya sudah selesai karena Pranidhana saya terselesaikan. Saya serba guna karena hiasan kebajikan dari Bodhisattva. Saya adalah yang dapat diandalkan karena penerimaan para Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang.'"

"Karena Bodhisattva tidak menyerah dari ikrar dasarnya, Dia memperoleh jalan masuk menuju hiasan dari pengetahuan dan kebijaksanaan yang tiada tanding. Dia menguntungkan para makhluk hidup, dan menyebabkan mereka semua terpenuhi; Dia mencapai penyempurnaan akhir dari ikrar awal-Nya. Pengetahuan-Nya bebas memasuki semua Dharma. Dia menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kemurnian. Dalam sekejap Dia menjelajahi seluruh dunia di sepuluh penjuru, dalam sekejap mengunjungi Buddhaksetra yang tidak terhitung, dalam sekejap melihat para Buddha yang tidak terhitung dan Buddhaksetra yang murni dan terhiasi. Dia memperlihatkan kekuatan batin Buddha yang bebas dan meliputi dharmadhatu."

"Bodhisattva ini mewujudkan tubuh yang tidak terhitung banyaknya, memasuki semua dunia tanpa bergantung pada apapun. Dalam tubuh itu Dia mewujudkan semua ksetra, semua makhluk, semua gejala kejadian, dan semua Buddha. Bodhisattva ini mengetahui beranekaragam pikiran, keinginan, pemahaman, hasil dari karma, dan akar kebajikan dari semua makhluk hidup, dan muncul dihadapan mereka sesuai dengan kebutuhan agar mendidik dan menjinakkan mereka. Dia memandang para Bodhisattva sama seperti khayalan, semua gejala kejadian sama seperti tipuan magis, kemunculan Buddha di dunia sama seperti pantulan, semua dunia sama seperti mimpi. Dia mencapai gudang makna dan ungkapan yang tidak habis-habisnya. Dia menguasai pemusatan perhatian yang benar, dan memiliki pengetahuan yang pasti tentang semua Dharma. Kebijaksanaan-Nya adalah yang tertinggi dan memasuki ciri-ciri yang sesungguhnya dari semua Samadhi, dan tinggal berdiam di dalam keadaan yang tiada mendua dari satu intisari."

"Karena semua makhluk hidup melekat pada yang mendua, maka Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam Maha Karuna; Dengan mengolah ajaran ini untuk melenyapkan penderitaan, Dia mencapai dasa-bala dari Buddhatva dan memasuki dharmadhatu yang sama seperti Indrajala. Dengan menyelesaikan pembebasan dari Buddha yang tanpa halangan, Dia adalah yang berani diantara manusia; Mengumandangkan Simhanada, Dia mencapai keberanian, dan mampu memutar roda Dharma yang murni dan yang tanpa rintangan. Mencapai pembebasan dari kecerdasan, Dia mengetahui keseluruhan semua objek di dalam dunia. Menghentikan arus perputaran lahir dan mati, Dia memasuki lautan kebijaksanaan. Mempertahankan Saddharma dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan demi semua makhluk hidup, Dia mencapai sumber dari ciri-ciri yang sesungguhnya dari lautan semua Buddhadharma."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam praktek kebenaran ini, semua makhluk yang bersekutu dengan-Nya dibuat terbuka pemahaman mereka, menjadi penuh kegembiraan dan sepenuhnya murni. Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kesepuluh dari Kebenaran."

Kemudian pada saat itu, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, disetiap sepuluh penjuru arah banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam Buddhaksetra bergoncang dalam enam cara, yaitu : bergetar, bergetar di semua wilayah, bergetar di semua wilayah di semua penjuru. Menaik, menaik di semua wilayah, menaik di semua wilayah di semua penjuru. Bergelombang, bergelombang di semua wilayah, bergelombang di semua wilayah di semua penjuru. Berguncang, berguncang di semua wilayah, berguncang di semua wilayah di semua penjuru. Bergemuruh, bergemuruh di semua wilayah, bergemuruh di semua wilayah di semua penjuru. Berdentam, berdentam di semua wilayah, berdentam di semua wilayah di semua penjuru. Ada turun hujan bunga surga, bubuk candana surga, karangan bunga surga, wewangian surga, pakaian permata surga, dan perhiasan surga; Musik surga bermain spontan tanpa henti, dengan pancaran cahaya dan suara yang indah. Sama seperti di dunia ini di dalam surga Suyama, sepuluh praktek dijelaskan, begitu juga hal yang sama terjadi di semua dunia di sepuluh penjuru.

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:15 Jul 2019, 19:49
by ajita
Lagi, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, di setiap sepuluh penjuru arah, melewati banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam seratus ribu Buddhaksetra, ada datang para Bodhisattva yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam seratus ribu Buddhaksetra ke tempat ini, memenuhi sepuluh penjuru, Mereka berkata: “Sadhu, Sadhu, Kulaputra, sangat baik Anda mahir membabarkan praktek Bodhisattva ini! Kami semua juga memiliki nama yang sama, 'Hutan Kebajikan (Punyavana)', dan ksetra tempat Kami berasal semuanya memiliki nama yang sama, Punyadhvaja. Para Tathagata dari ksetra itu semuanya bernama Samantapunya. Di dalam semua Buddhaksetra tempat kami berasal, Sepuluh praktek Bodhisattva juga dibabarkan, dan perkumpulan majelis dan pengiringnya, kata dan ungkapannya semuanya juga sama seperti ini, tanpa tambahan atau pengurangan. Kami, Kulaputra, menerima kekuatan batin sang Buddha, telah datang dan memasuki perkumpulan majelis ini untuk memberikan Anda kesaksian. Sama seperti yang ada di perkumpulan majelis ini, di semua dunia di seluruh sepuluh penjuru arah adalah juga begitu."

Kemudian Punyavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati seluruh perkumpulan majelis di sepuluh penjuru di seluruh dharmadhatu. Karena Dia ingin menyebabkan silsilah para Buddha berlanjut, memurnikan keluarga Bodhisattva, membuat mereka yang melaksanakan ikrar tidak mundur, menyebabkan para pelaksana praktek menjadi tekun, menyebabkan semua orang di tiga masa waktu menjadi sama, berhubungan dengan semua keturunan Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang, menjelaskan akar kebajikan yang telah dipraktekkan, mengamati dan memeriksa semua indera, dan menjelaskan Bodhi dari semua Buddha, mengucapkan syair-gatha ini :

Sepenuh hati menghormati sang Penguasa Dasa-bala,
Yang tiada noda, sepenuhnya murni, sang Resi yang tanpa halangan,
Alam-Nya sangat mendalam dan menjangkau jauh, melampaui perbandingan,
Tinggal berdiam di dalam jalan ruang angkasa.

Yang Tertinggi diantara manusia di masa lampau,
Dengan kebajikan yang tidak terukur, terbebas dari kemelekatan,
Yang Terkemuka dalam keberanian, tiada bandingannya.
Mereka yang melampaui debu menjelajahi jalan ini.

Sekarang di dalam ksetra di sepuluh penjuru,
Paramartha mampu dijelaskan;
Terbebas dari semua kesalahan, sepenuhnya murni,
Mereka yang bebas menjelajahi jalan ini.

Singa diantara manusia di masa depan,
Menjelajahi semua di seluruh dharmadhatu;
Membangkitkan pikiran Karuna dari Buddha,
Para dermawan menjelajahi jalan ini.

Sang Bhagavan yang tiada bandingan di tiga masa waktu,
Secara alami melenyapkan kegelapan ketidaktahuan,
Sama terhadap semua gejala kejadian;
Mereka yang berkekuatan besar menjelajahi jalan ini.

Dia melihat semua dunia yang tidak terhitung dan tanpa batas,
Semua makhluk hidupnya dan kondisinya,
Namun setelah melihat tidak keliru membedakannya;
Mereka yang tidak bisa diganggu menjelajahi jalan ini.

Memahami segala sesuatu di dalam dharmadhatu,
Yang paling jelas tentang Paramartha,
Selamanya melenyapkan kemarahan, kesombongan, dan kebodohan;
Mereka yang berkebajikan menjelajahi jalan ini.

Dengan tepat membedakan para makhluk hidup,
Masuk kedalam sifat alami yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian,
Mengerti secara spontan tanpa bergantung pada yang lain;
Mereka yang seperti ruang angkasa menjelajahi jalan ini.

Ke semua ksetra di seluruh ruang angkasa,
Pergi kesana dan mengajar dengan banyak contoh,
Apa yang diajarkan-Nya adalah yang murni dan tak terbantahkan;
Para Bijaksana tertinggi menjelajahi jalan ini.

Sepenuhnya stabil, tanpa kemunduran,
Menyempurnakan Dharma tertinggi dan mulia;
Dengan kekuatan semangat yang tidak habis-habisnya mencapai pantai seberang:
Para praktisi yang baik menjelajahi jalan ini.

Semua bhumi yang tidak terhitung dan tanpa batas,
Alam yang halus, mendalam, dan luas,
Semuanya diketahui dan dilihat tanpa kecuali;
Para Singa filsafat menjelajahi jalan ini.

Memahami makna tentang semua ungkapan,
Menghancurkan semua perselisihan,
Pasti terdirikan dalam Dharma tanpa keraguan;
Para Maha Muni menjelajahi jalan ini.

Menyingkirkan kesalahan dan kesusahan di dunia,
Memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua makhluk,
Mampu menjadi Maha Nayaka yang tiada bandingannya;
Mereka yang kebajikannya unggul menjelajahi jalan ini.

Selalu berdana sama-rata kepada para makhluk,
Menyebabkan mereka semua bergembira,
Pikirannya murni, terbebas dari semua noda;
Mereka yang tiada tanding menjelajahi jalan ini.

Karma pikirannya murni dan tersesuaikan dengan baik;
Berpisah dari pikiran sesat, berbicara tanpa kesalahan.
Lingkaran cahayanya yang menakjubkan dikagumi semua orang;
Yang tertinggi menjelajahi jalan ini.

Memasuki Dharma, mencapai pantai seberang,
Tinggal berdiam dalam kebajikan, pikiran selamanya berhenti,
Para Buddha selalu melindunginya;
Mereka para pemadam menjelajahi jalan ini.

Terpisah dari diri, terbebas dari penderitaan,
Selalu mengumumkan Dharma dengan nyaring,
Mencapai semua ksetra di sepuluh penjuru;
Mereka yang tiada bandingannya menjelajahi jalan ini.

Setelah menyempurnakan Dana Paramita,
Terhiasi dengan ratusan tanda kebajikan,
Semua yang melihatnya menjadi gembira:
Sang Bijaksana Tertinggi menjelajahi jalan ini.

Keadaan pikiran yang sulit dimasuki,
Dia bisa menghuninya melalui kebijaksanaan yang halus,
Pikirannya pada akhirnya tidak bisa diganggu;
Mereka yang kukuh dalam praktek menjelajahi jalan ini.

Mampu memasuki semua alam makhluk di dharmadhatu,
Dan menemukan yang tertinggi dimanapun yang dimasuki,
Kekuatan batinnya bebas dan meliputi semua;
Mereka yang disinari oleh kebenaran menjelajahi jalan ini.

Maha Muni yang tiada bandingan,
Mengolah samadhi yang tiada mendua,
Pikirannya selalu seimbang, menikmati keheningan-tenang;
Sang semua Resi menjelajahi jalan ini.

Peresapan dan perbedaan,
Dari ksana dan maha-ksetra,
Semua diketahui oleh-Nya dalam dunia yang sebenarnya;
Raja Gunung Pengetahuan menjelajahi jalan ini.

Kecerdasannya selalu jelas dan bersih,
Tanpa kemelekatan dalam dunia;
Dengan menjaga sila, mencapai pantai seberang;
Sang Pikiran Murni menjelajahi jalan ini.

Pengetahuan dan kebijaksanaannya tanpa batas, tak terbayangkan,
Meliputi ruang angkasa dari dharmadhatu,
Mahir dalam pembelajaran untuk tinggal berdiam di dalamnya;
Mereka yang berkebijaksanaan Vajra menjelajahi jalan ini.

Pengetahuannya memasuki dan meliputi,
Alam dari semua Buddha masa lampau - masa depan - sekarang,
Tidak pernah sekejap pun mengenal lelah atau bosan;
Yang Tertinggi menjelajahi jalan ini.

Mampu dengan baik memahami unsur dari Dasa-bala,
Mengetahui kemana tujuan dari semua jalan;
Perbuatannya tanpa rintangan dan bebas;
Mereka yang mengandung kebajikan menjelajahi jalan ini.

Semua makhluk hidup yang ada,
Di dalam dunia yang tidak terbatas di sepuluh penjuru
Akan Dia selamatkan tanpa meninggalkan mereka:
Sang Pemberani menjelajahi jalan ini.

Bersungguh-sungguh mempraktekkan Buddhadharma,
Pikirannya selalu bersemangat dan tanpa kenal lelah,
Dia memurnikan semua dunia:
Maha Naga Raja menjelajahi jalan ini.

Mengetahui perbedaan indera para makhluk,
Dan perbedaan yang tidak terhitung dalam kecenderungan dan pemahaman,
Dia dengan jelas memahami semua jenis alam:
Mereka yang pergi ke semua tempat menjelajahi jalan ini.

Ksetra yang tidak terbatas di dunia di sepuluh penjuru,
Dia pergi dan terlahir kembali sebanyak tidak terhitung,
Dengan pikiran tidak pernah kenal lelah atau meremehkan;
Mereka yang bergembira menjelajahi jalan ini.

Memancarkan jaring cahaya yang tidak terhitung,
Menyinari semua dunia,
Memasuki sifat alami dari kenyataan dimanapun cahaya itu bersinar;
Sang Pikiran yang baik menjelajahi jalan ini.

Menyebabkan ksetra di sepuluh penjuru bergetar,
Yang banyaknya tidak terhitung milyar triliunan,
Dia tidak membuat para makhluk takut;
Sang Dermawan dunia menjelajahi jalan ini.

Memahami semua dasar dari bahasa,
Dia sempurna terampil dalam ucapan,
Kecerdasannya yang unggul mengetahui semua:
Para Pemberani menjelajahi jalan ini.

Memahami beranekaragam ksetra dengan berbagai pedoman,
Melihat, berpikir, menemukan yang tertinggi,
Membuat semua tinggal berdiam dalam keadaan yang tidak habis-habisnya:
Mereka yang kecerdasannya unggul menjelajahi jalan ini.

Kebajikannya adalah yang sangat banyak tanpa batas,
Dia mengolahnya semua dalam mencari jalan Buddha,
Dan mencapai pantai seberang dari itu semua:
Para Pejuang yang tidak kenal lelah menjelajahi jalan ini.

Para Filsafat yang melampaui dunia,
Dengan kefasihan tertinggi mengaumkan Simhanada,
Membuat semua makhluk hidup mencapai pantai seberang;
Sang Pikiran Murni menjelajahi jalan ini.

Dia telah di mahkotai,
Dengan Buddhadharma yang tertinggi;
Pikirannya selalu tinggal berdiam di dalam Dharma:
Sang Pikiran yang luas menjelajahi jalan ini.

Para makhluk hidup memiliki perbedaan yang tidak terhitung;
Dia sepenuhnya memahami pikiran mereka,
Mempertahankan kepastian gudang Buddhadharma:
Sang Sumeru menjelajahi jalan ini.

Mampu mengungkapkan suara yang tidak terhitung,
Di dalam setiap dan seluruh kata,
Memungkinkan para makhluk mengerti sesuai dengan jenisnya:
Sang Resi yang tanpa hambatan menjelajahi jalan ini.

Pengetahuannya secara sama memasuki
Semua aturan dari bahasa,
Sambil tinggal berdiam di dalam dharmadhatu;
Mereka yang melihat intisari menjelajahi jalan ini.

Tinggal berdiam dengan damai dalam lautan Dharma yang mendalam,
Mampu memeriksa semua keadaan yg sesungguhnya
Memahami aspek yang sesungguhnya dari ketiadaan tanda dari gejala kejadian;
Mereka yang melihat Dharma menjelajahi jalan ini.

Pergi ke semua Buddhaksetra,
Selama kalpa yang tidak terhitung dan tanpa batas,
Merenungkan dan bermeditasi tanpa henti:
Mereka yang tidak kenal lelah menjelajahi jalan ini.

Para Buddha yang tidak terhitung dan tak terbatas,
Nama Mereka yang masing-masing berbeda,
Dia dengan jelas melihat di ruang angkasa dari satu titik:
Mereka yang berkebajikan murni menjelajahi jalan ini.

Dia melihat para Buddha di ruang angkasa dari satu titik,
Jumlahnya melampaui ukuran atau perkataan,
Hal yang sama berlaku untuk semua gejala kejadian;
Para Putra Buddha menjelajahi jalan ini.

Kalpa yang tidak terukur, tanpa batas, tak terhitung,
Dengan jelas Dia lihat dalam sekejap,
Dan mengetahui panjangnya tidak memiliki ciri yang tetap:
Yang Terbebaskan menjelajahi jalan ini.

Mampu menyebabkan semua yang melihat diri-Nya memperoleh keuntungan,
Semuanya menanam hubungan dengan Buddhadharma,
Namun tanpa kemelekatan pada tindakannya:
Yang Paling Unggul menjelajahi jalan ini.

Bertemu para Buddha selama koti kalpa,
Dengan pikiran yang tidak pernah bosan,
Kegembiraan dalam pikirannya meningkat lebih:
Mereka yang tidak melihat dengan sia-sia menjelajahi jalan ini.

Mengamati alam dari semua makhluk,
Melewati kalpa yang tidak terhitung dan tak terbatas,
Dia tidak pernah melihat satupun makhluk yang ada:
Para Pahlawan yang kukuh menjelajahi jalan ini.

Mengolah gudang pengetahuan dan kebajikan yang tanpa batas,
Dia adalah kolam kebajikan semesta yang murni dan sejuk,
Yang menguntungkan semua makhluk:
Sang Manusia yang paling terkemuka menjelajahi jalan ini.

Beranekaragam makhluk di dharmadhatu,
Yang memenuhi ruang angkasa, yang tidak terhitung,
Dia mengetahui semua itu ada dalam hal penamaan:
Para Simhanada menjelajahi jalan ini.

Mampu dalam setiap satu samadhi,
Memasuki samadhi yang tidak terhitung banyaknya,
Tiba di Dharma yang mendalam dan sulit di mengerti:
Candrapravacana menjelajahi jalan ini.

Dengan kekuatan ksanti, melakukan praktek sungguh-sungguh dan mencapai pantai seberang,
Mampu menerima Dharma tertinggi tentang nirvana,
Pikirannya seimbang dan tidak bisa diganggu:
Mereka yang pengetahuannya tanpa batas menjelajahi jalan ini.

Di satu kediaman dalam satu dunia,
Tubuhnya tidak berpindah, selalu hening-tenang,
Namun Dia mewujudkan tubuh di mana-mana;
Mereka yang tubuhnya tanpa batas menjelajahi jalan ini.

Ksetra yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Dibuatnya measuk kedalam satu butiran debu sekaligus,
Yang mampu mengandung semua tanpa hambatan:
Mereka yang pikirannya tanpa batas menjelajahi jalan ini.

Memahamai apa yang begitu dan apa yang bukan,
Dia mampu memasuki alam dasa-bala,
Dan menyelesaikan kekuatan Buddha yang tertinggi:
Yang Terkemuka dalam kekuatan menjelajahi jalan ini.

Akibat Karma yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Di masa lampau, masa depan, dan sekarang,
Selalu dipahaminya melalui pengetahuan:
Mereka yang sempurna pemahamannya menjelajahi jalan ini.

Memahami waktu yang tepat dan yang tidak di dunia,
Dia mendidik para makhluk sesuai dengan keperluan,
Dalam segala hal menyesuaikan dengan kebutuhan mereka;
Mereka yang paham menjelajahi jalan ini.

Menjaga perbuatan tubuh, ucapan dan pikiran dengan baik,
Selalu membuat penerapan Dharma dalam praktek,
Berpisah dari semua kemelekatan dan menaklukkan semua mara;
Yang bijaksana menjelajahi jalan ini.

Mampu dengan terampil menyesuaikan Dharma,
Mampu memasuki kesamaan dari Tathata,
Kefasihan penjelasannya adalah yang tidak habis-habisnya;
Yang melakukan praktek Buddha menjelajahi jalan ini.

Setelah menyempurnakan cara penguasaan pikiran,
Mampu tinggal berdiam dalam gudang [Dharma] tanpa halangan,
Dia memahami seluruh dharmadhatu;
Mereka yang mencapai kedalaman menjelajahi jalan ini.

Sama dalam pikiran, sama dalam pengetahuan
Seperti semua Buddha dari masa lampau, masa depan, dan sekarang,
Mereka adalah yang dari satu sifat alami dan satu ciri:
Yang tanpa rintangan menjelajahi jalan ini.

Setelah melenyapkan semua selubung ketidaktahuan,
Dan secara mendalam memasuki lautan pengetahuan,
Dia menganugerahkan mata yang murni pada semua makhluk:
Mereka yang dengan mata menjelajahi jalan ini.

Setelah menyempurnakan kesamaan,
Praktek kekuatan batin yang tidak mendua dari semua Nayaka,
Dia mencapai kekuatan Buddha yang bebas:
Mereka yang mengolah dengan baik menjelajahi jalan ini.

Dia berkelana melalui semua dunia,
Dimana-mana menurunkan hujan Saddharma yang tanpa batas,
Menyebabkan semua memperoleh pemahaman yang pasti tentang makna:
Meghadharma menjelajahi jalan ini.

Mampu menghasilkan keyakinan murni yang tanpa kemunduran,
Dalam pembebasan dan pengetahuan Buddha,
Menghasilkan akar pengetahuan dan kebijaksanaan melalui keyakinan:
Mereka yang belajar dengan baik menjelajahi jalan ini.

Mampu mengetahui dalam sekejap satu pikiran,
Semua makhluk hidup tanpa kecuali,
Memahami sifat alami diri dari pikiran makhluk:
Yang menyadari ketiadaan sifat alami menjelajahi jalan ini.

Ke seluruh ksetra di dalam dharmadhatu yang tidak terhitung,
Dia bisa menjelajahinya melalui pancaran,
Tubuhnya adalah yang paling halus, melampaui perbandingan:
Tindakan yang tiada bandingannya menjelajahi jalan ini.

Buddhaksetra adalah yang tanpa batas dan tidak terhitung;
Ada para Buddha yang tidak terbatas di dalamnya:
Para Bodhisattva muncul dihadapan Mereka semua,
Menghadiri, melayani, membangkitkan rasa hormat.

Para Bodhisattva bisa dengan satu tubuh,
Memasuki Samadhi, menjadi seimbang dalam keheningan-tenang,
Pikirannya murni, selalu bahagia,
Mampu menyebabkan semua makhluk bergembira.

Perbedaan dalam indera dan upaya-kausalya,
Dengan jelas terlihat pada pengetahuannya,
Namun Dia menyadari semua indera adalah yang tanpa dasar:
Para Penjinak atas yang tidak terkendali menjelajahi jalan ini.

Mampu dengan upaya-kausalya membeda-bedakan,
Dia adalah Tuan atas semua Dharma yang serba guna.
Dunia di sepuluh penjuru masing-masing berbeda:
Dia hidup disana dan melaksanakan perbuatan Buddha.

Inderanya halus, begitu juga perbuatannya;
Mampu menjelaskan Dharma secara luas kepada para makhluk:
Siapa yang tidak bergembira mendengarnya?
Mereka yang sama dengan ruang angkasa menjelajahi jalan ini.

Mata pengetahuannya murni, tiada tanding,
Dia melihat semua gejala kejadian dengan jelas,
Pengetahuan ini dengan terampil membeda-bedakannya:
Yang tiada tanding menjelajahi jalan ini.

Semua kebajikan besar yang tidak habis-habisnya,
Telah diolahnya hingga sempurna,
Demi membuat semua makhluk menjadi murni:
Yang tiada bandingan menjelajahi jalan ini.

Mendorong semua untuk mengolah bantuan menuju 'sang jalan (Marga)',
Menyebabkan semua tinggal berdiam di tingkat Marga,
Dia membebaskan para makhluk yang tidak terhitung,
Tanpa pernah membentuk gagasan pikiran tentang makhluk.

Memgamati semua kesempatan dan persamaan,
Pertama melindungi pikiran, menjadikannya tiada pertentangan,
Menunjukkan kepada semua makhluk hidup tempat kedamaian;
Yang Terampil menjelajahi jalan ini.

Menyempurnakan yang terbesar, pengetahuan tertinggi,
Dipenuhi dengan pengetahuan yang tanpa batas, tak terukur,
Dia adalah yang berani diantara semua kelompok orang:
Yang mengetahui cara menjelajahi jalan ini.

Semua dunia dan semua gejala kejadian,
Bisa dimasukinya dengan kebebasan;
Juga memasuki semua perkumpulan majelis
Dan membebaskan para makhluk yang tak terhitung.

Di semua ksetra di sepuluh penjuru,
Dia memukul genderang Dharma yang besar dan membangkitkan para makhluk;
Sebagai pemberi Dharma, Dia adalah yang tiada tandingan:
Yang abadi menjelajahi jalan ini.

Dengan satu tubuh duduk bersila dengan tegak lurus,
Dia memenuhi dunia yang tidak terhitung di sepuluh penjuru,
Namun menyebabkan tubuhnya tidak terkerumuni:
Mereka yang dengan Dharmakaya menjelajahi jalan ini.

Dalam satu ajaran, satu pernyataan,
Dia bisa menjelaskan prinsip yang tanpa batas,
Dan tiada batas dari itu yang bisa ditemukan:
Mereka yang dengan pengetahuan tanpa batas menjelajahi jalan ini.

Mempelajari pembebasan Buddha dengan baik,
Mencapai pengetahuan Buddha tanpa halangan,
Mengembangkan keberanian dan menjadi yang gagah berani di dunia:
Yang terampil menjelajahi jalan ini.

Mengetahui lautan dunia di sepuluh penjuru,
Dan juga mengetahui lautan semua Buddhaksetra,
Dan memahami lautan pengetahuan Dharma;
Semua yang melihat Dia menjadi penuh gembira.

Kadang memperlihatkan memasuki rahim, kadang kelahiran,
Kadang pencapaian Bodhi,
Begitulah Dia menyebabkan semua makhluk duniawi melihat:
Yang tanpa ikatan menjelajahi jalan ini.

Dalam miliaran ksetra yang tidak terhitung,
Mewujudkan dirinya sendiri memasuki Nirvana,
Namun sungguh Dia tidak menyerah dari ikrarnya untuk Nirvana:
Para Pahlawan Filsafat menjelajahi jalan ini.

Tubuh Vajra rahasia yang unik dan indah,
Adalah yang sama dengan para buddha, tanpa perbedaan,
Namun semua makhluk hidup melihatnya berbeda-beda:
Sang Dharmakaya menjelajahi jalan ini.

Dhamradhatu seluruhnya sama, tanpa perbedaan,
Mengandung makna yang tanpa batas dan tidak terhitung;
Dia menikmati merenungkan yang satu, dengan pikiran tidak bergerak:
Yang Mengetahui Semua Waktu menjelajahi jalan ini.

Dalam hal ajaran makhluk hidup dan Bodhisattva,
Pembangunan dan pemberdayaannya adalah yang sempurna;
Kekuatan pendukungnya adalah yang sama seperti para Buddha:
Paramadharmadhara menjelajahi jalan ini.

Kekuatan penjelajahan pikirannya adalah yang tanpa rintangan, seperti para Buddha,
Mata Divya-nya tanpa halangan dan sepenuhnya murni,
Indera pendengarannya tanpa hambatan, bisa mendengar dengan baik:
Mereka yang pikirannya tanpa halangan menjelajahi jalan ini.

Semua kekuatan batinnya sepenuhnya sempurna,
Seluruhnya dikembangkan sesuai dengan pengetahuannya;
Dia mengetahui semua, tiada tandingan:
Yang Bijaksana menjelajahi jalan ini.

Pikirannya terkonsentrasi dengan benar, tak tergoyahkan,
Pengetahuannya luas tanpa batas,
Dia memahami semua alam:
Sang Sarvaresi menjelajahi jalan ini.

Setelah tiba di pantai seberang dari semua kebajikan,
Dia bisa menyeberangkan para makhluk satu persatu,
Pikirannya pada yang tertinggi tidak pernah bosan:
Dia yang tetap rajin menjelajahi jalan ini.

Mengetahui dan melihat Dharma,
Dari para Buddha masa lampau, masa depan, sekarang,
Dan terlahir di dalam Buddhakula:
Putra Buddha menjelajahi jalan ini.

Telah sepenuhnya mengembangkan ucapan yang menyesuaikan
Dan dengan terampil menyangkal semua pertentangan,
Dan selalu mampu maju terus menuju Bodhi:
Mereka yang kebijaksanaannya tanpa batas menjelajahi jalan ini.

Satu cahaya bersinar tanpa batas,
Memenuhi semua ksetra di sepuluh penjuru,
Menyebabkan semua dunia mendapat kecerahan besar:
Penghancur kegelapan menjelajahi jalan ini.

Sesuai dengan apa yang harus dilihat dan disokong
Dia mewujudkan tubuh Buddha yang murni,
Mengajar dan mengubah miliaran para makhluk
Dan menghiasi Buddhaksetra dalam cara yang sama.

Agar membuat para makhluk hidup melampaui dunia
Dia mengolah semua praktek yang unggul;
Perbuatan ini luasnya tanpa batas:
Bagaimana bisa orang mampu mengetahuinya?

Bahkan jika tubuh dihasilkan kembali dalam jumlah yang tak terbayangkan,
Yang sama dengan ruang angkasa dari dharmadhatu,
Dan semua itu akan bersama-sama memuji kebajikan-Nya,
Mereka tidak akan mampu menghabiskannya dalam miliaran kalpa.
Kebajikan Bodhisattva adalah yang tanpa batas;
Karena Dia telah menyempurnakan semua pengolahan praktek:

Bahkan para Buddha yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Tidak bisa menceritakan itu semua dalam kalpa yang tidak terukur,
Apalagi para Dewa dan manusia di dunia,
Maupun para Sravaka dan Pratyekabuddha,
tidak akan mampu dalam kalpa yang tanpa batas,
Menyanyikan pujiannya untuk itu hingga habis.

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:15 Jul 2019, 19:52
by ajita
Image
Guan Yin Pusa

Image
Putuo San

Bab 22
Dasaksayakosa parivartah


Kemudian pada saat itu, Punyavana Bodhisattva Mahasattva berkata kepada para Bodhisattva: "Kulaputra, para Bodhisattva Mahasattva mempunyai sepuluh jenis gudang harta yang telah dijelaskan, akan dijelaskan, dan sedang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, masa depan, dan sekarang. Apakah sepuluh itu? Yaitu : Gudang Keyakinan, Gudang Sila, Gudang Malu, Gudang Penyesalan, Gudang Pembelajaran, Gudang Memberi, Gudang Kebijaksanaan, Gudang Perhatian Penuh, Gudang Pemeliharaan, dan Gudang Kefasihan. Inilah sepuluh itu.”

"Kulaputra, apakah Gudang Keyakinan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang kosong, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa tanda, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tiada nafsu keinginan, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak diciptakan, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa perbedaan, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa dasar pendukung, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak bisa diukur, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak terlampaui, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang sulit dilampaui, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak dihasilkan."

“Jika Bodhisattva mampu dalam cara ini membangkitkan keyakinan yang murni yang sesuai dengan semua gejala kejadian, ketika mendengar bahwa semua Buddhadharma adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa semua Buddha adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa alam makhluk hidup adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa dharmadhatu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa akasadhatu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa nirvanadhatu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa masa lalu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa masa depan adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa masa kini adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa memasuki semua kalpa adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut."

"Mengapa begitu? Bodhisattva ini, yang tinggal berdiam di tempat para Buddha, memiliki keyakinan yang sangat kuat. Dia tahu bahwa kebijaksanaan dan pengetahuan Buddha adalah yang tidak terbatas dan tidak ada habisnya. Di semua dunia yang tidak terhitung di sepuluh penjuru, ada para Buddha yang tidak terhitung yang telah mencapai, akan mencapai, atau sekarang mencapai Anuttarasamyaksambodhi, yang telah datang - yang sekarang datang - atau yang akan datang ke dunia, yang telah memasuki - yang sekarang memasuki - atau yang akan memasuki Nirvana. Kebijaksanaan dan pengetahuan dari para Buddha itu tidak meningkat, tidak berkurang, tidak dihasilkan, tidak dihancurkan, tidak berkembang, tidak mundur, tidak dekat, tidak jauh, tanpa hubungan dan tidak tanpa hubungan. Sang Bodhisattva memasuki kebijaksanaan dan pengetahuan Buddha dan mengembangkan keyakinan yang tanpa batas dan tidak habis-habisnya."

"Setelah Dia telah mencapai keyakinan ini, pikirannya tidak mengalami kemunduran, pikirannya tidak menjadi bingung. Dia tidak bisa dihancurkan dan tiada kemelekatan. Selalu mempunyai dasar, Dia mengikuti para Bijaksana, dan tinggal berdiam di dalam rumah para Tathagata, mempertahankan benih sifat alami dari semua Buddha, meningkatkan keyakinan dan keteguhan dari semua Bodhisattva, menyesuaikan dengan akar kebajikan dari semua Tathagata, dan membangkitkan upaya-kausalya dari semua Buddha. Inilah yang dinamakan Gudang Keyakinan dari Bodhisattva Mahasattva. Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam Gudang Keyakinan ini, Dia bisa mendengar dan mempertahankan semua Buddhahdarma, menjelaskannya kepada para makhluk hidup, dan menyebabkan mereka semua terbangkitkan pada pemahaman."

"Kulaputra, apakah Gudang Sila dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva menyempurnakan Sila dari menguntungkan semua, Sila dari tidak menerima aturan yang salah, Sila dari tidak tinggal berdiam, Sila dari tidak menyesal atau dendam, Sila dari tiada pertikaian, Sila dari tiada melukai, Sila dari tanpa kotoran batin, Sila dari tanpa ketamakan, Sila dari tanpa kesalahan, dan Sila dari tidak pernah melanggar aturan."

"Apa itu Sila dari menguntungkan semua? Bodhisattva menerima dan menjunjung Sila yang murni yang pada dasarnya demi menguntungkan semua makhluk hidup."

"Apa itu Sila dari tidak menerima aturan yang salah? Bodhisattva tidak menerima atau mempraktekkan aturan yang diluar Marga; Secara alami bersemangat dalam mempertahankan Sila yang murni dan yang sama dari semua Buddha Tathagata dari masa lampau - masa depan - dan masa sekarang."

"Apa itu Sila dari tidak tinggal berdiam? Bodhisattva menerima dan menjaga Sila moral, pikirannya tidak tinggal berdiam di dalam kamadhatu, tidak tinggal berdiam di dalam rupadhatu, tidak tinggal berdiam di dalam arupadhatu. Mengapa begitu? Karena Dia tidak menjaga Sila sambil mengharap untuk di lahirkan di dalam alam itu."

"Apa itu Sila dari tidak menyesal atau dendam? Bodhisattva selalu tinggal berdiam penuh kedamaian dalam keadaan pikiran yang terbebas dari penyesalan atau dendam. Mengapa begitu? Karena Dia tidak melakukan pelanggaran berat, tidak mempraktekkan rayuan atau penipuan, dan tidak melanggar Sila yang murni."

"Apa itu Sila dari tiada pertikaian? Bodhisattva tidak menyangkal apa yang telah sebelumnya didirikan, dan tidak membangun sesukanya. Pikirannya selalu mengikuti Sila yang mengarah ke Nirvana, sepenuhnya menerima dan menjaganya tanpa melanggarnya. Tidak menyakiti makhluk lain melalui menjaga Sila, Dia menjaga Sila hanya demi ingin semua makhluk berbahagia."

"Apa itu Sila dari tiada melukai? Bodhisattva tidak melukai para makhluk hidup karena Sila, atau melalui mempelajari Mantra, atau membuat racun. Dia hanya menjaga Sila untuk tujuan menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup."

"Apa itu Sila dari tanpa kotoran batin? Bodhisattva tidak melekat pada pandangan keliru atau yang berlebihan, tidak menjaga Sila yang tidak murni; Dia hanya merenungkan 'kemunculan yang saling bergantungan (Pratityasamutpada) dan menjaga Sila yang melampaui duniawi."

"Apa itu Sila dari tanpa ketamakan? Bodhisattva tidak menampilkan tanda luar biasa untuk membuat pertunjukkan kebajikan; Dia hanya menjaga Sila demi tujuan menyempurnakan jalan pembebasan."

"Apa itu Sila dari tanpa kesalahan? Bodhisattva tidak menyombongkan diri dengan berkata, 'Saya menjaga Sila.' Ketika melihat mereka yang melanggar Sila, Dia tidak menghina atau mempermalukan mereka. Dia hanya membuat mereka memusatkan pikiran tunggal menjaga Sila."

"Apa itu Sila dari tidak pernah melanggar aturan? Bodhisattva selamanya berhenti dari membunuh, mencuri, bersetubuh, salah berbicara, menipu, memfitnah, berbicara tanpa makna, serakah, membenci, dan pandangan salah: Dia sepenuhnya menerima Sila dari 'sepuluh perbuatan baik (dasa-kusala-karma)'. Ketika Bodhisattva mengamati Sila dari tidak pernah melanggar aturan ini, Dia berpikir, 'Para makhluk hidup melanggar Sila yang murni semuanya disebabkan oleh angan-angan khayalan. Hanya Bhagavan Buddha yang bisa mengetahui penyebab dan kondisi yang membuat para makhluk hidup tertipu dalam angan khayalan sehingga melanggar Sila yang murni. Saya harus menyelesaikan Anuttara Samyaksambodhi dan secara luas menjelaskan Dharma kepada para makhluk hidup, untuk membebaskan mereka dari angan-angan khayalan.' Inilah yang dinamakan Gudang harta kedua dari Sila dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Malu dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mengingat kesalahan yang telah dilakukan di masa lampau dan merasa malu. Yaitu, Dia berpikir, 'Sejak masa lampau yang tanpa awal, semua makhluk hidup dan saya telah saling menjadi ayah, ibu, abang yang lebih tua, abang muda, kakak yang lebih tua, kakak muda, putra, dan putri satu sama lain: karena dipenuhi keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan, kebanggaan, kesombongan, ketidak jujuran, tipu muslihat, dan semua penderitaan yang lain, Kami telah saling melukai, merampok, asusila, dan membunuh, melakukan semua jenis kejahatan. Semua makhluk hidup adalah sama seperti ini - karena nafsu dan kekotoran batin, mereka tidak saling menghormati atau menghargai, tidak saling sesuai atau patuh, tidak saling turut, tidak saling membimbing, tidak saling peduli - mereka terus saling membunuh dan melukai, saling menjadi musuh dan penjahat. Merenungkan diri sendiri dan juga para makhluk hidup yang lain, Kami bertindak tanpa malu di masa lampau, masa depan, dan sekarang, sementara para Buddha dari tiga masa waktu melihat dan mengetahuinya semua. Sekarang jika saya tidak berhenti dari kelakukan yang tanpa malu ini, para Buddha dari tiga masa waktu juga akan melihat saya. Mengapa saya masih tidak berhenti dari perbuatan seperti itu? Ini tidak boleh terjadi. Oleh karena itu, saya harus memusatkan pikiran tunggal pada melenyapkan kejahatan itu dan menyadari Anuttarasamyaksambodhi, demi menjelaskan Dharma kepada semua makhluk.' Inilah yang dinamakan Gudang harta ketiga dari Malu dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Penyesalan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva menyesali keserakahan memanjakan diri dalam mengejar lima nafsu keinginan tanpa bosan atau puas dimasa lampau. Oleh karena itu, ketamakan, kebencian, kebodohan, dan berbagai jenis kekotoran batin menjadi meningkat. Dia berpikir, 'Saya harus tidak melakukan hal ini lagi.' Juga, Dia berpikir, 'Para makhluk hidup tidak bijaksana, dan mengembangkan 'kekotoran batin (klesa)', mereka melakukan semua jenis hal-hal buruk. Tidak saling menghormati atau menghargai, dan berkembang menjadi penjahat dan saling memusuhi. Telah melakukan semua jenis kejahatan dan merasa senang, mencari pujian. Mereka buta, tanpa mata kebijaksanaan, memasuki rahim dalam perut Ibu dan mengalami kelahiran, menjadi makhluk yang bertubuh kotor, pada akhirnya rambut memutih dan wajah berkerut. Mereka yang bijaksana mengamati ini sebagai sesuatu yang hanya disebabkan oleh terlahir dari nafsu berahi. Para Buddha dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang melihat dan mengetahui semua ini. Jika sekarang saya masih melakukan hal ini, maka saya sedang mencoba menipu para Buddha. Oleh karena itu, saya harus mengolah penyesalan, segera mencapai Anuttarasamyaksambodhi, dan secara luas menjelaskan Dharma kepada semua makhluk.' Inilah yang dinamakan Gudang harta keempat dari Penyesalan dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Pembelajaran dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mengetahui bahwa ada gejala kejadian karena ada gejala kejadian yang lain, dan bahwa tidak ada gejala kejadian karena tidak ada gejala kejadian yang lain; bahwa gejala kejadian timbul karena ada gejala kejadian lain yang timbul, dan bahwa gejala kejadian lenyap karena ada gejala kejadian lain yang lenyap; Baik itu adalah gejala kejadian duniawi atau gejala kejadian yang melampaui dunia, gejala kejadian yang berkondisi atau gejala kejadian yang tidak berkondisi, gejala kejadian yang pasti atau gejala kejadian yang tidak tentu."

"Apa itu ada gejala kejadian karena ada gejala kejadian yang lain? Itu adalah ketika ada ketidaktahuan, maka ada pembentukan kondisi.
Apa itu tidak ada gejala kejadian karena tidak ada gejala kejadian yang lain? Itu adalah ketika tiada kesadaran yang membeda-bedakan, maka tiada nama dan rupa.
Apa itu gejala kejadian timbul karena ada gejala kejadian lain yang timbul? Itu adalah ketika mengidam timbul, maka penderitaan timbul.
Apa itu gejala kejadian lenyap karena ada gejala kejadian lain yang lenyap? Itu adalah ketika proses penjelmaan lenyap, maka kelahiran lenyap.
Apa itu gejala kejadian duniawi? Itu adalah bentuk-rupa, perasaan, tanggapan penglihatan, kegiatan, dan kesadaran.
Apa itu gejala kejadian yang melampaui dunia? Itu adalah 'disiplin (Sila)', 'konsentrasi (Samadhi)', 'kebijaksanaan (Prajna)', 'pembebasan (Vimoksa)', serta wawasan dan pengetahuan dari pembebasan.
Apa itu gejala kejadian yang berkondisi? Itu adalah 'alam nafsu (kamadhatu)', 'alam bentuk-rupa (rupadhatu)', 'alam tanpa bentuk-rupa (arupadhatu)', dan alam dari para makhluk hidup.
Apa itu gejala kejadian yang tidak berkondisi? Itu adalah ruang angkasa kosong, Nirvana, kepunahan yang melibatkan menganalisa kondisi, kepunahan yang tidak melibatkan menganalisa kondisi, tinggal berdiam dalam sifat alami gejala kejadian, dan kemunculan yang saling ketergantungan.
Apa itu gejala kejadian yang pasti? Itu adalah 'Empat Kebenaran Mulia (Catvari Aryasatya)', Empat Buah Pencapaian Dari Sramana, 'Empat Pengetahuan Fasih Yang Tanpa Rintangan (catur-pratisamvidya)', Empat Keberanian, Empat Kediaman Dari Perhatian Penuh, Empat Usaha Yang Benar, 'Empat Dasar Kekuatan Batin (Catur rddhipada)', Lima Indera, Lima Kekuatan, 'Tujuh Cabang Kebangkitan (sapta-bodhyanga)', dan 'Delapan Cabang Jalan Dari Bijaksana (Aryastangamarga).'

Apa itu gejala kejadian yang tidak pasti? Itu adalah apakah dunia terbatas atau tidak terbatas, atau dua-duanya, atau bukan dua-duanya;
apakah dunia abadi atau tidak abadi, atau dua-duanya, atau bukan dua-duanya;
apakah Tathagata ada setelah Nirvana atau tidak, apakah Tathagata ada dan tiada atau bukan ada maupun bukan tiada setelah Nirvana;
apakah diri dan makhluk hidup ada atau tidak, apakah diri dan makhluk hidup ada dan tiada atau bukan ada maupun bukan tiada.
Berapa banyak Tathagata yang Parinirvana dan berapa banyak Sravaka dan Pratyekabuddha yang Parinirvana dimasa lampau?
Berapa banyak Buddha, Sravaka, Pratyekabuddha dan makhluk hidup yang akan ada di masa depan?
Berapa banyak Buddha, Sravaka, Pratyekabuddha dan makhluk hidup yang akan ada sekarang?
Tathagata apa yang pertama muncul di dunia, Sravaka dan Pratyekabuddha apa yang pertama muncul di dunia, makhluk hidup apa yang pertama muncul di dunia?
Tathagata apa yang terakhir muncul di dunia, Sravaka dan Pratyekabuddha apa yang terakhir muncul di dunia, makhluk hidup apa yang terakhir muncul di dunia?
Gejala kejadian apa yang pertama terjadi, dan gejala kejadian apa yang terakhir?
Dari manakah dunia berasal, dan kemanakah tujuannya?
Berapa banyak sistem dunia yang timbul, dan berapa banyak yang hancur?
Dari manakah sistem dunia berasal, dan kemanakah tujuannya?
Apa batas awal dari kelahiran dan kematian, dan apa batas akhirnya?
Inilah yang dinamakan gejala kejadian yang tidak pasti."

"Bodhisattva Mahasattva membuat pikiran ini, 'para makhluk hidup ditengah kelahiran dan kematian tidak belajar dan tidak mampu memahami semua gejala kejadian ini. Saya harus bertekad mempertahankan gudang pembelajaran dan mencapai Anuttarasamyaksambodhi, dan menjelaskan Dharma secara terperinci kepada para makhluk hidup.' Inilah yang dinamakan Gudang harta kelima dari Pembelajaran dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Memberi dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mempraktekkan sepuluh jenis dana. Dia berdana sebagian, berdana hingga habis, berdana kekayaan dalam, berdana kekayaan luar, berdana kekayaan dalam dan luar, berdana sepenuhnya, berdana masa lampau, berdana masa depan, berdana masa sekarang, dan berdana yang terakhir."

"Kulaputra apa itu berdana sebagian dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva suka menolong dan berbelas-kasih oleh sifat alami-Nya, dan memberi dengan baik. Jika mendapat makanan yang enak, Dia tidak menyimpannya untuk diri sendiri, namun memberikannya kepada para mahluk hidup dan setelah itu memakan sebagiannya. Dalam cara yang sama berlaku juga dengan semua objek materi yang diterima-Nya."

"Ketika makan, Dia berpikir: 'Ada di dalam tubuh saya delapan puluh ribu mikroorganisme yang hidupnya tergantung pada saya. Jika tubuh saya kenyang, begitu juga mereka. Jika tubuh saya menderita lapar, begitu juga mereka. Semoga makanan ini yang saya terima membuat semua makhluk menjadi kenyang; Saya sendiri memakan ini demi menyalurkannya kepada mereka, tanpa serakah demi rasa.' Juga, Dia berpikir, 'sepanjang malam yang panjang dari ketidaktahuan, saya telah melekat pada tubuh ini dan ingin memuaskannya, jadi mengambil makanan dan minuman. Sekarang, saya memberikan makanan ini kepada para makhluk hidup, dan berikrar selamanya mengakhiri ketamakan dan kemelekatan.' Inilah yang dinamakan berdana sebagian."

"Kulaputra apa itu berdana hingga habis dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva memperoleh semua jenis makanan dan minuman yang sangat enak, dupa wangi, bunga, pakaian, dan kebutuhan hidup lainnya. Jika digunakan untuk dirinya sendiri, bisa makmur, bahagiah, dan panjang umur. Jika diberikan kepada orang, maka menjadi miskin, menderita, dan mati muda. Jika pada saat itu, ada orang yang datang berkata, 'Anda harus memberikan semua milikmu kepadaku,' Bodhisattva berpikir pada dirinya sendiri, 'sejak masa lampau yang tanpa awal, saya mati kelaparan tidak terhitung banyaknya tanpa ada kesempatan untuk menolong orang lain sama sekali walau hanya sehelai rambut manfaat. Sekarang, saya harus kembali menyerahkan hidup saya seperti di masa lampau, agar saya bisa melakukannya demi menolong para makhluk hidup.' Jadi, Dia menyerahkan semua yang dimilikinya, bahkan hingga akhir hidupnya tanpa kekikiran. Inilah yang dinamakan berdana hingga habis."

"Kulaputra apa itu berdana kekayaan dalam dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika muda, sehat, indah dipandang, terhiasi dengan pakaian yang indah, bunga-bunga yang wangi, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, jika ada orang yang datang dan berkata, 'Maha Cakravartin, saya tua dan lemah, terserang penyakit parah, sendiri, tanpa pertolongan, tak berdaya, mendekati kematian. Jika saya mendapat tangan, kaki, darah, daging, kepala, mata, tulang, dan sumsum dari tubuh Raja, aku bisa terus hidup. Mohon jangan menghitung dan menyesal oleh saya ini, tataplah saya dengan belas-kasih dan berikan kepada saya.' Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'Tubuh saya ini pada akhirnya pasti akan mati, tanpa manfaat apapun. Saya harus mengambil kesempatan ini dengan segera menyerahkannya untuk menyelamatkan makhluk hidup.' Dengan pikiran ini, Dia memberi tanpa menyesal. Inilah yang dinamakan berdana kekayaan dalam."

"Kulaputra apa itu berdana kekayaan luar dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika di usia terbaiknya, dengan tubuh yang sempurna, dipenuhi dengan semua tanda kemuliaan, terhiasi dengan bunga-bunga yang indah dan pakaian yang unggul, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, jika ada orang yang datang dan berkata, 'saya miskin dan tertekan oleh semua penderitaan, tolong berbaik-hati dan berbelas-kasih menyerahkan kekuasaan Anda kepada saya, sehingga saya bisa memerintah dan merasakan kebahagiaan sebagai raja.' Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'semua kekayaan yang megah pasti akan merosot dan berakhir. Ketika itu merosot dan berakhir, tidak akan mungkin bisa lagi menguntungkan para makhluk hidup. Saya harus memuaskan orang ini seperti yang dimintanya.' Dengan pikiran ini, Dia memberikan kekuasaannya tanpa menyesal. Inilah yang dinamakan berdana kekayaan luar."

"Kulaputra apa itu berdana kekayaan dalam dan luar dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika di usia terbaiknya, dengan tubuh yang sempurna, dipenuhi dengan semua tanda kemuliaan, terhiasi dengan bunga-bunga yang indah dan pakaian yang unggul, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, jika ada orang yang datang dan berkata, 'Anda telah lama menjadi Cakravartin, dan saya tidak pernah seperti itu. Tolong serahkanlah takhta Anda kepada saya, dan Anda, Raja, jadilah pelayan saya.' Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'Tubuhku, kekayaanku, permata dan juga jabatanku, adalah semua gejala kejadian yang tidak abadi dan menuju peluruhan. Sekarang saya dalam usia terbaik, kaya-raya, menguasai seluruh dunia. Karena pengemis ini telah muncul, saya akan menggunakan gejala kejadian yang fana ini untuk mencari dharma yang abadi.' Dengan pikiran ini, Dia memberikan segalanya kepada orang itu dan melayaninya dengan penuh hormat tanpa menyesal. Inilah yang dinamakan berdana kekayaan dalam dan luar."

"Kulaputra apa itu berdana sepenuhnya dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika di usia terbaiknya, dengan tubuh yang sempurna, dipenuhi dengan semua tanda kemuliaan, terhiasi dengan bunga-bunga yang indah dan pakaian yang unggul, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, pada satu waktu, para orang miskin yang tidak terhitung banyaknya datang dan berkata, 'Maha Cakravartin, ketenaran Anda menyebar dan terdengar di seluruh sepuluh penjuru, dan kami telah datang karena nama baik Anda. Kami semua memiliki permintaan dan berharap Anda akan berbelas-kasih mengabulkannya.' Kemudian para orang miskin itu meminta beranekaragam kepada Cakravartin : ada yang meminta negara, istri, atau anak, atau tangan dan kaki, darah, daging, jantung, paru-paru, kepala, mata, sumsum, dan otak. Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'Semua yang dicintai pada akhirnya pasti berpisah dan tiada menguntungkan makhluk hidup. Sekarang saya ingin meninggalkan semua kemelekatan, dan menggunakan segala sesuatu ini yang pada akhirnya pasti lenyap untuk mengabulkan keinginan para makhluk hidup.' Dengan pikiran ini, Dia memberikan semua yang mereka inginkan tanpa menyesal, ataupun menghina atau jijik terhadap para makhluk hidup itu. Inilah yang dinamakan berdana sepenuhnya."

"Kulaputra apa itu berdana masa lampau dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika mendengar tentang kualitas kebajikan dari para Buddha dan Bodhisattva di masa lampau, tidak melekatinya, Dia menyadari itu tiada keberadaan. Dia tidak membuat pembedaan, tidak serakah, tidak mengidam, tidak mencari. Tidak bergantung pada apapun, Dia melihat gejala kejadian sebagai mimpi, yang tiada zat padat. Dia tidak memikirkan akar kebajikan sebagai keberadaan, dan juga tidak bergantung padanya; Namun, Dia menyempurnakan Buddhadharma dan menjelaskannya demi mengajar dan mengubah para makhluk hidup yang tercengkram kemelekatan. Juga, Dia merenungkan semua gejala kejadian di masa lampau, mencarinya ke seluruh sepuluh penjuru, dan mneyadari bahwa itu tidak bisa dipahami. Setelah merenungkan begitu, Dia sepenuhnya melepaskan semua gejala kejadian di masa lampau. Inilah yang dinamakan berdana masa lampau."

"Kulaputra apa itu berdana masa depan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika mendengar tentang praktek dari para Buddha masa depan, Dia menyadari itu sebagai yang tiada keberadaan; Dia tidak melekati ciri-cirinya, tidak secara khusus senang terlahir di dalam Buddhaksetra, tidak memanjakan diri, tidak melekat, dan namun tidak meremehkannya; Tidak membaktikan kebajikan disana, namun juga tidak mundur dari akar kebajikan, Dia selalu rajin mengolah praktek, tidak pernah menyerah, hanya ingin mengumpulkan para makhluk hidup di dalam alam itu, menjelaskan Dharma kepada mereka, dan menyebabkan mereka menguasai Buddhadharma. Namun gejala kejadian ini tiada lokasi, juga tidak tanpa lokasi. Itu tidak di dalam, juga tidak diluar, tidak dekat, juga tidak jauh. Dia juga berpikir, 'Jika gejala kejadian adalah yang tidak ada, maka saya tidak akan gagal melepaskannya.' Inilah yang dinamakan berdana masa depan."

"Kulaputra apa itu berdana yang terakhir dari Bodhisattva? Yaitu, jika para mahluk hidup yang sangat banyak ada yang tidak punya mata, ada yang tidak punya telinga, ada yang tidak punya hidung, atau lidah, atau tangan, atau kaki, datang kepada sang Bodhisattva dan berkata, 'Tubuhku cacat, indera rusak dan tidak lengkap. Saya berharap Anda berbelas kasih menggunakan upaya-kausalya dan melepaskan milik Anda agar membuat saya lengkap.' Ketika Bodhisattva mendengar ini, Dia segera memberikannya kepada mereka. Bahkan jika karena ini Dia harus bertubuh cacat selama kalpa yang tidak terhitung, namun pikirannya tidak pernah timbul penyesalan."

"Dia hanya merenungkan tubuh ini dari pertama memasuki rahim yang memliki rupa yang kotor, dengan orang indera yang terbentuk, yang lahir, menua, sakit, dan mati. Juga, merenungkan tubuh sebagai yang tidak nyata, tidak senonoh, tanpa kebijaksanaan dan tidak murni, bau, kotor dan tidak bersih. Itu disokong oleh tulang dan bergabung serta ditutupi oleh darah dan daging, dengan sembilan lubang yang terus mengalir dengan kotoran, yang dibenci oleh orang. Setelah merenungkan begitu, Dia tidak menimbulkan satupun pikiran kemelekatan."

"Dia juga berpikir demikian, 'Tubuh ini rapuh, tidak stabil, tidak untuk dilekati, harus diberikan untuk memuaskan keinginan yang lainnya, dan melalui perbuatan ini akan membimbing semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka menjadi tidak melekati tubuh dan pikiran, membuat mereka mengembangkan tubuh kebijaksanaan yang murni.' Inilah yang dinamakan berdana yang terakhir. Inilah yang dinamakan Gudang harta keenam dari Memberi dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Kebijaksanaan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mengetahui bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Dharma dari Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui pengembangan dari Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Nirvana dari Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Dharma dari Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui pengembangan dari Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Nirvana dari Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Dharma dari Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui pengembangan dari Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Nirvana dari Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dengan cara apakah Dia mengetahui hal ini? Dia tahu bahwa kegiatan yang dihasilkan dari karma masa lampau, yang dihasilkan dari sebab dan kondisi, semuanya adalah yang tidak nyata dan kosong, tanpa diri, tanpa wujud, tiada satupun gejala kejadian yang bisa dibuat. Karena ingin menyebabkan para makhluk hidup mengetahui sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian, Dia menjelaskan secara luas kepada mereka. Apa yang dijelaskan-Nya? Dia menjelaskan bahwa semua gejala kejadian tidak bisa dihancurkan. Gejala kejadian apa yang tidak bisa dihancurkan? Bentuk-rupa tidak bisa dihancurkan; perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran tidak bisa dihancurkan; ketidaktahuan tidak bisa dihancurkan. Dharma dari Sravaka tidak bisa dihancurkan; Dharma dari Pratyekabuddha tidak bisa dihancurkan; Dan Dharma dari Bodhisattva tidak bisa dihancurkan; Mengapa begitu? Karena semua gejala kejadian tidak diciptakan, tanpa pencipta, tidak bisa dijelaskan, tiada lokasi, tidak dilahirkan, tiada asal-mula, tidak diberikan, tidak diambil, tidak bergerak, dan tiada fungsi."

"Bodhisattva yang mengembangkan Gudang Kebijaksanaan yang tanpa batas seperti ini, memahami semua gejala kejadian melalui upaya-kausalya yang sedikit, secara spontan memahaminya dengan jelas dan tanpa bergantung para Bodhisattva yang lainnya."

"Gudang Kebijaksanaan yang tidak habis-habisnya ini disebut sebagai yang tidak habis-habisnya karena ia memiliki sepuluh jenis yang tidak habis-habisnya, yaitu :
Karena keterampilan dari Bodhisattva yang terpelajar adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena berhubungan dengan para orang bijaksana adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena menganalisa makna ucapan yang tepat adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena masuk kedalam dharmadhatu yang mendalam adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena hiasan pengetahuan yang satu rasa adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena penghimpunan semua kebajikan tanpa kenal lelah adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena memasuki pintu gerbang dari semua dharani adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena kemampuan membedakan suara ucapan dari semua makhluk hidup adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena kemampuan memotong putus keraguan dan kebingungan dari semua makhluk hidup adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena mewujudkan kekuatan batin dari semua Buddha demi semua makhluk hidup, untuk mengajar, mengubah, dan menjinakkan mereka,
dan menyebabkan mereka mempraktekkan Dharma tanpa gangguan adalah yang tidak habis-habisnya;"

"Inilah yang dinamakan Gudang harta ketujuh dari Kebijaksanaan dari Bodhisattva Mahasattva. Mereka yang tinggal berdiam di dalam Gudang harta ini mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang tidak habis-habisnya, dan mampu membangkitkan semua makhluk hidup."

"Kulaputra, apakah Gudang Perhatian Penuh dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva membuang ketidaktahuan dan kebingungan, mencapai kesadaran penuh. Dia mengingat satu kehidupan masa lampau, dua kehidupan, bahkan sepuluh kehidupan, seratus kehidupan, seribu kehidupan, seratus ribu kehidupan, ratusan ribu masa hidup-Nya yang tidak terhitung di masa lampau, kalpa dari pembentukan, kalpa dari peluruhan, dan kalpa dari pembentukan dan peluruhan. Dan tidak hanya satu kalpa pembentukan, tidak hanya satu kalpa peluruhan, tidak hanya satu kalpa pembentukan dan peluruhan, namun ratusan kalpa, ribuan kalpa, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kalpa yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat nama dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, nama para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat kemunculan dari satu Buddha di dunia dan vyakarana-Nya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kemunculan dari para Bhagavan Buddha di dunia dan vyakarana-Nya yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat kemunculan dari satu Buddha di dunia dan pengajaran Sutra-Nya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kemunculan dari para Bhagavan Buddha di dunia dan pengajaran Sutra-Nya yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan. Sama seperti pengajaran Sutra-Nya, begitu juga dengan Geya, Vyakarana, Gatha, Udana, Nidana, Avadana, Itivuttaka, Jataka, Vaipulya, Adbhuta-dharma, dan Upadesa-Nya."

"Dia mengingat satu Sangha, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sangha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat penjelasan satu Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, penjelasan Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari satu indera, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari indera yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari satu penderitaan, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari penderitaan yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari satu Samadhi, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami Samadhi yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"'Perhatian Penuh (smrti)' ini terdiri dari sepuluh, yaitu : Smrti yang yang hening-tenang tanpa nafsu, yang murni, yang tidak kacau, yang sepenuhnya jelas, yang terpisah dari kotoran batin, yang terpisah dari berbagai macam kotoran batin, yang tanpa noda, yang bercahaya, yang menyenangkan, yang tanpa halangan."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam Smrti ini, tiada satupun dari semua dunia yang bisa mengganggu-Nya. Tiada perbedaan pendapat apapun yang bisa merubah-Nya. Akar kebajikan-Nya yang dari masa lampau seluruhnya termurnikan, Dia tidak terpengaruh atau melekati gejala kejadian duniawi. Para Mara dan Tirthika tidak bisa menghancurkan-Nya. Dia bisa terlahir kembali dalam bentuk-rupa yang berbeda tanpa melupakan apapun. Pembabaran Dharma-Nya adalah yang tidak habis-habisnya diseluruh masa lampau, sekarang, dan masa depan. Tinggal berdiam bersama dengan para makhluk hidup di semua dunia tanpa pernah membuat kesalahan. Memasuki perkumpulan majelis di Bodhimanda dari semua Buddha tanpa rintangan, dan mampu berhubungan dengan semua Buddha. Inilah yang dinamakan Gudang harta kedelapan dari Perhatian Penuh dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Pemeliharaan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mempertahankan ajaran dari para Buddha, ungkapannya, maknanya, prinsipnya, tanpa melupakan atau menghilangkannya selama satu kehidupan, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, masa kehidupan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan nama dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, nama para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan. Dia mempertahankannya selama satu kalpa, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kalpa yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan vyakarana dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, vyakarana dari para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan satu Sutra, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sutra yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan satu Sangha, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sangha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan penjelasan satu Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, penjelasan Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan berbagai macam sifat alami dari indera yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan berbagai macam sifat alami dari penderitaan yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan berbagai macam sifat alami dari satu Samadhi, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami Samadhi yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Kulaputra, Gudang Pemeliharaan ini adalah yang tanpa batas, sulit diselesaikan, sulit mencapai kedalamannya, sulit didekati, tidak bisa dikuasai. Itu adalah yang tidak terukur dan tanpa batas, yang tidak habis-habisnya, dan berkekuatan besar. Itu adalah keadaan dari Buddha, yang hanya sang Buddha yang bisa memahaminya. Inilah yang dinamakan Gudang harta kesembilan dari Pemeliharaan dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Kefasihan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang mendalam, mengetahui kenyataan yang sesungguhnya, secara luas menjelaskan segala sesuatu kepada para makhluk hidup tanpa bertentangan dengan Sutra dari semua Buddha. Dia menjelaskan satu bagian Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, bagian dari Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan nama dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, nama para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dalam cara yang sama, Dia menjelaskan satu dunia, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, banyak dunia yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan vyakarana dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, vyakarana dari para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan satu Sutra, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sutra yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan satu Sangha, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sangha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan satu Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan berbagai macam sifat alami dari satu indera yang tidak terhitung banyaknya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan berbagai macam sifat alami dari satu penderitaan yang tidak terhitung banyaknya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan berbagai macam sifat alami dari satu Samadhi, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami Samadhi yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Mungkin Dia menjelaskannya selama satu hari, atau selama dua minggu, atau selama sebulan, atau selama seratus tahun, atau selama seribu tahun, atau selama seratus ribu tahun, atau selama satu kalpa, atau selama seratus kalpa, atau selama seribu kalpa, atau selama seratus ribu kalpa, atau selama satu milyar nayuta kalpa, atau selama yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kalpa yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan. Jumlah dari kalpa itu bisa dihabiskan, namun makna dan prinsip dalam satu kata dan ucapannya adalah yang sulit dihabiskan."

"Mengapa begitu? Karena Bodhisattva telah mengembangkan sepuluh jenis gudang harta yang tidak habis-habisnya ini, dan bisa memahami semua gejala kejadian; Cara dari konsentrasi Dharani menjadi jelas dipahami oleh-Nya, yang mencakup jutaan Dharani yang tidak terhitung banyaknya. Setelah mencapai penguasaan pikiran dari Dharani ini, Dia bisa secara luas menjelaskan gejala kejadian kepada para makhluk hidup melalui cahaya Dharma. Ketika berkhotbah, dengan lidah samanta, Dia menghasilkan suara yang menakjubkan yang meliputi semua dunia di sepuluh penjuru, memuaskan semuanya sesuai dengan indera dan sifat alami mereka, sehingga pikiran mereka menjadi bahagia dan terbebas dari jeratan noda dari semua penderitaan."

"Kekuatan kecerdasan dan penjelasan dari Bodhisattva mampu memasuki semua ungkapan bahasa, yang diucapkan dan yang tertulis, menyebabkan semua makhluk hidup meneruskan silsilah benih Buddha. Kemurnian pikirannya berlanjut, dan Dia menjelaskan Dharma tanpa henti melalui cahaya Dharma, tanpa kenal lelah."

"Mengapa begitu? Karena Bodhisattva telah mengembangkan tubuh tanpa batas yang luasnya seperti ruang angkasa, meliputi dharmadhatu. Inilah yang dinamakan Gudang harta kesepuluh dari Kefasihan dari Bodhisattva Mahasattva."

"Gudang harta ini adalah yang tidak habis-habisnya, tidak bisa hancur, tidak bisa diganggu, tidak berubah, tanpa halangan, tanpa kemunduran. Itu sangatlah mendalam, tanpa akhir, dan sulit dimasuki. Itu menuju ke pintu dari semua Buddhahdarma."

"Sepuluh Gudang Harta yang tidak habis-habisnya ini memiliki sepuluh jenis kualitas yang tidak habis-habisnya, yang membuat Bodhisattva pada yang tertinggi mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Apakah sepuluh itu? Yaitu, menguntungkan semua makhluk hidup; terampil mengabdikan ikrar mulanya; praktek tanpa henti disepanjang seluruh kalpa; pikiran bodhi yang tanpa batas yang menghabiskan seluruh alam ruang angkasa; pengabdiannya melibatkan perjuangan namun tiada kemelekatan; dengan sekejap satu pikiran mencakup gejala kejadian yang tanpa batas; pikiran dari Maha Pranidhana-Nya tidak pernah berubah; terampil berkonsentrasi dalam semua Dharani; dilindungi oleh semua Buddha; memahami semua gejala kejadian sebagai yang sama seperti ilusi. Inilah sepuluh kualitas yang tidak habis-habisnya yang bisa membuat yang melaksanakannya di semua dunia mencapai Maha Gudang Harta Tertinggi Yang Tidak Habis-Habisnya."

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:08 Sep 2019, 21:53
by ajita
Image
Lien Hua Guan Shi Yin Pusa Mohosa

Image
Padmapani Bodhisattva Mahasattva

Bab 23
Tusitarohana parivartah


"Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan sang Tathagata, di dalam setiap benua Jambudvipa dari semua sistem dunia di sepuluh penjuru, terlihat sang Tathagata sedang duduk di bawah pohon Bodhi, di setiap tempat itu ada para Bodhisattva yang menerima kekuatan sang Buddha, sedang menjelaskan Dharma, semuanya berpikir hanya Mereka yang sedang berhadapan dengan sang Buddha di saat itu."

"Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan kembali melalui kekuatan batin-Nya, tanpa melangkahkan kaki-Nya meninggalkan pohon Bodhi dan istana Suyama di atas puncak Sumeru, naik keatas menuju Istana Yang Terhiasi Permata di surga kebahagiaan Tusita. Raja surga Tusita, melihat sang Buddha sedang datang dari jauh, dengan kekuatan magis menciptakan Tahta Singa dari tumpukan permata didalam istananya; Simhasana itu dibuat dari himpunan permata surga yang diperoleh dari akar kebajikan yang diolah di masa lampau, diwujudkan oleh kekuatan batin dari semua Buddha, dilahirkan dari ratusan ribu juta nayuta jenis akar kebaikan, diciptakan oleh Dharma yang murni dari semua Buddha, dihiasi oleh kekuatan kebajikan yang tanpa batas. Karena dihasilkan dari karma yang murni, itu tidak bisa dihancurkan, menggembirakan semua yang melihatnya tanpa henti. Kualitasnya yang sukar dipahami tidak terpengaruh duniawi. Walaupun semua makhluk hidup datang menatapnya, tiada seorangpun yang bisa mengukur sampai habis kemuliaannya. Ada seratus ribu nayuta tingkat perhiasan yang berkilau, seratus ribu nayuta jaring emas yang menutupinya, seratus ribu nayuta tirai bunga yang menutupinya, seratus ribu nayuta tirai permata, seratus ribu nayuta tirai karangan bunga, dan seratus ribu nayuta tirai wewangian. Karangan bunga bergantungan, kewangiannya menyebar kesemua penjuru. Ada seratus ribu nayuta kanopi dari bunga, seratus ribu nayuta kanopi dari karangan bunga, dan seratus ribu nayuta kanopi dari permata, yang di pegang oleh berbagai macam Deva yang berjajar dalam barisan di semua empat penjuru. seratus ribu nayuta jubah permata tersebar diatasnya. Seratus ribu nayuta balkon yang bersinar menghiasinya, dengan seratus ribu nayuta jaring mutiara dan seratus ribu nayuta jaring permata menutupi atasnya, sedangkan seratus ribu nayuta jaring kalung digantung di seluruh empat sisi. Seratus ribu nayuta jaring perhiasan, seratus ribu nayuta jaring kanopi, seratus ribu nayuta jaring jubah, dan seratus ribu nayuta jaring kain permata digantung diatas. Seratus ribu nayuta jaring bunga teratai permata yang mekar sempurna dengan cahaya yang agung, seratus ribu nayuta jaring dupa dengan wewangian yang sangat istimewa menyenangkan semua orang, seratus ribu nayuta tirai lonceng permata bergoyang pelan menghasilkan suara yang indah, seratus ribu nayuta tirai candana permata yang wanginya mengharumkan udara, seratus ribu nayuta tirai bunga permata yang mekar sempurna, seratus ribu nayuta tirai pakaian dari beranekaragam warna yang indah, yang jarang ditemukan di dunia, seratus ribu nayuta tirai yang memperlihatkan para Bodhisattva, seratus ribu nayuta tirai yang beranekaragam corak, seratus ribu nayuta tirai emas, seratus ribu nayuta tirai lapis lazuli, dan seratus ribu nayuta tirai dari berbagai jenis permata, semuanya digantung diatas."

"Seratus ribu nayuta tirai dari semua permata terhiasi dengan Maha Cintamaniratna, dan seratus ribu nayuta bunga dari permata yang sangat indah disekeliling dalam susunan yang indah. Seratus ribu nayuta tirai yang berkilau, yang sangat indah, ditempatkan berselang-seling. Seratus ribu nayuta karangan bunga dari permata dan seratus ribu nayuta karangan bunga dari wewangian digantung di seluruh empat sisi. Seratus ribu nayuta wewangian surga menyebar mengharumkan semua. Seratus ribu nayuta hiasan dari perhiasan surga, seratus ribu nayuta perhiasan dari bunga permata, seratus ribu nayuta perhiasan permata dari tambang yang paling bagus, seratus ribu nayuta perhiasan dari cintamaniratna, dan seratus ribu nayuta perhiasan dari Cintamani yang berasal dari lautan, menghiasi tubuh dari Tahta itu. Seratus ribu nayuta permadani sulam dari permata yang sangat indah terhampar dibawahnya seperti pita. Seratus ribu nayuta jaring brahma dari vajra, seratus ribu nayuta cintamaniratna, dan seratus ribu nayuta harta emas yang sangat indah ditempatkan berselang-seling sebagai hiasan."

"Seratus ribu nayuta permata berkilau dan seratus ribu nayuta vaidurya yang bersinar dan seratus ribu nayuta permata mani yang tidak bisa dihancurkan membentuk jendela; seratus ribu nayuta permata yang berkualitas murni memancarkan warna yang indah, dan seratus ribu nayuta permata dari tambang yang murni dan indah membentuk pintu; seratus ribu nayuta permata bulan sabit yang paling indah di dunia, seratus ribu nayuta Cintamaniraja, seratus ribu nayuta emas jambunada, seratus ribu nayuta permata dari gudang yang murni, dan seratus ribu nayuta permata yang melambangkan kekuasaan, semuanya bercahaya terang menutupi bagian atas; seratus ribu nayuta permata diatur dalam emas putih yang murni dan seratus ribu nayuta permata yang melambangkan gunung sumeru menghiasi tumpukan bunga teratainya."

"Seratus ribu nayuta perhiasan mani, seratus ribu nayuta perhiasan lapis lazuli, seratus ribu nayuta perhiasan ratnaraja, seratus ribu nayuta perhiasan cintamani, seratus ribu nayuta perhiasan cahaya permata, seratus ribu nayuta perhiasan dari beranekaragam tambang permata, seratus ribu nayuta perhiasan zonamani yang sangat menyenangkan dipandang, seratus ribu nayuta perhiasan permata dari harta dengan bentuk dan warna yang tanpa batas, seratus ribu nayuta perhiasan dari permata yang tiada bandingan yang sangat munri, dan seratus ribu nayuta perhiasan dari permata yang kecemerlangan terbaik, semuanya di gantung di seluruh sekeliling sebagai hiasan."

"Seratus ribu nayuta hiasan dari permata yang indah dan langka, seratus ribu nayuta permata yang berbentuk deva yang sangat indah, seratus ribu nayuta wewangian yang sangat baik dari sepuluh penjuru, seratus ribu nayuta dupa candana hitam, seratus ribu nayuta wewangian dari alam yang tidak terbayangkan, seratus ribu nayuta wewangian yang paling unggul, dan seratus ribu nayuta dupa yang sangat menyenangkan, semuanya memancarkan udara yang wangi, yang mengharumkan sepuluh penjuru. Seratus ribu nayuta dupa khusus yang disebarkan di seluruh sepuluh penjuru; seratus ribu nayuta wewangian dari cahaya murni yang mengharumkan para makhluk hidup; seratus ribu nayuta dupa beraneka warna tanpa batas yang mengharumkan semua Buddhaksetra, yang tidak pernah memudar; seratus ribu nayuta parfum, seratus ribu nayuta aroma wangi, seratus ribu nayuta dupa menyala yang mengharumkan semua. Seratus ribu nayuta parfum gaharu dari tumpukan bunga teratai menghasilkan suara yang besar, seratus ribu nayuta hembusan wewangian dengan kekuatan yang mengubah pikiran para makhluk hidup, dan Seratus ribu nayuta wewangian dengan kekuatan Bodhi menyebar meliputi semua, menyebabkan semua indera dari mereka yang menyadarinya menjadi hening-tenang dan tanpa nafsu. Juga, ada seratus ribu nayuta beraneka hiasan wewangian yang tiada banding, Raja diantara wewangian."

"Ada berhujanan seratus ribu nayuta awan bunga-bunga surga, seratus ribu nayuta awan wewangian surga, seratus ribu nayuta awan bubuk dupa surga, seratus ribu nayuta awan bunga teratai biru surga, seratus ribu nayuta awan bunga teratai merah surga, seratus ribu nayuta awan bunga teratai putih surga, seratus ribu nayuta awan bunga mandarava surga, seratus ribu nayuta awan dari semua jenis 'bunga surga (divya-puspa)', seratus ribu nayuta awan jubah surga, seratus ribu nayuta awan permata surga, seratus ribu nayuta awan kanopi surga, seratus ribu nayuta awan bendera surga, seratus ribu nayuta awan mahkota surga, seratus ribu nayuta awan perhiasan surga, seratus ribu nayuta awan karangan bunga surga, seratus ribu nayuta awan kalung permata surga, seratus ribu nayuta awan dupa candana surga, dan seratus ribu nayuta awan dupa gaharu surga."

"Ada digantung seratus ribu nayuta spanduk permata, seratus ribu nayuta panji permata, seratus ribu nayuta pita permata; ada seratus ribu nayuta dupa yang menyala; ada seratus ribu nayuta karangan bunga permata yang disebarkan; ada diangkat seratus ribu nayuta kipas permata, seratus ribu nayuta kipas emas; ada digantung seratus ribu nayuta jaring lonceng permata yang menghasilkan suara yang sangat indah ketika di hembus angin; ada seratus ribu nayuta birai permata yang mengelilingi tahta itu, seratus ribu nayuta pohon palem permata tersusun berbaris; ada seratus ribu nayuta jendela berbingkai permata yang sangat indah terbuat dari hiasan yang menakjubkan; ada seratus ribu nayuta pohon permata yang menaungi seluruh sekeliling; ada seratus ribu nayuta menara permata yang menghiasi selatan hingga utara dan timur hingga barat; ada seratus ribu nayuta pintu yang dihiasi dengan karangan bunga; ada seratus ribu nayuta lonceng emas yang menghasilkan musik yang indah; ada seratus ribu nayuta perhiasan berbentuk simbol bertanda baik yang menghiasi dalam susunan yang agung; ada seratus ribu nayuta manivarman yang mampu menyingkirkan semua mara, seratus ribu nayuta anyaman emas dari jalinan benang emas, seratus ribu nayuta payung permata dengan pegangannya terbuat dari permata diangkat dalam barisan, dan seratus ribu nayuta jaring dari semua jenis perhiasan permata yang tersusun berselang-seling."

"Ada seratus ribu nayuta permata cemerlang yang memancarkan beranekaragam cahaya; ada seratus ribu nayuta sinar cahaya yang menerangi semua; ada seratus ribu nayuta suryamani dan seratus ribu nayuta candramani, yang semuanya membentuk himpunan permata yang berwarna tanpa batas; ada seratus ribu nayuta api wangi yang bersinar dengan cahaya mani yang terang; ada seratus ribu nayuta tumpukan bunga teratai yang bermekaran sangat indah; ada seratus ribu nayuta jaring permata, seratus ribu nayuta jaring bunga, dan seratus ribu nayuta jaring dupa yang menutupi atas."

"Ada seratus ribu nayuta jubah permata, seratus ribu nayuta jubah nilamani, seratus ribu nayuta jubah kuning dewa, seratus ribu nayuta jubah merah dewa, seratus ribu nayuta jubah dewa yang langka, seratus ribu nayuta jubah dewa yang luar biasa terbuat dari beranekaragam maniratna, seratus ribu nayuta jubah yang wangi, seratus ribu nayuta jubah yang terbuat dari semua maniratna, dan seratus ribu nayuta jubah putih yang murni, semuanya itu disebarkan dengan teliti, menyenangkan semua yang melihatnya."

"Ada seratus ribu nayuta bendera dari lonceng surga dan seratus ribu nayuta bendera dari jala emas yang menghasilkan suara yang indah. Ada seratus ribu nayuta bendera dari sulaman surga yang mengandung semua warna, seratus ribu nayuta bendera wangi yang ditutupi dengan jaring wewangian, seratus ribu nayuta bendera bunga yang menurunkan hujan semua jenis bunga, seratus ribu nayuta bendera dari pakaian yang mengikuti jubah yang sangat indah, seratus ribu nayuta bendera permata surga yang bertabur semua jenis permata, seratus ribu nayuta bendera perhiasan surga yang terhiasi dengan segala cara penghiasan, seratus ribu nayuta bendera karangan bunga surga dengan karangan bunga dari beranekaragam jenis bunga yang tersusun di empat penjuru, seratus ribu nayuta bendera kanopi dengan lonceng permata yang berbunyi selaras, menyenangkan semua yang mendengarnya."

"Ada seratus ribu nayuta keong surga yang menghasilkan suara yang menakjubkan, seratus ribu nayuta genderang surga yang menghasilkan bunyi dentuman yang besar, seratus ribu nayuta seruling surga yang menghasilkan suara yang halus, seratus ribu nayuta gendang surga yang menghasilkan suara keras yang indah, seratus ribu nayuta alat musik yang dimainkan serentak, seratus ribu nayuta gandharva menghasilkan suara indah yang memenuhi semua Buddhaksetra, seratus ribu nayuta musik surga ajaib yang bunyinya seperti gema, yang menanggapi segala sesuatu, seratus ribu nayuta gendang surga menghasilkan suara yang menakjubkan saat di pukul, seratus ribu nayuta jenis musik surga ajaib yang menghasilkan keselarasan yang spontan, dan seratus ribu nayuta himpunan surga yang menghasilkan musik menakjubkan yang memadamkan semua penderitaan."

"Ada seratus ribu nayuta suara menyenangkan yang memuji 'menyumbang (Dana)'; seratus ribu nayuta suara yang meliputi semua yang memuji 'menolong (upakriya)'; seratus ribu nayuta suara yang sangat mendalam yang memuji 'cara terampil (upaya-kausalya)'; seratus ribu nayuta suara halus yang memuji 'buah dari perbuatan Buddha (Buddhacarya-phala)'; seratus ribu nayuta suara lembut yang memuji 'Dharma yang sesuai dengan kenyataan'; seratus ribu nayuta suara Dharma tanpa rintangan yang memuji 'praktek para Buddha masa lampau'; seratus ribu nayuta suara murni yang memuji 'pemujaan kepada para Buddha di masa lampau'; seratus ribu nayuta suara Dharma yang memuji 'keberanian tertinggi dari para Buddha'; seratus ribu nayuta suara tanpa batas yang memuji 'kebajikan Bodhisattva yang tanpa batas'; seratus ribu nayuta suara dari Bodhisattvabhumi yang memuji 'pengungkapan praktek yang sesuai dengan semua Bodhisattvabhumi'; seratus ribu nayuta suara tanpa halangan yang memuji 'kebajikan Buddha yang tanpa akhir'; seratus ribu nayuta suara selaras yang memuji 'praktek melihat Buddha'; seratus ribu nayuta suara tentang Dharma yang sangat mendalam yang memuji 'prinsip yang sesuai dengan pengetahuan yang tanpa hambatan terhadap semua gejala kejadian'; seratus ribu nayuta suara besar yang memenuhi semua Buddhaksetra; seratus ribu nayuta suara murni tanpa rintangan yang menyebabkan semua bergembira sesuai dengan kecenderungan masing-masing; seratus ribu nayuta suara dari tiada menghuni di triloka yang menyebabkan semua pendengar secara mendalam memasuki sifat alami dari kenyataan; seratus ribu nayuta suara kegembiraan yang menyebabkan pikiran dari semua pendengar menjadi tanpa halangan dengan keyakinan mendalam dan hormat; seratus ribu nayuta suara dari Buddhadhatu yang mengungkapkan makna dari segala sesuatu; seratus ribu nayuta suara dari dharani yang menjelaskan perbedaan dari semua ajaran, yang secara pasti mengandung harta rahasia dari para Tathagata; seratus ribu nayuta suara dari semua Dharma, yang lembut dan menyenangkan, menyelaraskan semua musik."

"Ada seratus ribu nayuta Bodhisattva baru yang bersemangat, yang segera setelah melihat tahta ini, melipatgandakan tekad Mereka untuk Sarvajnajnana; seratus ribu nayuta Bodhisattva mengolah Bhumi, pikiran Mereka murni dan bergembira; seratus ribu nayuta Bodhisattva berlatih, pemahaman Mereka murni dan jelas; seratus ribu nayuta Bodhisattva ksatria mulia, tinggal berdiam dalam semangat tertinggi; seratus ribu nayuta Bodhisattva dilengkapi dengan upaya-kausalya, mejalankan Mahayana; seratus ribu nayuta Bodhisattva dalam kediaman dari Samyak-smrti, dengan rajin mengolah jalan dari semua Bodhisattva; seratus ribu nayuta Bodhisattva Avaivartika memurnikan semua Bodhisattvabhumi; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang muda sifat alaminya mencapai cahaya samadhi dari semua Bodhisattva; seratus ribu nayuta Bodhisattva kumarabhuta memasuki wilayah dari semua Buddha yang tidak terbayangkan; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah di abhiseka mampu mewujudkan Dasa-bala dari para Tathagata yang tidak terbatas; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah menguasai Rddhi; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang berpemahaman murni; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan Bodhicitta; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan keyakinan mendalam yang tidak bisa dihancurkan; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjelaskan makna Dharma, menyebabkan kepastian pengetahuan; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan samyak-smrti yang tidak terganggu; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan pengetahuan pasti; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan kekuatan mempertahankan apa yang di dengar, mempertahankan semua Buddhadharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva menghasilkan Mahajnanaprajna yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Bodhisattva tinggal berdiam di dalam indera keyakinan; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Sila Paramita sepenuhnya menjaga semua Sila; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Dana Paramita mampu menyumbang segalanya; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Ksanti Paramita pikirannya tidak mengembara dan mampu menerima semua Buddhadharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Virya Paramita mampu mengemban usaha pembebasan yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Dhyana Paramita dikarunia dengan cahaya cemerlang dari dhyana yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Prajna Paramita, cahaya kebijaksanaan Mereka mampu menyinari semua; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah menyempurnakan Maha Pranidhana, semuanya murni; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai lampu pengetahuan, dengan jelas menyinari Dharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva disinari dengan cahaya Dharma dari para Buddha di sepuluh penjuru; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjelaskan jalan menyingkirkan ketidaktahuan di seluruh sepuluh penjuru; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang memasuki semua Buddhaksetra; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang Dharmakaya mereka mencapai semua Buddhaksetra; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai suara Buddha dan mampu membangkitkan orang banyak; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai upaya-kausalya menghasilkan semua pengetahuan; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah menyelesaikan semua aspek Dharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai pengetahuan yang sejati, sama seperti panji permata, mampu menjelaskan semua Buddhadharma; Dan seratus ribu nayuta Bodhisattva mampu sepenuhnya mengungkapkan alam Buddha."

"Ada seratus ribu nayuta Raja Deva dari beranekaragam surga mensujudkan diri mereka dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja Naga menatap tanpa bergerak; seratus ribu nayuta Raja Yaksha menggabungkan telapak tangan beranjali diatas kepala mereka; seratus ribu nayuta Raja Gandharva mengembangkan pikiran keyakinan yang murni; seratus ribu nayuta Raja Asura memotong putus kesombongan mereka; seratus ribu nayuta Raja Garuda mengangkat panji di mulut mereka; seratus ribu nayuta Raja Kinnara menari dengan penuh gembira; seratus ribu nayuta Raja Mahoraga menatap dengan gembira; seratus ribu nayuta Pemimpin dunia membungkuk dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja surga Trayastimsa menatap tanpa berkedip; seratus ribu nayuta Raja surga Suyama dengan gembira menyanyikan pujian; seratus ribu nayuta Raja surga Tusita mensujudkan tubuh mereka; seratus ribu nayuta Raja surga Nirmanarati membungkukkan kepala mereka ke lantai dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja surga Paranirmitavasavarti menggabungkan telapak tangan beranjali dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja surga Brahma menatap dengan satu pikiran; seratus ribu nayuta Raja Deva berkekuatan besar dengan hormat membuat pemujaan; seratus ribu nayuta Bodhisattva menyanyikan pujian dengan nyaring; seratus ribu nayuta Devi dengan satu pikiran membuat pemujaan; seratus ribu nayuta Devata dengan cita-cita yang sama menari dengan gembira; seratus ribu nayuta Deva yang hidup di tempat yang sama dalam jaman dahulu menyanyikan pujian dengan suara yang indah; seratus ribu nayuta Deva Brahmakayika mensujudkan diri mereka dengan hormat; seratus ribu nayuta Deva Brahmapurohita menggabungkan telapak tangan beranjali di mahkota mereka; seratus ribu nayuta Deva Brahmaparsadya berputar di sekeliling sebagai penjaga; seratus ribu nayuta Deva Mahabrahma menyanyikan pujian tentang kebajikan yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Deva dari surga Abhana menjatuhkan diri mereka ke lantai; seratus ribu nayuta Deva dari surga Parittabha menyanyikan pujian tentang sulitnya menjumpai kemunculan seorang Buddha di dunia dalam kalpa; seratus ribu nayuta Devata dari surga Apramanabha membungkuk kepada sang Buddha dari jauh; seratus ribu nayuta Devata dari surga Abhasvara menyanyi tentang langkanya menemui seorang Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari alam Subhakin datang kesini bersama dengan gedung rumah mereka; seratus ribu nayuta Devata dari surga Parittasubha membungkukkan kepala mereka dengan pikiran yang murni; seratus ribu nayuta Devata dari surga Apramanasubha turun dengan keinginan melihat sang Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari surga Subhakrtsna datang dengan penuh hormat membuat pemujaan; seratus ribu nayuta Devata dari alam Brhat merenungkan akar kebajikan masa lampau; seratus ribu nayuta Devata dari surga Parittabrihat merenungkan kelangkaan sang Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari surga Apramanabrihat dengan perhatian pasti, memulai semua perbuatan baik; seratus ribu nayuta Devata dari surga Brihatphala membungkuk dengan hormat; seratus ribu nayuta Devata dari surga Avrha membungkuk penuh hormat dengan keyakinan kukuh dan tetap; seratus ribu nayuta Devata dari surga Atapa menggabungkan telapak tangan beranjali dan merenungkan sang Buddha tanpa kenal lelah; seratus ribu nayuta Devata dari surga Sudrsa membungkukkan kepala mereka ke lantai; seratus ribu nayuta Devata dari surga Sudarsana terus bermeditasi pada memuja dan melayani para Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari surga Akanistha membungkuk dengan penuh hormat."

"Ada seratus ribu nayuta devata dari beranekaragam surga menyanyikan pujian dengan kegembiraan besar; seratus ribu nayuta devata semuanya dengan teliti menimbang dan membuat hiasan; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjaga tahta sang Buddha, tanpa henti memperindahkannya; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa bunga menurunkan hujan semua jenis bunga; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa dupa menurunkan hujan semua jenis dupa wangi; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa karangan bunga menurunkan hujan semua jenis karangan bunga; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa bubuk dupa menurunkan hujan semua jenis bubuk dupa; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa wewangian menurunkan hujan semua jenis wewangian; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa pakaian menurunkan hujan semua jenis pakaian; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa payung menurunkan hujan semua jenis payung; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa spanduk menurunkan hujan semua jenis spanduk; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa panji menurunkan hujan semua jenis panji; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa permata menurunkan hujan semua jenis permata; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa perhiasan menurunkan hujan semua jenis perhiasan."

"Ada seratus ribu nayuta devata datang dari istana mereka menuju Bodhimanda; seratus ribu nayuta devata dengan pikiran berbakti yang murni datang dengan istana mereka; seratus ribu nayuta devata ksatria mendukung tahta itu dengan tubuh mereka; seratus ribu nayuta devata yang berkonsentrasi menopang tahta itu dengan seluruh tubuh mereka."

"Ada seratus ribu nayuta Bodhisattva bermeditasi merenungkan dengan penuh hormat; seratus ribu nayuta Bodhisattva ksatria membangkitkan kemurnian pikiran; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjadi penuh gembira dalam semua indera; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan pikiran keyakinan yang mendalam termurnikan; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan tekad dan keyakinan termurnikan; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan karma termurnikan; seratus ribu nayuta Bodhisattva bisa mengambil kelahiran dengan bebas; seratus ribu nayuta Bodhisattva bersinar dengan cahaya Dharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva menyempurnakan Bodhisattvabhumi; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjadi mampu mengajar dan menaklukkan semua makhluk hidup."

"Dilahirkan dari seratus ribu nayuta akar kebaikan, dilindungi oleh seratus ribu nayuta Buddha, disempurnakan oleh seratus ribu nayuta kebajikan, dimurnikan oleh seratus ribu nayuta cita-cita yang agung, diperindah oleh seratus ribu nayuta Maha Pranidhana, dihasilkan oleh seratus ribu nayuta karma baik, distabilkan oleh seratus ribu nayuta kualitas kebajikan, diwujudkan melalui seratus ribu nayuta kekuatan batin, dikembangkan oleh seratus ribu nayuta pencapaian kebajikan, dipuji dengan seratus ribu nayuta kualitas yang layak dipuji adalah tahta singa itu. Sama seperti di dalam dunia ini sang Raja Deva Tusita dengan hormat menciptakan Simhasana seperti ini untuk sang Tathagata, begitu juga dengan para Raja Deva Tusita di semua dunia menciptakan Simhasana dengan hiasan seperti itu, dengan upacara seperti itu, dengan keyakinan seperti itu, dengan kemurnian pikiran seperti itu, dengan kesenangan seperti itu, dengan kegembiraan seperti itu, dengan kehormatan seperti itu, dengan kelangkaan seperti itu, dengan tarian seperti itu, dengan kasih seperti itu, semuanya sama seperti itu."

"Kemudian Raja Deva Tusita, setelah menciptakan tahta untuk sang Tathagata, dengan hormat menyambut sang Buddha bersama dengan para devata Tusita yang tidak terhitung banyaknya; Dengan pikiran murni, mereka menurunkan hujan awan bunga yang warnanya tidak terhitung, awan dupa yang warnanya tidak terbayangkan, awan karangan bunga yang warnanya beranekaragam, awan besar dari candana yang murni, awan dari beranekaragam payung yang tidak terhitung, awan dari pakaian dewa yang indah, awan permata indah yang tanpa batas, awan dari perhiasan dewa, awan dari semua jenis dupa yang tidak terhitung, awan dari semua jenis candana dan gaharu. Ketika semua devata itu menghasilkan awan-awan ini dari tubuh mereka, seratus ribu nayuta asamkhyeya devata dari surga Tusita, dan juga para devata yang lainnya di dalam perkumpulan majelis itu, sangat bergembira dan membungkuk penuh hormat. Para devi yang tidak terhitung banyaknya menari dengan menanti penuh gembira, menatap sang Tathagata. Di dalam istana surga Tusita, ada kumpulan banyak Bodhisattva yang tidak terbayangkan yang melayang di angkasa, dan dengan virya dan samadhi menghasilkan persembahan yang melampaui semua deva dan memberikannya kepada sang Tathagata, membungkuk dengan penuh hormat, sambil beranekaragam musik yang tidak terhitung semuanya dimainkan secara serentak."

"Kemudian pada saat itu, disebabkan oleh kekuatan batin yang besar dari sang Buddha, disebabkan oleh penembusan akar kebaikan masa lampau-Nya, dan disebabkan oleh kekuatan ajaib-Nya yang tidak terbayangkan, semua deva dan devi di dalam istana Tusita melihat sang Buddha dari jauh terasa seperti berada dihadapan-Nya. Mereka semua memiliki pikiran yang sama : 'Kemunculan sang Tathagata di dunia adalah yang jarang dijumpai, sekarang kami bisa melihat sang Sarvajna, yang memiliki pengetahuan sejati tanpa halangan pada segala sesuatu.' Dengan berpikir begitu, mengamati begitu, bersama-sama dengan kelompok yang lainnya mereka semua menyambut sang Buddha, semuanya melimpahkan jubah deva serta semua jenis bunga, wewangian, permata, perhiasan, candana dan gaharu surga, dupa permata deva, semua bunga wewangian deva, dan bunga Mandarava dari semua surga, disebarkan sebagai persembahan kepada sang Buddha."

"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya devata Tusita melayang di angkasa, semuanya menganggap sang Buddha sebagai alam kebijaksanaan dan pengetahuan, mereka menyalakan semua jenis dupa, menghasilkan awan wangi, menghiasi angkasa. Juga, memikirkan sang Buddha dengan gembira, mereka menurunkan hujan awan bunga surga, menghiasi angkasa. Juga, memikirkan sang Buddha dengan hormat, mereka menurunkan hujan awan kanopi surga, menghiasi angkasa. Juga, ingin membuat persembahan kepada sang Buddha, mereka menyebarkan awan dari semua jenis karangan bunga surga, menghiasi angkasa. Juga, membangkitkan keyakinan teguh kepada sang Buddha, mereka menabur jala emas yang tidak terhitung banyaknya di angkasa, dengan lonceng dari semua jenis permata yang terus-menerus menghasilkan nada yang indah. Juga, dengan merenungkan sang Buddha sebagai 'lapangan kebajikan (Punyaksetra)' yang tertinggi, mereka menghiasi angkasa dengan tirai yang tidak terhitung dan menurunkan hujan awan dari semua jenis permata tanpa henti. Juga, menaruh keyakinan mendalam pada sang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan gedung surga yang tidak terhitung, memainkan semua jenis musik surga, menghasilkan nada yang merdu dan halus. Juga, merenungkan alangkah jarang menjumpai seorang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan awan dari jubah surga semua jenis warna, menurunkan hujan beranekaragam jubah indah yang tiada bandingan. Juga, pikiran mereka melompat dengan kegembiraan yang tanpa batas pada sang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan mahkota permata surga yang tidak terhitung, menurunkan hujan mahkota surga yang tidak terhitung membentuk awan yang besar. Juga, memikirkan kegembiraan besar terhadap sang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan permata beranekaragam warna yang tidak terhitung, tanpa henti menurunkan hujan awan dari semua jenis permata."

"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya devata yang semuanya mengandung keyakinan murni pada sang Buddha, menyebarkan bunga surga beraneka warna yang tidak terhitung dan menyalakan beraneka dupa surga sebagai persembahan kepada sang Buddha. Juga, memikirkan sang Buddha sebagai kemunculan ajaib yang menakjubkan, mereka membawa dupa candana surga beraneka warna yang tidak terhitung banyaknya dan dengan hormat menaburkannya dihadapan sang Buddha. Juga, pikiran mereka melompat dengan kegembiraan pada sang Buddha, mereka mengikuti sang Buddha dengan membawa jubah permata surga beraneka warna dan menyebarkannya di atas jalan sebagai persembahan kepada sang Buddha. Juga, menghormati sang Buddha dengan pikiran yang murni, mereka menyambut sang Buddha dengan membawa panji permata surga beraneka warna yang tidak terhitung. Juga, mengandung kegembiraan tertinggi pada perenungan terhadap sang Buddha, mereka membawa hiasan surga beraneka warna untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha. Juga, membangkitkan keyakinan yang tidak bisa dihancurkan kepada sang Buddha, mereka membawa karangan bunga permata surga yang tidak terhitung untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha. Juga, kegembiraan yang tiada bandingan dalam merenungkan sang Buddha, mereka membawa bendera panjang permata surga beraneka warna yang tidak terhitung untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha."

"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya devata dengan pikiran yang tenang dan terjinakkan, yang terbebas dari pemanjaan diri, membawa tidak terhitung beranekaragam alat musik surga yang menghasilkan nada yang mulia untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha."

"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya Bodhisattva yang sudah tinggal berdiam di dalam istana surga Tusita, dengan persembahan yang melampaui semua yang dari para deva itu, yang dihasilkan dari Dharma yang melampaui kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu, yang dihasilkan dari pengetahuan luas yang tanpa batas, yang dikembangkan dari keyakinan murni yang kukuh, yang dihasilkan dari karma yang terbebas dari kekotoran batin, yang dihasilkan dari pikiran yang meliputi semua tanpa halangan, yang dihasilkan dari prinsip mendalam dari upaya-kausalya, yang dihasilkan dari akar kebaikan yang tidak terbayangkan, yang disempurnakan dengan pertunjukkan upaya-kausalya yang tidak terhitung, yang diungkapkan dari keinginan untuk membuat persembahan kepada sang Buddha, yang Mudra-nya adalah Dharma tentang 'yang tidak diciptakan (anutpada)', persembahan ini diberikan kepada sang Buddha. Mereka mempersembahkan kepada sang Buddha payung dari semua zat permata yang dilahirkan dalam paramita, tirai dari semua jenis bunga yang dilahirkan dari pemahaman yang murni pada alam dari semua Buddha, semua jenis pakaian yang dilahirkan dari 'kesabaran menerima gejala kejadian sebagai yang tidak dihasilkan (anutpattikadharmaksanti)', semua jenis jaring lonceng yang dilahirkan dari pikiran yang tanpa rintangan memasuki keadaan yang tidak bisa dihancurkan, semua jenis wewangian padat yang dilahirkan dari pikiran yang memahami semua gejala kejadian sebagai yang sama seperti ilusi, tahta indah yang terbuat dari zat permata yang sangat banyak dari semua Buddha yang dilahirkan dari pikiran yang meliputi semua tahta para Buddha di dalam semua Buddhaksetra, panji dari semua permata yang dilahirkan dari pikiran tanpa kenal lelah membuat persembahan kepada para Buddha, istana dari semua permata tempat tinggal berdiam para Buddha yang dilahirkan dari pikiran bergembira yang memahami semua gejala kejadian adalah yang sama seperti mimpi, awan bunga teratai dari semua permata yang dilahirkan dari akar kebajikan yang tanpa kemelekatan dan dari akar kebajikan yang tidak diciptakan, awan dari semua dupa padat, awan dari bunga semua warna yang tanpa batas, awan dari semua pakaian beraneka warna yang sangat indah, awan dari dupa candana murni yang tidak terbatas, awan dari kanopi permata dengan semua jenis perhiasan, awan dari semua dupa yang menyala, awan dari semua jenis karangan bunga yang indah, awan dari semua jenis hiasan murni, semuanya itu memenuhi dharmadhatu, jangakaunnya hingga melampaui semua surga."

"Para Bodhisattva itu semuanya menghasilkan dari tubuh Mereka seratus ribu nayuta asamkhyeya Bodhisattva yang tidak terbayangkan, memenuhi ruang angkasa dharmadhatu, pikiran Mereka sama dengan semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang; Dengan cara pengembangan Dharma yang terbebas dari angan-angan khayalan dan diperkuat dengan kekuatan yang tidak terbatas dari para Tathagata, Mereka memperlihatkan kepada semua makhluk jalan kedamaian; Dilengkapi dengan banyak ungkapan penuh makna yang tidak terbayangkan, Mereka memasuki benih dari semua Dharani dan Samadhi yang mengandung Dharma yang tidak terbatas, dan menghasilkan gudang kekuatan pengetahuan yang tidak habis-habisnya; pikiran Mereka tanpa takut, memikirkan kegembiraan yang besar, dan dengan pujian kebenaran yang tanpa batas dan tidak terbayangkan Mereka tanpa kenal lelah memuji sang Tathagata."

"Kemudian semua Devata dan Bodhisattva itu melihat sang Tathagata Arhan Samyaksambuddho, sang Vira yang tidak terbayangkan, tubuh-Nya yang tanpa batas dan tidak terhitung mewujudkan banyak Vikurvana yang beraneka ragam perbedaan yang tidak terbayangkan, menyebabkan pikiran dari para makhluk hidup yang tidak terhitung menjadi dipenuhi kegembiraan, meliputi seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, terhiasi dengan perhiasan dari Buddhatva, menyebabkan semua makhluk hidup tinggal bediam di dalam akar kebaikan, menampilkan kekuatan batin yang tidak terbatas dari para Buddha, yang melampaui semua bentuk dari ucapan, yang dikagumi dan dihormati oleh semua Bodhisattva Mahasattva, menyebabkan Mereka semua bergembira sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk diajarkan kepada Mereka, tinggal berdiam di dalam tubuh yang luas dari para Buddha, semua kualitas dan akar kebaikan menjadi termurnikan, yang paling unggul dalam penampilan, yang tidak bisa dilampaui oleh semua orang."

"Wilayah pengetahuan Buddha adalah yang tidak habis-habisnya, yang dilahirkan dari Samadhi yang tiada banding. Tubuh-Nya adalah yang tanpa batas, muncul dimana-mana dalam tubuh semua makhluk hidup. Dia menyebabkan kegembiraan besar kepada para makhluk yang tidak terbatas. Dia menyebabkan silsilah para Sarvajna terus berlanjut tanpa kerusakan. Tinggal berdiam di dalam tempat hunian tertinggi dari para Buddha, terlahir di dalam keluarga para Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, Dia menyebabkan keyakinan dari para makhluk hidup yang tidak terhitung menjadi termurnikan, dan menyebabkan pengetahuan dan kebijaksanaan dari semua Bodhisattva menjadi tersempurnakan. Semua indera-Nya penuh kegembiraan. Awan Dharma-Nya menyelimuti seluruh ruang angkasa dharmadhatu, mengajar dan menjinakkan tanpa kelalaian, memuaskan semua makhluk hidup sesuai dengan pikiran mereka, menyebabkan mereka tinggal berdiam di dalam pengetahuan yang tidak membeda-bedakan. Dia melampaui semua makhluk hidup."

"Setelah mencapai Sarvajnajnana, Dia memancarkan Maha Prabha, menyebabkan akar kebajikan-Nya dari masa lampau menjadi jelas terwujud, Dia membangkitkan tekad besar dalam semua orang dan menyebabkan semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam pengetahuan Samantabhadra yang tidak bisa dihancurkan. Tinggal berdiam dimana-mana di semua ksetra makhluk hidup, terlahir dari Saddharma yang tanpa kemunduran, Dia tinggal berdiam di dalam kesempurnaan kesamaan dharmadhatu. Dengan jelas memahami apa yang sesuai dengan pikiran dari para makhluk hidup, Dia mewujudkan banyak tubuh Buddha yang berbeda-beda dan tidak terbayangkan, yang melampaui kekuatan ucapan duniawi untuk pujian, mampu menyebabkan semuanya selalu memikirkan sang Buddha, memenuhi dharmadhatu, membebaskan jumlah besar para makhluk hidup. Sesuai dengan bantuan yang mereka perlukan, Dia memberikan Dharma kepada mereka, menyebabkan mereka ditenangkan dan keyakinan mereka menjadi murni, mewujudkan bentuk-rupa yang tidak terbayangkan."

"Memandang semua makhluk hidup secara sama, pikiran-Nya tanpa kemelekatan. Dia tinggal berdiam di dalam kediaman yang tanpa halangan dan telah mencapai dasa-bala dari Buddha tanpa rintangan. Pikiran-Nya selalu tenang dan stabil, tidak pernah teralihkan atau terganggu. Tinggal berdiam di dalam Sarvajnajnana, Dia mampu mengungkapkan semua jenis Dharma. Mampu sepenuhnya memasuki lautan pengetahuan yang tanpa batas, Dia menghasilkan harta kebajikan dan kebijaksanaan yang tanpa batas. Dengan matahari Bodhi, Dia terus-menerus menyinari seluruh dharmadhatu."

"Sesuai dengan kekuatan dari Mula Pranidhana-Nya, Dia selalu mewujudkan diri, tidak pernah menghilang, selalu tinggal berdiam di dalam dharmadhatu, tinggal berdiam di dalam kediaman dari para Buddha, tanpa berubah. Dia tanpa kemelekatan pada diri atau kepemilikan. Dia tinggal berdiam dalam keadaan yang melampaui duniawi dan tidak terpengaruh oleh gejala kejadian duniawi. Di dalam semua dunia, Dia mendirikan panji pengetahuan dan kebijaksanaan, pengetahuan-Nya luas dan besar, melampaui dunia, tanpa kemelekatan. Dia menyelamatkan para makhluk hidup dari kesusahan, menempatkan mereka di tingkat kebijaksanaan yang tertinggi. Semua kualitas kebajikan-Nya menguntungkan para makhluk hidup namun tidak pernah habis."

"Dia sepenuhnya mengetahui pengetahuan dan kebijaksanaan dari semua Bodhisattva, keyakinan dan tujuan Mereka, kepastian Mereka mencapai Bodhi. Melalui Maha Karuna, Dia mewujudkan tubuh Buddha dengan hiasan yang tanpa batas. Dengan suara yang menakjubkan, Dia menjelaskan Dharma yang tidak terbatas, memuaskan para makhluk hidup sesuai dengan pikiran mereka. Di masa lampau - masa depan - masa sekarang pikiran-Nya selalu murni. Dia menyebabkan semua makhluk hidup menjadi tidak melekati objek. Dia terus-menerus meramalkan pencapaian Bodhi dari semua Bodhisattva, menyebabkan Mereka memasuki Buddhakula, dilahirkan dalam rumah para Buddha, dan mencapai abhiseka dari para Buddha."

"Dia selalu berkelana di seluruh sepuluh penjuru, tidak pernah beristirahat, tidak pernah mengidam atau melekat pada apapun. Mampu hidup di semua Buddhaksetra di dalam dharmadhatu, Dia mengetahui pikiran dari semua makhluk hidup. Semua kebajikan-Nya adalah yang melampaui duniawi dan yang murni. Tidak tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian, namun Dia muncul diseluruh dunia, sama seperti pantulan. Dia menyinari seluruh dharmadhatu melalui bulan pengetahuan dan menyadari bahwa segala sesuatu adalah yang tidak bisa dipahami. Melalui kebijaksanaan-Nya, Dia terus-menerus menyadari bahwa semua dunia adalah yang sama seperti ilusi, seperti pantulan, seperti mimpi, seperti perbuatan magis, bahwa semuanya adalah pikiran sebagai sifat alami dirinya. Tinggal berdiam dalam cara ini, Dia mewujudkan tubuh Buddha sesuai dengan perbedaan dari akibat karma dari para makhluk hidup, perbedaan kecenderungan pikiran mereka, dan perbedaan indera mereka masing-masing."

"Sang Tathagata selalu berhubungan dengan para makhluk hidup yang tidak terhitung, menjelaskan kepada mereka bahwa segala sesuatu di dunia berasal dari asal-mula yang saling bergantungan. Dia mengetahui bahwa tanda dari semua gejala kejadian adalah yang tanpa tanda, inilah ciri-ciri tunggalnya, dasar dari kebijaksanaan. Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup terlepas dari semua tanda, bentuk-rupa, dan ciri-ciri. Dia memperlihatkan dengan jelas semua sifat alami dan ciri-ciri dari dunia, dengan begitu melampaui dunia; Demi mengungkapkan Anuttara Samyaksambodhi, ingin menyelamatkan semua makhluk hidup, Dia muncul di dunia dan memperlihatkan jalan Bodhi. Dia menyebabkan mereka melihat tubuh Buddha, berkonsentrasi pada itu dan bermeditasi pada itu, dengan rajin mengolah dan mengembangkan diri mereka sendiri untuk melenyapkan penderitaan duniawi, mengolah Bodhisattvacarya dengan pikiran yang tidak tergoyahkan, dan mencapai penyempurnaan semua aspek dari Mahayana, mencapai Buddhaphala."

"Dia mampu mengamati akar kebajikan dari para makhluk hidup, dan tidak membiarkan hasil dari karma murni mereka lenyap. Pengetahuan-Nya jelas dan sempurna memasuki masa lampau - masa depan - masa sekarang, selamanya berpisah dari semua pembedaan duniawi. Dia memancarkan jaring cahaya yang sepenuhnya menyinari semua dunia di sepuluh penjuru."

"Yang melihat-Nya tidak akan pernah bosan menatap kemurnian yang indah dari bentuk-rupa-Nya. Melalui kebajikan besar, pengetahuan, kebijaksanaan, dan kekuatan batin, Dia menghasilkan semua jenis Bodhisattvacarya. Bidang indera-Nya bebas dan sempurna, bundar dan penuh. Mengerjakan perbuatan Buddha, dan ketika selesai mengerjakannya, Dia menghilang."

"Dia mampu memperlihatkan jalan dari semua pengetahuan masa lampau - masa depan - masa sekarang. Untuk para Bodhisattva, Dia menurunkan hujan dharani yang tidak terhitung, menyebabkan Mereka mengembangkan kegembiraan besar, menerimanya, mempertahankannya, dan mempraktekkannya, dan menyempurnakan kebajikan dari semua Buddha, dalam kemuliaan penuh, dengan wujud menakjubkan yang tanpa batas, menghiasinya."

"Dia melihat segala sesuatu di semua dunia, dan selamanya menyingkirkan semua rintangan. Telah mencapai makna sejati yang murni tentang semua kebenaran. Telah mencapai penguasaan kualitas kebajikan, dan adalah sang Maha Dharmaraja, sama seperti matahari menyinari semua. Menjadi Punyaksetra untuk dunia, Dia memiliki kemuliaan, wibawa, dan kebajikan yang besar."

"Dia mewujudkan pancaran tubuh dalam semua dunia, memancarkan cahaya kebijaksanaan, menyebabkan semua menjadi terbangkitkan. Hendak menyebabkan semua makhluk hidup mengetahui kebajikan tanpa batas yang dimiliki sang Buddha, Dia mengambil serban tanpa rintangan, mengikat di kepala-Nya, dan menerima tingkat Buddhatva. Menyesuaikan dengan dunia, Dia membimbing melalui upaya-kausalya, menyenangkan para makhluk dengan tangan kebijaksanaan. Sebagai Maha Bhaisajya, Dia dengan terampil menyembuhkan semua penyakit, mampu pergi ke semua ksetra yang tidak terhitung di semua dunia tanpa istirahat."

"Mata kebijaksanaan-Nya yang murni dan jelas adalah yang terbebas dari semua rintangan, mampu dengan jelas melihat semua. Para makhluk hidup ber-karma buruk Dia jinakkan dalam berbagai cara, menyebabkan mereka memasuki sang Jalan, dengan terampil menggunakan kesempatan yang tepat untuk mendidik dan mengajar mereka, tidak pernah berhenti. Jika para makhluk hidup mengembangkan upeksha, pikiran yang tidak membeda-bedakan, maka Dia akan memperlihatkan kepada mereka ganjaran dari perbuatan yang tidak membeda-bedakan. Sesuai dengan kecenderungan, karma, dan hasil mereka, Dia mewujudkan beranekaragam kekuatan batin dari tubuh Buddha kepada mereka, untuk menjelaskan Dharma dan membangkitkan mereka, agar mereka bisa mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan dari Dharma, dan agar pikiran dan indera mereka bergembira, agar mereka melihat para Buddha yang tidak terhitung, mengembangkan keyakinan yang mendalam, dan menghasilkan akar kebajikan, tanpa kemunduran."

"Semua makhluk hidup, sesuai dengan keterlibatan dan jebakan karma mereka, tertidur selamanya dalam kelahiran dan kematian; Sang Tathagata, muncul di dunia, bisa membangunkan mereka semua, menghibur pikiran mereka, dan menyebabkan mereka menjadi tanpa takut. Semua yang melihat-Nya Dia buat menjadi menyadari pengetahuan yang bebas tentang kebenaran. Dengan pengetahuan dan upaya-kausalya Dia memahami dunia tujuan. Tanda-Nya yang indah dan perhiasan-Nya tidak bisa digelapkan. Gunung kebijaksanaan dan ajaran-Nya seluruhnya termurnikan."

"Kadang-kadang Dia mewujudkan diri sebagai Bodhisattva, Kadang-kadang Dia muncul sebagai Buddha, menyebabkan semua makhluk hidup tiba di alam tanpa kesedihan. Terhiasi dengan kebajikan yang tidak terhitung, dibangun dari karma terapan, Dia muncul di dunia. Hiasan dan kemurnian dari semua Buddha terselesaikan melalui pekerjaan dari Sarvajnajnana."

"Selalu menjaga Mula Pranidhana-Nya, Dia tidak meninggalkan dunia, menjadi Dermawan yang kukuh bagi para makhluk hidup. Cahaya-Nya yang murni dan tertinggi menjadikan diri-Nya terlihat oleh semua makhluk hidup. Melalui kekuatan batin, sang Buddha selalu mengikuti para makhluk hidup dari enam alam keberadaan duniawi, yang tanpa batas dan tidak terhitung, tidak pernah meninggalkan mereka. Jika ada yang telah menanam akar kebajikan di masa lampau, Dia membuat mereka semua menjadi termurnikan, namun tanpa berhenti dari Mula Pranidhana-Nya terhadap semua makhluk hidup dari 'enam alam keberadaan duniawi (saddhatu : alam neraka, alam hantu kelaparan, alam binatang, alam manusia, alam asura, alam dewa)'. Dia tidak menipu seorangpun, secara tepat berhubungan dengan mereka dalam jalan kebajikan, menyebabkan mereka mempraktekkan karma yang murni dan menghentikan pertikaian."

"Dari alam yang tanpa rintangan, Dia menghasilkan Maha Bala. Tiada apapun yang menghalangi gudang cahaya-Nya yang tertinggi. Dia mewujudkan pantulan dalam alam dari pikiran yang murni, dimana semua dunia melihat. Dia memberikan banyak beranekaragam Dharma kepada para makhluk hidup. Sang Buddha adalah gudang cahaya yang tanpa batas; Kekuatan, pengetahuan, dan kebijaksanaan-Nya adalah yang sepenuhnya sempurna. Dia terus menyinari semua makhluk hidup dengan Maha Prabha, menyebabkan mereka semua terkabul sesuai dengan cita-cita mereka. Melampaui semua kebencian, Dia adalah 'lapangan kebajikan tertinggi (Parama Punya-ksetra)', yang diandalkan oleh semua makhluk hidup; Jika ada yang berdana, Dia menyebabkan mereka menjadi murni, dan menerima berkat yang tanpa batas dari melakukan sedikit kebajikan. Dia menyebabkan semua mampu memasuki tingkat pengetahuan yang tidak habis-habisnya. Dia adalah sang Natha yang ber-pikiran murni, yang menanam akar kebajikan kepada semua makhluk hidup. Dia yang Lapangan Yang Paling Subur dan Unggul yang menghasilkan kualitas kebajikan untuk makhluk hidup. Pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya adalah yang dalamnya melampaui batas; dengan upaya-kausalya Dia bisa menyelamatkan semua dari penderitaan dari keadaan sedih dari keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan."

"Dengan percaya, mengamati, memasuki kedalaman pengetahuan, berjuang dalam lautan kebajikan, tiba di kebijaksanaan yang seperti ruang angkasa, mengetahui lapangan kebajikan para makhluk hidup, merenungkan dalam pikiran, mengamati perbuatan, tanda dan perhiasan dari Buddha, mengamati kemunculan Buddha diseluruh dunia, mengamati kekuatan ajaib sang Buddha seperti itu, 'Perkumpulan majelis besar (Maha Samaya)' itu pada saat itu juga melihat seluruh pori-pori sang Buddha memancarkan seratus ribu nayuta asamkhyeya sinar cahaya, seluruh sinar cahaya itu memiliki warna yang tidak terhitung, kemurnian yang tidak terhitung, pancaran yang tidak terhitung, menyebabkan para makhluk yang tidak terhitung menyaksikannya, bergembira, menjadi bahagia, keyakinan bertambah, cita-cita menjadi murni, indera termurnikan dan tenang, dan menyebabkan para makhluk yang tidak terhitung mengembangkan sikap hormat dan puja."

"Kemudian pada saat itu, seluruh Maha Samaya melihat tubuh sang Buddha memancarkan seratus ribu nayuta asamkhyeya Maha Prabha yang tidak terbayangkan, seluruh cahaya dengan banyak warna yang tidak terbayangkan dan banyak sinar yang tidak terbayangkan yang menyinari dharmadhatu yang tidak terbayangkan, melalui kekuatan batin sang Buddha, menghasilkan suara besar yang indah yang mengucapkan pujian yang tidak terbatas dalam kata yang melampaui semua dunia, yang disempurnakan oleh kebajikan yang melampaui dunia. Dia juga mewujudkan seratus ribu nayuta kankara asamkhyeya hiasan indah yang tidak terbayangkan, yang tidak pernah bisa dijelaskan sepenuhnya bahkan di dalam seratus ribu nayuta kankara asamkhyeya kalpa, semuanya itu dihasilkan dari kekuatan batin sang Buddha yang tidak habis-habisnya. Dia juga mewujudkan banyak para Tathagata yang tidak terbayangkan muncul di dunia dan memimpin para makhluk hidup masuk ke pintu kebijaksanaan agar memahami Dharma yang paling mendalam. Juga, Dia mewujudkan vikurvana dari para Tathagata diseluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, menyebabkan semua makhluk duniawi menjadi sama termurnikan. Semua ini dipancarkan dari Sarvajnajnana yang tidak terhalang yang sang Buddha tinggal berdiam. Itu juga dilahirkan dari kebajikan terunggul yang tidak terbayangkan yang sang Buddha praktekkan. Juga, Dia mewujudkan seratus ribu nayuta kankara asamkhyeya permata menyala yang indah, yang berasal dari kusala-mula dari Maha Pranidhana masa lampau-Nya. Bisa melakukannya begitu karena Dia telah memuja dan melayani para Tathagata yang tidak terhitung, karena telah mengolah praktek yang murni tanpa kendur, karena pikiran Sarvajna-Nya yang tanpa rintangan menghasilkan kusala-mula, demi mengungkapkan keseluruhan kekuatan Tathagata, memotong putus keraguan dari semua makhluk hidup, membuat mereka semua mampu melihat sang Tathagata, membuat para makhluk hidup yang tidak terbatas tinggal berdiam dalam kebajikan, memperlihatkan kekuatan batin Buddha tidak bisa dilampaui, membuat semua makhluk hidup mampu memasuki lautan Parama, membuat para Bodhisattva dari semua Buddhaksetra datang berkumpul, dan karena Dia mau mengungkapkan Buddhadharma yang tidak terbayangkan."

"Kemudian pada saat itu, sang Tathagata dengan Maha Karuna-Nya yang meliputi semua, mempertunjukkan hiasan dari Sarvajnajnana, hendak membuat para makhluk hidup di dalam dunia yang tidak terhitung yang tidak percaya menjadi percaya, menyebabkan mereka yang percaya menjadi berkembang, yang berkembang menjadi murni, yang murni menjadi matang, yang matang menjadi menguasai pikiran dan merenungkan Dharma yang mendalam, dipenuhi dengan cahaya pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa batas, mengembangkan pikiran luas yang tidak terukur, pikiran Sarvajna, tanpa kemunduran, tidak melanggar sifat alami pokok dari gejala kejadian, tidak takut pada Paramartha, menyadari Satya Dharma, menyempurnakan semua Paramita, memurnikan semua kebajikan yang melampaui duniawi, sama seperti Samantabhadra, mencapai kebebasan dari Buddhatva, meninggalkan alam Mara dan memasuki alam para Buddha, memahami Dharma yang mendalam dan mencapai pengetahuan yang tidak terbayangkan, tidak pernah mundur dari sumpah pembebasan semesta, selalu melihat para Buddha, tidak pernah meninggalkan Mereka, menyempurnakan pengetahuan pengamatan, menyadari kebenaran yang tidak terbatas, dipenuhi dengan kekuatan dari gudang kebajikan yang tanpa batas, mengembangkan pikiran gembira, memasuki alam yang tanpa keraguan, berpisah dari Mara dan menjadi murni, tidak gentar melihat gejala kejadian dikarenakan oleh Sarvajnajnana, memperoleh pintu masuk ke Samaya dari semua Bodhisattva, dan selalu dilahirkan di dalam Tathagatakula dari masa lampau - masa depan - masa sekarang."

"Hiasan ini yang diwujudkan oleh sang Buddha seluruhnya tercipta dari akar kebajikan yang terhimpun di masa lampau, bertujuan untuk menyelaraskan dan mendidik semua makhluk hidup, mengungkapkan kekuatan kebajikan yang besar dari Tathagata, menyalakan gudang pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa halangan, memperlihatkan sinar yang luar biasa dari kebajikan tertinggi yang tanpa batas dari Tathagata, memperlihatkan pertunjukan kekuatan batin besar yang tidak terbayangkan dari Tathagata, mewujudkan tubuh Buddha di dalam semua dunia makhluk melalui kekuatan batin, memperlihatkan kekuatan Rddhi dan Vikurvana dari Tathagata, menyempurnakan semua Mula Pranidhana-Nya, memperlihatkan pengetahuan dan kebijaksanaan yang berani dari Tathagata yang bisa pergi kesemua tempat, menjadi Dharmaraja yang bebas dalam semua hal, menghasilkan semua jalan pengetahuan, mewujudkan kemurnian tubuh Tathagata, dan juga mengungkapkan kemuliaan tertinggi dari tubuh-Nya, mewujudkan pencapaian dari kesamaan dari semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, mengungkapkan gudang akar kebajikan yang murni, mewujudkan bentuk-rupa yang paling agung yang mana tiada satupun di dunia yang bisa seperti-Nya, memperlihatkan ciri-ciri dari penguasaan penuh atas Dasa-bala, menyebabkan yang melihat-Nya tidak pernah bosan, menjadi Matahari bagi dunia, menyinari masa lampau - masa depan - masa sekarang. Semua kualitas kebajikan dari sang Dharmaraja diwujudkan melalui akar kebajikan dari masa lampau; Bahkan jika semua Bodhisattva akan memuji dan menceritakannya di seluruh masa waktu, Mereka tidak akan pernah bisa memberitakannya hingga habis."

"Kemudian sang Deva Tusita itu, setelah mengatur semua puja ini untuk sang Tathagata, bersama dengan para devata Tusita yang tidak terhitung membungkukkan diri dan beranjali, dengan hormat menghadap sang Bhagavan Buddha, dan berkata : "Sadhu, Bhagavan, Sadhu, Sugata, Sadhu, Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Tolong berbelas-kasih untuk singgah di Istana ini."

"Kemudian sang Bhagavan, menghiasi diri-Nya sendiri dengan hiasan Buddhatva, dipenuhi dengan kebajikan yang menakjubkan, demi menggembirakan semua makhluk, agar semua Bodhisattva mengembangkan pemahaman yang mendalam, agar semua devata Tusita meningkatkan tekad, agar Raja Tusita tidak pernah bosan berdana dan melayani, agar para makhluk memusatkan perhatian mereka kepada sang Buddha dan menjadi terdorong untuk mencari Bodhi, agar para makhluk yang jenisnya tidak terhitung melihat akar kebaikan dan kualitas kebajikan Buddha yang tanpa akhir, agar mereka selalu mampu membangkitkan keyakinan yang murni, agar setelah melihat sang Buddha, mereka melayani tanpa mencari apapun, agar semua cita-cita mereka menjadi murni, agar mereka rajin mengumpulkan akar kebaikan tanpa kendur, dan agar mereka berikrar untuk mencari Sarvajnajnana, sang Buddha menerima undangannya, memasuki gedung yang terhiasi dengan semua permata. Sama seperti di dunia ini, hal yang sama juga terjadi di semua dunia di sepuluh penjuru."

"Pada saat itu, gedung yang terhiasi dengan semua permata itu secara alami memiliki hiasan indah yang menakjubkan, melampaui seluruh surga, dan di puncak hiasan itu ada jaring dari semua permata yang menyelimuti semua, menurunkan hujan awan dari semua permata terbaik di semua tempat, menurunkan hujan awan dari semua jenis perhiasan, awan dari semua jenis pakaian permata, awan dari semua jenis dupa candana, awan dari semua jenis wewangian yang padat, awan dari kanopi yang terhiasi dengan semua permata, dan awan dari kumpulan banyak bunga yang tidak terbayangkan, ada dihasilkan dimana-mana musik yang tidak terbayangkan yang memuji pengetahuan tentang semua cara pembebasan dari sang Tathagata, yang semua itu sesuai dengan Dharma yang mulia. Semua puja ini melampaui yang dari para deva."

"Kemudian di dalam istana Tusita, ada banyak musik dan nyanyian yang berlanjut terus tanpa henti. Melalui kekuatan batin sang Buddha, pikiran dari Raja deva Tusita menjadi tenang tidak tergoyahkan; akar kebajikan masa lalu-nya seluruhnya mencapai kesempurnaan, kualitas kebaikannya menjadi lebih kukuh dan stabil, keyakinan murni-nya meningkat, dia membangkitkan semangat besar, merasakan kegembiraan besar, cita-cita-nya yang mendalam termurnikan, telah membuat tekad untuk Bodhi, dan menempatkan perhatian-nya yang kukuh pada Dharma, mengingatnya dengan kukuh dalam pikiran. Kemudian, melalui kekuatan batin sang Buddha, sang Tusita Devaraja mengingat bagaimana dirinya menanam 'akar kebajikan (kusala-mula)' kepada para Buddha di masa lampau, lalu mengucapkan syair-gatha ini :

Dahulu ada Aniruddhacandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Mahajnana Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung keemasan ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Samantanetra Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Musaragalva Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung tambang permata ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Vidyasimha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung raja gunung ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Suryaprabha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung bunga ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Amitaprabha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung hiasan pohon ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Dharmadhvaja Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung istana permata ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Jnanadipa Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung gunung wewangian ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Gunaprabha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung permata mani ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sama seperti di dalam dunia ini, Raja surga Tusita, melalui kekuatan sang Buddha, memuji kebajikan dari sepuluh Buddha masa lampau, begitu juga dengan semua Raja surga Tusita di dunia-dunia dari sepuluh penjuru yang juga memuji kebajikan para Buddha.

"Kemudian sang Bhagavan duduk bersila di atas Simhasana permata di dalam gedung yang terhiasi dengan semua permata itu. Dharmakaya-Nya murni, karma-Nya yang tidak terbayangkan bebas. Dia ada di alam yang sama dengan semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, tinggal berdiam di dalam Sarvajnajnana, memasuki satu intisari yang sama dengan semua Buddha. Mata Buddha-Nya jelas sempurna, melihat segala sesuatu tanpa halangan. Dia memiliki Maha Rddhi-bala, menjelajah dimana-mana diseluruh dharmadhatu tanpa henti. Dia memiliki Maha-abhijna-bala, mampu pergi kemanapun yang ada para makhluk yang bisa diajar. Tubuh-Nya terhiasi dengan perhiasan dari semua Buddha yang tanpa halangan. Dia mengetahui dengan baik kapan waktu yang tepat untuk menjelaskan Dharma kepada orang-orang."

"Para Bodhisattva yang banyaknya tidak terbayangkan datang dari berbagai ksetra di kawasan lain berkumpul; Samaya menjadi murni, Dharmakaya Mereka tiada mendua; Mereka tidak tinggal berdiam, dan secara bebas melaksanakan perbuatan Buddha."

"Ketika sang Bhagavan telah duduk di Simhasana ini, di dalam gedung itu, ada secara spontan muncul hiasan yang tidak terhitung yang melampaui semua persembahan dari para devata. Yaitu : Bunga, kalung bunga, jubah, wewangian, dupa, payung permata, bendera, panji, musik, dan nyanyian. Semuanya itu tidak bisa dihitung. Dengan penghormatan besar puja ini diberikan kepada sang Buddha. Hal yang sama ini juga terjadi di semua surga Tusita di sepuluh penjuru."

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:08 Sep 2019, 21:54
by ajita
Image
Ciu Ku Ciu Nan Guan Yin Pusa
Image
Lokesvararaja

Bab 24
Tusitastava parivartah


Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan batin sang Buddha, ada datang berkumpul para Maha Bodhisattva dari setiap sepuluh penjuru arah, masing-masing didampingi oleh para Bodhisattva yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra, datang dari dunia-dunia yang jauh, melampaui ksetra yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra, semuanya menuju ke tempat sang Bhagavan berada. Nama-nama Mereka yaitu : Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, Drdhaketu Bodhisattva Mahasattva, Viraketu Bodhisattva Mahasattva, Prabhaketu Bodhisattva Mahasattva, Jnanaketu Bodhisattva Mahasattva, Ratnaketu Bodhisattva Mahasattva, Viryaketu Bodhisattva Mahasattva, Vimalaketu Bodhisattva Mahasattva, Naksatraketu Bodhisattva Mahasattva, dan Dharmaketu Bodhisattva Mahasattva. Nama-nama dunia asal Mereka yaitu : Suratna, Sugita, Surajata, Suvarna, Sumani, Suvajra, Supadma, Sotpala, Sucandana, Sugandha. Mereka semua telah mengolah brahmacarya yang murni dihadapan para Buddha; Nama-nama para Buddha itu adalah : Aksayaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vayuketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimokshaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vibhavaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Laksanajnanaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Nityaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Paramottamaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Ksemaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimalaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Dhyanaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha.

Ketika para Bodhisattva itu tiba di tempat sang Bhagavan, Mereka berlutut ke Kaki sang Bhagavan, dan lalu Masing-masing, di setiap penjuru asal Mereka, menciptakan Simhasana Permata yang sangat indah yang diselimuti dengan jaring permata disekeliling, duduk dalam sikap bunga teratai. Tubuh Mereka semua memancarkan seratus ribu juta nayuta asamkhyeya cahaya terang yang murni. Cahaya yang tanpa batas ini timbul dari Maha Pranidhana dari permata pikiran murni Bodhisattva, yang terpisah dari para Mara. Mereka mengungkapkan gejala kejadian yang murni dari kekuatan semua Buddha. Melalui kekuatan penglihatan yang sama dari semua Bodhisattva, Mereka mampu secara menyeluruh menyelamatkan semua makhluk hidup. Mereka menggembirakan yang melihatnya di dalam semua dunia; Orang yang melihat Mereka tidak akan sia-sia, semuanya akan mencapai keseimbangan keheningan yang tenang.

Para Bodhisattva itu semuanya telah menyempurnakan kebajikan yang tidak terhitung, yaitu, berkelana ke semua Buddhaksetra tanpa rintangan; melihat Dharmakaya yang murni yang tidak menghuni pada apapun; dengan tubuh pengetahuan, mewujudkan banyak tubuh yang tidak terhitung yang pergi ke seluruh sepuluh penjuru untuk melayani para Buddha; masuk kedalam kekuatan para Buddha yang tidak terbayangkan, yang tanpa batas, yang tidak terhitung; tinggal berdiam dalam wilayah Sarvajnajnana; melalui cahaya kebijaksanaan, Mereka memahami segala sesuatu; telah mencapai keberanian dalam semua hal; pergi kemana-mana mengajar, kekuatan kefasihan Mereka selamanya tidak habis-habisnya; dengan pengetahuan kebijaksanaan yang besar, Mereka membuka pintu gerbang Dhyana dan Samadhi; dengan mata kebijaksanaan, Mereka memasuki dharmadhatu yang mendalam; alam pengetahuan Mereka adalah yang tanpa batas dan sepenuhnya murni, sama seperti ruang angkasa.

Sama seperti para Bodhisattva itu berkumpul di istana Tusita di dalam dunia ini, begitu juga hal yang sama terjadi di semua surga Tusita di sepuluh penjuru. Nama-nama dari para Bodhisattva-nya, dunia-nya, Buddha-nya semuanya sama seperti ini.

Kemudian pada saat itu, dari tanda cakra pada lutut sang Bhagavan, memancarkan seratus ribu juta nayuta sinar cahaya yang menerangi seluruh ruang angkasa dharmadhatu di sepuluh penjuru. Seluruh Bodhisattva itu di dalam semua dunia melihat pertunjukkan ajaib dari sang Buddha. Dan para Bodhisattva juga melihat pertunjukkan ajaib dari semua Tathagata di dunia lainnya. Para Bodhisattva ini semuanya sama-sama telah menanam akar kebajikan di masa lampau bersama dengan sang Vairocana Tathagata, mengolah Bodhisattvacarya; Mereka semua telah terbangkitkan dan memasuki pembebasan dari para Buddha yang sangat mendalam, dan telah mencapai tubuh dharmadhatu yang tidak membeda-bedakan, memasuki semua ksetra tanpa menghuni dimanapun. Melihat para Buddha yang tidak terhitung dan pergi melayani Mereka semua. Dalam sekejap satu pikiran menjelajahi seluruh dharmadhatu dengan bebas tanpa rintangan. Kecerdasan pikiran Mereka murni sama seperti permata tak ternilai. Para Tathagata yang tidak terhitung banyaknya selalu menjaga mereka penuh perhatian dan memberikan kekuatan. Mereka telah mencapai Paramita tertinggi; Melalui perhatian penuh yang murni, terus-menerus menetap di dalam Anuttara Samyaksambodhi; Dalam seluruh pikiran, terus-menerus memasuki alam Sarvajnajnana; Memasuki yang kecil dalam yang besar dan yang besar dalam yang kecil, sepenuhnya bebas, tanpa rintangan apapun. Telah mencapai tubuh Buddha dan tinggal berdiam dalam kediaman yang sama dengan para Buddha; Telah mencapai Sarvajnajnana dan menghasilkan tubuh dari Sarvajnajnana. Mereka mampu memasuki wilayah perbuatan dari semua Tathagata. Mereka membuka pintu gerbang pengetahuan dan kebijaksanaan yang tidak terhitung banyaknya, mencapai paramita dari pengetahuan besar yang tidak bisa hancur, mencapai Vajra Samadhi, dan memotong putus semua keraguan dan kebingungan. Telah mencapai penguasaan kekuatan batin dari para Buddha, mengajar dan menjinakkan para makhluk hidup yang jumlahnya tidak terhitung di dalam ksetra di sepuluh penjuru. Walaupun tidak melekat pada gejala kejadian apapun, Mereka mampu belajar dan mengembangkan upaya-kausalya tertinggi dalam menggunakan Dharma dan mendirikan semua Dharma yang cocok untuk Bodhi.

Seratus ribu juta nayuta para Bodhisattva yang murni, yang tidak terbayangkan, yang tidak habis-habisnya, yang merupakan gudang dari semua kualitas kebajikan, dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, semuanya datang berkumpul di tempat sang Buddha. Disebabkan oleh cahaya ini, Mereka bisa melihat semua tempat Buddha dalam cara yang sama.

Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathagata tidaklah muncul di dunia.
Dan juga tidak memasuki Nirvana;
Melalui kekuatan Maha Mula-Pranidhana-Nya,
Dia mewujudkan kebebasan-Nya.

Dharma ini adalah yang tidak terbayangkan,
Tidak terletak di dalam wilayah pikiran.
Ketika pengetahuan mencapai pantai seberang,
Maka bisa melihat alam para Buddha.

Bentuk-rupa bukanlah sang Buddha,
Begitu juga dengan suara.
Namun tidak berpisah dari bentuk-rupa dan suara
Kekuatan batin sang Buddha bisa dilihat.

Yang sedikit kebijaksanaan tidak bisa mengetahui
Alam para Buddha yang sesungguhnya;
Setelah mengolah pemurnian karma dalam waktu yang lama
Maka bisa memahaminya.

Samyaksambuddha tidak datang dari manapun,
Juga tidak pergi kemanapun.
Bentuk-rupa-Nya yang murni dan indah
Diwujudkan melalui kekuatan batin.

Dalam sistem dunia yang tidak terbatas,
Tubuh Tathagata di wujudkan.
Secara luas menjelaskan Dharma yang halus,
Pikiran-Nya tiada kemelekatan.

Pengetahuan-Nya yang tanpa batas,
Memahami semua gejala kejadian;
Memasuki dharmadhatu secara menyeluruh,
Dia mewujudkan kekuatan yang bebas.

Semua gejala kejadian dan makhluk hidup
Dia pahami tanpa rintangan;
Dimana-mana mewujudkan bentuk-rupa-Nya,
Muncul meliputi semua ksetra.

Jika mau melihat Sarvajnajnana
Dan cepat mencapai Anuttara Samyaksambodhi,
Harus dengan pikiran murni yang terang
Mengolah Bodhisattvacarya.

Jika ada yang melihat kekuatan batin
Yang dari Tathagata,
Dia harus membuat pemujaan kepada sang Bhagavan
Dan tidak menimbulkan ragu.

Kemudian Drdhaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathagata adalah yang tiada banding,
Yang paling mendalam, tidak terbayangkan,
Melampaui semua ungkapan bahasa,
Kemurnian-Nya sama seperti ruang angkasa.

Lihatlah sang Nara Simha,
Kekuatan batin-Nya yang bebas,
Yang Melampaui perbedaan,
Namun menyebabkan tanggapan penglihatan yang berbeda-beda.

Demi menjelaskan secara terperinci,
Dharma yang mendalam dan halus,
Sang Nayaka, sesuai kondisi,
Mewujudkan tubuh yang tiada banding.

Ini adalah pengetahuan besar,
Alam dari semua Buddha,
Jika ada yang ingin memahaminya,
Maka harus terus mendekati para Buddha.

Dengan karma pikiran yang tetap murni,
Membuat pemujaan kepada semua Tathagata.
Dengan tiada pernah kenal lelah,
Orang mampu memasuki jalan Buddha.

Dipenuhi dengan kualitas kebajikan yang tidak habis-habisnya,
Dengan kukuh tinggal berdiam dalam Bodhicitta.
Oleh karena itu jaring keraguan terlenyapkan,
Dan merenungkan para Buddha tanpa kenal lelah.

Dengan memahami semua gejala kejadian,
Maka menjadi putra Buddha sejati.
Orang seperti ini bisa mengetahui,
Kekuatan Buddha yang bebas.

Seperti yang dijelaskan oleh Yang Berkebijaksanaan Besar,
Keinginan adalah akar dari semua Dharma;
Orang harus menimbulkan cita-cita tertinggi,
Bertekad mencari Anuttara Samyaksambodhi.

Jika ada yang menghormati Buddha,
Dan mau membalas kebaikan Buddha,
Orang itu tidak akan pernah berpisah
Dari tempat tinggal semua Buddha.

Bagaimana mungkin orang bijaksana
Setelah melihat atau mendengar sang Buddha,
Tidak melaksanakan ikrar murni
Dan menjejaki jalan yang dilalui sang Buddha?

Kemudian Viraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sama seperti mata yang jelas,
Bisa melihat bentuk-rupa disebabkan oleh matahari,
Begitu juga dengan pikiran yang murni,
Bisa melihat sang Tathagata melalui kekuatan Buddha.

Sama seperti dengan kekuatan semangat (viryabala)
Bisa mengukur dalamnya lautan,
Begitu juga dengan kekuatan pengetahuan (jnanabala)
Bisa melihat para Buddha yang tidak terhitung.

Sama seperti tanah lapang yang subur
Pasti akan menumbuhkan tanaman apapun,
Begitu juga dengan pokok pikiran yang murni
Menghasilkan semua Buddhadharma.

Sama seperti orang yang menemukan tambang permata
Selamanya terbebas dari kemiskinan,
Bodhisattva yang memperoleh Buddhadharma
Terbebas dari kekotoran batin, pikirannya termurnikan.

Sama seperti obat Agada
Yang mampu melenyapkan semua racun,
Sama halnya juga dengan Buddahdharma
Yang melenyapkan semua penderitaan.

Guru sejati yang sesungguhnya
Yang dipuji oleh para Tathagata,
Dikarenakan oleh kekuatan batin-Nya
Kita bisa mendengar Buddhadharma.

Bahkan jika selama kalpa yang tidak terhitung
Orang mungkin menyumbang permata kepada sang Buddha,
Namun jika tidak mengetahui sifat alami Buddha yang sesungguhnya
Ini masih tidak dinamakan berdana.

Tanda bentuk-rupa yang tidak terbatas
Menghiasi tubuh sang Buddha;
Namun itu bukan melalui tanda bentuk-rupa,
Bahwa sang Buddha bisa dilihat.

Tathagata Arhan Samysaksambuddha
Adalah yang tenang, tidak bergerak,
Namun bisa mewujudkan tubuh-Nya
Meliputi semua dunia di sepuluh penjuru.

Sama seperti ruang angkasa
Yang tidak dilahirkan dan tidak binasa,
Begitu juga dengan semua Buddhadharma
Pada yang tertinggi adalah yang tanpa lahir dan mati.

Kemudian Prabhaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Di alam deva dan manusia,
Di dalam semua dunia,
Bisa melihat sang Tathagata ada dimana-mana,
Bentuk tubuh-Nya yang murni dan indah.

Sama seperti kekuatan dari satu pikiran
Bisa menghasilkan beranekaragam pikiran,
Begitu juga satu tubuh Buddha
Bisa mewujudkan semua Buddha dimana-mana.

Bodhi adalah yang tiada duanya
Dan juga tiada tanda;
Namun di dalam alam yang mendua
Diwujudkan tubuh yang terhiasi dengan tanda.

Memahami sifat alami gejala kejadian adalah yang kosong,
Kemunculannya sama seperti ilusi,
Alam perbuatannya adalah yang tidak habis-habisnya;
Dalam cara inilah sang Nayaka muncul.

Semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang
Memiliki Dharmakaya yang sepenuhnya murni.
Menyesuaikan dengan orang yang akan diajar,
Mereka mewujudkan bentuk-rupa yang menakjubkan dimana-mana.

Sang Tathagata tidak berpikir :
'Saya akan menghasilkan tubuh seperti ini'
Namun itu diwujudkan secara spontan,
Tanpa pernah menimbulkan pembeda-bedaan.

Tidak membeda-bedakan dharmadhatu,
Juga tidak berlandaskan padanya.
Namun di dalam dunia,
Mewujudkan tubuh yang tidak terhitung.

Tubuh Buddha adalah yang tidak berubah,
Dan juga tidak lain dari perubahan wujud;
Namun di dalam gejala kejadian yang tidak berubah,
Menampilkan bentuk-rupa dari perubahan wujud.

Samyaksambodhi adalah yang tidak bisa diukur,
Itu sama dengan ruang angkasa dari dharmadhatu,
Yang mendalam, luas, tanpa dasar,
Sepenuhnya melampaui ucapan kata.

Sang Tathagata mahir memahami,
Mempraktekkan sang jalan di semua tempat,
Berkelana dengan bebas tanpa rintangan
Melewati banyak ksetra di dharmadhatu.

Kemudian Jnanaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Jika orang bisa percaya dan menerima
Sarvajnajnana yang tanpa rintangan,
Dan mempraktekkan Bodhisattvacarya,
Pikirannya akan menjadi yang tidak terukur.

Di dalam semua ksetra,
Sang Buddha mewujudkan tubuh yang tidak terhitung,
Namun tubuh itu tiada menghuni,
Dan juga tidak tinggal berdiam di dalam gejala kejadian.

Semua Tathagata,
Mewujudkan tubuh melalui kekuatan batin.
Bahkan melalui kalpa yang tidak terbayangkan,
Itu tidak bisa dihitung jumlahnya.

Sama seperti semua makhluk hidup di masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Banyaknya jumlah mereka bisa sepenuhnya diketahui,
Namun jumlah perwujudan tubuh para Tathagata,
Tidak bisa diketahui.

Kadang kala Mereka memperlihatkan satu atau dua,
Hingga banyak tubuh yang tidak terhitung jumlahnya.
Muncul dimana-mana di semua ksetra,
Namun sungguh tiada duanya.

Misalkan dalam sekejap bulan purnama yang jelas,
Yang dimana-mana muncul di semua perairan.
Walaupun pantulannya adalah yang tidak terbatas,
Pada asalnya, bulan itu tiada duanya.

Begitu juga dengan Dia yang pengetahuan-Nya tanpa rintangan,
Yang menyelesaikan Anuttara Samyaksambodhi.
Walau Dia muncul dimana-mana di semua ksetra,
Tubuh sang Buddha adalah yang tiada duanya.

Itu bukanlah satu, atau dua;
Juga bukanlah tidak terbatas,
Hanyalah menyesuaikan dengan mereka yang akan diajar,
Diwujudkan tubuh yang banyaknya tidak terbatas.

Tubuh sang Buddha bukanlah masa lampau,
Juga bukan dari masa depan.
Dalam sekejap satu pikiran Dia muncul dilahirkan,
Menyelesaikan Marga, dan memasuki Nirvana.

Sama seperti bentuk-rupa yang dihasilkan dari magis,
Yang tidak dilahirkan dan tanpa asal mula,
Begitu juga dengan tubuh Buddha;
Itu diwujudkan tanpa dihasilkan.

Kemudian Ratnaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Tubuh Buddha adalah yang tanpa batas
Namun bisa mewujudkan tubuh yang terbatas.
Menyesuaikan dengan apa yang diperlukan untuk terlihat,
Sang Nayaka muncul dengan sesuai.

Tubuh Buddha tiada lokasi,
Namun memenuhi semua tempat,
Sama seperti ruang angkasa, tiada batas.
Seperti itulah yang tidak terbayangkan.

Itu bukanlah tempat pikiran bekerja,
Juga pikiran tidak timbul di dalamnya.
Di dalam keadaan Buddha,
Pada yang tertinggi, tiada kelahiran atau kematian.

Sama seperti yang terlihat oleh mata yang terselimuti,
Adalah bukan yang didalam atau yang diluar,
Demikian juga anda harus mengetahui,
Penglihatan orang dunia pada sang Buddha.

Demi menguntungkan para makhluk hidup,
Tathagata datang ke dalam dunia.
Para makhluk hidup melihat kemunculan-Nya,
Namun pada kenyataan, tidak ada hal seperti itu.

Sang Buddha tidak bisa dilihat
Di dalam negara, siang atau malam.
Juga tidak mungkin melihat-Nya
Dalam tahun, bulan, atau satu kshana.

Para makhluk hidup berkata:
"Pada hari itu, sang Buddha mencapai Bodhi";
Namun Samyaksambodhi dari sang Tathagata
Pada kenyataan tidak terikat pada waktu.

Sang Tathagata adalah yang melampaui pembedaan:
Bukan dari dunia, Dia melampaui semua perhitungan.
Semua Nayaka dari masa lampau - masa depan - masa sekarang
Muncul dalam cara ini.

Sama seperti bola matahari yang murni
Tidak menyatu dengan kegelapan malam,
Namun kita mengatakan siang hari dan malam hari,
Begitu juga dengan Buddhadharma;

Seluruh kalpa masa lampau - masa depan - masa sekarang
Tidak menyatu dengan para Tathagata,
Namun kita mengatakan para Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Seperti itulah Dharma dari para 'Nayaka (Pembimbing)'.

Kemudian Viryaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua tubuh para Nayaka adalah sama,
Begitu juga dengan makna Mereka;
Dimana-mana di ksetra di sepuluh penjuru,
Menyesuaikan dengan kebutuhan, muncul dalam berbagai cara.

Renungkanlah sang Bhagavan Muni:
Perbuatan-Nya adalah yang sangat langka.
Dia sepenuhnya memenuhi dharmadhatu,
Dan tiada satupun yang tertinggal.

Tubuh Buddha bukanlah di dalam
Dan juga bukan diluar;
Itu diwujudkan dari kekuatan batin;
Seperti itulah Dharma sang Nayaka.

Menyesuaikan dengan berbagai macam makhluk hidup
Dan karma yang mereka himpun di masa lampau,
Beranekaragam Tubuh seperti itu muncul,
Dan setiapnya berbeda.

Begitulah tubuh dari para Buddha
Tidak terbatas, tidak terhitung.
Dengan pengecualian Bodhisattva Mahasattva
Tiada seorangpun yang bisa memahaminya.

Sama seperti diri yang sulit dipahami,
Pikiran dan karmanya tidak bisa dipahami;
Begitu juga sang Buddha yang tidak terbayangkan,
Itu bukan melalui karma pikiran Dia muncul.

Sama seperti ksetra yang tidak bisa dipahami,
Namun kemurnian hiasannya bisa dilihat;
Begitu juga sang Buddha yang tidak terbayangkan,
Semua ciri-ciri-Nya muncul tanpa pengecualian.

Sama seperti semua gejala kejadian
Timbul dari sejumlah kondisi,
Begitu juga dengan melihat sang Buddha
Bergantung pada banyak karma baik.

Sama seperti 'Cintamani (permata pengabul keinginan)'
Bisa memuaskan pikiran para makhluk hidup,
Begitu juga dengan Buddhadharma
Sepenuhnya memuaskan semua cita-cita.

Di dalam ksetra yang tidak terbatas
Sang Nayaka muncul di dalam dunia;
Sesuai dengan kekuatan Pranidhana-Nya
Dia menanggapi seluruh sepuluh penjuru.

Kemudian Vimalaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Cahaya Pengetahuan Besar dari sang Tathagata
Dimana-mana memurnikan semua dunia.
Ketika dunia ini termurnikan,
Dia menjelaskan Buddhadharma.

Misalkan ada orang yang ingin melihat
Para Buddha yang banyaknya seperti jumlah makhluk hidup,
Sang buddha menanggapi keinginan mereka
Namun pada kenyataan tiada tenpat yang Dia datangi.

Dengan sang Buddha sebagai objek perhatian
Berkonsentrasi dalam pikiran terus-menerus,
Maka bisa melihat para Buddha
Sebanyak jumlah yang dipikirkan.

Melaksanakan Dharma yang murni,
Menyempurnakan semua kualitas kebajikan,
Maka bisa berkonsentrasi penuh
Tanpa pernah meninggalkan Sarvajnajnana.

Sang Nayaka menjelaskan Dharma
Kepada para makhluk sesuai kebutuhan mereka;
Menyesuaikan dengan yang bisa diajar,
Dia mewujudkan tubuh tertinggi.

Tubuh dari sang Buddha dan dari para makhluk dunia
Semuanya adalah yang tanpa diri.
Menyadari ini, bisa mencapai Samyaksambodhi;
Dan selanjutnya mengumumkannya kepada para makhluk hidup.

Semua Nara Simha,
Dengan kekuatan bebas yang tanpa batas
Mewujudkan tubuh yang sebanding pikiran,
Setiap tubuh itu berbeda-beda.

Sama seperti tubuh dari para makhluk dunia,
Begitu juga dengan tubuh para Buddha;
Ketika sungguh mengetahui sifat alami diri,
Itulah yang dinamakan Buddha.

Sang Tathagata melihat dan mengetahui semua,
Sepenuhnya memahami segala sesuatu.
Buddhahdarma dan Bodhi
Keduanya tidak bisa dipahami.

Sang Nayaka tidak datang dan tidak pergi
Dan juga tiada tempat menghuni;
Berpisah dari semua khayalan
Adalah yang dinamakan Samyaksambodhi.

Kemudian Naksatraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathagata tiada tempat tinggal berdiam,
Namun dimana-mana tinggal berdiam di semua ksetra
Menjelajahi semua ksetra
Dia bisa dilihat di semua tempat.

Sang Buddha menyesuaikan dengan pikiran para makhluk hidup,
Dimana-mana mewujudkan semua tubuh.
Menyelesaikan Marga, memutar Dharmacakra,
Dan lalu memasuki Parinirvana.

Para Buddha adalah yang tidak terbayangkan.
Siapa yang bisa memahami sang Buddha?
Siapa yang bisa melihat Samyaksambodhi?
Siapa yang bisa mewujudkan Tubuh Tertinggi?

Semua gejala kejadian adalah seperti itu;
Begitu juga dengan keadaan dari semua Buddha,
Tiada satu hal pun di dalam Tathata
Yang memiliki kelahiran atau kematian.

Para makhluk hidup secara salah membedakan :
"Inilah sang buddha," "Inilah dunia."
Bagi yang menyadari sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian
Tidak ada Buddha dan tiada dunia.

Sang Tathagata dimana-mana muncul dihadapan semua,
Menyebabkan semua makhluk hidup percaya dan bergembira.
Namun keberadaan dari Buddha adalah yang tidak bisa dipahami,
Juga yang tidak bisa dilihat.

Jika orang bisa di dalam dunia,
Berpisah dari semua kemelekatan,
Dan pikiran bergembira tanpa rintangan,
Maka akan terbangkitkan pada Dharma.

Apa yang muncul melalui kekuatan batin
Adalah yang dinamakan Buddha.
Meski mencarinya di seluruh masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Dia sungguh tiada keberadaan.

Jika orang bisa mengerti dalam cara ini,
Maka pikiran dan semua gejala kejadian
Sepenuhnya dipahami dan terlihat;
Dan segera akan menjadi Tathagata.

Dalam ucapan kata menjelaskan
Kekuatan dari para Buddha;
Namun Samyaksambodhi adalah yang melampaui ucapan kata,
Walapun itu dijelaskan melalui ucapan sementara.

Kemudian Dharmaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Lebih baik terus-menerus menanggung
Semua penderitaan di dunia,
Daripada terpisah dari Tathagata
Dan tidak melihat kekuatan batin-Nya.

Jika ada para makhluk hidup
Yang pikirannya belum bertekad pada Bodhi,
Saat mereka mendengar nama Buddha
Mereka pasti mencapai Bodhi.

Orang dengan pengetahuan dan kebijaksanaan,
Yang dalam sekejap membangkitkan Bodhicitta,
Pasti akan menjadi Bhagavan Buddha;
Tiada keraguan pada itu.

Kekuatan pembebasan dari Tathagata
Adalah yang sulit dijumpai dalam kalpa tak terhitung.
Jika anda membangkitkan satu pikiran percaya
Segera akan naik ke Jalan Tertinggi.

Bahkan jika dalam setiap saat pikiran
Memberikan persembahan kepada para Buddha yang tidak terhitung,
Jika tidak mengetahui Dharma yang sesungguhnya
Ini tidak dinamakan berdana.

Jika anda mendengar Dharma seperti ini,
Yang melahirkan semua Buddha,
Walaupun mengalami penderitaan yang tanpa batas,
Anda tidak akan berhenti dari Bodhisattvacarya.

Setelah mendengar tentang Maha Jnana,
Keadaan yang dimasuki oleh para Buddha,
Dimana-mana diseluruh dharmadhatu,
Anda akan menjadi Nayaka dari masa lampau - masa depan - masa sekarang.

Walaupun orang mungkin menghabiskan batas masa depan
Berkelana menjelajahi semua Buddhaksetra;
Jika tidak mencari Saddharma ini,
Tidak akan pernah menyelesaikan Bodhi.

Dari masa lampau yang tanpa awal, para makhluk hidup
Telah lama berputar dalam kelahiran dan kematian,
Tidak mengetahui Dharma yang sesungguhnya;
Oleh sebab ini, Buddha datang ke dunia.

Dharma tidak bisa dihancurkan,
Dan tiada seorangpun yang bisa menghancurkannya.
Sinar cahaya yang besar dari kekuatan ajaib itu,
Dimana-mana tampil di semua dunia.

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:08 Nov 2019, 20:53
by ajita
Image
Guan Yin Pusa


Image
Bodhidharma

Bab 25
Dasaparinamana parivartah


Kemudian pada saat itu, Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, di 'berdayakan (adhisthana)' oleh sang Buddha, memasuki 'konsentrasi yang bernama Cahaya Pengetahuan Dari Bodhisattva (Bodhisattvajnanaprabha nama samadhim)'; Melalui kekuatan Samadhi itu, ada muncul di hadapannya para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seratus ribu Buddhaksetra dari setiap sepuluh penjuru, melewati sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu dari seratus ribu Buddhaksetra. Semua Buddha itu memiliki nama yang sama, yaitu Vajraketu. Mereka dimana-mana muncul dihadapannya, berkata kepada Vajraketu Bodhisattva Mahasattva : "Sadhu, Sadhu, Kulaputra, tentu sangat baik bahwa Anda bisa memasuki Bodhisattvajnanaprabha Samadhi! Di setiap sepuluh penjuru, Kulaputra, para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seratus ribu Buddhaksetra bersama-sama meng-adhisthana Anda dengan kekuatan batin Mereka, dan ini juga oleh kekuatan pranidhana masa lampau dari Vairocana Tathagata, juga oleh kemurnian dari pengetahuan dan kebijaksanaan Anda, juga oleh kekuatan akar kebajikan Bodhisattva, bahwa Anda memasuki Samadhi ini, membisakan Anda mebabarkan Dharma, demi membuat para Bodhisattva mencapai keberanian yang murni, memiliki kekuatan kefasihan yang tanpa rintangan, memasuki keadaan pengetahuan yang tanpa halangan, tinggal berdiam di dalam pikiran besar dari Sarvajnajnana, menyempurnakan kebajikan yang tidak terhitung, menyelesaikan jalan murni yang tanpa halangan, memasuki seluruh penjuru dharmadhatu, mewujudkan kebebasan batin dari semua Buddha, mempertahankan pengetahuan dan kebijaksanaan sebelumnya, memperoleh perlindungan semua indera dari semua Buddha, menjelaskan secara luas Dharma yang sangat banyak melalui Upaya-kausalya yang tidak terhitung, memahami dan mengingat Dharma yang didengar, mencakup semua akar kebajikan dari Bodhisattva, menyelesaikan bantuan menuju jalan yang melampaui dunia, mencegah Sarvajnajnana lenyap, mengembangkan Maha Pranidhana, mengartikan makna yang sesungguhnya, mengetahui dharmadhatu, menyebabkan semua Bodhisattva bergembira, mengolah akar kebajikan yang sama dengan kebajikan dari semua Buddha, melindungi dan mempertahankan silsilah dari semua Tathagata; Oleh karena itu, jelaskanlah sepuluh pembaktian dari Bodhisattva."

"Anda, Kulaputra, harus menerima kekuatan batin yang menakjubkan dari para Buddha untuk membabarkan Dharma ini, memperoleh perlindungan dari para Buddha, tinggal berdiam di dalam rumah para Buddha, meningkatkan kebajikan yang melampaui, mencapai cahaya Samadhi, memasuki keadaan Buddha yang tanpa halangan, menyinari dharmadhatu dengan cahaya besar, menghimpun jalan murni yang tanpa cacat, tinggal berdiam di dalam alam pengetahuan besar, mencapai cahaya Dharma yang tanpa rintangan."

Kemudian pada saat itu, para Buddha memberikan kepada Vajraketu Bodhisattva pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa batas, kefasihan yang tanpa rintangan dan tidak terhentikan, keahlian dalam membedakan ungkapan dan makna, cahaya Dharma yang tanpa halangan, tubuh kebijaksanaan yang sama dengan Buddha, suara murni dengan aneka nada yang tanpa batas, Samadhi yang tidak terbayangkan dari pengamatan terampil dari Bodhisattva, pengetahuan tentang pembaktian akar semua kebajikan yang tidak bisa hancur, keterampilan sempurna dalam pengamatan memeriksa semua gejala kejadian, dan kekuatan kefasihan yang tanpa henti untuk menjelaskan semua gejala kejadian di semua tempat. Mengapa begitu? Karena melalui kekuatan kebajikan dari memasuki Samadhi ini, Dharma adalah seperti itu.

Kemudian pada saat itu, semua Buddha mengulurkan tangan kanan dan mengusap kepala Vajraketu Bodhisattva; Kemudian Vajraketu Bodhisattva bangkit dari Samadhi dan mengumumkan kepada para Bodhisattva, dengan berkata : "Kulaputra, Maha Pranidhana dari Bodhisattva Mahasattva sangatlah luas, luasnya seperti dharmadhatu dan ruang angkasa, mampu menyelamatkan semua makhluk hidup. Kulaputra, Bodhisattva belajar dan mempraktekkan pembaktian dari para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sekarang, Saya akan membabarkan pembaktian Bodhisattva. Ada, Kulaputra, sepuluh jenis pembaktian dari Bodhisattva yang para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan telah jelaskan, sedang jelaskan, dan akan jelaskan. Apakah sepuluh itu? Yaitu :

Pembaktian menyelamatkan semua makhluk hidup tanpa melihat Diri dari para makhluk hidup.
Pembaktian yang tidak bisa dihancurkan.
Pembaktian yang sebanding dengan semua Buddha.
Pembaktian mencapai semua tempat.
Pembaktian gudang kebajikan yang tiada habis-habisnya.
Pembaktian menyebabkan semua akar kebajikan bertahan.
Pembaktian secara sama menyesuaikan dengan semua makhluk hidup.
Pembaktian dengan ciri-ciri Tathata yang sesungguhnya.
Pembaktian yang tanpa kemelekatan, tidak terikat, yang bebas.
Pembaktian tanpa batas yang sebanding dengan dharmadhatu.

"Inilah yang dinamakan sepuluh pembaktian dari Bodhisattva yang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, sekarang, dan masa depan."

"Kulaputra, apakah Pembaktian menyelamatkan semua makhluk hidup tanpa melihat Diri dari para makhluk hidup dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mempraktekkan Dana Paramita, memurnikan Sila Paramita, mengolah Ksanti Paramita, membangkitkan Virya Paramita, memasuki Dhyana Paramita, tinggal berdiam dalam Prajna Paramita, Maha Karuna, Maha Maitri, Maha Mudita, Maha Upeksha. Dengan mengolah akar kebajikan yang tanpa batas seperti ini, Dia berpikir : 'Semoga akar kebajikan secara menyeluruh menguntungkan semua makhluk hidup, menyebabkan mereka termurnikan, mencapai paramita, dan selamanya meninggalkan duka dari alam neraka, preta, tiryagyoni.' Ketika Bodhisattva Mahasattva menanam kusala-mula ini, Dia membaktikan kusala-mula-Nya demikian : 'Saya harus menjadi rumah untuk semua makhluk hidup, membuat mereka terlepas dari semua duka. Saya harus menjadi pelindung untuk semua makhluk hidup, membuat mereka semua terbebas dari semua kekotoran batin. Saya harus menjadi tempat berlindung untuk semua makhluk hidup, membebaskan mereka semua dari semua ketakutan. Saya harus menjadi tujuan untuk semua makhluk hidup, menyebabkan mereka mencapai pengetahuan semesta. Saya harus membuat tempat istirahat untuk semua makhluk hidup, membuat mereka menemukan tempat yang damai sentosa. Saya harus menjadi cahaya untuk semua makhluk hidup, membuat mereka mencapai cahaya pengetahuan untuk melenyapkan kegelapan ketidaktahuan. Saya harus menjadi obor untuk semua makhluk hidup, untuk menghancurkan semua kegelapan batin. Saya harus menjadi lampu untuk semua makhluk hidup, menyebabkan mereka tinggal berdiam di alam kemurnian tertinggi. Saya harus menjadi pembimbing untuk semua makhluk hidup, memimpin mereka kedalam Dharma. Saya harus menjadi Maha Nayaka untuk semua makhluk hidup, memberikan mereka pengetahuan.' Bodhisattva membaktikan semua akar kebajikan dalam cara ini, demi secara sama menguntungkan semua makhluk hidup dan pada yang tertinggi menyebabkan mereka semua mencapai Samantajnana."

"Pembaktian dan perlindungan dari Bodhisattva kepada mereka yang bukan keluarga atau teman adalah yang sama dengan untuk keluarga dan temannya. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva memasuki kesamaan sifat alami dari semua gejala kejadian, Dia tidak mengandung satu pikiranpun tentang bukan keluarga atau teman. Bahkan jika para makhluk hidup yang bermaksud jahat terhadap Bodhisattva, masih juga sang Bodhisattva memandang mereka dengan mata belas-kasih dan tidak pernah marah. Dia adalah teman yang baik kepada semua makhluk hidup, yang menjelaskan Dharma kepada mereka, sehingga mereka bisa belajar mempraktekkannya. Sama seperti lautan tidak bisa dirubah atau dihancurkan oleh semua racun, begitu juga Bodhisattva, beranekaragam tekanan kekotoran batin dari semua yang tidak tahu, yang tidak bijaksana, yang tidak tahu berterima kasih, yang marah, mereka yang teracuni oleh ketamakan, yang sombong dan congkak, yang batinnya buta dan tuli, mereka yang tidak tahu apa yang baik, dan para makhluk hidup jahat yang lainnya, tidak bisa mengganggu sang Bodhisattva."

"Sama seperti matahari yang muncul di dunia, tidak tersembunyi karena mereka yang terlahir buta tidak melihatnya, dan tidak menghilang oleh halangan seperti pembayangan udara, gerhana, pohon, gunung tinggi, jurang yang dalam, debu, kabut, asap, atau awan, dan juga tidak tersembunyi oleh perubahan musim, begitu juga dengan Bodhisattva, memiliki kebajikan besar, pikirannya luas dan mendalam, mengamati dengan samyak-smrti tanpa bosan; karena Dia menginginkan kebajikan dan pengetahuan tertinggi, pikirannya bercita-cita pada Dharma tertinggi; Cahaya Dharma menyinari dimana-mana dan Dia mengetahui makna dari semua gejala kejadian. Pengetahuannya dengan bebas memerintah semua jalan Dharma, dan selalu mempraktekkan jalan kebajikan demi menguntungkan semua makhluk hidup, tidak pernah mengandung pikiran tentang meninggalkan para makhluk hidup. Dia tidak menolak para makhluk hidup dan tidak gagal mengolah pembaktian kebajikan karena kejahatan sifat para makhluk hidup, atau karena pandangan salah mereka, maksud jahat, dan kebingungan yang sulit di padamkan. Bodhisattva hanya menyusun diri sendiri dengan baju perisai Maha Pranidhana dari Bodhisattva, menyelamatkan para makhluk hidup tanpa pernah mundur; tidak mundur dari Bodhisattvacarya atau meninggalkan jalan Bodhi hanya karena para makhluk hidup tidak tahu berterima kasih, tidak muak pada para makhluk hidup yang bodoh yang semuanya menyerah dari akar kebajikan yang sesuai dengan kenyataan, atau karena mereka berulang-ulang melakukan pelanggaran jahat yang sulit di tanggung. Mengapa begitu? Sama seperti matahari tidak muncul di dunia hanya untuk satu hal, begitu juga Bodhisattva tidak mengolah akar kebajikan dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi hanya demi satu makhluk hidup. Itu adalah demi menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup dimana-mana bahwa Dia mengolah akar kebajikan dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi. Dalam cara yang sama, itu bukanlah hanya demi memurnikan satu Buddhaksetra, bukan hanya untuk memahami satu Dharma bahwa Dia membangkitkan tekad untuk Maha Jnana dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi. Itu adalah demi memurnikan semua Buddhaksetra, atas dasar keyakinan pada semua Buddha, untuk melayani semua Buddha, untuk memahami semua Buddhadharma bahwa Dia memulai Maha Pranidhana, mengolah kusala-mula, dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi."

"Bodhisattva fokus pada semua Buddhadharma, mengembangkan pikiran yang luas dan tekad yang besar, tekad tidak pernah mundur, dan melalui kalpa yang tidak terhitung mengolah dan mengumpulkan cintamani yang langka, yang sulit di peroleh, yang sama dengan dari semua Buddha. Dengan mengamati akar kebajikan, pikiran keyakinan Bodhisattva menjadi murni, belas-kasih besarnya menjadi kukuh dan bertahan, Dia bersungguh-sungguh membaktikannya kepada para makhluk hidup dengan tujuan paling mendalam, pikiran yang bergembira, pikiran yang murni, pikiran yang menaklukkan semua, pikiran yang halus, pikiran belas-kasih yang baik, pikiran simpati, dengan maksud untuk melindungi, untuk menguntungkan, dan untuk memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup, Dia melakukan ini dengan sungguh-sungguh dan dalam kenyataan, bukan hanya dalam ucapan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan, Dia berpikir dalam cara ini : 'Melalui akar kebajikan-Ku, semoga semua makhluk hidup termurnikan, semoga mereka dipenuhi dengan kebajikan yang tidak bisa dihancurkan dan yang tidak habis-habisnya. Semoga mereka selalu mendapat hormat. Semoga mereka memiliki samyak-smrti dan ingatan yang tiada gagal. Semoga mereka mencapai pengetahuan pasti. Semoga mereka dipenuhi dengan pengetahuan yang tidak terukur. Semoga semua kebajikan dari tubuh, ucapan, dan pikiran sepenuhnya menghiasi mereka.' Juga, Dia berpikir : 'Melalui akar kebajikan ini, saya akan menyebabkan semua makhluk hidup melayani semua Buddha, untuk keuntungan mereka yang tanpa gagal. Saya akan menyebabkan keyakinan murni mereka menjadi tidak bisa dihancurkan; Saya akan menyebabkan mereka mendengar Saddharma, memotong putus semua keraguan dan ketidaktahuan, mengingat Dharma tanpa melupakannya dan bertindak sesuai dengan Dharma. Saya akan menyebabkan mereka mengembangkan hormat kepada Buddha, bertindak dengan kemurnian, bertumpu dengan aman pada akar kebajikan besar yang tidak terhitung, selamanya terbebas dari kemiskinan, sepenuhnya dilengkapi dengan tujuh kekayaan suci (sapta-arya-dhana) : keyakinan, sila, malu, kesadaran, belajar, dermawan, dan kebijaksanaan. Selalu belajar dari para Buddha, menyempurnakan akar kebajikan tertinggi, mencapai pemahaman yang tidak membeda-bedakan, tinggal berdiam dalam Sarvajnajnana, memandang semua makhluk hidup secara sama dengan mata yang tanpa halangan, menghiasi tubuh mereka dengan semua Maha Laksana, yang tanpa cacat, memiliki suara indah dan murni yang dipenuhi dengan semua kualitas baik, menguasai indera, menyelesaikan Dasa-bala, dipenuhi dengan keinginan yang baik, tidak menghuni atau bergantung pada apapun, menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kegembiraan dari Buddhatva, mencapai Bhumi yang tanpa batas, dan tinggal berdiam di dalam kediaman para Buddha.'"

"Ketika Bodhisattva melihat para makhluk hidup melakukan seua jenis kejahatan dan menderita semua jenis penderitaan dan kesakitan, dan oleh sebab ini menjadi terhalangi dari melihat Buddha, mendengar Dharma, dan mengenali Sangha, sang Bodhisattva berpikir : 'Saya harus dalam keadaan dukkha itu menanggung berbagai macam penderitaan sebagai pengganti dari para makhluk hidup, demi membebaskan mereka.' Ketika Bodhisattva menderita kesakitan dalam cara ini, Dia menjadi bahkan lebih kukuh, tidak menyerah atau melarikan diri, tidak terkejut atau takut, tidak patah semangat atau gentar, dan tidak bosan. Mengapa begitu? Karena sesuai dengan Pranidhana-Nya, Dia bertekad membebaskan semua makhluk hidup. Pada saat itu, Bodhisattva berpikir dalam cara ini : 'Semua makhluk hidup berada di dalam alam penderitaan dan dipersulit oleh kelahiran, usia tua, sakit, dan mati, berputar berulang-ulang sesuai dengan paksaan karma mereka, ketidaktahuan, pandangan salah, kehilangan kualitas kebajikan. Saya harus menyelamatkan dan membuat mereka mencapai moksha.'"

"Juga, para makhluk hidup diselimuti oleh jaring kemelekatan, terselubung oleh ketidaktahuan, melekati semua keberadaan, mengejarnya tanpa henti, memasuki kandang penderitaan, bertindak seperti kecanduan, sepenuhnya tanpa kebajikan atau pengetahuan, selalu penuh keraguan dan kebingungan; Tidak melihat tempat kedamaian, tidak mengetahui jalan pembebasan, berputar dalam kelahiran dan kematian tanpa henti, selalu tenggelam dalam lumpur penderitaan. Bodhisattva, melihat ini, mengandung Maha Karuna dan ingin menolong mereka, mau membuat semua makhluk hidup mencapai pembebasan; hingga akhirnya Dia membaktikan semua kebajikannya, membaktikannya dengan pikiran dermawan besar, sesuai dengan pembaktian yang dipraktekkan oleh para Bodhisattva dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, sesuai dengan pembaktian yang dijelaskan di dalam Sutra, mengharapkan semua makhluk hidup sepenuhnya termurnikan dan pada akhirnya menyelesaikan pengetahuan tentang semua cara pembebasan. Dia juga berpikir, 'Apa yang Saya praktekkan adalah demi membuat semua makhluk hidup menjadi penguasa pengetahuan tertinggi; Saya tidak mencari pembebasan untuk diri sendiri, namun hanya untuk melayani semua makhluk hidup, menyebabkan mereka semua mencapai pikiran Sarvajna, menyeberangi arus kelahiran dan kematian, dan terbebas dari semua penderitaan.'"

"Dia juga membentuk pikiran ini: 'Saya harus menerima semua penderitaan demi semua makhluk hidup, dan membuat mereka lolos dari lubang dukkha yang tidak terhitung dari kelahiran dan kematian. Saya harus menerima semua penderitaan demi semua makhluk hidup di semua dunia, dalam semua keadaan dukkha, selamanya dan selalu mengolah akar kebajikan demi semua makhluk. Mengapa begitu? Saya lebih memilih menanggung semua penderitaan ini pada diri sendiri daripada membiarkan para makhluk hidup jatuh ke dalam naraka. Saya harus menjadi jaminan di dalam tempat-tempat berbahaya di naraka, alam binatang, preta. Sebagai penebus untuk menyelamatkan semua makhluk hidup di dalam keadaan dukkha dan membuat mereka memperoleh pembebasan.'

"Dia juga membentuk pikiran ini : 'Saya berikrar untuk melindungi semua makhluk hidup dan tidak pernah meninggalkan mereka. Apa yang saya katakan adalah sungguh-sungguh, tanpa dusta. Mengapa begitu? Karena Saya telah membangkitkan Bodhicitta demi membebaskan semua makhluk hidup; Saya tidak mencari Jalan Tiada Tanding demi kepentingan sendiri. Juga, Saya tidak mengolah Bodhisattvacarya untuk mencari pemuasan nafsu indriya. Mengapa begitu? Karena semua kenikmatan duniawi adalah penderitaan, alam dari para gila, yang di dambakan oleh orang bodoh namun ditolak oleh para Buddha; Semua penderitaan timbul dari itu. Kemarahan, perkelahian, fitnah, dan kejahatan lainnya dari alam naraka, preta, binatang, dan alam rendah adalah yang semuanya disebabkan oleh kemelekatan serakah pada objek nafsu keinginan. Dengan kecanduan pada nafsu keinginan, orang menjadi menjauh dari para Buddha dan terhalang dari kelahiran di surga, apalagi pada Anuttara Samyaksambodhi.' Dengan mengamati bagaimana para orang duniawi, disebabkan oleh keserakahan untuk sedikit rasa dari apa yang mereka inginkan, mengalami penderitaan yang tidak terhitung, para Bodhisattva sama sekali tidak mencari Anuttara Samyaksambodhi dan mengolah Bodhisattvacarya demi mengejar nafsu indriya; Itu hanya demi membawa kedamaian dan ketentraman kepada semua makhluk hidup bahwa Dia membangkitkan Bodhicitta dan mempraktekkan penyempurnaan Maha Pranidhana untuk memotong belenggu dukkha para makhluk hidup dan membuat mereka mencapai pembebasan."

"Bodhisattva Mahasattva juga membentuk pikiran ini : 'Saya harus membaktikan akar kebajikan dalam cara ini untuk membuat semua makhluk hidup mencapai kebahagiaan tertinggi, kebahagiaan yang menguntungkan, kebahagiaan dari tiada menerima, kebahagiaan dari keheningan-tenang yang tanpa nafsu, kebahagiaan dari tiada ketergantungan, kebahagiaan dari kedamaian, kebahagiaan yang tidak terukur, kebahagiaan dari tidak menolak kelahiran dan kematian namun tidak mundur dari Nirvana, kebahagiaan yang tiada kematian, dan kebahagiaan dari Samantajnana.'"

"Dia juga berpikir, 'Demi semua makhluk hidup, Saya harus menjadi seperti kusir, pemimpin, memegang obor pengetahuan besar dan memperlihatkan jalan yang aman dan damai, membebaskan mereka dari kemarahan, menggunakan cara yang tepat untuk memberitakan Dharma kepada mereka; Dan juga, di dalam lautan kelahiran dan kematian, menjadi seperti kapten kapal yang terampil mengetahui semua, untuk menyeberangkan para makhluk hidup ke pantai seberang.'"

"Dalam cara ini, Bodhisattva Mahasattva membaktikan semua akar kebajikannya, yaitu, menyelamatkan semua makhluk hidup melalui upaya kausalya yang tepat sesuai keadaan untuk membuat mereka keluar dari kelahiran dan kematian, melayani dan memuja semua Buddha, mencapai Sarvajnajnana yang tanpa rintangan, meninggalkan semua orang yang kecanduan dan teman yang jahat, mendekati semua Bodhisattva dan teman yang baik, melenyapkan semua kekeliruan dan perbuatan salah, menyempurnakan kelakuan yang murni, dan menyempurnakan Maha Pranidhana dan kebajikan dari para Bodhisattva yang tidak terhitung banyaknya."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva telah tepat membaktikan akar kebajikan-Nya, Dia membentuk pikiran ini : 'Matahari yang banyak tidak muncul dikarenakan makhluk hidup yang sangat banyak jumlahnya di empat benua, hanya satu matahari yang muncul, namun itu mampu menerangi semua makhluk hidup. Juga, para makhluk hidup tidak mengetahui siang dan malam, atau berkelana, atau melihat, atau melakukan pekerjaan melalui cahaya tubuh mereka sendiri. Penyelesaian hal-hal ini semuanya bergantung pada timbulnya matahari; Namun matahari hanyalah satu, bukan dua.' Dalam cara yang sama, Bodhisattva Mahasattva mengolah dan mengumpulkan akar kebajikan, berpikir demikian saat membaktikannya : 'Para makhluk hidup tidak bisa menyelamatkan diri mereka sendiri, bagaimana bisa mereka menyelamatkan yang lainnya? Hanya Saya sendiri yang memiliki tekad yang unik ini.' Dia mengolah dan menghimpun akar kebajikan dan membaktikannya dalam cara ini, untuk membebaskan semua makhluk hidup, menerangi semua makhluk hidup, membimbing semua makhluk hidup, membangkitkan semua makhluk hidup, mengawasi dan menemani semua makhluk hidup, menjaga semua makhluk hidup, menyempurnakan semua makhluk hidup, menggembirakan semua makhluk hidup, membawa kebahagiaan kepada semua makhluk hidup, dan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi terbebas dari keraguan."

"Bodhisattva Mahasattva juga berpikir, 'Saya harus seperti matahari, menyinari semua tanpa mencari terima kasih atau hadiah, mampu menjaga semua makhluk hidup bahkan jika mereka buruk, tidak pernah menyerah dari Pranidhana pada hal ini, tidak meninggalkan semua makhluk hidup dikarenakan oleh satu makhluk hidup yang jahat, hanya rajin mempraktekkan pembaktian akar kebajikan untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kedamaian dan ketenangan. Bahkan jika akar kebajikan ku hanya sedikit, Saya akan menaungi semua makhluk hidup dan membuat pembaktian yang besar dengan pikiran gembira. Jika orang memiliki akar kebajikan namun tidak ingin menguntungkan semua makhluk hidup, itu tidak dinamakan Pembaktian. Ketika setiap akar kebajikan diarahkan kepada semua makhluk hidup, inilah yang dinamakan Pembaktian.'"

"Dia mengolah pembaktian untuk menempatkan para makhluk hidup di dalam sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian dimana tiada kemelekatan, pembaktian yang melihat sifat alami diri dari para makhluk hidup yang tidak berubah, pembaktian yang tanpa bergantung atau melekati pembaktian, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada kemunculan akar kebajikan, pembaktian yang tanpa gagasan salah tentang sifat alami dari ganjaran karma, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada ciri-ciri dari panca skandha dari bentuk-rupa dan pembentukan pikiran, pembaktian yang tanpa menghancurkan ciri-ciri dari panca skandha, pembaktian yang tanpa melekati karma, pembaktian yang tanpa mencari hadiah, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada hubungan sebab dan akibat, pembaktian yang tanpa membayangkan apa yang dihasilkan dari hubungan sebab dan akibat, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada ketenaran, tanpa melekat pada lokasi, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada gejala kejadian yang tidak nyata, pembaktian tanpa kemelekatan pada bentuk-rupa dari para makhluk hidup, dunia, atau pikiran, pembaktian tanpa menciptakan angan-angan khayalan tentang pikiran, atau angan-angan khayalan tentang gagasan, atau angan-angan khayalan tentang pandangan, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada ucapan, pembaktian yang mengamati sifat alami yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian, pembaktian yang mengamati aspek dimana semua makhluk hidup adalah yang sama, pembaktian yang menandai semua akar kebajikan dengan Mudra dari dharmadhatu, pembaktian yang mengamati semua gejala kejadian tanpa membeda-bedakan; Dia memahami bahwa semua gejala kejadian tiada perambatan dan akar kebajikan adalah yang juga seperti itu; Dia mengamati bahwa gejala kejadian adalah yang tiada mendua, tidak diciptakan, dan tidak musnah, dan begitu juga dengan pembaktian."

"Dengan membaktikan akar kebajikan seperti itu, Dia mengolah dan mempraktekkan cara yang murni tentang menyembuhkan penyakit batin. Semua akar kebajikan-Nya sesuai dengan Paramita, namun Dia tidak memikirkannya sebagai yang mendua. Itu tidak dalam perbuatan Dia mengolah Sarvajnajnana, namun itu tidak terpisah dari perbuatan Dia membaktikan untuk Sarvajnajnana; Sarvajnajnana tidak sama dengan karma, namun Sarvajnajnana juga tidak dicapai terpisah dari karma. Karena karma-Nya semurni cahaya, ganjaran-Nya juga semurni cahaya; karena ganjaran semurni cahaya, Sarvajnajnana juga semurni cahaya. Terpisah dari semua kebingungan dan pikiran tentang diri dan kepemilikan, Dia sempurna mengetahui dalam cara ini dan secara terampil membaktikan semua akar kebajikan."

"Ketika Bodhisattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, membebaskan para makhluk hidup tanpa henti, Dia tidak tinggal berdiam pada bentuk-rupa; Walaupun mengetahui bahwa di dalam semua gejala kejadian tiada karma dan tiada ganjaran, namun Dia mampu secara terampil menghasilkan semua karma dan ganjaran, tanpa pertentangan atau perdebatan. Dalam cara ini, Dia dengan upaya-kausalya mempraktekkan pembaktian. Ketika Bodhisattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia terbebas dari semua kesalahan dan dipuji oleh semua Buddha. Inilah yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang pertama dari menyelamatkan semua makhluk hidup tanpa melihat Diri dari para makhluk hidup."

"Kemudian pada saat itu, Vajraketu Bodhisattva Mahasattva melihat seluruh perkumpulan majelis di sepuluh penjuru, diseluruh dharmadhatu; memasuki makna dan ungkapan yang mendalam, mengolah karma tertinggi dengan pikiran yang tanpa batas, meliputi semua makhluk dengan Maha Karuna, mempertahankan silsilah Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, memasuki gudang kualitas kebajikan dari semua Buddha, menghasilkan Dharmakaya dari semua Buddha, mampu memahami pikiran dari semua makhluk hidup, mengetahui akar kebajikan yang ditanamnya telah matang, sambil tinggal berdiam di dalam Dharmakaya Dia mewujudkan Nirmanakaya yang murni untuk mereka dan, di adhisthana oleh sang Buddha, Dia mengucapkan syair-gatha ini :

Mengolah Marga selama kalpa yang tidak terbayangkan,
Semangat kukuh, pikiran tanpa rintangan,
Selalu mencari kualitas kebajikan para Buddha
Untuk menguntungkan para makhluk hidup.

Sang Penjinak dunia yang tiada tanding
Secara menyeluruh memurnikan pikirannya;
Bertekad menyelamatkan semua makhluk yang sadar,
Bisa memasuki gudang pembaktian dengan baik.

Kekuatan keberanian dan semangatnya sempurna,
Pengetahuannya jelas, pikirannya murni,
Dia menyelamatkan semua makhluk dimana-mana,
Pikirannya tetap, tidak gentar.

Pikirannya bisa berdiam penuh damai, tanpa bandingan;
Pikirannya selalu murni dan penuh kegembiraan.
Bersungguh-sungguh demi para makhluk hidup,
Dia sama seperti bumi, menerima semuanya.

Tidak mencari kesenangan untuk diri sendiri;
Hanya mau menyelamatkan para makhluk hidup;
Dengan begitu mengembangkan pikiran Maha Karuna,
Cepat memperoleh jalan masuk ke keadaan tanpa halangan.

Mampu menerima semua makhluk
Di semua dunia di sepuluh penjuru;
Mengukuhkan pikiran untuk menyelamatkan makhluk,
Dalam cara ini mengolah pembaktian.

Mempraktekkan berdana dengan kegembiraan
Dan mempertahankan karma murni, tanpa pelanggaran;
Keberanian, pikiran semangat-Nya tanpa hambatan,
Dia membaktikan ini untuk Bodhi Sarvajnajnana.

Pikirannya luas tanpa batas,
Kesabarannya kukuh, tidak tergoyahkan;
Meditasinya paling mendalam, selalu bersinar,
Kebijaksanaannya halus tidak terbayangkan.

Di semua dunia di sepuluh penjuru
Dia sepenuhnya mengolah praktek yang murni:
Semua kebajikan ini Dia baktikan
Untuk kedamaian dan kebahagiaan semua makhluk.

Sang Maha Vira rajin mempraktekkan perbuatan baik,
Yang tidak terukur, tanpa batas, tidak terhitung:
Semua ini digunakan untuk menguntungkan para makhluk hidup
Dan menyebabkan mereka tinggal berdiam di dalam pengetahuan tertinggi yang tidak terbayangkan.

Bertindak demi keuntungan semua makhluk hidup
Dia menghabiskan banyak kalpa yang tidak terbayangkan di dalam naraka;
Ini dilakukannya tanpa kena lelah atau mundur,
Selalu mempraktekkan pembaktian dengan keberanian dan keteguhan.

Tidak mencari bentuk-rupa, suara, bau atau rasa,
Dan tidak mencari perasaan senang:
Hanya demi membebaskan semua makhluk hidup
Dia selalu mencari pengetahuan tertinggi.

Pengetahuan dan kebijaksanaannya semurni ruang angkasa,
Mempraktekkan Bodhisattvacarya yang tanpa batas;
Upaya-kausalya yang dilakukan para Buddha
Dia selalu mempelajari dan mempraktekkannya.

Sang Maha Vira, berkelana di seluruh dunia,
Mampu memberikan kedamaian dan keamanan pada semua makhluk,
Menyebabkan semuanya bergembira,
Tanpa kenal lelah mengolah Bodhisattvacarya.

Menghancurkan semua racun batin,
Merenungkan dan mengolah pengetahuan tertinggi,
Tidak mencari kenyamanan untuk diri-Nya sendiri;
Hanya menginginkan para makhluk hidup terbebas dari sakit.

Pembaktian Dia adalah yang tertinggi,
Pikirannya selalu murni dan terbebas dari racun:
Ditugaskan oleh para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Dia tinggal berdiam di dalam benteng Dharma yang mulia.

Tidak pernah melekat pada bentuk-rupa
Atau perasaan, tanggapan penglihatan, kebiasaan, atau kesadaran;
Pikiran-Nya selamanya melampaui keberadaan,
Sambil semua kebajikan-Nya dibaktikan kepada yang lainnya.

Semua makhluk hidup yang dilihat oleh para Buddha
Dia asuh tanpa pengecualian,
Berikrar membuat mereka semua terbebaskan;
Demi mereka, Dia berjuang dengan kegembiraan besar.

Pikiran-Nya tetap seimbang,
Pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya luas tiada banding.
Sungguh penuh kesadaran, terbebas dari ketidaktahuan, selalu tenang,
Dan semua karma mereka sepenuhnya murni.

Para Bodhisattva itu, walau di dunia,
Tidak melekat pada gejala kejadian dalam atau luar;
Seperti angin melintas tanpa halangan di angkasa
Begitu juga pikiran Bodhisattva Mahasattva.

Karma tubuh-Nya sepenuhnya murni,
Semua ucapan-Nya tanpa kesalahan;
Pikiran-Nya selalu berlindung pada Buddha,
Dan bisa menggembirakan semua Buddha.

Di dalam dunia yang tidak terbatas di sepuluh penjuru,
Dimanapun ada para Buddha, Dia pergi kesana;
Disana, melihat Bhagavan yang Maha Karuna,
Dia tatap dengan penuh hormat.

Pikiran-Nya selalu murni dan tanpa noda,
Memasuki semua dunia tanpa takut;
Telah berada di jalan Buddha yang tiada tanding,
Dia bertindak sebagai bejana Dharma untuk semua makhluk.

Dengan rajin mengamati dan memeriksa semua gejala kejadian,
Dia merenungkan keberadaan dan ketidakberadaan dengan sesuai;
Dengan demikian Dia mengejar Dharma,
Dan memperoleh jalan masuk ke alam tanpa pertikaian yang paling mendalam.

Dengan ini, Dia mengolah Jalan yang kukuh
Dimana tiada makhluk hidup yang bisa merusaknya;
Mampu dengan baik memahami sifat alami dari semua gejala kejadian,
Tanpa kemelekatan di semua dunia.

Maka Dia membaktikan untuk mencapai pantai seberang,
Membuat semua makhluk terbebas dari kekotoran;
Selamanya menyingkirkan semua ketergantungan,
Dia memasuki alam pembebasan tertinggi.

Dalam bahasa dari semua makhluk hidup
Sesuai dengan perbedaan jenis mereka,
Bodhisattva bisa secara berbeda-beda menjelaskan
Sambil pikiran-Nya tidak melekat dan tanpa halangan.

Maka Bodhisattva mempraktekkan pembaktian:
Tidak terbayangkan banyaknya kebajikan dan cara-Nya;
Dia mendapat pujian dari semua Buddha
Di dalam semua dunia di sepuluh penjuru.

"Kulaputra, apakah Pembaktian yang tidak bisa dihancurkan dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam para Tathagata dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, karena Dia melayani semua Buddha. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam para Bodhisattva, bahkan yang baru saja bertekad mencari Sarvajnajnana untuk pertama kali, karena Dia berikrar untuk mengolah semua akar kebajikan Bodhisattva tanpa kenal lelah. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua kualitas Buddha, karena Dia memikirkan cita-cita yang mendalam. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua Buddhadharma, karena Dia tinggal berdiam di dalamnya dan mempertahankannya. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua makhluk hidup, karena Dia menatap mereka secara sama dengan mata belas-kasih dan membaktikan akar kebajikan demi keuntungan mereka semua. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua jalan yang murni, karena di semua tempat Dia mengumpulkan akar kebajikan yang tidak terbatas. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam jalan pembaktian Bodhisattva, karena Dia memenuhi cita-cita mulia-Nya. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua Guru jalan Bodhisattva, karena Dia menganggap Bodhisattva seperti Buddha. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam kekuatan batin dari semua Buddha, karena Dia secara mendalam percaya dalam yang tidak terbayangkan dari para Buddha. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam praktek Upaya-Kausalya yang di latih oleh semua Bodhisattva, karena Dia mencakup beranekaragam alam karma yang tidak terhitung."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam keyakinan yang tidak bisa dihancurkan, Dia menanam akar kebajikan, yang tidak terhitung dan tidak terbatas, di dalam beranekaragam alam dari para Buddha, Bodhisattva, Sravakabuddha, Pratyekabuddha, Buddhadharma dan para makhluk hidup, menyebabkan Bodhicitta makin bertumbuh lebih. Maitri dan Karuna-Nya besar dan luas, Dia mengamati tanpa membeda-bedakan. Dengan sesuai mempraktekkan perbuatan Buddha, mencakup semua akar kebajikan yang murni. Memasuki Dharma, menghimpun praktek kebajikan, melaksanakan perbuatan besar dari berdana, dan mengolah kualitas kebajikan, melihat masa lalu - masa depan - masa sekarang sebagai yang sama."

"Bodhisattva Mahasattva membaktikan kebajikan seperti itu untuk Sarvajnajnana, bercita-cita ingin selalu melihat para Buddha. Berhubungan dengan kalyanamitra dan hidup diantara para Bodhisattva. Tetap menjaga pikiran pada Sarvajnajnana, menerima dan mempertahankan Buddhadharma, dengan teliti menjaganya, serta mengajar dan mengembangkan semua makhluk hidup, pikirannya selalu dibaktikan pada jalan yang terbebas dari duniawi. Mengurus dan melayani semua guru Dharma. Memahami prinsip Dharma, Dia mempertahankannya dalam ingatan; Mengolah dan mempraktekkan Maha Pranidhana, membuat seluruhnya tersempurnakan."

"Demikian juga Bodisattva mengumpulkan akar kebajikan, menyelesaikan akar kebajikan, mengembangkan akar kebajikan, merenungkan akar kebajikan, berkonsentrasi pada akar kebajikan, memeriksa akar kebajikan, bergembira dalam akar kebajikan, mengolah akar kebajikan, dan tinggal berdiam dalam akar kebajikan."

"Ketika Bodhisattva telah menghimpun beranekaragam akar kebajikan dalam cara ini, Dia mengolah Bodhisattvacarya melalui buah hasil dari akar kebajikan ini. Dalam waktu berturut-turut Dia melihat para Buddha yang tidak terhitung banyaknya, serta mengurus dan melayani Mereka sesuai dengan kebutuhan. Menyediakan yang tidak terhitung banyaknya permata, bunga, karangan bunga, pakaian, payung, bendera, panji, perhiasan, pelayan, tempat yang indah, wewangian, bubuk dupa, campuran wewangian, dupa yang menyala, keyakinan mendalam, cita-cita, pikiran murni, hormat, pujian, puja, kursi permata, kursi bunga, kursi dupa, kursi karangan bunga, kursi candana, kursi pakaian, kursi vajra, kursi mani, kursi pita permata, kursi berwarna permata, taman berhiaskan permata, taman bunga, taman wangi, taman yang banyak digantung karangan bunga, taman yang bertabur jubah, taman yang bertabur permata, taman yang dihiasi dengan pita dari semua permata, taman dengan pohon dari semua permata, taman dengan birai dari semua permata, taman yang ditutupi dengan jaring lonceng dari semua permata, istana dengan semua permata, istana dengan semua jenis bunga, istana dengan semua jenis dupa, istana dengan semua jenis karangan bunga, istana dengan semua jenis candana, istana dengan semua jenis minyak wangi, istana dengan semua jenis vajra, istana dengan semua jenis mani, semuanya luar biasa indah, melampaui yang ada di surga; pohon yang tidak terhitung banyaknya bercampur dengan permata, pohon dari beranekaragam wewangian, pohon dari pakaian permata, pohon musik, pohon permata yang mempesona, pohon pita yang bertabur permata, pohon cincin permata, pohon yang terhiasi dengan bendera, panji, dan kanopi dengan wewangian dari semua bunga; pohon-pohon seperti itu, dengan dedaunan yang rimbun saling memantulkan, menghiasi istana itu; Istana itu juga dihiasi dengan yang tidak terhitung banyaknya kisi-kisi, jendela, pintu, balkon, bulan sabit, dan tirai, jaring emas yang tidak terhitung menyelimutinya, wewangian yang tidak terhitung menghembus melalui itu mengharumkan semuanya, dan jubah yang tidak terhitung banyaknya tersebar di lantai."

"Bodhisattva dengan hormat memberikan persembahan ini dengan pikiran murni memuja semua Buddha yang tidak terhitung, selama kalpa yang tidak terhitung, tidak pernah mundur, tidak pernah berhenti; Dan setelah setiap Buddha itu parinirvana, Dia juga dengan hormat membuat persembahan yang sama kepada sarira-Nya, agar menyebabkan semua makhluk hidup mengembangkan keyakinan yang murni, mengandung semua akar kebajikan, terbebas dari semua dukkha, memiliki pemahaman yang luas, terhiasi dengan hiasan besar, terhiasi dengan hiasan yang tidak terbatas, menyempurnakan semua usaha, mengetahui alangkah jarang bertemu seorang Buddha di dunia, menyelesaikan kekuatan Buddha yang tidak terukur, menghiasi dan memuja Caitya para Buddha, dan mempertahankan semua Buddhadharma."

"Pemujaan yang dilakukannya kepada para Buddha dan sarira Mereka tidak pernah bisa sepenuhnya diceritakan bahkan dalam masa waktu yang tidak terhitung. Pengolahan dan penghimpunan kebajikan seperti itu seluruhnya adalah untuk mengembangkan dan mematangkan para makhluk hidup, tanpa mundur, tanpa akhir, tanpa kenal lelah, tanpa kemelekatan, terbebas dari semua hayalan pikiran, tanpa henti dimanapun, selamanya melampaui semua ketergantungan, terpisah dari diri dan apapun yang berhubungan dengan diri. Dia menyegel semua aspek kegiatannya dengan Mudra dari Dharma, menyadari yang tiada dilahirkan, tinggal berdiam dalam kediaman Buddhatva, dan mengamati sifat alami dari yang tiada dilahirkan secara pasti menandai semua objek. Dalam asuhan dari para Buddha, Dia mengarahkan pikiran pada pembaktian, pembaktian yang sesuai dengan sifat alami dari gejala kejadian, pembaktian memasuki gejala kejadian yang tidak diciptakan namun menyempurnakan upaya-kausalya yang diciptakan, pembaktian usaha membuang kemelekatan pada gagasan pikiran tentang gejala kejadian, pembaktian tinggal berdiam dalam upaya kausalya Buddha yang tidak terhitung, pembaktian selamanya pergi dari semua alam keberadaan, pembaktian penerapan upaya-kausalya dari praktek yang tanpa kemelekatan pada bentuk-rupa, pembaktian yang mencakup semua akar kebajikan, pembaktian besar yang memurnikan karma dari semua Bodhisattva, pembaktian membangkitkan Bodhicitta, pembaktian hidup dengan semua akar kebajikan, pembaktian menyempurnakan keyakinan tertinggi."

"Ketika Bodhisattva membaktikan akar kebajikan seperti itu, walaupun menyelusuri kelahiran dan kematian, Dia tidak berubah: Mencari Sarvajnajnana tanpa pernah mundur; saat berada di dalam beranekaragam alam keberadaan, pikiran-Nya tidak terganggu; mampu membebaskan semua makhluk hidup; tidak tercemar oleh gejala kejadian yang berkondisi; tidak kehilangan pengetahuan yang tanpa rintangan; penyempurnaan sebab dan kondisi Bodhisattvacarya dan Bhumi-Nya adalah yang tidak habis-habisnya; gejala kejadian duniawi tidak bisa merubah atau memindahkan-Nya; menyempurnakan jalan yang murni dari Paramita; mampu menyelesaikan semua pengetahuan dan kekuatan. Demikian juga Bodhisattva menyingkirkan kegelapan ketidaktahuan, mengembangkan Bodhicitta dan mengungkapkan cahayanya, meningkatkan jalan yang murni, membaktikan jalan tertinggi, menyempurnakan semua praktek."

"Dengan kecerdasan yang murni dan jelas, mampu dengan terampil menganalisa dan memahami semua gejala kejadian sebagai yang muncul sesuai dengan pikiran; mengetahui karma sama seperti khayalan, hasil dari karma sama seperti lukisan, semua kegiatan sama seperti tipuan magis, gejala kejadian yang terlahir dari sebab dan kondisi semuanya sama seperti gema, dan Bodhisattvacarya seluruhnya sama seperti pantulan. Dia menghasilkan mata Dharma yang murni dan jelas, melihat alam yang luas dari yang tidak diciptakan; menyadari intisarinya yang kosong, Dia memahami yang tiada mendua dari gejala kejadian dan menemukan aspek yang sesungguhnya dari gejala kejadian. Menyempurnakan Bodhisattvacarya tanpa kemelekatan pada semua bentuk-rupa. Mampu melaksanakan semua perbuatan biasa tanpa pernah meninggalkan prinsip dan praktek yang murni. Terbebas dari semua kemelekatan, tetap tidak melekat dalam karma."

"Demikian juga Bodhisattva berpikir secara luwes, tanpa bingung atau berhayal, tanpa bertentangan dengan kenyataan, tanpa menghancurkan sebab yang bekerja, membaktikan dengan sesuai, dengan tanggapan penglihatan yang jelas pada kebenaran yang sesungguhnya. Dia mengetahui sifat alami diri dari gejala kejadian, namun melalui kekuatan upaya-kausalya menyelesaikan hasil dari karma dan mencapai pantai seberang. Dengan pengetahuan dan kebijaksanaan memeriksa semua gejala kejadian dan mencapai pengetahuan tentang indera batin (panca indriya - keyakinan, semangat, perhatian, konsentrasi, kebijaksanaan). Kebajikan dari perbuatan-Nya dilaksanakan tanpa usaha, sesuai dengan keinginan bebas-Nya."

"Bodhisattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini karena mau membebaskan semua makhluk hidup, menjaga silsilah para Buddha agar tidak rusak, selamanya menyingkirkan kegiatan mara, dan melihat Sarvajnajnana. Cita-cita-Nya yang tanpa batas tidak pernah terbuang; terpisah dari objek duniawi dan memotong putus semua percampuran kondisi dan kekotoran batin. Juga, menginginkan para makhluk hidup mencapai pengetahuan murni, secara mendalam memasuki cara pembebasan, pergi dari kelahiran dan kematian, mencapai akar kebajikan Buddhatva, selamanya mengakhiri semua kegiatan yang palsu, menyegel semua karma dengan Mudra dari Upeksha, bertekad memasuki pengetahuan tentang semua jalan pembebasan, dan menyelesaikan semua kualitas yang melampaui duniawi. Inilah, Kulaputra, yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang kedua dari yang tidak bisa dihancurkan."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam pembaktian ini, Dia bisa melihat semua Buddha yang tidak terhitung banyaknya dan menguasai Dharma yang murni dan agung, yang tidak terhitung jumlahnya. Mencapai kesamaan terhadap semua makhluk hidup, dan tanpa keraguan tentang apapun. Diperkuat dengan kekuatan batin dari semua Buddha, Dia mengatasi semua mara dan selamanya menyingkirkan pengaruh mereka. Mencapai kelahiran yang mulia dan menyempurnakan Bodhicitta. Mencapai pengetahuan yang tidak terhalang, bisa menjelaskan makna dari semua Dharma tanpa bergantung pada yang lain untuk pemahaman. Mampu memahami kekuatan pikiran untuk memasuki semua ksetra; menyinari para makhluk hidup dimana-mana, menyebabkan mereka semua menjadi termurnikan. Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan dari pembaktian yang tidak bisa dihancurkan, mewujudkan semua akar kebajikan dan membaktikannya dalam cara ini."

Kemudian pada saat itu, Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Bodhisattva setelah mencapai tekad yang tidak bisa hancur ini,
Melaksanakan semua perbuatan yang baik;
Oleh sebab itu, mampu menggembirakan para Buddha:
Mereka yang bijaksana membaktikan ini.

Membuat pemujaan kepada para Buddha yang tidak terbatas,
Berdana. dengan pengendalian diri, menaklukkan inderanya,
Berkeinginan untuk menguntungkan semua makhluk hidup,
Menyebabkan mereka semua termurnikan.

Semua jenis bunga yang wangi dan indah,
Jubah mewah yang berbeda-beda tidak terhitung,
Kanopi permata dan perhiasan,
Di persembahkan kepada semua Buddha.

Demikian juga Dia memuja para Buddha
Selama kalpa yang tidak terbayangkan dan tidak terhitung;
Dengan penuh hormat, selalu bergembira,
Tidak pernah memiliki pikiran bosan.

Memusatkan pikiran pada para Buddha,
Lampu Yang Besar Dan Terang untuk semua dunia:
Semua Tathagata dari sepuluh penjuru
Muncul dihadapannya, seperti bertatap muka.

Selama kalpa yang tidak terbatas dan tidak terbayangkan
Dia berdana dalam semua cara, dengan pikiran tidak kenal lelah:
Selama ratusan juta kalpa
Mempraktekkan ajaran yang baik dalam cara yang sama.

Setelah Parinirvana para Buddha,
Dia memuja sarira-Nya tanpa kenal lelah:
Dengan beranekaragam hiasan yang bagus untuk semua
Membangun Stupa yang banyaknya tidak terbayangkan.

Dibangun dalam bentuk yang unggul tanpa bandingan,
Terhiasi dengan permata dan emas,
Stupa yang menakjubkan, besarnya seperti gunung,
Jumlahnya miliaran tidak terhitung.

Setelah membuat persembahan dengan pikiran murni dan hormat,
Juga memikirkan tekad untuk menggembirakan dan menguntungkan yang lain;
Selama kalpa yang tidak terbayangkan, tinggal berdiam di dalam dunia,
Menyelamatkan para makhluk hidup dan membebaskan mereka.

Mengetahui bahwa para makhluk hidup adalah tidak nyata
Dan tidak membeda-bedakan diantara mereka,
Namun mampu membedakan indera para makhluk
Dan bertindak demi keuntungan semua makhluk hidup.

Bodhisattva mengolah dan membangun kebajikan
Yang luas, besar, tertinggi tiada banding;
Memahami itu sebagai yang pada intisarinya tiada keberadaan,
Dalam cara ini membaktikannya semua dengan pasti.

Mengamati semua gejala kejadian dengan pengetahuan tertinggi,
Tiada satupun yang dilahirkan;
Demikian juga Dia sementara mengolah pembaktian,
Kebajikan yang tidak terbatas, yang tiada habisnya.

Melalui cara ini memurnikan pikiran,
Sebanding dengan semua Buddha,
Kekuatan upaya-kausalya ini adalah yang tiada habisnya;
Oleh sebab itu hasil yang sangat tepat tidak memiliki batas.

Memulai tekad untuk Anuttara Samyaksambodhi,
Tanpa bergantung pada apapun di dunia,
Pergi ke semua dunia di sepuluh penjuru
Dan tidak terhalang oleh apapun.

Semua Buddha muncul di dunia
Karena ingin membimbing pikiran para makhluk;
Memeriksa sifat alami sejati dari pikiran
Dan menemukan itu pada yang tertinggi tidak ditemukan.

Semua gejala kejadian, tanpa pengecualian,
Termasuk dalam tathata, tiada svabhava;
Membaktikan dengan mata yang murni ini
Membuka penjara kelahiran dan kematian di dunia.

Meskipun Dia memurnikan semua keberadaan,
Namun tanpa gagasan pikiran tentang keberadaan;
Mengetahui sifat alami keberadaan tiada keberadaan
Memurnikan pikiran bergembira.

Tidak bergantung pada apapun di satu Buddhaksetra,
Maupun di semua Buddhaksetra,
Dan tidak melekat pada gejala kejadian yang berkondisi,
Mengetahui gejala kejadian tiada asal-mula.

Dengan ini mengolah Sarvajnajnana;
Dengan ini pengetahuan tertinggi menghiasi-Nya;
Dengan ini semua Buddha bergembira;
Inilah pekerjaan Bodhisattva pada Pembaktian.

Bodhisattva memusatkan pikiran pada para Buddha,
Pengetahuan tertinggi, kebijaksanaan, dan upaya-kausalya Mereka.
Sama seperti para Buddha, Dia tidak bergantung pada apapun:
Semoga Kami menyempurnakan kebajikan ini.

Berkonsentrasi pada menyelamatkan semua,
Dia menyebabkan orang meninggalkan perbuatan jahat;
Dengan begitu menguntungkan para makhluk hidup,
Dia merenungkan dengan perhatian tanpa meninggalkan mereka.

Tinggal berdiam dalam keadaan pengetahuan dan menjaga Dharma,
Dia tidak menempuh Nirvana melalui kendaraan lain
Hanya berikrar untuk mencapai Jalan Tiada Tanding dari Buddha;
Inilah pembaktian dari Bodhisattva.

Tidak melekati ketidaknyataan yang palsu
Yang diucapkan oleh para makhluk hidup,
Namun meski tidak bergantung pada ucapan
Dia masih tidak melekati duniawi.

Semua Tathagata di sepuluh penjuru
Memahami semua gejala kejadian tanpa kecuali;
Namun meski mengetahui semua gejala kejadian adalah yang kosong,
Dia tidak menghasilkan gagasan pikiran tentang kekosongan.

Dengan satu hiasan menghiasi semua
Namun tidak membeda-bedakan gejala kejadian
Dia membangkitkan semua makhluk hidup:
Semuanya tanpa sifat alami diri, tanpa objek.

"Kulaputra, apakah Pembaktian yang sebanding dengan semua Buddha dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva mengikuti dan mengolah jalan pembaktian dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang. Ketika mempraktekkan dan mempelajari jalan pembaktian dalam cara ini, ketika merasakan semua objek indera, apakah yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan, Dia tidak memikirkan suka atau tidak suka, pikirannya bebas, tanpa cacat, luas, murni, gembira, bahagia, terbebas dari semua kesedihan dan masalah. Pikirannya lentur, inderanya murni dan tenang."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memperoleh kedamaian dan kebahagiaan seperti itu, Dia menjadi bahkan lebih bertekad, membaktikan tekadnya untuk para Buddha, dengan pikiran ini : 'Dengan akar kebajikan yang sekarang ditanam, Saya berikrar untuk menyebabkan kebahagiaan dari para Buddha terus meningkat, yaitu, kebahagiaan dari tempat kediaman para Buddha yang tidak terbayangkan, kebahagiaan dari samadhi para Buddha yang tiada tanding, kebahagiaan dari belas-kasih yang tanpa batas, kebahagiaan dari pembebasan dari semua Buddha, kebahagiaan dari kekuatan yang besar - tertinggi - tidak terukur, kebahagiaan dari keheningan-tenang yang terpisah dari semua pengartian, kebahagiaan dari tinggal berdiam di dalam keadaan yang tanpa halangan, selalu berkonsentrasi dengan benar, kebahagiaan dari melaksanakan praktek dari tiada mendua yang tanpa berubah.'"

"Saat Bodhisattva Mahasattva telah membaktikan akar kebajikannya kepada para Buddha, Dia juga membaktikan kebajikan ini kepada para Bodhisattva: yaitu, demi menyebabkan yang belum menyempurnakan Pranidhana menjadi menyempurnakannya, menyebabkan yang pikirannya masih belum murni mencapai kemurnian, menyebabkan yang belum menyempurnakan Paramita menjadi menyempurnakannya, menempatkan Mereka dalam Bodhicitta yang tidak bisa hancur, agar tidak mundur dari jalan menuju Sarvajnajnana, tidak menyerah dari usaha besar, mempertahankan semua akar kebajikan dari pintu gerbang Bodhi, dan mampu menyebabkan para makhluk hidup menghentikan kesombongan, mengarahkan pikiran ke Bodhi, menyempurnakan cita-cita, tinggal berdiam di dalam tempat kediaman dari semua Bodhisattva, mencapai indera yang jelas dan tajam dari Bodhisattva, mengolah akar kebajikan, dan menyadari Sarvajnajnana."

"Setelah seperti itu membaktikan akar kebajikannya kepada para Bodhisattva, sang Bodhisattva Mahasattva lalu membaktikannya kepada semua makhluk hidup, berharap agar akar kebajikan dari semua makhluk hidup, bahkan yang terkecil, bahkan melihat seorang Buddha, mendengar Dharma, atau menghormati para Bhiksu suci, hanya selama waktu membunyikan jari, semuanya terbebas dari rintangan, agar mereka merenungkan pada kesempurnaan para Buddha, pada teknik Dharma, dan pada kemurnian dan kepentingan Sangha, agar tidak terpisah dari penglihatan Buddha, agar pikiran mereka menjadi murni, agar mencapai kualitas Buddhatva, memperluas kebajikan yang tidak terukur, memurnikan kekuatan batin, menghentikan keraguan tentang Dharma dan hidup sesuai dengan Dharma. Saat membuat pembaktian seperti itu kepada para makhluk hidup, Dia juga membuat pembaktian seperti itu untuk para Sravaka dan Pratyekabuddha."

"Juga, Dia berharap semoga semua makhluk hidup selamanya meninggalkan semua tempat kesedihan seperti naraka, preta, tiryagyoni, dan seterusnya, agar mereka lebih lanjut mengembangkan tekad tertinggi untuk Bodhi, memusatkan pikiran mereka pada kesungguhan mencari pengetahuan tentang semua cara pembebasan, tidak pernah menolak Saddharma dari para Buddha, mencapai kedamaian dari para Buddha, termurnikan tubuh dan pikiran, dan menyadari Sarvajnajnana."

"Akar kebajikan dari Bodhisattva Mahasattva semuanya secara benar dimulai, diperbanyak, dan dikembangkan dengan Maha Pranidhana, menyebabkan semuanya diperluas, dan sepenuhnya disempurnakan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva hidup di rumah dengan istri dan anak, Dia tidak pernah sesaat pun menyerah dari tekad Bodhi; Dengan samyak-smrti bermeditasi pada alam Sarvajna, membebaskan diri sendiri dan yang lainnya, membuat mereka mencapai yang tertinggi. Menggunakan upaya-kausalya mengubah anggota rumahnya sendiri, menyebabkan mereka memasuki pengetahuan Bodhisattva dan menyebabkan mereka mengembangkan kematangan dan mencapai pembebasan. Walaupun hidup bersama, pikirannya tiada kemelekatan. Melalui Maha Karuna yang utama, Dia menetap dalam kehidupan rumah, dan disebabkan oleh Maitrinya, Dia menyelaraskan dengan istri dan anaknya, dengan tanpa hambatan menuju jalan yang murni dari Bodhisattva."

"Walaupun Bodhisattva Mahasattva berada di dalam kehidupan rumah dan bekerja pada beraneka pekerjaan, tidak pernah sesaat pun menyerah dari tekad untuk Sarvajnajnana; Yakni, apakah sedang berpakaian, makan, berobat, mencuci, melihat sekeliling, berjalan, berdiri diam, duduk, bersandar, berbicara, berpikir, tidur atau bangun, apapun yang dikerjakannya, pikirannya selalu membaktikan pada jalan Sarvajnajnana. Dia berkonsentrasi dan merenungkan tanpa henti-hentinya, karena mau menolong semua makhluk hidup dan menempatkan mereka dalam Bodhi; Dengan Maha Pranidhana yang tidak terukur, Dia mewujudkan Maha Kusala-mula yang tidak terhitung, rajin mengolah kebajikan untuk menyelamatkan semua orang. Selamanya berpisah dari kesombongan dan pemuasan nafsu, dan dengan pasti terus menuju keadaan Sarvajnajnana, tidak pernah memikirkan maksud apapun tentang beralih ke jalan yang lain. Selalu merenungkan Bodhi dari semua Buddha, selamanya meninggalkan semua jalan yang tidak murni. Mengolah praktek yang dipelajari semua Bodhisattva, tanpa mengalami hambatan pada jalan Sarvajnajnana dan berdiam pada tingkat pengetahuan. Dia membaktikan pada membaca dan belajar, dan mengumpulkan akar kebajikan melalui cara pengetahuan yang tidak terukur. Pikirannya tidak tertarik pada semua alam duniawi, juga tidak tergoda dengan apa yang dipraktekkan. Dengan sepenuh hati menerima dan menjaga Sila dari Buddhadharma. Dengan begitu, Bodhisattva hidup di rumah mengolah dan memperdalam akar kebajikan dalam segala cara, menyebabkannya bertumbuh, dan membaktikannya pada Anuttara Samyaksambodhi, yang merupakan intisari dari para Buddha."

"Pada saat itu, Bodhisattva ketika sedang memberi makan binatang, bahkan membuat Pranidhana ini: 'Saya harus menyebabkan makhluk ini untuk meninggalkan alam binatang, tertolong, terhibur, dan pada yang tertinggi menjadi terbebaskan, selamanya menyeberang dari lautan penderitaan, senantiasa melenyapkan perasaan sakit, selamanya menghapus penderitaan tubuh dan pikiran, senantiasa memotong putus perasaan sakit - himpunan sakit - tindakan yang menyakitkan - penyebab sakit - akar penderitaan - dan keadaan yang menderita. Semoga semua makhluk hidup ini mampu pergi dari ini.' Begitulah Bodhisattva memusatkan pikiran-Nya pada semua makhluk hidup; dengan akar kebajikan-Nya di dalam bagian terdepan, Dia membaktikannya untuk pengetahuan tentang cara pembebasan bagi semua makhluk."

"Ketika Bodhisattva pertama kali membangkitkan Bodhicitta, Dia mencakup semua makhluk hidup, mengolah akar kebajikan dan membaktikannya demi menyebabkan semua makhluk hidup meninggalkan penderitaan dari kelahiran dan kematian selamanya, mencapai kebahagiaan dari Buddha yang tanpa rintangan, keluar dari lautan penderitaan, mempraktekkan jalan dari Buddhadharma, memenuhi semua tempat dengan Maitri, memiliki kekuatan Maha Karuna, menyebabkan semua mencapai kebahagiaan yang murni, mempertahankan akar kebajikan, mendekati kualitas Buddhatva, pergi dari alam Mara dan memasuki alam para Buddha, memotong putus benih duniawi dan menanam benih Bodhi, tinggal berdiam di dalam Dharma yang sama di dalam masa lampau - masa depan - masa sekarang."

"Bodhisattva membaktikan semua akar kebajikan yang telah dihimpun, akan dihimpun, dan sedang dihimpun-Nya dalam cara ini, membentuk pikiran ini: 'Seperti para Buddha dan Bodhisattva dari masa lampau telah praktekkan, dengan penuh hormat melayani semua Tathagata, membebaskan semua makhluk hidup agar selamanya terbebaskan, dan rajin mengolah dan mempraktekkan semua akar kebajikan dan membaktikannya semua tanpa kemelekatan, tanpa bergantung pada bentuk-rupa, tanpa kemelekatan pada perasaan, tanpa gagasan pikiran yang keliru, tanpa menciptakan pola tertentu, tanpa melekati kesadaran, terpisah dari indera, tidak tinggal berdiam pada gejala kejadian di dunia, senang dalam yang melampaui, mengetahui bahwa semua gejala kejadian adalah yang kosong seperti ruang angkasa, tidak datang dari manapun, tidak dilahirkan dan tidak musnah, dan tiada kenyataan yang sesungguhnya; tiada kemelekatan, Dia menghindari semua pandangan yang membeda-bedakan, tenang dan tidak tergoyahkan oleh apapun, tidak pernah kehilangan kesadaran atau ketenangan, tinggal berdiam di dalam kenyataan yang tanpa bentuk-rupa, terpisah dari semua wujud, semua menjadi satu; dengan begitu Dia secara mendalam memasuki sifat alami dari semua gejala kejadian, selalu bahagia mempraktekkan semua kebajikan, dan melihat perkumpulan dari semua Buddha. Sama seperti para Tathagata dari masa lampau itu membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, Saya juga akan mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, memahami prinsip ini, mewujudkan prinsip ini, dan, berdasarkan pada prinsip ini memastikan untuk belajar dan bertindak, tidak melanggar aturan yang jelas dari ajaran, mengetahui bahwa apa yang dipraktekkan adalah yang sama seperti ilusi, seperti bayangan, seperti bulan yang terpantul di air, seperti pantulan cermin, yang terwujud oleh gabungan dari sebab dan kondisi, terus hingga tingkat tertinggi dari Bodhi.'"

"Bodhisattva Mahasattva juga membentuk pikiran ini: 'Sama seperti para Buddha dari masa lampau, ketika mengolah Bodhisattvacarya, membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, dan begitu juga dengan para Buddha dari masa depan dan sekarang, Saya juga akan membangkitkan tekad dan membaktikan akar kebajikan sama seperti para Buddha itu, dengan pembaktian yang terutama, pembaktian yang terunggul, pembaktian yang tertinggi, pembaktian yang lebih hebat, pembaktian yang tidak terkalahkan, pembaktian yang tiada taranya, pembaktian yang tiada bandingnya, pembaktian yang tiada tanding, pembaktian yang terhormat, pembaktian yang mulia, pembaktian yang tidak membeda-bedakan, pembaktian yang jujur, pembaktian yang berkebajikan luhur, pembaktian yang menjangkau jauh, pembaktian yang baik, pembaktian yang murni, pembaktian yang terbebas dari mara, pembaktian yang tiada kesalahan.'"

"Ketika Bodhisattva telah membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, Dia menyempurnakan karma yang murni dari tubuh, ucapan, dan pikiran, dan tinggal berdiam di dalam tempat tinggal para Bodhisattva tanpa ada kesalahan. Dengan mempraktekkan karma yang baik, menyingkirkan perbuatan dan ucapan yang jahat. Pikiran-Nya tanpa cacat atau kekotoran batin; Dia mengolah Sarvajnajnana, tinggal berdiam di dalam pikiran yang luas dan tidak terukur, dan mengetahui semua gejala kejadian tidak menciptakan apapun. Tinggal berdiam di dalam keadaan yang melampaui duniawi dan tidak terpengaruh oleh gejala kejadian dunia. Memeriksa dan memahami karma yang tidak terhitung banyaknya dan sepenuhnya mengembangkan upaya-kausalya dari pembaktian, melenyapkan akar kemelekatan selamanya. Inilah yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang ketiga dari yang sebanding dengan semua Buddha."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam pembaktian ini, Dia secara mendalam memasuki perbuatan dari semua Tathagata, lalu lanjut menuju kualitas Buddha yang menakjubkan dan tertinggi, memasuki alam pengetahuan murni yang mendalam, tidak pergi dari pekerjaan Bodhisattva, mampu membedakan dengan terampil, makna yang halus dari pembebasan, memasuki dharmadhatu yang mendalam, mengetahui dengan baik cara bekerja dari Bodhisattvacarya, memasuki Buddhakula, dan dengan upaya-kausalya memeriksa dan memahami semua gejala kejadian. Walaupun Dia muncul mewujudkan tubuh, terlahir di dalam dunia, namun pikiran-Nya tidak melekat pada gejala kejadian dunia."

Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan adhisthana dari sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Bodhisattva Mahasattva itu
Mempraktekkan Jalan Pembaktian Buddha masa lalu,
Dan juga mengolah Praktek
Dari semua Nayaka masa depan dan sekarang.

Dia mencapai kedamaian dan ketenteraman dalam semua alam,
Yang dipuji oleh semua Tathagata;
Cahaya-Nya yang luas dan mata yang murni,
Dibaktikannya semua kepada para Maha Resi.

Tubuh kebahagiaan dari Bodhisattva,
Dan begitu juga semua inderanya;
Kegembiraan menakjubkan yang tertinggi dan tidak terukur itu
Semuanya dibaktikan untuk yang tertinggi.

Semua jalan yang baik di dunia
Dan yang telah disempurnakan para Buddha,
Semuanya dikembangkan tanpa meniadakan satupun,
Dan cara itulah Dia bergembira menguntungkan para makhluk.

Kegembiraan-Nya di dunia adalah yang tidak terbatas:
Ini dibaktikannya untuk para makhluk hidup,
Berikrar membuat mereka semua dipenuhi
Dengan kebahagiaan dari Narasimha.

Beranekaragam kegembiraan yang diketahui dan dirasakan
Oleh para Buddha dari semua ksetra
Dia berikrar mengembangkannya pada para makhluk hidup
Dan menjadi Lampu Besar yang menerangi dunia.

Kegembiraan tertinggi yang murni dari Bodhisattva
Dibaktikannya kepada semua makhluk hidup:
Walaupun membaktikan untuk menguntungkan para makhluk hidup,
Namun Dia tanpa kemelekatan pada pembaktian.

Bodhisattva mempraktekkan pembaktian ini,
Menghasilkan pikiran belas-kasih yang tanpa batas;
Kebajikan dari pembaktian yang dipraktekkan para Buddha
Dia berikrar untuk mengolah dan menyempurnakan dalam cara yang sama.

Kebahagiaan yang halus dari kendaraan Sarvajna
Seperti yang dicapai oleh yang tertinggi,
Juga kebahagiaan tanpa batas dari Bodhisattvacarya
Yang dilaksanakan saat di dalam dunia,
Kebahagiaan dari kedamaian saat muncul di dunia,
Kebahagiaan dari keheningan-tenang, selalu menjaga indera,
Semuanya dibaktikan kepada para makhluk hidup
Demi menyebabkan semua mengembangkan pengetahuan yang tiada tanding.

Pekerjaan-Nya bukanlah tubuh, ucapan, atau pikiran,
Namun tidak terpisah dari ini;
Dia hanya menghancurkan ketidaktahuan melalui upaya-kausalya
Dan dengan begitu mengembangkan pengetahuan tertinggi.

Karma yang dipraktekkan Bodhisattva
Menambah kebajikan unggul yang tidak terukur;
Mengikuti sang Bodhisattva, terlahir di dalam Buddhakula,
Tanpa memihak dan tenang, membaktikan dengan benar.

Menjaga semua makhluk hidup
Yang ada di dunia sepuluh penjuru,
Membaktikan akar kebajikan kepada mereka,
Berikrar memenuhi mereka dengan kebahagiaan dari kedamaian.

Tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri;
Mau menyebabkan semua menjadi tentram.
Tidak pernah menghibur gagasan pikiran yang tanpa kejelasan:
Hanya mengamati semua gejala kejadian sebagai yang kosong dan tanpa diri.

Terhadap semua Kulaputra
Yang dilihat oleh para Tathagata di sepuluh penjuru
Dia membaktikan semua akar kebajikan,
Berikrar mempercepat Anuttara Samyaksambodhi.

Para makhluk yang berkesadaran di semua dunia
Dia cakup tanpa membeda-bedakan, tanpa kecuali;
Dengan karma baik yang dilakukan-Nya sendiri
Dia menyebabkan para makhluk itu segera menjadi Buddha.

Maha Pranidhana yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Yang dijelaskan oleh para Nayaka yang tiada tanding
Berikrar bahwa semua Putra Buddha menjadi murni
Dan menyempurnakan semua cita-cita Mereka.

Mengamati semua dunia di sepuluh penjuru,
Menyumbangkan semua kebajikan-Nya kepada mereka,
Dia berikrar menyebabkan mereka semua terhiasi dengan menakjubkan:
Dengan begitu Bodhisattva mempraktekkan pembaktian.

Pikiran-Nya tidak menimbang gejala kejadian yang mendua;
Dia hanya terus menyadari yang tiada mendua dari gejala kejadian.
Dalam semua gejala kejadian, apakah mendua atau tanpa mendua,
Pada yang tertinggi Dia tanpa kemelekatan.

Semua dunia di sepuluh penjuru
Adalah bentukan gagasan pikiran para makhluk hidup;
Dengan tidak menangkap apapun dalam gagasan pikiran atau tiada gagasan pikiran,
Begitulah gagasan pikiran dipahami.

Tubuh Bodhisattva termurnikan,
Jadi pikiran-Nya murni, tanpa cacat:
Ucapan-Nya sudah murni dan tanpa cacat,
Ketahuilah bahwa pikiran-Nya murni tanpa kemelekatan.

Dengan pikiran tunggal memikirkan para Buddha masa lampau
Dan juga para Nayaka masa depan,
Dan juga para Bhagavan masa sekarang:
Mempelajari Dharma yang dijelaskan Mereka semua.

Semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang
Memiliki pengetahuan penembusan yang jelas, pikiran-Nya tidak terhalang;
Karena mau menolong para makhluk hidup
Membaktikan banyak perbuatan untuk Bodhi.

Dia yang berkebijaksanaan terkemuka, kebijaksanaan besar,
Kebijaksanaan yang terbebas dari kesalahan, tanpa khayalan,
Tanpa membeda-bedakan, kebijaksanaan sejati, kebijaksanaan murni,
Dan kebijaksanaan tertinggi, menjelaskan cara ini.

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:27 Nov 2019, 22:01
by ajita
"Kulaputra, apakah Pembaktian yang mencapai semua tempat dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mengolah semua akar kebajikan dengan berpikir, 'Semoga kekuatan kebajikan dari akar kebajikan ini mencapai semua tempat, sama seperti gejala kejadian membentang dimana-mana tanpa kecuali, mencapai segala sesuatu, semua dunia, semua makhluk hidup, semua ksetra, semua gejala kejadian, semua ruang angkasa, semua waktu, semua yang berkondisi dan yang tidak berkondisi, semua ucapan dan suara; semoga akar kebajikan ini dalam cara yang sama mencapai tempat tinggal dari semua Buddha, dan menjadi persembahan kepada semua Buddha itu, kepada para Buddha masa lampau yang ikrar-Nya seluruhnya tersempurnakan, para Buddha masa depan yang sepenuhnya terhiasi, dan para Buddha masa sekarang, ksetra-Nya, Bodhimanda-Nya, dan Sangha-Nya, mengisi semua alam diseluruh ruang angkasa. Saya bercita-cita, melalui kebajikan dari kekuatan keyakinan, kebajikan dari pengetahuan besar yang tanpa rintangan, kebajikan dari pembaktian dari semua akar kebajikan, mempersembahkan puja seperti yang dari para devata itu, memenuhi dunia-dunia yang tidak terbatas.'"

"Bodhisattva Mahasattva juga membentuk pikiran ini: 'Para Buddha meliputi semua alam ruang angkasa, dunia-dunia dari semua lokadhatu yang tidak terbayangkan banyaknya di sepuluh penjuru yang dihasilkan melalui beranekaragam karma, Buddhaksetra yang tidak terbayangkan banyaknya, Buddhavisaya, semua jenis dunia, dunia-dunia yang tidak terbatas, dunia-dunia yang tanpa batas, dunia-dunia yang berputar, dunia-dunia yang menyamping, dunia-dunia yang menghadap atas dan bawah, di dalam semua dunia seperti ini, Dia mewujudkan jangka hidup dan menampilkan beranekaragam pertunjukan kekuatan batin. Ada para Bodhisattva disana yang melalui kekuatan tekad muncul sebagai Buddha di dalam semua dunia demi kepentingan para makhluk hidup yang bisa diajar; Dengan pengetahuan dari tujuan semua jalan, Dia memperlihatkan di semua tempat kebebasan yang tanpa batas dan kekuatan batin Buddha, Dharmakaya membentang dimana-mana tanpa perbedaan, secara sama memasuki semua dharmadhatu, tubuh keBuddhaan yang tidak lahir dan tidak musnah, namun melalui upaya-kausalya muncul di seluruh dunia, disebabkan oleh menyadari sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian, yang melampaui semua, karena pencapaian Avaivartika-bala, karena terlahir diantara orang yang berkekuatan besar dengan penglihatan Buddha yang tanpa halangan.'"

"Bodhisattva Mahasattva melalui semua akar kebajikan yang telah ditanam-Nya, berikrar membuat pemujaan kepada semua Buddha itu, dengan bunga indah yang sangat banyak, jumlah yang sangat banyak dan menakjubkan dari dupa, karangan bunga, payung, bendera, panji, pakaian, lampu, dan semua perhiasan yang lainnya, dan melalukan hal yang sama untuk patung, stupa, dan caitya dari para Buddha. Akar kebajikan yang dibaktikan-Nya dalam cara ini, dengan pembaktian yang tanpa kebingungan, pembaktian yang memusatkan satu pikiran, pembaktian yang tidak bergantung pada yang lain, pembaktian yang penuh hormat, pembaktian yang tidak tergoyahkan, pembaktian yang tiada gangguan pikiran, pembaktian yang bebas, pembaktian yang tanpa pemikiran orang duniawi, pembaktian yang tanpa terburu atau pergumulan, pembaktian dengan pikiran yang hening-tenang."

"Dia juga berpikir, 'Di seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, di dalam semua kalpa masa lampau - masa depan - masa sekarang, para Bhagavan Buddha mencapai Sarvajnajnana dan menjadi Buddha; Dengan nama berbeda-beda yang tidak terhitung banyaknya, pada beranekaragam masa waktu, mewujudkan pencapaian Samyaksambodhi, semua-Nya tinggal berdiam selama rentang waktu, di seluruh masa depan, masing-masing menghiasi diri dengan hiasan dari dharmadhatu, Bodhimanda dan Sangha-Nya meliputi dharmadhatu; Di dalam semua ksetra, muncul sesuai waktu dan melaksanakan perbuatan Buddha. Kepada semua Buddha ini Saya membaktikan akar kebajikan; Saya berikrar dengan hormat mempersembahkan yang tidak terhitung banyaknya kanopi wewangian, bendera wewangian, panji wewangian, tirai wewangian, jaring wewangian, patung wewangian, cahaya wewangian, api wewangian, awan wewangian, taktha wewangian, taman wewangian, tempat berlindung wewangian, dunia wewangian, gunung wewangian, lautan wewangian, sungai wewangian, pohon wewangian, jubah wewangian, bunga teratai wewangian, istana wewangian, bunga wewangian; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari bunga, bendera dari bunga, panji dari bunga, tirai dari bunga, jaring dari bunga, patung dari bunga, cahaya dari bunga, api dari bunga, awan dari bunga, taktha dari bunga, taman dari bunga, tempat berlindung dari bunga, dunia dari bunga, gunung dari bunga, lautan dari bunga, sungai dari bunga, pohon dari bunga, jubah dari bunga, bunga teratai dari bunga, istana dari bunga; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari karangan bunga, bendera dari karangan bunga, panji dari karangan bunga, tirai dari karangan bunga, jaring dari karangan bunga, patung dari karangan bunga, cahaya dari karangan bunga, api dari karangan bunga, awan dari karangan bunga, taktha dari karangan bunga, taman dari karangan bunga, tempat berlindung dari karangan bunga, dunia dari karangan bunga, gunung dari karangan bunga, lautan dari karangan bunga, sungai dari karangan bunga, pohon dari karangan bunga, jubah dari karangan bunga, bunga teratai dari karangan bunga, istana dari karangan bunga; yang tanpa bandingan banyaknya kanopi dari bubuk dupa, bendera dari bubuk dupa, panji dari bubuk dupa, tirai dari bubuk dupa, jaring dari bubuk dupa, patung dari bubuk dupa, cahaya dari bubuk dupa, api dari bubuk dupa, awan dari bubuk dupa, taktha dari bubuk dupa, taman dari bubuk dupa, tempat berlindung dari bubuk dupa, dunia dari bubuk dupa, gunung dari bubuk dupa, lautan dari bubuk dupa, sungai dari bubuk dupa, pohon dari bubuk dupa, jubah dari bubuk dupa, bunga teratai dari bubuk dupa, istana dari bubuk dupa; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari minyak wangi, bendera dari minyak wangi, panji dari minyak wangi, tirai dari minyak wangi, jaring dari minyak wangi, patung dari minyak wangi, cahaya dari minyak wangi, api dari minyak wangi, awan dari minyak wangi, taktha dari minyak wangi, taman dari minyak wangi, tempat berlindung dari minyak wangi, dunia dari minyak wangi, gunung dari minyak wangi, lautan dari minyak wangi, sungai dari minyak wangi, pohon dari minyak wangi, jubah dari minyak wangi, bunga teratai dari minyak wangi, istana dari minyak wangi; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari pakaian, bendera dari pakaian, panji dari pakaian, tirai dari pakaian, jaring dari pakaian, patung dari pakaian, cahaya dari pakaian, api dari pakaian, awan dari pakaian, taktha dari pakaian, taman dari pakaian, tempat berlindung dari pakaian, dunia dari pakaian, gunung dari pakaian, lautan dari pakaian, sungai dari pakaian, pohon dari pakaian, jubah dari pakaian, bunga teratai dari pakaian, istana dari pakaian; yang tidak terbayangkan banyaknya kanopi dari permata, bendera dari permata, panji dari permata, tirai dari permata, jaring dari permata, patung dari permata, cahaya dari permata, api dari permata, awan dari permata, taktha dari permata, taman dari permata, tempat berlindung dari permata, dunia dari permata, gunung dari permata, lautan dari permata, sungai dari permata, pohon dari permata, jubah dari permata, bunga teratai dari permata, istana dari permata; yang tidak terukur banyaknya kanopi dari permata, bendera dari permata, panji dari permata, tirai dari permata, jaring dari permata, patung dari permata, cahaya dari permata, api dari permata, awan dari permata, taktha dari permata, taman dari permata, tempat berlindung dari permata, dunia dari permata, gunung dari permata, lautan dari permata, sungai dari permata, pohon dari permata, jubah dari permata, bunga teratai dari permata, istana dari permata; yang tidak terukur banyaknya kanopi dari lampu, bendera dari lampu, panji dari lampu, tirai dari lampu, jaring dari lampu, patung dari lampu, cahaya dari lampu, api dari lampu, awan dari lampu, taktha dari lampu, taman dari lampu, tempat berlindung dari lampu, dunia dari lampu, gunung dari lampu, lautan dari lampu, sungai dari lampu, pohon dari lampu, jubah dari lampu, bunga teratai dari lampu, istana dari lampu; yang tidak terkatakan banyaknya kanopi dari perhiasan, bendera dari perhiasan, panji dari perhiasan, tirai dari perhiasan, jaring dari perhiasan, patung dari perhiasan, cahaya dari perhiasan, api dari perhiasan, awan dari perhiasan, taktha dari perhiasan, taman dari perhiasan, tempat berlindung dari perhiasan, dunia dari perhiasan, gunung dari perhiasan, lautan dari perhiasan, sungai dari perhiasan, pohon dari perhiasan, jubah dari perhiasan, bunga teratai dari perhiasan, istana dari perhiasan; yang tidak terkatakan dari yang tidak terkatakan banyaknya kanopi, bendera, panji, tirai, jaring, patung, cahaya, api, awan, taktha, taman, tempat berlindung, dunia, gunung, lautan, sungai, pohon, jubah, bunga teratai, dan istana, yang semuanya terbuat dari maniratna, semuanya tidak terkatakan banyaknya: Di setiap objek ini, ada yang tidak terhitung banyaknya birai, istana, kamar hias, pintu, bulan sabit, palang pembatas, jendela, permata murni, dan perhiasan. Semua persembahan sepeti itu Saya berikan kepada para Buddha itu, menginginkan agar membuat semua dunia menjadi termurnikan dan semua makhluk hidup mencapai pembebasan, tinggal berdiam di dalam tingkat Dasa-bala dan mencapai pemahaman Dharma yang tanpa rintangan; Demi menyebabkan semua makhluk hidup sepenuhnya menjadi terhiasi dengan Kusala-mula, demi memperoleh pembebasan yang lengkap, memiliki pikiran yang tanpa batas seperti ruang angkasa, pergi ke semua ksetra dengan tanpa pergi kemana-mana, memasuki semua ksetra, menyebarkan jalan yang baik, selalu bisa melihat para Buddha, menanam Kusala-mula, menyempurnakan Mahayana, tidak melekat pada apapun, dipenuhi dengan kebajikan, mendirikan praktek yang tidak terhitung banyaknya, memasuki semua dharmadhatu yang tanpa batas, mengembangkan indera dari para Buddha, dan mencapai Sarvajnajnana dari para Buddha. Sama seperti ketiadaan diri mencakup semua gejala kejadian, begitu juga akar kebajikan-Ku mencakup semua Buddha melalui membuat persembahan kepada Mereka semua; mencakup semua Dharma melalui memahaminya tanpa hambatan; mencakup semua Bodhisattva melalui pada yang tertinggi memiliki akar kebajikan yang sama; mencakup semua Bodhisattvacarya melalui penunaian kekuatan Mula-Pranidhana Saya; mencakup semua pemahaman Bodhisattva pada gejala kejadian melalui memahami semua gejala kejadian tanpa hambatan; mencakup semua Maha-abhijna-bala dari para Buddha melalui menyempurnakan akar kebajikan yang tidak terhitung banyaknya; mencakup semua kekuatan dan keberanian dari para Buddha melalui mengembangkan tekad yang tidak terukur dan menunaikannya semua; mencakup semua cara meditasi dari Bodhisattva, kekuatan kefasihannya, dan Dharani melalui mampu menjelaskan dan memahami yang tiada mendua; mencakup upaya-kausalya Buddha melalui mewujudkan Maha-abhijna-bala dari para Buddha; mencakup semua kelahiran dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang di dunia, pencapaian Samyaksambodhi-Nya, pemutaran Saddharmacakra-Nya, penjinakan para makhluk hidup, dan memasuki Parinirvana, melalui dengan hormat memberikan persembahan kepada Mereka semua dimana-mana; mencakup semua dunia di sepuluh penjuru melalui menghiasi dan memurnikan Buddhaksetra hingga tingkat tertinggi; mencakup semua kalpa melalui muncul didalamnya dan mengolah Bodhisattvacarya tanpa henti; mencakup semua alam makhluk melalui muncul terlahir didalamnya; mencakup semua alam makhluk hidup melalui menunaikan praktek Samantabhadra Bodhisattva; mencakup semua kekuatan kebiasaan palsu melalui menggunakan upaya-kausalya untuk membersihkannya semua; mencakup perbedaan indera yang tidak terhitung banyaknya dari para makhluk hidup melalui mengetahuinya semua; mencakup pemahaman dan kecenderungan dari semua makhluk hidup melalui menyebabkan mereka menyingkirkan kebingungan dan kekotoran batin serta mencapai kemurnian; mencakup semua kegiatan yang mengubah para makhluk hidup melalui muncul dalam bentuk-rupa yang sesuai dengan kebutuhan; mencakup semua jalan dari menanggapi para makhluk hidup dengan sesuai melalui memasuki semua alam dari para makhluk hidup; dan mencakup intisari pengetahuan dari semua Tathagata melalui melestarikan Buddhadharma.'"

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, Dia menggunakan ketiadaan objek dari pencapaian sebagai caranya: tidak membeda-bedakan akibat di dalam karma, tidak membeda-bedakan karma di dalam akibat; walaupun tanpa membeda-bedakan, Dia memasuki seluruh dharmadhatu; walaupun tanpa usaha, namun selalu tinggal berdiam di dalam akar kebajikan; walaupun tidak memulai apapun, namun rajin mempraktekkan Dharma yang unggul; tidak mempercayai gejala kejadian, namun mampu memasukinya secara mendalam; tidak menganggap gejala kejadian sebagai yang ada, namun mengetahui dan melihatnya semua; Yang diciptakan dan yang bukan ciptaan keduanya tidak bisa dipahami. Dia mengetahui bahwa sifat alami semua gejala kejadian tidak pernah tanpa ketergantungan. walaupun melihat semua gejala kejadian, namun tidak melihat apapun; Dia mengetahui segala sesuatu tanpa mengetahui apapun."

"Demikian juga Bodhisattva memahami dunia tujuan, mengetahui bahwa semua gejala kejadian berdasarkan pada sebab dan kondisi. Dia melihat Dharmakaya dari semua Buddha dan mencapai kenyataan tertinggi yang murni dari semua gejala kejadian. Memahami semua dunia adalah yang sama seperti penampakan magis. Dengan jelas menyadari bahwa makhluk hidup hanyalah satu gejala kejadian dan tidak memiliki dua sifat alami. Tidak meninggalkan karmadhatu: dengan upaya-kausalya Dia memperlihatkan yang tidak diciptakan di tengah-tengah alam dari gejala kejadian yang berkondisi, tanpa menghancurkan ciri-ciri dari gejala kejadian yang berkondisi; Memperlihatkan gejala kejadian yang berkondisi di tengah-tengah alam dari gejala kejadian yang tidak berkondisi. Jadi, Bodhisattva selalu mengamati semua gejala kejadian sebagai pada yang tertinggi adalah yang tiada dan kosong. Dia mengembangkan semua akar kebajikan yang murni dan membangkitkan tekad untuk menyelamatkan dan melindungi para makhluk hidup. Pengetahuan-Nya dengan jelas menyadari lautan dari semua Dharma. Selalu bergembira mengolah praktek untuk menyingkirkan ketidaktahuan. Telah sepenuhnya menyelesaikan kebajikan yang melampaui duniawi, dan tidak lagi mempraktekkan jalan duniawi. Telah mencapai mata pengetahuan yang murni, menghapuskan semua kegelapan dari ketidaktahuan, dan dengan upaya-kausalya Dia mempraktekkan jalan dari Pembaktian."

"Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, sesuai dengan keinginan dari semua Buddha, memperindah dan memurnikan semua Buddhaksetra, mengajar, mengubah, dan mematangkan semua makhluk hidup, sepenuhnya menerima dan mempertahankan semua Buddhadharma, menjadi lapangan kebajikan tertinggi untuk semua makhluk hidup, menjadi pemandu bagi semua pengembara, menjadi matahari yang murni untuk semua dunia. Semua akar kebajikan-Nya memenuhi dharmadhatu, mampu menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka dipenuhi dengan kualitas kebajikan yang murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia mampu melestarikan silsilah dari semua Buddha, mengembangkan semua makhluk hidup hingga matang, memperindah dan memurnikan semua ksetra, menghindari kerusakan semua pekerjaan, sepenuhnya memahami semua gejala kejadian, secara tanpa membeda-bedakan mengamati yang tiada mendua dari semua gejala kejadian, pergi kesemua ksetra di sepuluh penjuru, memahami kenyataan tertinggi yang terpisah dari nafsu keinginan, mencapai keyakinan yang murni, dan memiliki indera yang tajam dan jelas."

"Inilah yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang keempat dari mencapai semua tempat. Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam pembaktian ini, Dia mencapai karma tubuh yang menjangkau semua tempat, mampu muncul dengan cepat di dalam semua dunia; mencapai karma ucapan yang menjangkau semua tempat, menjelaskan Dharma di semua tempat; mencapai karma pikiran yang menjangkau semua tempat, menerima dan mempertahankan Dharma yang dijelaskan oleh semua Buddha; mencapai kekuatan batin penjelajahan yang menjangkau semua tempat, pergi menanggapi pikiran para makhluk; mencapai kekuatan ingatan dan penjelasan yang menjangkau semua tempat, mampu menggembirakan para makhluk sesuai dengan pikiran mereka; memperoleh jalan masuk kedalam dharmadhatu yang menjangkau semua tempat, mampu memasuki semua dunia dalam satu pori; mencapai jalan masuk kedalam tubuh yang menjangkau semua tempat, mampu memasuki tubuh dari semua makhluk di dalam tubuh dari satu makhluk; mencapai tanggapan penglihatan kalpa menyeluruh yang menjangkau semua tempat, di dalam semua kalpa selalu melihat semua Buddha; mencapai tanggapan penglihatan menyeluruh dalam sekejap mencapai semua tempat, dari waktu ke waktu melihat semua Buddha muncul dihadapannya. Ketika Bodhisattva Mahasattva mencapai pembaktian yang menjangkau semua tempat, Dia mampu membaktikan akar kebajikan dalam cara ini."


Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Terhadap semua dunia bagian dalam dan luar
Bodhisattva tiada kemelekatan sama sekali,
Namun tidak meninggalkan pekerjaan menguntungkan para makhluk hidup:
Maha Purusa mengolah pengetahuan ini.

Di dalam semua ksetra di sepuluh penjuru
Dia tidak bergantung atau menghuni pada apapun;
Tidak melekati gejala kejadian, seperti mata pencaharian,
Dan tidak berubah-rubah menciptakan pembedaan.

Dia berurusan dengan semua makhluk hidup
Di dalam semua dunia di sepuluh penjuru;
Mengamati sifat alami mereka yang tiada keberadaan,
Dia mempratekkan pembaktian yang mencapai semua tempat.

Berurusan dengan semua gejala kejadian yang berkondisi dan tidak berkondisi,
Tidak menghibur pikiran yang mengembara tentang itu,
Atau yang berhubungan dengan apapun di dunia:
Sang Lampu Yang Menyinari Dunia terbangkitkan dalam jalan ini.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh para Bodhisattva
Berbeda dalam tingkat yang unggul, menengah, dan lebih rendah;
Didalam semua itu, Mereka membaktikan akar kebajikan
Kepada semua Buddha di sepuluh penjuru.

Bodhisattva, melalui pembaktian, mencapai Paramita,
Menyelesaikan apa yang dipelajari dari para Buddha;
Selalu berpikir dengan baik berdasarkan pengetahuan yang halus
Dan menjelmakan kualitas manusia yang terbaik.

Akar kebajikan-Nya yang murni dibaktikan secara menyeluruh,
Untuk menolong yang tertipu, tidak pernah meninggalkan mereka:
Membuat semua makhluk hidup untuk menjadi
Lampu Tiada Tanding yang menerangi dunia.

Tidak pernah membentuk gagasan pikiran tentang makhluk hidup
Juga tidak memikirkan gejala kejadian dengan khayalan palsu;
Walaupun di dunia, Dia tanpa kemelekatan,
Namun juga tidak meninggalkan para makhluk yang sadar.

Bodhisattva selalu menikmati kekosongan yang hening-tenang
Dengan mengikuti pencapaian alam Nirvana;
Namun tidak meninggalkan alam makhluk hidup:
Dia telah mencapai pengetahuan halus ini.

Bodhisattva tidak membentuk gagasan pikiran tentang karma,
Dan tidak melekati hasilnya:
Semua dunia terlahir dari kondisi
Gejala kejadian tidak bisa dilihat terpisah dari sebab-akibat.

Secara mendalam memasuki alam seperti itu,
Tidak menciptakan pembedaan yang sia-sia didalamnya:
Para Penjinak semua makhluk hidup
Dalam ini memahami pembaktian yang terampil.

"Kulaputra, apakah Pembaktian gudang kebajikan yang tiada habis-habisnya dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan yang dihasilkan melalui pertobatan dan penghapusan rintangan yang disebabkan oleh karma masa lampau, akar kebajikan yang dihasilkan melalui menghormati semua Buddha, akar kebajikan yang dihasilkan melalui memohon semua Buddha untuk mengajar, akar kebajikan yang dihasilkan melalui mendengar Buddhadharma, rajin mempraktekkannya, dan menyadari alam luas yang tidak terbayangkan, akar kebajikan yang dihasilkan melalui bergembira pada kebajikan dari semua Buddha dan semua makhluk hidup dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang, akar kebajikan dari semua Buddha, akar kebajikan yang dicapai melalui praktek yang rajin dari para Bodhisattva yang tidak terbatas, akar kebajikan yang dihasilkan melalui pengetahuan para Bodhisattva bergembira dalam pencapaian Samyaksambodhi dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang, pengajaran Dharma Mereka, dan penjinakkan para makhluk hidup, akar kebajikan dalam bergembira pada pengolahan Bodhisattvacarya dari Mula-Pranidhana dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang, pencapaian Anuttara Samyaksambodhi Mereka, pada akhirnya penampilan dari memasuki Parinirvana, dan setelah Nirvana Mereka, Saddharma bertahan di dunia hingga habis; Demikianlah Bodhisattva berpikir tentang alam para Buddha yang tidak dapat dijelaskan, juga, alam-Nya sendiri dan alam Buddha yang tanpa rintangan. Akar kebajikan berbeda-beda yang sangat besar dan banyak seperti itu, semuanya dihimpun oleh-Nya, semuanya diyakini-Nya, semuanya disenangi-Nya, semuanya disempurnakan-Nya, semuanya diselesaikan-Nya, semuanya dipraktekkan-Nya, semuanya dicapai-Nya, semuanya disadari-Nya, semuanya diwujudkan-Nya, semuanya dikembangkan-Nya, dibaktikan-Nya untuk menghiasi semua Buddhaksetra, seperti alam karma dari semua Buddha di dalam semua dunia di kalpa masa lampau yang tanpa batas, yaitu, sistem dunia Buddha yang tidak terhitung dan tidak terhingga banyaknya, yang dikenal oleh pengetahuan para Buddha, yang dilihat oleh para Bodhisattva, yang dirasakan oleh Maha Citta, yang dihasilkan dari karma yang murni menghiasi Buddhaksetra, muncul menanggapi para makhluk hidup, yang diciptakan oleh praktek yang murni dari Samantabhadra Bodhisattva, yang mana semua Buddha mencapai Bodhi dan mewujudkan beranekaragam kekuatan batin yang bebas, dan seperti Buddhaksetra yang murni terhiasi, yang akan dicapai saat samyaksambodhi dari para Buddha di seluruh masa depan, yang meliputi dharmadhatu, yang tanpa batas, tidak terhingga, tiada ujung, tiada akhir, semuanya dilahirkan dari pengetahuan para Buddha, terhiasi dengan harta kekayaan yang indah yang tidak terhitung banyaknya, hiasan dari semua wewangian, semua bunga, semua pakaian, semua harta yang berkualitas baik, semua kekuatan Buddha, dan perhiasan dari semua Buddhaksetra; Kota besar dari para Tathagata, dihuni oleh kumpulan orang-orang yang murni dan tidak terbayangkan dengan hubungan yang sudah ada melalui praktek yang sama yang akan mencapai Samyaksambodhi di masa depan, yang dikembangkan oleh semua Buddha, yang tidak terlihat di dunia, yang hanya bisa dilihat oleh mata yang murni dari para Bodhisattva. Para Bodhisattva ini memiliki Maha Bala dan telah menanam kusala-mula di masa lampau; dengan mengetahui semua gejala kejadian adalah yang sama seperti khayalan ilusi, Mereka mengolah karma yang murni dari para Bodhisattva, memasuki Dhyana di dalam kebebasan yang tidak terbayangkan, dan dengan upaya-kausalya bisa melaksanakan pekerjaan Buddha, memancarkan cahaya Buddha dan menerangi dunia dimana-mana tanpa batas. Semua Buddha dari masa sekarang juga menghiasi dunia dalam cara ini, dengan bentuk rupa, cahaya, dan warna yang tanpa batas; semua yang tercipta dari kebajikan: wewangian yang tidak terhitung banyaknya, permata yang tidak terhitung banyaknya, pohon yang tidak terhitung banyaknya, perhiasan yang tidak terhitung banyaknya, istana yang tidak terhitung banyaknya, suara yang tidak terhitung banyaknya, bercampur sesuai dengan hubungan dari masa lampau, mewujudkan hiasan dari semua kualtas mulia, yang tanpa akhir, hiasan dari semua wewangian, karangan bunga, bubuk dupa, permata, panji, pita berwarna-warni dari sutera permata, birai dari permata, perhiasan yang tidak terhitung banyaknya dari jaring emas, sungai, awan dan hujan, dan musik, hiasan seperti itu yang tidak terhitung banyaknya menghiasi banyak Buddhaksetra di dalam semua dunia diseluruh ruang angkasa, yang diciptakan dari beranekaragam karma, yang diketahui para Buddha dan yang diberitakan oleh para Buddha: yaitu, Buddhaksetra dari perhiasan, Buddhaksetra dari kemurnian, Buddhaksetra dari ketenangan, Buddhaksetra dari pemurnian yang halus, Buddhaksetra dari kebajikan yang menakjubkan, Buddhaksetra yang sangat luas, Buddhaksetra dari kedamaian dan kebahagiaan, Buddhaksetra dari Vajra, Buddhaksetra dari yang tidak habis-habisnya, Buddhaksetra yang tidak terbatas, Buddhaksetra dari yang tidak tergoyahkan, Buddhaksetra dari keberanian, Buddhaksetra dari cahaya, Buddhaksetra yang terbebas dari pertentangan, Buddhaksetra dari kesenangan, Buddhaksetra dari kecemerlangan yang menerangi semua, Buddhaksetra dari kemuliaan, Buddhaksetra dari keindahan yang halus, Buddhaksetra dari keterampilan yang menakjubkan, Buddhaksetra yang terunggul, yang terbaik, yang luar biasa, yang tertinggi, yang mutlak tertinggi, yang melampaui, yang tiada tanding, yang tiada tara, yang tiada banding, yang tidak terbayangkan. Untuk meniru hiasan-hiasan dari semua Buddhaksetra dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang, Bodhisattva Mahasattva ingin membaktikan akar kebajikan-Nya sendiri untuk menghiasi dunia dalam cara yang sama, dengan hiasan yang murni dari semua Buddhaksetra dari masa lampau, masa depan, dan sekarang, untuk menghasilkan memurnikan, mengumpulkan, mewujudkan, menyusun, dan mempertahankan semua hiasan seperti yang ada di semua Buddhaksetra itu, dan melakukan hal yang sama untuk semua dunia di seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, maka Dia dipenuhi dengan beranekaragam hiasan dari semua Buddhaksetra dari masa lampau - masa depan - sekarang."

"Juga, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua Buddhaksetra yang Saya olah dipenuhi dengan para Bodhisattva Mahasattva yang sungguh sejati, dengan pengetahuan yang luas, mampu membedakan semua dunia dan makhluk hidup, secara mendalam memasuki dharmadhatu dan ruang angkasa, melenyapkan ketidaktahuan dan menyempurnakan ingatan tentang Buddha, ingatan tentang kebenaran dari Dharma, ingatan tentang ketidakterbatasan dari Sangha, hadir disemua tempat, dan juga mengingat ketenangan, matahari Dharma yang sepenuhnya bulat, cahaya pengetahuan menyinari semua, melihat tanpa hambatan, terlahir dari tiada proses penjelmaan, menghasilkan semua aspek dari Buddhatva, memiliki sangat banyak akar kebajikan yang tertinggi, membangkitkan tekad untuk Anuttara Samyaksambodhi, tinggal berdiam di dalam kekuatan Buddha, menuju ke Sarvajnajnana, menghancurkan perbuatan mara, memurnikan alam para makhluk hidup, secara mendalam memasuki intisari sifat alami dari gejala kejadian, selamanya menyingkirkan angan-angan khayalan, memberhasilkan semua akar kebajikan dan Maha Pranidhana; semoga para Bodhisattva seperti itu memenuhi ksetra itu, terlahir di tempat itu, memiliki kebajikan seperti itu, selalu melaksanakan pekerjaan Buddhatva, mencapai cahaya Samyaksambodhi, menguasai pengetahuan dharmadhatu, mewujudkan kekuatan indriya, memenuhi semua alam dengan satu tubuh, mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar, memasuki wilayah Sarvajnajnana, mampu membedakan yang tidak terbatas dan tidak terhitung ungkapan makna dari dharmadhatu, tiada kemelakatan dalam semua ksetra, namun mampu muncul di dalam semua Buddhaksetra, pikirannya sama seperti ruang angkasa, tidak bergantung pada apapun, namun mampu membedakan seluruh dharmadhatu, mampu memasuki dan keluar dari samadhi yang mendalam dan tidak terbayangkan, bertujuan pada Sarvajnajnana, tinggal berdiam di dalam Buddhaksetra, mencapai kekuatan Buddhatva, menjelaskan Dharma yang tidak terhitung tanpa takut, menyesuaikan dengan akar kebajikan dari para Buddha dari masa lampau - masa depan - sekarang, sepenuhnya menyinari dharmadhatu dari semua Tathagata, mampu menerima dan menjaga semua Buddhadharma, mengetahui cara bicara yang tidak terhitung, mampu melafalkan banyak suara berbeda yang tidak terbayangkan, memasuki tingkat kebebasan yang tiada tanding dari para Buddha, menjelajahi seluruh dunia di sepuluh penjuru tanpa halangan, mempraktekkan ketiadaan pertentangan dan ketiadaan ketergantungan, tidak salah membedakan apapun, mengolah, mempraktekkan, dan memperbesar tekad Bodhi, mencapai pengetahuan tentang Upaya-kausalya, ucapan dan makna, mampu menjelaskannya secara bertahap. Saya berikrar menyebabkan para Bodhisattva yang seperti itu untuk menghiasi ksetra itu, menyebar keseluruh itu, tinggal berdiam dalam kedamaian dan kesesuaian, terlatih dengan baik, sangat terlatih dengan baik, murni, sangat murni, hening-tenang. Semoga ada di dalam setiap dan seluruh wilayah dari satu Buddhaksetra para Bodhisattva Mahasattva seperti itu yang jumlahnya tidak terbatas memenuhi itu, dan semoga semua Buddhaksetra diseluruh ruang angkasa dharmadhatu, seluruhnya dipenuhi dengan Bodhisattva Mahasattva dalam cara yang sama. '"

"Bodhisattva Mahasattva dengan cara bijaksana membaktikan semua akar kebajikan kepada semua Buddhaksetra, untuk semua Bodhisattva, untuk semua Buddha, untuk Samyaksambodhi dari semua Buddha, untuk semua Maha Pranidhana, untuk semua jalan penting dari pembebasan, untuk memurnikan semua alam makhluk hidup, untuk selalu melihat kemunculan Buddha di semua dunia, untuk selalu melihat kehidupan para Tathagata yang tidak terbatas, dan untuk selalu melihat para Buddha yang meliputi dharmadhatu memutar Roda Dharma yang tanpa kemunduran dan tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, karena Dia memasuki semua Buddhaksetra, maka semua Buddhaksetra menjadi termurnikan; karena Dia menjangkau semua alam makhluk hidup, semua Bodhisattva menjadi termurnikan; karena Dia menginginkan kemunculan para Buddha di semua Buddhaksetra, di dalam semua Buddhaksetra di semua lokadhatu perwujudan yang sukar dipahami dari Buddha tampil."

"Melalui pembaktian yang tiada banding seperti itu, Bodhisattva Mahasattva terus menuju Sarvajnajnana, pikiran-Nya besar dan luas seperti ruang angkasa, tanpa batasan apapun; memasuki yang tidak terbayangkan, Dia mengetahui semua karma dan hasil akibatnya adalah yang kosong, sehingga pikiran-Nya selalu tenang. Tiada batas apapun, Dia mampu memasuki semua dharmadhatu."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia tidak membayangkan diri atau kepemilikan, tidak membayangkan Buddha atau Buddhadharma, tidak membayangkan ksetra atau perhiasan, tidak membayangkan makhluk hidup atau peradaban, tidak membayangkan karma atau hasil dari karma; Dia tidak melekat pada pikiran atau apa yang dihasilkan oleh pikiran, tidak menyangkal sebab dan akibat, tidak melekati gejala kejadian, tidak melekati Dharma, tidak berkata kelahiran dan kematian memiliki kegiatan pikiran, tidak berkata Nirvana adalah keheningan-tenang yang abadi, tidak berkata Buddha mencapai Buddhatva - tiada gejala kejadian terkecilpun yang ada dengan kenyataan."

"Ketika Bodhisattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia memberikan semua akar kebajikan kepada para makhluk hidup, untuk memastikan perkembangan mereka menuju kematangan, mengajar dan mengubah mereka secara tidak membeda-bedakan, tanpa gambaran pikiran, tanpa pembentukan, tanpa penaksiran, tanpa kebohongan, menghindari semua pembedaan yang sia-sia dan kemelekatan gagasan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva telah membuat pembaktian ini, Dia mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya: yaitu, mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena mempertahankan semua Bodhisattva di dalam pikiran; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memurnikan Buddhaksetra; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memurnikan semua alam makhluk hidup; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memasuki dharmadhatu secara mendalam; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena mengolah pikiran yang tidak terukur yang sebanding dengan ruang angkasa; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memahami alam dari semua Buddha secara mendalam; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena rajin mengolah pekerjaan Bodhisattva; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memahami masa lampau, masa depan, dan masa sekarang."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan semua akar kebajikan dalam cara ini, Dia memahami bahwa semua alam makhluk hidup tiada makhluk hidup; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa kehidupan; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa pencipta; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa perwujudan diri; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa pertentangan; melihat bahwa semua gejala kejadian timbul dari kondisi dan tanpa hunian; mengetahui bahwa semua gejala kejadian tiada dasar; mengetahui semua ksetra tiada lokasi; mengamati praktek Bodhisattva juga tiada tempat; Dia melihat semua objek tiada keberadaan."

"Ketika Bodhisattva Mahasttva mempraktekkan pembaktian seperti itu, mata-Nya tidak pernah melihat Buddhaksetra yang tidak murni, juga tidak melihat para makhluk hidup berbeda ciri-ciri; tiada gejala kejadian terkecilpun yang dimasuki pengetahuan, juga tiada pengetahuan terkecilpun yang memasuki gejala kejadian. Dia memahami tubuh Buddha adalah yang bukan seperti ruang angkasa kosong, karena itu disempurnakan oleh semua kebajikan dan kualitas agung yang tanpa batas, dan karena di dalam semua tempat itu menyebabkan para makhluk hidup menghimpun akar kebajikan yang cukup."

"Dari waktu ke waktu Bodhisattva Mahasattva ini mencapai tingkat Dasa-bala yang jumlahnya tidak terkatakan, dipenuhi dengan semua kebajikan, sepenuhnya mengembangkan akar kebajikan yang murni, dan menjadi 'lapangan kebajikan (punya-ksetra)' bagi semua makhluk hidup. Bodhisattva Mahasattva ini mengembangkan gudang kebajikan seperti permata Cintamani, memperolah semua kesenangan yang dibutuhkan, mampu menghiasi semua ksetra dimanapun Dia pergi, memurnikan para makhluk hidup yang jumlahnya tidak terkatakan dimanapun Dia pergi, ini disebabkan oleh merangkul kebajikan, mengolah dan menguasai praktek."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia mengolah praktek dari semua Bodhisattva, kebajikan-Nya luar biasa, penampilan-Nya tiada bandingan, kekuatan batin dan pancaran-Nya melampaui semua duniawi, sehingga para mara dan tirthika tidak bisa menatap-Nya. Akar kebajikan-Nya lengkap, Maha Pranidhana-Nya terselesaikan, pikiran-Nya semakin meluas, sebanding dengan Sarvajnajnana. Dalam sekejap satu pikiran, Dia bisa meliputi Buddhaksetra yang tidak terhitung banyaknya. Kekuatan pengetahuan-Nya tidak terukur, dan telah tiba di wilayah dari semua Buddha. Memiliki keyakinan yang mendalam dalam semua Buddha, dan tinggal berdiam di dalam pengetahuan yang tanpa batas, kekuatan dari tekad Bodhi-Nya seluas dharmadhatu, sebesar ruang angkasa."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam dalam pembaktian ini, Dia mencapai sepuluh gudang yang tidak habis-habisnya : mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari melihat para Buddha, karena di dalam satu pori Dia melihat para Buddha yang tidak terhitung banyaknya muncul di dunia; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari jalan masuk kedalam Dharma, karena melalui kekuatan dari pengetahuan Buddha Dia melihat semua gejala kejadian di dalam satu Dharma; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari ingatan, karena Dia mempertahankan Dharma yang dijelaskan oleh semua Buddha tanpa melupakan apapun; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kebijaksanaan yang pasti, karena Dia mengetahui teknik rahasia dalam Dharma yang dijelaskan oleh semua Buddha; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari memahami makna dan maksud, karena Dia mengetahui perbedaan dari prinsip Dharma; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari pencapaian yang tanpa batas, karena Dia memahami semua gejala kejadian dari masa lampau-masa depan-masa sekarang melalui cara dari pengetahuan yang seperti ruang angkasa; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kebajikan yang sangat tepat, karena Dia memuaskan keinginan dari semua makhluk hidup tanpa henti; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kesadaran dan pengetahuan yang tanpa takut, karena Dia mampu menghapus dan menghancurkan kegelapan batin ketidaktahuan dari semua makhluk hidup; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kekuatan kefasihan yang pasti, karena Dia menjelaskan Dharma yang tiada membeda-bedakan dari semua Buddha sehingga semua semua makhluk hidup mengerti; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari 'sepuluh kekuatan (dasa-bala)' dan 'empat keberanian (catur-vaisaradya)', karena Dia menymepurnakan semua praktek Bodhisattva, membungkus kepala dalam serban ketiadaan kekotoran batin, dan tiba di Sarvajnajnana yang tanpa rintangan; Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan semua akar kebajikan, Dia mencapai sepuluh gudang yang tidak habis-habisnya ini."

Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Bodhisattva menyempurnakan kekuatan batin yang mendalam,
Mencapai penguasaan dari semua Dharma;
Kebajikan dari permohonan dan pengetahuan-Nya,
Dibaktikan-Nya melalui cara yang tanpa rintangan.

Para Tathagata dari masa lampau-sekarang-masa depan,
Memperindah Buddhaksetra diseluruh dharmadhatu:
Bodhisattva menyempurnakan semua kebajikan,
Membaktikan-Nya untuk memurnikan ksetra dalam cara yang sama.

Buddhadharma dari masa lampau-sekarang-masa depan
Bodhisattva merenungkannya dengan teliti,
Mengumpulkannya semua kedalam pikiran-Nya,
Dengan begitu menghiasi Buddhaksetra.

Jika kebajikan dari semua Buddhaksetra di ucapkan pujian
Diseluruh kalpa dari masa lampau-sekarang-masa depan,
Kalpa dari masa lampau-sekarang-masa depan mungkin habis
Namun kebajikan dari Buddhaksetra tiada akhir.

Semua Buddhaksetra yang seperti itu
Adalah yang dilihat oleh Bodhisattva:
Yang dalam sekejap menghiasi satu Buddhaksetra
Dan semua Buddhaksetra sama juga dalam cara ini.

Ada para putra Buddha yang pikirannya murni,
Semuanya dilahirkan dari perwujudan Buddhadharma,
Dengan semua kebajikan menghiasi pikiran Mereka,
Yang memenuhi semua Buddhaksetra.

Para Bodhisattva itu semuanya diberkahi
Dengan tubuh yang terhiasi dengan Maha Laksana yang tanpa batas;
Dengan kekuatan kefasihan Dharma-Nya memenuhi dunia,
Tidak habis-habisnya seperti samudra.

Bodhisattva tinggal berdiam dalam banyak samadhi
Dan telah menyempurnakan semua praktek penting;
Pikiran-Nya murni melampaui perbandingan
Dan cahaya-Nya menyinari semua dunia.

Demikianlah semua Buddhaksetra
Dipenuhi dengan para Bodhisattva seperti itu:
Mereka tidak pernah memikirkan Sravakayana
Atau mencari Pratyekabuddhayana.

Demikianlah pikiran yang murni dari Bodhisattva,
Membaktikan kebajikan kepada semua makhluk hidup,
Mau menyebabkan semua menjadi sungguh tercerahkan
Dan sepenuhnya mengetahui Buddhadharma.

Semua mara dan musuh di sepuluh penjuru
Ditaklukkan oleh kekuatan Bodhisattva yang menakjubkan;
Kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya yang berani adalah yang tiada tanding
Saat Dia mempraktekkan Jalan Tertinggi dengan kepastian.

Dikarenakan kekuatan semangat Besar dari Bodhisattva
Pembaktian-Nya tidak bisa dihalangi;
Dia memasuki gudang kebajikan yang tidak habis-habisnya
Yang selamanya tanpa akhir, diseluruh masa lampau-masa depan-sekarang.

Bodhisattva mengamati semua gejala kejadian yang berkondisi
Dan memahami sifat alaminya yang tidak berdiri sendiri;
Dengan memahami sifat alami gejala kejadian adalah seperti ini
Tidak secara salah melekati karma atau hasilnya.

Tiada gejala kejadian dengan bentuk-rupa, juga tiada gejala kejadian tak berbentuk;
Tidak ada gagasan pikiran tentang makhluk atau bukan makhluk;
Keberadaan dan tiada keberadaan adalah yang tidak ada;
Dia menyadari semuanya adalah yang tidak bisa dilekati.

Semua gejala kejadian terlahir dari sebab dan kondisi
Sifat alami pokoknya adalah yang bukan keberadaan juga bukan ketidakberadaan;
Dan di dalam sebab dan kondisi, apa yang dihasilkan
Pada yang tertinggi, tiada kemelekatan sama sekali.

Dari apa yang diucapkan semua makhluk hidup
Pada yang tertinggi Dia tidak melekati apapun;
Dia mengetahui nama dan ciri-ciri semuanya adalah kegiatan pikiran
Dan dengan jelas memahami gejala kejadian adalah yang tiada ciri.

Seperti sifat alami makhluk hidup yang pada dasarnya adalah kosong,
Begitu juga Dia mengetahui semua gejala kejadian adalah yang kosong;
Semua gejala kejadian di masa lampau-sekarang-masa depan,
Ksetra dan karma, semuanya adalah yang sama.

Pengetahuan seperti itulah yang Dia baktikan,
Karma kebajikan lahir sesuai dengan pemahaman-Nya:
Ciri-ciri dari kebajikan ini juga Dia pahami demikian,
Bahwa tiada apapun yang untuk dilekati didalamnya.

Demikianlah pikiran pembaktian-Nya yang tiada noda;
Tidak pernah menghitung sifat alami dari gejala kejadian,
Memahami sifat alaminya yang adalah bukan sifat alami,
Dia tidak tinggal berdiam di dunia, namun tidak meninggalkannya.

Karma baik yang Dia lakukan
Dibaktikan-Nya kepada semua makhluk hidup,
Tanpa gagal menyadari sifat alami sejatinya,
Mengosongkan perbedaan.

Semua pandangan salah yang ada
Dikosongkan seluruhnya;
Terbebas dari penderitaan yang membakar, selalu sejuk,
Dia tinggal berdiam di dalam keadaan pembebasan yang tidak terhalang.

Bodhisattva tidak menghancurkan apapun
Atau menghapus sifat alami dari gejala kejadian:
Dia memahami semua gejala kejadian adalah yang sama seperti gema
Dan tidak memiliki kemelekatan pada itu sama sekali.

Dia mengetahui semua makhluk hidup dari masa lampau-masa depan-sekarang
Datang dari gabungan sebab dan kondisi:
Juga mengetahui kecenderungan dan kebiasaan mereka
Dan tidak pernah menghapus apapun.

Dia menyadari sifat alami karma adalah bukan karma
Dan namun tidak membantah ciri-ciri dari gejala kejadian,
Dan tidak menghancurkan hasil dari karma,
Namun menjelaskan sifat alami dari gejala kejadian sebagai yang berkondisi.

Dia memahami para makhluk hidup tiada kelahiran
Dan tiada makhluk hidup yang berpindah:
Tidak ada makhluk hidup nyata yang untuk dikatakan,
Namun menyesuaikan dengan kebiasaan awam, Dia mengajar sementara.

"Kulaputra, apakah Pembaktian menyebabkan semua akar kebajikan bertahan dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva menjadi Penguasa dari negara yang besar, kebajikan-Nya membentang ke semua, ketenaran-Nya mengguncang dunia: semua musuh tunduk kepada-Nya, dan semua perintah-Nya berdasarkan pada Dharma. Dia memegang satu kanopi yang meneduhkan seluruh penjuru, dan bepergian ke semua tempat sebagai Pemimpin ksetra, tidak terhambat kapanpun Dia beralih, mengikat serban kemurnian. Dia adalah Dharmaraja, dan semua yang melihat-Nya menjadi tunduk. Tidak menyiksa atau menghukum orang, namun membuat semuanya patuh, digerakkan oleh kebajikan-Nya. Dengan kemurahan hati, ucapan yang baik, tindakan bermanfaat, dan kerja sama berhubungan dengan para makhluk hidup; sebagai Cakravati, Dia melayani semua orang."

"Bodhisattva yang tinggal berdiam dalam kebajikan yang berkuasa seperti itu, memiliki pengikut besar; Dia tidak bisa dikacaukan, menyingkirkan semua kesalahan. Tiada seorangpun yang bosan melihat-Nya, yang terhiasi dengan kebajikan yang sangat tepat, Maha Laksana-Nya dan perhiasan-Nya sepenuhnya berkembang. Tubuh dan anggota tubuh-Nya terbentuk dengan baik, dan kuat, sehat, tubuh manusia yang sempurna. Kekuatan besar-Nya sempurna dan tidak bisa dibatasi atau dikalahkan oleh semua orang. Dia mencapai karma yang murni dan terbebas dari semua rintangan yang disebabkan oleh karma."

"Dia sepenuhnya mempraktekkan berdana menyeluruh; kadang berdana makanan dan minuman, kadang berdana makanan lezat, kadang berdana kereta, atau pakaian, atau karangan bunga, atau dupa dan wewangian, tempat tidur, kursi, rumah, lampu, obat, bejana permata, kereta permata, gajah yang terlatih dan kuda, yang semuanya itu terhiasi dengan sangat indah, semua itu diberikan dengan gembira. Jika ada orang yang datang dan meminta takhta, atau kanopi, atau payung, bendera, panji, harta, atau perhiasan lainnya, atau mahkota permata yang di kepala-Nya, atau permata berkilau yang di jambul-Nya, atau bahkan kedudukan sebagai penguasa, Dia tiada menyesal. Jika melihat para makhluk hidup yang di penjara, Dia menyerahkan harta, istri, anak, pengikut, dan bahkan tubuh-Nya sendiri, demi menyelamatkan dan membebaskan mereka. Jika melihat tahanan yang akan di hukum mati, Dia menyerahkan tubuh-Nya sebagai pengganti nyawa tahanan itu. Lagi, jika melihat siapapun yang datang memohon kepada-Nya, memohon bahkan untuk daging atau rambut-Nya, Dia dengan gembira memberikannya tanpa dendam; mata, telinga, hidung, lidah, gigi, kepala, tangan, kaki, darah, daging, tulang, sumsum, organ dalam, kulit, jari tangan, jari kaki, dan kuku, semua itu diberikan-Nya dengan pikiran gembira."

"Dalam usaha pencarian Dharma, Dia tidak pernah mendengar akan melemparkan diri sendiri kedalam lubang api. Demi melestarikan Saddharma dari para Buddha, Dia akan menanggung semua jenis penderitaan. Dalam pencarian Dharma, bahkan hanya untuk satu kata, Dia mampu menyerahkan segala sesuatu yang ada di dalam empat samudra. Terus-menerus mendidik dan membimbing para makhluk hidup melalui cara dari Saddharma, menyebabkan mereka mengolah praktek kebajikan dan mengosongkan kejahatan. Jika melihat para makhluk hidup melukai yang lainnya, Dia dengan kebaikan menolong dan menyebabkan mereka untuk menyerah dari perbuatan salah."

"Jika melihat Buddha mencapai Anuttara Samyaksambodhi, Dia memuji-Nya, menyebabkan semua orang mendengar dan mengetahui tentang-Nya. Dia mungkin berdana ksetra dan menyediakan untuk-Nya dan melayani-Nya. Dia mungkin memberikan tubuhnya sendiri kepada yang meminta, atau memberikannya kepada para Buddha. Disebabkan oleh usaha pencarian Dharma-nya, Dia sangat bergembira; Dia melayani dan mendukung para makhluk hidup. Mungkin menyerahkan takhta kerajaan, kota, kampung, desa, istana, kebun dan taman, istri, anak, dan romgongan pengiringnya, mengabulkan semua permintaan. Kadang memberikan semua kebutuhan hidup untuk mendirikan perkumpukan majelis dari berdana, yang mana tiada seorangpun yang dilarang, dan menyediakan kebutuhan dari semua makhluk hidup yang datang, semua jenis dari Punyaksetra, apakah mereka datang dari jauh atau dekat, apakah mereka pandai atau bodoh, tidak masalah bagaimana penampilan mereka, apakah laki-laki atau perempuan, apakah manusia atau bukan manusia, yang pola pikiran mereka berbeda-beda, yang masing-masing berbeda kebutuhan; Bodhisattva memberikan seluruhnya untuk memuaskan semua orang."

"Ketika Bodhisattva berdana dalam cara ini, Dia mengembangkan pikiran dari pengendalian yang baik, yang mana mempraktekkan pembaktian: mengendalikan tubuh dengan baik, mengendalikan perasaan, tanggapan penglihatan, perbuatan, dan juga kesadaran, mengendalikan kekuasaan dengan baik, mengendalikan para pengikut dengan baik, mengendalikan cara penghidupan dengan baik, mengendalikan berdana dengan baik, dengan sesuai menyebabkan semua akar kebajikan menjadi kukuh dan bertahan."

"Apapun yang diberikan Bodhisattva Mahasattva, kemurahan hati-Nya tanpa batas, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: ketika berdana makanan yang enak kepada para makhluk hidup, pikiran-Nya murni dan tanpa ketamakan atau kemelekatan terhadap apa yang dia berikan, juga Dia tidak menyesali apapun; Dia mempraktekkan berdana menyeluruh, mendoakan semoga semua makhluk hidup memperoleh makanan dari pengetahuan dan kebijaksanaan, pikiran-Nya tidak terhalang, memahami sifat alami makanan dan tiada keserakahan atau kemelekatan, hanya menikmati makanan dari Dharma dan makanan dari Vimoksa, dipenuhi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan, dengan kukuh tinggal berdiam dalam Dharma, mewujudkan akar kebajikan, dengan Dharmakaya dan Prajnakaya berkelana dalam kemurnian; mengasihani para makhluk hidup, menjadi Punyaksetra dengan tampil per-Pindapatra menerima makanan padat. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana makanan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan minuman, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: Dia berdoa semoga semua makhluk hidup minum air rasa Dharma, rajin mengolah seluruh Bodhisattvacarya, memotong putus kehausan dunia, selalu mencari pengetahuan Buddha, meninggalkan kamadhatu, mencapai kebahagiaan dan kesenangan Dharma, menghasilkan tubuh dari Dharma yang murni, selalu mengatur dan mengendalikan pikiran melalui 'konsentrasi (samadhi)', memasuki lautan pengetahuan, menghasilkan awan Dharma yang besar, menurunkan hujan Dharma. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana minuman."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan beranekaragam rasa - pedas, asam, asin, lunak, dan juga manis, beranekaragam kaya rasa, mampu menyebabkan unsur tubuh menjadi tenang dan harmonis, kulit tubuh berkembang dengan baik, semangat menjadi kuat, pikiran menjadi jernih dan murni dan selalu gembira; tidak menyebabkan muntah ketika makan, membuat indera menjadi jelas dan tajam, organ dalam sepenuhnya berkembang dan kebal terhadap racun dan penyakit, tanpa kesukaran, selamanya mencapai kenyamanan. Akar kebajikan ini Dia baktikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa tertinggi dari 'nektar (amrta)'; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari pengetahuan Dharma, dan memahami cara kerja dari semua rasa; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari Dharma yang tanpa batas, mengetahui dharmadhatu, dan tinggal berdiam pada kedamaian di dalam benteng besar dari Dharma di dalam Paramartha; semoga semua makhluk hidup menghasilkan awan Dharma yang besar di seluruh dharmadhatu, menurunkan hujan Dharma dimana-mana, mengajar, mengubah, dan mendidik semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari pengetahuan tertinggi, yang mana kebahagiaan Dharma yang tiada tanding memenuhi pikiran dan tubuh mereka; semoga semua makhluk hidup memperoleh semua rasa yang unggul dari ketiadaan kemelekatan, dan tidak kecanduan pada rasa duniawi, namun selalu rajin mengolah dan mempraktekkan semua aspek dari Buddhatva; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari satu Dharma dan menyadari bahwa semua Buddhadharma adalah yang tanpa perbedaan; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari kemenangan tertinggi dan mengendarai Sarvajnajnana, tidak pernah berbalik kembali; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari jalan masuk kedalam kesamaan dari semua Buddha, dan mampu membedakan semua indera; semoga semua makhluk hidup mencapai peningkatan dari rasa Dharma dan selalu mampu menyempurnakan Buddhadharma yang tanpa rintangan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana rasa, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mengolah kebajikan dan semuanya menjadi sepenuhnya diberkahi dengan tubuh pengetahuan yang tanpa halangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kendaraan, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan dari Sarvajnajnana yang lengkap, dan mengendarai Mahayana, kendaraan Vajra, kendaraan terunggul, kendaraan tertinggi, kendaraan yang cepat, kendaraan Maha-bala, kendaraan yang dipenuhi dengan kebajikan, kendaraan yang meninggalkan keduniawian, kendaraan yang menghasilkan para Bodhisattva yang tidak terhitung banyaknya.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan pakaian, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh pakaian dari malu dan hati nurani untuk menutupi tubuh mereka; semoga mereka meninggalkan praktek yang salah dari para tirthika yang menelanjangi tubuh; semoga warna mereka menjadi berkilau dan kulit halus dan lembut; semoga mereka mencapai kegembiraan yang terutama dari para Buddha, dan mencapai pengetahuan yang paling murni dan luas tentang jalan pembebasan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana pakaian."

"Bodhisattva Mahasattva terus-menerus memberikan beranekaragam bunga yang indah - bunga wewangian yang halus, bunga beranekaragam warna, bunga luar biasa yang tidak terhitung banyaknya, bunga yang cantik, bunga yang menyenangkan, bunga dari semua musim, bunga surga, bunga dari dunia manusia, bunga yang berharga tinggi, bunga yang sangat wangi dan menyenangkan; bunga cantik yang tidak terhitung banyaknya itu Dia persembahkan kepada para Buddha dan kepada stupa dari para Buddha yang telah nirvana, kepada Mereka yang menjelaskan Dharma, kepada para Bhiksu, kepada semua Bodhisattva, kepada para Guru yang baik, kepada para Sravaka, kepada para Pratyekabuddha, kepada orang tua, keluarga, bahkan diri sendiri, juga kepada semua yang miskin. Ketika berdana, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup mencapai bunga samadhi dari para Buddha, mampu menyebabkan semua Dharma menjadi berkembang; semoga semua makhluk hidup menjadi bahagia dan senang tanpa henti terhadap semua yang dijumpai, sama seperti para Buddha; semoga semua makhluk hidup puas oleh apa yang dilihat, dan terbebas dari kekacauan dan gejolak; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya melaksanakan karma murni yang menjangkau jauh; semoga semua makhluk hidup selalu mengingat kalyana-mitra, pikirannya tidak berubah; semoga semua makhluk hidup menjadi seperti obat yang menyembuhkan semua penyakit, mampu melenyapkan racun dari semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Maha Pranidhana dan semuanya menjadi penguasa yang berpengetahuan tiada tanding; semoga semua makhluk hidup, dengan cahaya matahari dari pengetahuan dan kebijaksanaan, menghancurkan kegelapan batin ketidaktahuan; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Bodhi di bulan purnama; semoga semua makhluk hidup memasuki ksetra dari harta yang besar, bertemu para Vidya sejati, dan sepenuhnya mengembangkan semua akar kebajikan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana bunga, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang murni dan tanpa halangan."

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

PostPosted:09 Jan 2020, 20:27
by ajita
"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan karangan bunga, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup menjadi yang menyenangkan dilihat oleh semua orang, sehingga semua yang melihatnya memujinya, semua yang melihatnya merasa akrab terhadapnya, semua yang melihatnya menyukainya, semua yang melihatnya mencarinya, semua yang melihatnya terbebas dari kegelisahan, semua yang melihatnya menjadi gembira, semua yang melihatnya menjadi meninggalkan kejahatan, semua yang melihatnya akan selalu mendekati para Buddha, dan semua yang melihatnya menjadi termurnikan dan mencapai Sarvajnajnana.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana karangan bunga."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan dupa, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup dipenuhi dengan wangi sila, dan mencapai tingkat dari tidak menjadi kurang perhatian, tidak menjadi tidak murni, tidak tercemar, tiada apapun yang untuk disesalkan, menjadi terbebas dari ikatan, tidak tanpa kendali, tanpa pelanggaran, tidak berlebihan, pembebasan dari duniawi, dan Paramita dari Bodhisattva. Semoga semua makhluk hidup, melalui petunjuk ini, semuanya mencapai tubuh sila dari semua Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana dupa, untuk menyebabkan semua makhluk hidup bisa menyempurnakan tubuh sila yang tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan wewangian, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kedermawanan (Dana)', mampu memberikan apapun yang dimiliki. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'disiplin (Sila)', mencapai sila murni tertinggi dari Buddha. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kesabaran (Ksanti)', menghentikan semua maksud jahat. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'semangat (Virya)', selalu memakai baju perisai dari pejuang Vira dari Mahayana. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'konsentrasi (Samadhi)', tinggal berdiam penuh damai di dalam Pratyutpanna-buddha-sammukhavasthita samadhi. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebijaksanaan (Prajna)', dalam sekejap menjadi penguasa pengetahuan tiada tanding. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebenaran (Dharma)', mencapai keberanian di dalam Dharma tertinggi. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebajikan (punya)', mengembangkan semua pengetahuan dari kualitas kebajikan yang besar. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebangkitan (bodhi)', mencapai dasa-bala dari Buddhatva, dan mencapai pantai seberang. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian agung dari jalan yang murni dan selamanya menghapuskan semua kualitas yang buruk.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana wewangian."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan tempat tidur, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur surga dan menyadari pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari para bijaksana, menghentikan pikiran awam dan tinggal berdiam di dalam cita-cita untuk Bodhi; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari kedamaian dan kebahagiaan, selamanya berpisah dari semua penderitaan dari lahir dan mati; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari yang tertinggi dan melihat kekuatan batin yang bebas dari para Buddha; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari kesamaan, dan selalu mengolah semua jalan kebajikan; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari keunggulan dan menyempurnakan karma murni yang tiada banding di dunia; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari keheningan-tenang, menyadari Dharma dan mencapai kenyataan tertinggi; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari kemurnian, dan mengolah wilayah pengetahuan Buddha yang murni; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari keamanan dan tetap dilindungi oleh para guru yang baik; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari singa dan berbaring di sisi kanan sama seperti sikap Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tempat tidur."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan tempat berlindung, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tinggal yang damai di dalam Buddhaksetra yang murni dan rajin mengolah semua kebajikan, tinggal berdiam dalam alam samadhi yang mendalam dan mengentikan semua kemelekatan pada tempat tinggal, menyadari semua tempat tinggal tiada keberadaan, berpisah dari semua dunia, tinggal berdiam di dalam Sarvajnajnana, memasuki tempat tinggal dari semua Buddha, tinggal di dalam kediaman yang damai dan nyaman dari jalan tertinggi, selalu bertumpu pada akar kebajikan yang sangat murni, dan tidak pernah meninggalkan kediaman yang tiada tanding dari para Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tempat berlindung, karena Dia ingin menguntungkan semua makhluk hidup dan berpikir tentang bagaimana menolong sesuai dengan kebutuhan mereka."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan tempat hidup, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh apa yang sungguh baik untuk mereka, pikiran menjadi bahagia dan damai; Semoga semua makhluk hidup berpenghidupan sesuai dengan Buddha, sesuai dengan pengetahuan yang besar, sesuai dengan guru yang baik, sesuai dengan apa yang paling layak dihormati, sesuai dengan perbuatan yang baik, sesuai dengan kebaikan yang besar, sesuai dengan belas kasih yang besar, sesuai dengan Sadparamita, sesuai dengan Bodhicitta yang besar, dan sesuai dengan jalan dari semua Bodhisattva.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tempat hidup, karena Dia mau menyebabkan kebajikan, keadaan tertinggi, pengetahuan, jalan, prinsip, sila, cita-cita, keyakinan, ikrar, dan semua kualitas indera mereka menjadi murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan lampu - lampu mentega, lampu minyak, lampu permata, lampu mani, lampu tutup, lampu api, lampu gaharu, lampu candana, lampu dari semua wewangian, lampu dengan cahaya yang berwarna tanpa batas, saat memberikan lampu seperti itu yang banyaknya tidak terhitung, untuk menguntungkan semua makhluk hidup, untuk mencakup semua makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya tanpa batas dan menyinari Saddharma dari semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya murni, dan dengan jelas melihat bentuk yang paling halus dan kecil di dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang tidak tertutup, dan menyadari bahwa alam dari para makhluk hidup adalah yang kosong, tanpa keberadaan; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya tanpa batas, sehingga tubuh mereka memancarkan cahaya halus yang menyinari segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang menyinari semua, dan pikiran mereka tidak pernah mundur dari Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya murni dari para Buddha, muncul di semua ksetra; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang tanpa halangan, satu cahaya yang menyinari segala sesuatu di dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang tidak terhentikan, menyinari Buddhaksetra, cahayanya tidak terputus; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya dari bendera pengetahuan, menerangi dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang berwarna tanpa batas, menyinari semua ksetra dan mewujudkan kekuatan batin.' Demikianlah Bodhisattva, ketika memberikan lampu, ingin menguntungkan semua makhluk hidup, memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup, mengikuti semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, merangkul semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, menyebarkan kepada semua makhluk hidup akar kebajikan ini, memperlakukan semua makhluk hidup dengan baik melalui akar kebajikan ini, memuaskan semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, menyelamatkan semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, memusatkan pikiran pada para makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, secara sama menguntungkan semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, dan mengamati semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana lampu. Dia membaktikannya tanpa hambatan, menyebabkan para makhluk hidup tinggal berdiam pada akar kebajikan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan obat, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai pembebasan tertinggi dari semua selubung dan ikatan; semoga semua makhluk hidup selamanya menyingkirkan tubuh penyakit dan mencapai tubuh Buddha; semoga semua makhluk hidup menjadi obat yang besar untuk dirinya sendiri, melenyapkan semua penyakit yang tidak baik; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan obat yang menyembuhkan semua penyakit dan tinggal berdiam dengan aman di dalam tingkat tanpa kemunduran dari Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mengembangkan obat dari Bodhi dan mampu mencabut panah beracun dari semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup mendekati para bijaksana, melenyapkan dukkha, dan mengolah praktek yang murni; semoga semua makhluk hidup menjadi Maha Bhaisajya, selamanya melenyapkan semua penderitaan dan tidak membiarkan itu timbul kembali; semoga semua makhluk hidup menjadi pohon obat vajra, yang mampu menyembuhkan semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya Sarvajnajnana dan mencabut panah penderitaan yang sangat banyak; semoga semua makhluk hidup mengetahui bagaimana menyusun resep obat duniawi, untuk menyembuhkan penyakit disana.' Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan obat, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini untuk menyebabkan semua makhluk hidup selamanya terbebas dari penyakit, mencapai yang tidak habis-habisnya tubuh yang sehat, mencapai tubuh vajra, mencapai tubuh yang kuat, mencapai kesempurnaan kenyamanan dari Buddhatva, yang tidak bisa dirampas, dan mencapai tubuh yang bebas dan kuat dari semua Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva mampu dengan murah hati memberi semua jenis bejana: bejana emas yang diisi penuh dengan permata, bejana perak yang diisi penuh dengan permata, bejana lapis lazuli yang diisi penuh dengan beranekaragam permata, bejana kaca yang diisi penuh dengan perhiasan permata, bejana mani yang diisi penuh dengan permata mani merah, bejana akik yang diisi penuh dengan karang, bejana giok putih yang diisi penuh dengan makanan lezat yang sangat banyak, bejana candana yang diisi penuh dengan baju surga, bejana vajra yang diisi penuh dengan sangat banyak wewangian agung, semua jenis bejana permata yang tidak terhitung banyaknya, yang diisi penuh dengan beranekaragam harta; Diberikannya kepada para Buddha, karena percaya lapangan kebajikan Buddha adalah yang tidak terbayangkan; Diberikannya kepada para Bodhisattva, karena mengetahui bahwa guru yang bijaksana adalah yang sulit ditemukan; Diberikannya kepada para Bhiksu suci, untuk menyebabkan Buddhadharma tetap bertahan di dunia; Diberikannya kepada para Sravakabuddha dan Pratyekabuddha, karena memiliki keyakinan yang murni dalam para Bijaksana; Diberikannya kepada orang tuanya, karena menghormati; Diberikannya kepada para guru dan pendahulunya, karena mereka selalu mengajar untuk mendorong pengolahan kebajikan sesuai dengan perintah dari para Bijaksana; Diberikannya kepada para orang miskin, karena menganggap semua makhluk hidup adalah yang sama dengan mata cinta kasih dari Maha Maitri dan Karuna; Diberikannya demi pembaktian untuk penyempurnaan Dana Paramita dari semua Bodhisattva dari masa lampau - sekarang - masa depan; Dia memberikan segala sesuatu kepada semua orang, karena tidak pernah menolak para makhluk hidup. Ketika berdana dalam cara ini, Dia tiada kemelekatan pada pemberian atau penerima."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan beranekaragam bejana permata yang terisi penuh dengan sangat banyak permata seperti ini, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang sama dengan wadah ruang angkasa yang tanpa batas, dengan kekuatan ingatan luas yang mampu menyerap dan mempertahankan semua ajaran dunia dan yang melampaui dunia, tanpa melupakan apapun; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana murni yang mampu memahami Saddharma yang sangat mendalam dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana permata tiada tanding yang mampu menerima dan mempertahankan Buddhadharma dari masa lampau - masa depan - sekarang; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana Buddhadharma yang sangat luas dengan keyakinan sekeras Vajra memahami Bodhisattvacarya dari para Buddha masa lampau - masa depan - sekarang; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang terhiasi dengan harta tertinggi, tinggal berdiam di dalam Bodhicitta yang paling kuat; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang mewadahi kebajikan, mengembangkan keyakinan murni di dalam pengetahuan dan kebijaksanaan Buddha yang tanpa batas; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana dari jalan masuk ke Sarvajnajnana dan pada yang tertinggi mencapai pembebasan Buddha yang tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana dari Bodhisattvacarya diseluruh masa depan, mampu menyebabkan semua makhluk hidup tinggal berdiam dengan aman di dalam kekuatan Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana dari kualitas tertinggi dari Buddhakula dari masa lampau - masa depan - sekarang, mampu menerima dan mempertahankan apa yang diucapkan oleh para Buddha dalam suara agung Mereka; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang mengandung Sangha dan Bodhimanda dari semua Buddha dari semua dunia diseluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, menjadi Maha Purusa, Pemimpin yang memuji para Buddha dan memohon Mereka untuk memutar Saddharmacakra.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana bejana, karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup untuk mampu menyempurnakan bejana dari praktek dan pranidhana dari Samantabhadra Bodhisattva."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan beranekaragam kereta yang terhiasi dengan permata kepada para Buddha, Bodhisattva, guru, sangha, sravakabuddha dan pratyekabuddha, dan beranekaragam punyaksetra seperti itu yang sangat banyak, termasuk kepada para orang miskin. Dari antara orang ini, ada yang datang dari jauh, ada yang datang dari dekat; ada yang datang karena mendengar tentang Bodhisattva, ada yang datang karena mendengar tentang ikrar kedermawanan yang dibuat para Bodhisattva di masa lampau, ada yang datang atas permintaan dari Bodhisattva. Pada saat itu, Bodhisattva mungkin memberikan kereta permata atau kereta emas, semuanya terhiasi dengan indah, diselimuti dengan jaring lonceng, dengan pita permata menggantung; mungkin memberikan kereta dari lapis lazuli terbaik, yang terhiasi dengan hiasan langka yang tidak terhitung banyaknya; mungkin memberikan kereta perak diselimuti dengan jaring emas, yang ditarik oleh kuda yang tangkas; mungkin memberikan kereta yang terhiasi dengan campuran permata yang tidak terhitung, diselimuti dengan jaring permata, yang ditarik oleh gajah; mungkin memberikan kereta candana, dengan roda dari permata mulia, kanopi dari campuran permata, dengan simhasana dari permata tampil dalam susunan yang indah dengan ratusan ribu perempuan duduk dalam barisan disana, kereta dikendarai oleh ratusan ribu lelaki yang kuat; atau mungkin memberikan kereta dari permata mani yang terang, terhiasi dengan campuran batu permata, dipenuhi dengan para perempuan yang cantik, diselimuti dengan tirai permata, dengan spanduk dan panji di sisinya; mungkin memberikan kereta dari kumpulan batu akik, diperindah dengan semua permata, diharumkan dengan beranekaragam wewangian, terhiasi dengan semua jenis bunga yang indah, dengan ratusan ribu perempuan memegang perhiasan permata, kereta itu ditarik oleh kuda yang sama terlatih dengan baik, mampu menjelajahi tempat berbahaya dengan mudah; atau mungkin memberikan kereta dari wewangian yang padat, dengan roda dari permata, dengan hiasan indah berjumlah besar, diselimuti dengan tirai permata, jaring permata menggantung, didalamnya bertabur beranekaragam jubah permata, memancarkan wangi yang menyenangkan, murni, dan baik, diikuti oleh para devata yang tidak terhitung banyaknya saat berjalan, yang menyediakan semua jenis permata setiap saat; mungkin memberikan kereta dari permata yang berkilau, warna yang indah dari beranekaragam permata sepenuhnya terang, diselimuti dengan jaring permata yang sangat banyak dan indah, dengan perhiasan dari campuran permata yang menggantung di semua sisi, ditaburi dengan bubuk dupa, wangi dan bersih di dalam dan diluar, dikendarai oleh para lelaki dan perempuan yang mempesona."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta dari banyak permata yang indah seperti ini kepada para Buddha, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup mampu membuat persembahan kepada Punya-ksetra yang tertinggi, memberikan kepada para Buddha dengan keyakinan mendalam, dan mencapai pahala tanpa batas; semoga semua makhluk hidup mengalihkan seluruh pikiran mereka kepada Buddha, dan selalu berjumpa Punya-ksetra yang murni dan tanpa batas; semoga semua makhluk hidup tiada iri kepada para Buddha, dan sepenuhnya menyempurnakan pikiran dari pelepasan besar; semoga semua makhluk hidup mempraktekkan berdana kepada para Buddha, menghentikan cita-cita dari dua kendaraan yang lebih kecil, dan mencapai pembebasan yang tanpa halangan dan Sarvajnajnana dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup mempraktekkan berdana tanpa akhir kepada para Buddha dan memasuki pengetahuan dan kebijaksanaan dari para Buddha, dengan kebajikan yang tanpa batas; semoga semua makhluk hidup memasuki pengetahuan tertinggi dari para Buddha dan mempu menjadi penguasa pengetahuan yang murni dan tiada tanding; semoga semua makhluk hidup mencapai indera Buddha yang menjangkau semua tempat tanpa halangan, dan pergi kemanapun yang diinginkannya dengan bebas; semoga semua makhluk hidup memasuki Mahayana secara mendalam, mencapai pengetahuan yang tak terukur, dan tidak tergoyahkan didalamnya, tidak dapat diganggu; semoga semua makhluk hidup mampu menimbulkan jalan menuju Sarvajnajnana dan menjadi Punya-ksetra tertinggi bagi para dewa dan manusia; semoga semua makhluk hidup tanpa pertentangan terhadap para Buddha, rajin menanam akar kebajikan, dan senang mencari pengetahuan Bodhi; semoga semua makhluk hidup secara spontan mampu pergi ke semua Buddhaksetra, menjelajahi seluruh dharmadhatu dalam sekejap pikiran tanpa lelah; semoga semua makhluk hidup mencapai indera yang bebas dari para Bodhisattva, menyebarkan tubuh ke seluruh ruang angkasa, mengunjungi dan membuat persembahan kepada semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang tiada bandingan, pergi ke semua tempat di sepuluh penjuru, tanpa lelah; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang luas terbang dengan cepat kemanapun yang dikehendaki, tidak pernah lesu; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan pembebasan tertinggi dari semua Buddha, dalam sekejap pikiran mewujudkan kekuatan batin Buddha dan penampilan ajaib di seluruh ruang angkasa; semoga semua makhluk hidup mengolah praktek yang penuh kebahagiaan dan kedamaian, mengikuti jalan dari semua Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mencapai kecepatan dalam karma, dan menyelesaikan pengetahuan dan kemampuan batin dari dasa-bala; semoga semua makhluk hidup memasuki semua ksetra di dalam dharmadhatu, meniadakan perbatasan sehingga sama dan tanpa perbedaan; semoga semua makhluk hidup melaksanakan praktek dari Samantabadra dan kebijaksanaan, tidak pernah mundur, mencapai pantai seberang, dan mencapai Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup menaiki kendaraan dari pengetahuan tiada tanding dan, mengikuti sifat alami dari gejala kejadian, melihat kenyataan yang sesungguhnya sebagaimana apa adanya.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta permata kepada semua Buddha sekarang atau kepada Caitya dari para Buddha setelah Nirvana Mereka; Ini untuk menyebabkan para makhluk hidup memperoleh kendaraan pembebasan tertinggi dari Buddha yang tanpa halangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada para Guru yang baik seperti para Bodhisattva, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup selalu mengingat ajaran dari para Bijaksana dan rajin berkonsentrasi melestarikannya agar itu tidak hilang; semoga semua makhluk hidup berbagi keuntungan yang sama, seperti Guru yang baik, yang mencakup semua, dan memiliki akar kebajikan yang sama; semoga semua makhluk hidup mendekati Guru yang baik, menghormati dan melayani mereka, memberikan semua yang dimiliki untuk membahagiakan mereka; semoga semua makhluk hidup mengembangkan cita-cita yang baik dan mengikuti kalyanamitra, tidak pernah meninggalkan mereka; semoga semua makhluk hidup selalu berjumpa Guru yang baik, sepenuh hati melayaninya, dan tidak menentang perintahnya; semoga semua makhluk hidup menyukai Guru yang baik, tidak pernah menolaknya, jadi tiada pengucilan, tiada kebingungan, dan tiada kekeliruan; semoga semua makhluk hidup mampu menyerahkan diri sendiri kepada Guru yang baik, mengikuti perintahnya tanpa pertentangan; semoga semua makhluk hidup diterima oleh Guru yang baik, mengolah Maha-Karuna, dan berpisah dari semua kejahatan; semoga semua makhluk hidup mengikuti Guru yang baik dan mendengar Dharma yang diucapkan oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki akar kebajikan yang sama seperti para Guru itu, dengan hasil karma yang murni, dan mempraktekkan Pranidhana yang sama seperti para Bodhisattva, pada akhirnya menyelesaikan Dasa-bala; semoga semua makhluk hidup mampu menerima dan menerapkan cara dari Guru yang baik, dan mencapai alam dari semua samadhi, pengetahuan, kebijaksanaan, dan kekuatan batin; semoga semua makhluk hidup mampu menerima dan mempertahankan semua Saddharma, mempraktekkannya, dan mencapai pantai seberang; semoga semua makhluk hidup mengendarai Mahayana, tanpa halangan atau gangguan, dan pada akhirnya menyempurnakan jalan Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup berhasil menaiki kendaraan Sarvajna dan mencapai tingkat kedamaian, tanpa pernah kembali lagi; semoga semua makhluk hidup mengetahui bagaimana bertindak sesuai dengan kenyataan, dan mencapai yang tertinggi dari semua Buddhadharma yang didengarnya, tanpa pernah melupakannya; semoga semua makhluk hidup diterima oleh para Buddha dan mencapai pengetahuan Paramartha yang tanpa hambatan; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan batin yang bebas, yang tidak pernah pudar, dan mampu pergi kemanapun mereka mau dalam sekejap satu pikiran; semoga semua makhluk hidup datang dan pergi dengan bebas, mengajar dan membimbing secara luas, menyebabkan yang lainnya tinggal berdiam di dalam Mahayana; semoga karma semua makhluk hidup bermanfaat, diangkut oleh kendaraan pengetahuan menuju tingkat yang tertinggi; semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan yang tanpa halangan dan mencapai semua tempat melalui pengetahuan yang tanpa rintangan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana beranekaragam kereta kepada para Guru yang baik; Ini untuk menyebabkan para makhluk hidup dipenuhi dengan kebajikan yang sama dengan para Buddha dan Bodisattva."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada para Bhiksu, Dia membangkitkan tekad untuk mempraktekkan berdana semua, ingin memahami sepenuhnya melalui pengetahuan, ingin memurnikan kualitas kebajikan, pikiran yang sesuai dengan pelepasan, pikiran bahwa para Bhiksu sejati adalah yang sulit dijumpai, pikiran dari keyakinan mendalam di dalam sangha, dan tekad untuk mendukung Saddharma. Tinggal berdiam di dalam cita-cita tertinggi, hingga ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Melaksanakan kumpulan besar dari berdana, menghasilkan kebajikan besar yang tidak terukur, dengan keyakinan mendalam di dalam Buddhadharma yang tidak bisa dirusak. Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup secara luas memasuki Buddhadharma dan mengingatnya dalam pikiran; semoga semua makhluk hidup meninggalkan keadaan dari orang awam yang tidak tahu dan memasuki alam dari para bijaksana; semoga semua makhluk hidup cepat memasuki tingkat dari para bijaksana dan mampu menggunakan Buddhadharma untuk membangkitkan dan membimbing secara bertahap; semoga semua makhluk hidup dihormati dan dipercaya oleh semua dunia; semoga semua makhluk hidup memasuki kesamaan dari semua gejala kejadian dan mengetahui bahwa sifat alami diri dari gejala kejadian adalah yang tiada mendua; semoga semua makhluk hidup terlahir dari alam pengetahuan Bodhi dan dikelilingi oleh para orang yang patuh dan rukun; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam melalui cara dari menghapus kekotoran batin, menyingkirkan noda dari semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup mampu membentuk sangha tertinggi, meninggalkan keadaan dari orang awam dan memasuki perkumpulan dari para Arhan; semoga semua makhluk hidup rajin mempraktekkan Sila yang baik, mencapai pengetahuan yang tanpa halangan, dan diberkahi dengan kualitas seperti Resi; semoga semua makhluk hidup mencapai kebijaksanaan, tidak melekati masa lampau, sekarang, atau masa depan, dan bebas seperti Raja diantara orang banyak; semoga semua makhluk hidup mengendarai kendaraan pengetahuan dan kebijaksanaan, memutar Saddharmacakra; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan kualitas indera dan mampu pergi ke banyak dunia yang tidak terhitung dalam sekejap satu pikiran; semoga semua makhluk hidup mengendarai tubuh ruang angkasa, pikirannya tidak terhalang di semua dunia; semoga semua makhluk hidup memasuki perkumpulan dari semua Buddha di seluruh ruang angkasa dharmadhatu, dan menyelesaikan praktek Paramita yang paling unggul; semoga semua makhluk hidup mencapai kelegaan dan kebebasan tubuh, dan pengetahuan dan kebijaksanaan yang luar biasa, dan mampu memasuki semua Buddhaksetra; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan penjelajahan pikiran yang terampil dan tidak terbatas, mewujudkan tubuh mereka di dalam semua ksetra; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang tidak bergantung pada apapun, muncul di mana-mana seperti pantulan, melalui kekuatan batin; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan batin yang bebas dan tidak terbayangkan, tampil dihadapan oarng yang bisa diajar, diubah dan dibimbing oleh mereka; semoga semua makhluk hidup mencapai cara masuk kedalam dharmadhatu tanpa halangan, dalam sekejap satu pikiran menjelajahi seluruh ksetra di sepuluh penjuru.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta permata kepada para Bhiksu; Ini untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mengendarai kereta pengetahuan yang murni dan tiada tanding, dan di dalam semua dunia memutar roda pengetahuan Dharma yang tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada para Sravakabuddha dan Pratyekabuddha, Dia membangkitkan pikiran ini: kesadaran dari Punya-ksetra, rasa hormat; kesadaran dari lautan kebajikan; kesadaran dari kemampuan untuk menghasilkan kebajikan dan kebijaksanaan; kesadaran dari kelahiran melalui kekuatan kebajikan dari Buddha; kesadaran dari pengolahan selama asamkhyeya-kalpa; kesadaran dari kemampuan mengolah Bodhisattvacarya selama kalpa yang tidak terhitung banyaknya; kesadaran dari terlepas dari belenggu semua angan-angan khayalan; kesadaran dari penghancuran semua mara; kesadaran dari cahaya kebijaksanaan yang menyinari Dharma yang tiada tanding. Akar kebajikan dalam berdana kereta Dia baktikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup menjadi Punya-ksetra tertinggi, dipercaya oleh dunia, menyempurnakan Dana Paramita yang tiada tanding; semoga semua makhluk hidup menghentikan ucapan yang tidak berguna, selalu menikmati kesunyian, dan tanpa pikiran mendua; semoga semua makhluk hidup menjadi Punya-ksetra yang paling unggul dan murni, menerima semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka mengolah karma yang menghasilkan kebahagiaan mutlak; semoga semua makhluk hidup menjadi sumber kebijaksanaan dan mampu melimpahkan kepada para makhluk hidup, ganjaran dari akar kebajikan yang tidak terukur dan tidak terhitung banyaknya; semoga semua makhluk hidup tetap gigih dalam tindakan yang tanpa halangan, sepenuhnya mengembangkan Punya-ksetra yang unggul dan murni; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam tanpa pertikaian, menyadari bahwa semua gejala kejadian tiada keberadaan dan intisarinya adalah yang tanpa intisari; semoga semua makhluk hidup selalu dekat pada Punya-ksetra yang tertinggi, sepenuhnya mengolah kebajikan yang tidak terhitung; semoga semua makhluk hidup mampu mewujudkan kekuatan batin yang tidak terukur dan memasukkan semua makhluk yang sadar ke dalam Punya-ksetra yang murni; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan Punya-ksetra dari kebajikan yang tidak habis-habisnya, mampu melimpahkan kepada para makhluk, Dasa-bala dari Buddha, buah dari kendaraan yang paling unggul; semoga semua makhluk hidup menjadi Punya-ksetra yang murni dan subur, dan mengembangkan himpunan kebajikan dari semua pengetahuan yang tidak habis-habisnya; semoga semua makhluk hidup mencapai jalan pemadaman karma buruk, dan mampu menerima dan mempertahankan ucapan dan makna dari Buddhadharma yang tidak pernah di dengar mereka; semoga semua makhluk hidup selalu rajin mendengar dan menyerap semua Buddhadharma, dan memahami segala sesuatu yang didengar, sehingga itu tidak sia-sia; semoga semua makhluk hidup mendengar ajaran para Buddha, memahami makna tertingginya, dan mampu menjelaskannya sesuai dengan yang didengarnya; semoga semua makhluk hidup percaya dan mempraktekkan petunjuk dari Buddha, dan selamanya menghentikan semua pandangan salah tentang ajaran yang keliru; semoga semua makhluk hidup selalu melihat para Arhan dan Resi, dan mengembangkan semua akar kebajikan yang paling unggul; semoga semua makhluk hidup selalu mempercayai orang yang bertindak bijaksana, dan berhubungan dan menghormati para Resi; semoga semua makhluk hidup, mendengar nama para Buddha, tidak membiarkannya sia-sia, namun semuanya melihat dengan mata mereka apa yang telah di dengarnya; semoga semua makhluk hidup memeriksa dan mengetahui dengan baik Buddhadharma, dan mampu melindungi mereka yang menjaga Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup selalu menikmati mendengar semua Buddhadharma, menyerap dan mempertahankannya, membaca dan melafalkannya, menjelaskannya, meneranginya, dan memahaminya; semoga semua makhluk hidup percaya dan memahami kebajikan sejati dari Buddhadharma, dan memberikan apapun yang mereka miliki dalam puja yang penuh hormat.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana beraneka kereta permata kepada para Sravakabuddha atau Pratyekabuddha, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai penyempurnaan dari pengetahuan tertinggi yang murni dan kekuatan batin, mengolah praktek dengan rajin, dan mencapai 'pengetahuan yang mengetahui semua (sarvajnajnana)', 'kekuatan (bala)', dan 'keberanian (abhaya)'."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada Punya-ksetra termasuk para orang miskin, yang kekurangan, dan yatim piatu, Dia dengan gembira dan tenpa lelah memberi apapun yang dibutuhkan, dan bahkan minta maaf kepada orang-orang itu, 'Saya seharusnya datang kepadamu untuk memberikan perbekalan, daripada menyusahkan anda datang dari jauh dengan lelah.' Kemudian Dia berlutut dihadapan mereka, bertanya tentang kesehatan mereka, dan memberikan apapun yang dibutuhkan. Terkadang Dia memberikan kereta permata mani dengan para perempuan terbaik di ksetra; Terkadang memberikan kereta lapis lazuli dengan para perempuan yang menari; Terkadang memberikan kereta dari beraneka permata yang luar biasa dengan para gadis yang seperti dewi; Terkadang memberikan kereta yang terhiasi dengan permata yang tidak terhitung banyaknya, dengan perempuan berhiaskan permata, lembut dan cemerlang, fasih dan cerdas; Terkadang memberikan kereta candana untuk dikendarai; Terkadang memberikan kereta permata mani dengan para perempuan berhiasan permata di dalamnya, yang kecantikannya tiada bandingan, berpakaian jubah mewah, menyenangkan semua yang melihatnya; Terkadang memberikan kereta akik, dengan pengeran mengendarainya; Terkadang memberikan kereta minyak wangi dengan semua putra dan putrinya di dalamnya; Terkadang memberikan kereta yang terhiasi dengan semua permata, dengan para kerabat dan teman baik, yang sulit untuk di serahkan, mengendarainya."

"Bodhisattva Mahasattva dengan penuh hormat berdana kereta permata yang tidak terhitung banyaknya seperti itu ketika diminta, untuk memuaskan semua keinginan dan membuat orang bahagia dan puas. Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta samanta, yang berjalan tanpa rintangan dan tidak pernah mundur kembali, untuk mencapai pohon Bodhi yang tidak terbayangkan; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta pengetahuan dari Maha Dharma, berdasarkan pada sebab yang murni, dan mengolah Bodhisattvacarya diseluruh masa depan, tidak pernah mundur kembali; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari tiada keberadaan dari semua gejala kejadian, selamanya berpisah dari semua kemelekatan pikiran, dan selalu mempraktekkan jalan Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari kebenaran dan kejujuran, tanpa rayuan atau tipuan, dan pergi ke semua Buddhaksetra dengan bebas, tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mengikuti dan tinggal berdiam di kereta Sarvajnajnana, saling menggembirakan dengan ajaran Buddhatva; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari praktek Bodhisattva yang murni dan menyempurnakan semua jalan pembebasan dan kebahagiaan dari Bodhisattva Samadhi; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari empat roda, yaitu, hidup di ksetra yang baik, tinggal berdiam dengan orang yang baik, membangun kebajikan yang unggul, dan membuat Maha Pranidhana, dengan ini menyempurnakan praktek yang murni dari semua Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup memperoleh kereta dari cahaya Dharma yang menyinari dimana-mana diseluruh sepuluh penjuru, dan mengolah kekuatan pengetahuan dari semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta Buddahdharma, dan tiba di pantai seberang dari segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari Dharma yang tidak terbayangkan dari kebajikan yang sangat banyak dan tepat, dan memperlihatkan jalan yang benar dari kedamaian dan ketenangan diseluruh sepuluh penjuru; semoga semua makhluk hidup mengendarai kendaraan dari kedermawanan yang besar, melenyapkan kekotoran dari kekikiran; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari sila yang murni, mempertahankan sila yang murni yang tanpa batas seperti dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari kesabaran, dan selalu terbebas dari noda kemarahan terhadap para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari Maha Virya yang tanpa kemunduran, dengan kukuh mengolah praktek yang unggul, dan terus maju ke jalan Bodhi; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari Dhyana Samadhi, dengan cepat mencapai Bodhimanda, dan menyadari pengetahuan Bodhi; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari kebijaksanaan dan upaya-kausalya, dan memancarkan tubuh yang memenuhi alam para Buddha di seluruh dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari penguasaan Dharma, pengembangan keberanian, dan terus-menerus menyebarkan kepada semua orang ajaran dari cara mencapai Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari pengetahuan tanpa kemelekatan dan mampu memasuki sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian di semua tempat di sepuluh penjuru, dan tidak terganggu oleh apapun; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari semua Buddhadharma, muncul terlahir di dalam semua ksetra di seluruh sepuluh penjuru, tanpa kehilangan jalan dari Mahayana; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari harta tertinggi dari Sarvajnajnana, dan menyempurnakan praktek dan pranidhana dari Samantabhadra Bodhisattva, tanpa kenal lelah.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta permata kepada Punya-ksetra, termasuk para orang miskin dan yatim-piatu, untuk menyebabkan para makhluk hidup memiliki pengetahuan yang tidak terukur, bergembira dan lega, dan semuanya pada akhirnya mencapai kendaraan dari pengetahuan samanta."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan gajah, yang patuh, sempurna tubuhnya dan dalam usia terbaiknya, dengan enam gading, murni dan bersih, mulutnya seperti bunga teratai merah, tubuhnya putih murni, seperti gunung salju; terhiasi dengan spanduk emas, diselimuti dengan jaring permata, dengan beraneka permata yang sangat indah menghiasi badannya; semua orang menatapnya dengan terus penuh gembira; ia bisa berjalan ribuan yojana tanpa lelah. Juga, Bodhisattva memberikan kuda dengan seluruh ciri-cirinya seperti kuda surga, dengan lingkaran bulan dari permata yang sangat indah seperti perhiasan yang berkilau, diselimuti dengan jaring dari lonceng emas, ia melangkah dengan seimbang dan lurus sehingga penunggangnya nyaman, pergi kemanapun yang diinginkan secepat angin, berkelana dengan bebas dan tanpa rintangan diseluruh empat benua. Bodhisattva memberikan gajah dan kuda ini kepada orang tua-Nya, guru-Nya, dan kepada para orang miskin, dan yang menderita; Pikiran-Nya luas, tanpa menyesal atau menggerutu, namun hanya meningkat dalam kegembiraan dan merasakan belas-kasih yang semakin besar saat Dia mengolah kebajikan Bodhisattva dan memurnikan Bodhicitta. Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam kendaraan dari kerukunan dan kepatuhan, dan meningkat di dalam semua ciri-ciri kualitas kebajikan dari Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mencapai kendaraan dari keterampilan pembebasan dan mampu menghasilkan semua Buddhadharma yang penting; semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan dari keyakinan yang teguh, menerangi semua tempat melalui kekuatan pengetahuan Buddha yang tanpa hambatan; semoga semua makhluk hidup mencapai kendaraan dari ikrar, dan mampu memahami semua Maha Pranidhana; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan kendaraan yang sama dari Paramita, dan sepenuhnya menyempurnakan semua akar kebajikan yang sama; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan kendaraan dari gudang harta, menyandang harta pengetahuan dari semua kebenaran Buddhatva yang tiada tanding; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan kendaraan dari hiasan praktek Bodhisattva, menyebabkan bunga dari meditasi Bodhisattva menjadi berkembang; semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan dari kecepatan tanpa batas, memurnikan Bodhicitta dan bersungguh-sungguh merenungkan selama kalpa yang tidak terhitung, memahami semua gejala kejadian; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Mahayana dari 'penguasaan diri tertinggi (parama-aisvarya)', dengan upaya-kausalya menyempurnakan Bodhisattvabhumi; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Mahayana yang tertinggi, terluas, terkukuh, mampu membawa semua makhluk hidup ke tingkat dari Sarvajnajnana.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana gajah dan kuda, untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mengendarai kendaraan dari pengetahuan yang tidak terhalang, kendaraan yang menyempurnakan penyelesaian tiba ke Buddhatva."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kursi atau simhasana untuk duduk, kursi itu tinggi dan lebar, dan sangat indah, dengan tungkainya dari lapis lazuli, terbentang pakaian yang halus-lembut terbuat dari benang emas, terhiasi dengan bendera permata, diharumkan dengan beraneka wewangian yang halus, diperindah dengan hiasan dari beraneka permata yang tidak terhitung banyaknya, atasnya diselimuti dengan jaring emas dan lonceng permata yang berbunyi dalam tiupan angin dan menghasilkan suara yang sangat indah, dengan sangat menakjubkan memperindah seluruh sekeliling dengan hiasan dari pola yang langka dan sangat banyak, yang dihormati oleh semua orang, hanya diduduki oleh Cakravartin yang mengumumkan Dharma yang diikuti oleh semua negara dengan hormat. Cakravartin itu juga dihiasi dengan permata yang indah, permata yang berkilau, vaidurya, maha vaidurya, maniratna dari tambang terbaik, yang cemerlang dan terang seperti matahari, murni dan sejuk seperti bulan; mengelilingi dalam jumlah yang berlimpah, seperti bintang yang sangat banyak, perhiasan yang keindahannya terunggul, lautan permata yang tiada banding, lautan harta yang seperti panji yang padat, dengan pola yang luar biasa dan tampilan yang langka; kepalanya dimahkotai dengan serban emas terbaik dan permata yang murni, menerima pengangkatan abhiseka, memerintah jambudvipa, diberkahi dengan kekuatan pesona yang tidak terukur, membuat sila kebaikan, menaklukkan semua yang bermusuhan dan berlawanan menjadi patuh pada perintahnya di manapun. Bodhisattva Mahasattva menjadi Cakravartin, lalu memberikan tahta yang terhiasi permata seperti itu kepada para Buddha, yang adalah Punyaksetra yang paling unggul, dan kepada para Bodhisattva, para Satyaguru, para Bhiksu yang bijaksana dan suci, para pengkhotbah Dharma, orang tua, saudara, Sravakabuddha dan Pratyekabuddha, dan juga kepada mereka yang berangkat menuju Bodhisattvayana, dan juga yang menuju Stupa dari para Buddha, dan kepada semua orang miskin, yatim piatu dan tuna wisma, Dia memberikan segala sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan. Akar kebajikan ini Dia baktikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup duduk di Bodhimanda dan sepenuhnya terbangkitkan pada Dharma yang dicapai oleh semua Buddha; semoga semua makhluk hidup duduk di kursi pembebasan dan mencapai kebebasan dari gejala kejadian, yang mana bahkan mampu meratakan gunung vajra, dan mampu menghancurkan dan menaklukkan semua gerombolan angan-angan khayalan; semoga semua makhluk hidup memperolah simhasana Buddha dari pembebasan, yang ditatap oleh semua makhluk; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi yang terhiasi dengan beraneka permata sangat indah yang banyaknya tidak terbayangkan, menjadi penguasa Dharma, dan membimbing para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mencapai tahta yang tertinggi di semua dunia, terhiasi dengan Maha Kusala-mula; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi yang meliputi dunia yang banyaknya tidak terbayangkan, seperti yang tidak bisa sepenuhnya di ucapkan dalam pujian selama kalpa yang tidak terukur; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi dari kebajikan rahasia yang mendalam, dan tubuh mereka memenuhi semua dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi dari semua jenis permata yang banyaknya tidak terbayangkan , dan secara luas melaksanakan Dharmadana kepada para makhluk hidup apapun yang dipertimbangkan dalam pranidhana masa lampau-Nya; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi yang termurnikan dengan halus dan mewujudkan kekuatan batin dari para Buddha yang tidak terkatakan; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi dari semua permata, dari semua dupa, dari semua bunga, dari semua jubah, dari semua karangan bunga, dari semua maniratna, dan seterusnya, kursi dari banyak beraneka permata yang tidak terbayangkan, kursi dari dunia yang banyaknya tidak terhitung, kursi yang murni dari hiasan semua dunia, kursi dari semua vajra, dan mewujudkan kekuatan pembebasan dari para Buddha, dan menyempurnakan Samyaksambodhi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kursi permata, untuk menyebabkan para makhluk hidup memperoleh kursi dari Maha Bodhi yang melampaui dunia dan secara spontan menyadari Dharma yang dicapai oleh semua Buddha."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan beraneka kanopi permata, kanopi ini luar biasa, digunakan oleh para Arya, terhiasi dengan beraneka Maha Ratna, yang paling unggul diantara jutaan kanopi yang baik, dengan tumpuan yang terbuat dari semua permata, diselimuti dengan jaring yang halus, dengan lonceng emas di tali permata bergantungan di seluruh sekeliling dan dihiasi dengan kalung mani yang membuat suara indah dalam keselarasan dengan tiupan angin, semuanya terhiasi dengan harta dari maniratna, dipenuhi dengan beraneka kelangkaan yang tidak terhitung banyaknya, diharumkan dengan candana dan gaharu, sepenuhnya diperindah dengan permata yang tidak terbatas yang seperti emas murni yang berkilau: kanopi seperti itu Dia berikan dengan pikiran yang murni kepada para Buddha, atau kepada Stupa Buddha setelah parinirvana-Nya, atau, demi kepentingan Dharma, diberikan kepada para Bodhisattva, Guru yang baik, para Dharmaduta yang terkenal; atau diberikan kepada orang tuanya, atau kepada para Bhiksu, atau kepada semua Buddhadharma, atau kepada beraneka makhluk hidup yang seperti Punyaksetra, atau kepada para pemimpin brahmana atau yang terampil, atau orang yang baru saja membangkitkan Bodhicitta, dan kepada semua yang miskin, yatim piatu, dan tuna wisma, kepada semua yang mencari, Dia berikan. Akar kebajikan ini Dia baktikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup mengolah akar kebajikan yang mana menyelimuti tubuh mereka, dan selalu dilindungi para Buddha; semoga semua makhluk hidup membuat kebajikan dan kebijaksanaan sebagai kanopi mereka dan selamanya berpisah dari semua penderitaan dunia; semoga semua makhluk hidup menaungi diri mereka sendiri dengan kebajikan dan menyingkirkan debu dan kotoran dan api penderitaan dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai harta pengetahuan dan kebijaksanaan, menyebabkan semua orang selalu senang melihat mereka; semoga semua makhluk hidup menaungi diri mereka sendiri dengan jalan murni dari keheningan-tenang yang tanpa nafsu, dan semuanya mencapai keadaan Buddhatva yang tidak bisa dihancurkan; semoga semua makhluk hidup melindungi tubuh mereka dengan kebajikan dan pada yang tertinggi mencapai Dharmakaya yang murni dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup menjadi kanopi semesta dan menaungi seluruh dunia dengan pengetahuan Dasa-bala; semoga semua makhluk hidup mencapai kebijaksanaan agung, melampaui dunia, terbebas dari kemelekatan; semoga semua makhluk hidup memperoleh kanopi dari Arhan, menjadi Punya-ksetra terunggul, dan menerima semua persembahan; semoga semua makhluk hidup memperoleh kanopi tertinggi, mencapai pengetahuan tiada tanding, dan secara alami menyadari Bodhi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kanopi, payung, dan parasol, untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi pembebasan dan mampu menegakkan semua jalan kebajikan; untuk menyebabkan semua makhluk hidup mampu menaungi semua ksetra di dalam ruang angkasa dharmadhatu, dan mewujudkan kekuatan batin yang bebas dari para Buddha, tanpa kemunduran; untuk menyebabkan semua makhluk hidup agar mampu menghiasi semua dunia di sepuluh penjuru dengan satu kanopi, dan mempersembahkannya kepada sang Buddha; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memberikan spanduk, panji, dan kanopi permata yang indah kepada semua Tathagata; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi dari hiasan semesta dan menaungi semua Buddhaksetra; semoga semua makhluk hidup memperoleh kanopi yang luas untuk menaungi para makhluk hidup di semua tempat dan menyebabkan mereka semua untuk membangkitkan keyakinan dalam Buddha; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memberikan kanopi yang tidak terhitung banyaknya yang terhiasi dengan permata yang menakjubkan kepada satu Buddha, dan melakukan hal yang sama kepada para Buddha yang tidak terhitung banyaknya; untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kanopi yang luas dan tinggi dari Bodhi para Buddha, yang menaungi semua Tathagata; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi yang terhiasi dengan semua permata, kanopi yang terhiasi dengan semua perhiasan, kanopi yang terhiasi dengan wewangian padat, kanopi dengan hiasan murni dari beraneka permata, kanopi dengan hiasan murni dari permata yang tidak terhitung banyaknya, kanopi yang sangat luas dengan hiasan dari permata murni, diselimuti dengan jaring permata, digantung dengan lonceng permata yang melambai dalam tiupan angin menghasilkan suara yang indah, menaungi tubuh para Buddha di semua dunia di dalam ruang angkasa dharmadhatu; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi yang terhiasi dengan pengetahuan yang tanpa hambatan dan tidak terhalang, menaungi semua Tathagata; Juga, karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang tertinggi; Dan karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai hiasan kebajikan dari Buddhatva; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai harta dari pikiran bebas yang tanpa batas dan tidak terukur; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup dipenuhi dengan pengetahuan bebas tentang semua gejala kejadian; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menaungi semua dengan kebajikan; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menyempurnakan kanopi dari pengetahuan tertinggi; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menyempurnakan kanopi yang menaungi semua dari Dasa-bala; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mampu menaungi semua Buddhaksetra di dalam dharmadhatu; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menguasai semua Buddhadharma; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pikiran bebas dari Maha-abhijna-bala; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan luas yang permanen; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kebajikan tertinggi yang tidak terukur, menaungi semua; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menaungi pikiran mereka dengan kualitas kebajikan; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup melindungi semua makhluk hidup dengan pikiran yang tidak membeda-bedakan; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai upaya-kausalya dari pembaktian; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pikiran yang murni dari cita-cita tertinggi; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai keinginan murni dengan tujuan yang baik; Dan karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai 'Pembaktian Yang Besar (Maha-parinamana)' menaungi semua makhluk hidup."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan beraneka spanduk dan panji yang sangat bagus, tiangnya terbuat dari beraneka permata, panji yang terbuat dari sutera permata, spanduk dengan beraneka campuran warna dan pola, dihiasi dengan jaring permata, memancarkan warna yang memenuhi dimana-mana, lonceng permata bergoyang dengan lembut, berbunyi dalam keselarasan, dengan permata langka yang berbentuk seperti bulan sabit dan emas yang lebih berkilau daripada matahari dipasang dipuncak semua bendera itu, dihiasi dengan beraneka benda yang menakjubkan yang muncul melalui hasil karma dalam beraneka dunia; spanduk dan panji yang menakjubkan seperti itu, koti nayuta asamkhyeya banyaknya, pancaran cahayanya bergabung saling menerangi, cahayanya murni, memenuhi semua Buddhaksetra di alam ruang angkasa di sepuluh penjuru, Bodhisattva Mahasattva, dengan pikiran keyakinan murni memberikannya kepada Buddha yang muncul sekarang, atau kepada Stupa-Nya, atau kepada Gudang Dharma, atau kepada Sangha, atau kepada Bodhisattva, atau kepada Sravakabuddha, atau kepada Pratyekabuddha, atau kepada kumpulan orang banyak, atau kepada orang tertentu, kepada semua yang datang mencari sumbangngannya, dan membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mampu mendirikan spanduk kebajikan diatas semua akar kebajikan, sehingga itu tidak bisa dihancurkan; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk penguasaan semua Dharma, menghormati, mengagumi, dan dengan rajin melestarikannya; semoga semua makhluk hidup menulis Saddharma diatas sutera permata, melestarikan gudang Dharma dari para Buddha dan Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk yang tinggi dan luar biasa, dan menyalakan lampu kebijaksanaan, menyinari semua dunia; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk kesabaran dan mampu menghancurkan semua karma dan kegilaan dari angan-angan khayalan; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk dari kekuatan pengetahuan, yang tiada angan-angan khayalan yang bisa merusaknya; semoga semua makhluk hidup mencapai spanduk dari pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar, menghancurkan semua bendera kesombongan duniawi; semoga semua makhluk hidup memperoleh spanduk dari cahaya matahari pengetahuan besar, dan menyinari seluruh dharma dhatu dengan cahaya matahari pengetahuan itu; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan spanduk yang terhiasi dengan permata yang tidak terhitung banyaknya, memenuhi semua dunia di sepuluh penjuru, dan mempersembahkannya kepada para Buddha; semoga semua makhluk hidup memperoleh spanduk pencapaian tathata, dan menghancurkan semua pandangan salah tentang jalan sesat.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana spanduk dan panji, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai jalan yang murni dari spanduk Bodhisattvacarya yang sangat mendalam, agung, dan menjangkau luas, dan spanduk karma kekuatan batin dari Bodhisattva."

"Bodhisattva Mahasattva membuka gudang ratusan koti nayuta permata langka dan indah untuk semua makhluk hidup yang tidak terhitung, memberikan apapun yang mereka inginkan tanpa menyesal. Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup selalu melihat gudang harta dari Buddha, menghentikan ketidaktahuan dan mengolah samyak-smrti; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya diberkahi dengan cahaya dari permata Dharma dan melestarikan permata dari semua Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup mampu mendukung seluruh permata Sangha, tanpa kenal lelah melayani kebutuhan Mereka; semoga semua makhluk hidup mencapai permata tertinggi dari pikiran, Sarvajnajnana, dan semoga Bodhicitta mereka yang murni tidak pernah surut; semoga semua makhluk hidup mencapai permata pengetahuan, memasuki semua gejala kejadian tanpa ragu atau bingung; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan permata kualitas kebajikan Bodhisattva, mengungkapkan dan menjelaskan pengetahuan yang tidak terukur; semoga semua makhluk hidup mencapai permata kualitas mulia yang tidak terukur, mengolah dan mencapai pengetahuan Dasa-bala dari samyak-smrti; semoga semua makhluk hidup mencapai permata dari enambelas pengetahuan tentang meditasi murni, dan pada yang tertinggi menyempurnakan pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar dan luas; semoga semua makhluk hidup mengembangkan permata dari Punya-ksetra tertinggi, dan terbangkitkan pada pengetahuan dan kebijaksanaan Buddha yang tiada tanding; semoga semua makhluk hidup menjadi penguasa atas permata yang paling unggul, dan menjelaskan semua Dharma dengan kecerdasan yang tidak habis-habisnya.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana permata, untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh permata dari pengetahuan yang tertinggi dan lengkap, permata dari mata Buddha yang murni dan tidak terhalang."

"Bodhisattva Mahasattva mungkin memberikan beraneka hiasan, hiasan untuk semua tubuh, menyebabkan tubuh menjadi indah dan menyenangkan semua. Bodhisattva Mahasattva menganggap semua makhluk di dunia secara sama, seperti anak tunggalnya, dan mau menyebabkan mereka semua memiliki hiasan yang memurnikan tubuh, mencapai kedamaian dan kenyamanan tertinggi, mencapai kegembiraan dari pengetahuan Buddha, tinggal berdiam di Buddhadharma dan menguntungkan para makhluk hidup. Dengan beraneka hiasan permata yang sangat indah dan tidak terhitung banyaknya seperti ini, Dia rajin mempraktekkan dana, dan ketika berdana, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhuk hidup mengembangkan hiasan yang menakjubkan dan tiada tanding, dan menghiasi deva dan manusia dengan pengetahuan dan kebajikan yang murni; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan yang murni, menghiasi diri mereka sendiri dengan kebajikan murni yang sangat tepat; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan yang paling mulia, dan menghiasi diri mereka sendiri dengan semua tanda kebajikan; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan yang tanpa kebingungan, menghiasi diri mereka sendiri dengan semua tanda Buddhatva; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan ucapan yang murni dan baik, diberkahi dengan semua jenis dari kekuatan kecerdasan yang tanpa batas; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan suara dengan semua kualitas yang baik, suaranya murni dan jelas, menyenangkan semua yang mendengarnya; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan ucapan yang menyenangkan dari para Buddha, menyebabkan para makhluk hidup untuk mendengar Dharma, bergembira di dalamnya, dan mengolah praktek yang murni; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan pikiran, secara mendalam memasuki Dhyana-samadhi dan melihat para Buddha; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan penguasaan pikiran yang seluruhnya, menyinari Saddharma dari semua Buddha; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan pengetahuan dan kebijaksanaan, menghiasi pikiran mereka dengan pengetahuan dan kebijaksanaan Buddhatva.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana semua jenis perhiasan, untuk menyebabkan para makhluk hidup diberkahi dengan hiasan dari penyempurnaan semua kualitas Buddha yang tidak terhitung banyaknya, menyempurnakan pengetahuan dan kebajikan, dan selamanya melepaskan semua kesombongan dan pemanjaan diri."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan kepada semua makhluk hidup mahkota permata dan permata jambul yang diterima-Nya ketika di mahkotai sebagai Raja Yang Bebas, tanpa penyesalan dalam pikiran-Nya, selalu mengolah diri dengan rajin menjadi penyumbang yang dermawan, mempelajari kebijaksanaan dari berdana, mengembangkan indera dari pelepasan; dengan pengetahuan dan upaya-kausalya, pikiran-Nya luas dan dermawan, Dia memberi kepada semua, dan membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup dimahkotai dengan Buddhadharma dan mencapai pengetahuan samanta; semoga semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang paling utama dan mencapai pantai seberang; semoga semua makhluk hidup menyelamatkan para makhluk dengan permata dari pengetahuan yang agung dan menyebabkan mereka semua untuk menyempurnakan puncak kebajikan; semoga semua makhluk hidup mencapai penyempurnaan mahkota permata dari pengetahuan dan kebijaksanaan dan menjadi yang layak dihormati dunia; semoga semua kepala semua makhluk hidup dimuliakan dengan mahkota dari pengetahuan dan menjadi Raja yang berkuasa dan Dharmaraja; semoga semua makhluk hidup mengikat permata pengetahuan yang terang di kepala mereka, yang tidak terlihat oleh semua orang duniawi; semoga semua makhluk hidup menjadi yang layak dipuja dunia, menyempurnakan puncak kebijaksanaan, dan menyinari Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup dimahkotai dengan mahkota yang terhiasi dengan dasa-bala, dipenuhi dengan kemurnian dari lautan permata pengetahuan dan kebijaksanaan; semoga semua makhluk hidup mencapai puncak Bodhi dari Maha Resi, mencapai Sarvajnajnana, menyempurnakan dasa-bala, dan menghancurkan pita kegilaan puncak kamadhatu; semoga semua makhluk hidup berusaha mencapai puncak tertinggi dari kekuasaan, dan mencapai puncak pancaran dari Sarvajnajnana, yang tidak bisa dilampaui.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana mahkota permata, untuk menyebabkan para makhluk hidup mencapai alam kemurnian sepenuhnya dari pengetahuan tertinggi, dan mahkota dari permata kebijaksanaan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat para makhluk hidup di dalam penjara atau bawah tanah, yang gelap dan suram, dibelenggu dan dirantai, tidak bisa berdiri atau duduk dengan nyaman, diserang kesakitan yang sangat banyak, tanpa saudara atau teman, tanpa tempat berlindung atau penyelamatan, telanjang, lapar, kurus, mengalami siksaan yang tidak tertahankan, sang Bodhisattva setelah melihat ini, memberikan apa yang dimiliki-Nya, semua kekayaan-Nya, istri, anak, dan rumah, dan bahkan tubuh-Nya sendiri, untuk menyelamatkan makhluk itu dalam penjara, sama seperti yang dilakukan oleh Maha Karuna Bodhisattva dan Sunetraraja Bodhisattva; Dan, setelah menyelamatkan mereka, Dia memberikan apapun yang mereka inginkan, menghilangkan penderitaan mereka, membuat meteka memperoleh kedamaian dan kenyamanan, setelah itu, memberikan kepada mereka permata Dharma tertinggi, menyebabkan mereka menghentikan pemanjaan diri, dengan kukuh mendirikan akar kebajikanm dan tidak menyusut atau mundur dari Buddhadharma. Ketika Bodhisattva Mahasattva menyelamatkan para makhluk hidup dari penjara, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup pada akhirnya terbebas dari belenggu ketamakan dan pendambaan; semoga semua makhluk hidup memotong putus arus kelahiran dan kematian dan naik ke pantai kebijaksanaan; semoga semua makhluk hidup menyingkirkan kegelapan ketidaktahuan, mengembangkan pengetahuan dan kebijaksanaan, dan melepaskan belenggu penderitaan; semoga semua makhluk hidup menghancurkan belenggu dari kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu, mencapai pengetahuan samanta dan pada akhirnya terbebaskan; semoga semua makhluk hidup selamanya memotong putus semua belenggu penderitaan dan mencapai pantai seberang dari pengetahuan dan kebijaksanaan, tingkat dari tanpa halangan, dimana tiada penderitaan; semoga semua makhluk hidup terbebas dari pikiran yang kacau, melamun, dan pembedaan yang sia-sia, dan memasuki alam dari pengetahuan yang tenang dan tidak dapat diganggu; semoga semua makhluk hidup melepaskan ikatan nafsu keinginan, selamanya meninggalkan semua idaman duniawi, dan tiada kemelekatan dalam kamadhatu, rupadhatu, atau arupadhatu; semoga semua makhluk hidup mencapai cita-cita tertinggi dan selalu diajari oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran yang terbebaskan, dengan tiada kemelekatan dan tanpa belenggu, besar dan luas seperti dharmadhatu, mencakup luas seperti ruang angkasa; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan batin dari Bodhisattva, menjinakkan para makhluk di dalam semua dunia, menyebabkan mereka terlepas dari duniawi dan tinggal berdiam di dalam Mahayana.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menyelamatkan para makhluk hidup yang menderita dalam penjara, untuk membuat para makhluk hidup memasuki alam pengetahuan dan kebijaksanaan Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva, melihat para tawanan yang tangan dan kaki diikat, menderita semua jenis kesakitan, dipukul dan tertekan oleh penjaga penjara, di pinggir jurang kematian, telah menghentikan semua kesenangan duniawi, selamanya berpisah dari saudara dan teman, dibawa keluar ke tempat pembantaian untuk di koyak, atau tertusuk pancang kayu, atau disiram minyak dan dibakar, sang Bodhisattva setelah melihat mereka tertekan oleh siksaan seperti itu, menyerahkan tubuh-Nya sendiri untuk menggantikan tempat mereka, seperti yang dilakukan oleh Aparajita Bodhisattva, Uttamakarmaraja Bodhisattva, dan para Maha Bodhisattva yang lainnya yang menyerahkan hidup Mereka sendiri untuk menyelamatkan yang lainnya, memikul penderitaan berat menggantikan mereka. Pada saat itu, Bodhisattva berkata kepada kepala penjara, 'Saya mau menyerahkan tubuh-Ku untuk menggantikan nyawa mereka. anda bisa menerapkan siksaan itu kepada Saya. Sama seperti anda melakukannya kepada para orang itu, anda bisa melakukan apa yang anda mau, terhadap Saya, bahkan lebih. Saya akan menanggung bahkan tidak terhitung banyaknya, agar mereka bisa di bebaskan. Jika Saya melihat mereka akan dibunuh dan tidak menyerahkan nyawa-Ku untuk menebus mereka dari penderitaan mereka, maka Saya tidak bisa dikatakan tinggal berdiam di dalam pikiran Bodhisattva. Mengapa begitu? Karena Saya telah membuat tekad Bodhi Sarvajnajnana demi tujuan menyelamatkan semua makhluk.'"