Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha telah dibangun sekitar periode yang sama.
#17797
"Ketika Bodhisattva Mahasattva menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan para makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai hidup tertinggi dan tanpa akhir, dan selamanya terbebas dari bencana, penindasan, dan penderitaan; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam dengan para Buddha, menerima pengetahuan samanta, menyempurnakan dasa-bala, dan menerima vyakarana Bodhi; semoga semua makhluk hidup menyelamatkan para makhluk yang sadar dimana-mana, menyebabkan mereka terbebas dari ketakutan dan selamanya meninggalkan keadaan dari duka; semoga semua makhluk hidup mencapai kehidupan penuh dan memasuki alam pengetahuan yang abadi; semoga semua makhluk hidup selamanya terbebas dari permusuhan dan kebencian, tiada bencana, dan selalu di perhatikan oleh para Buddha dan Guru yang baik; semoga semua makhluk hidup meninggalkan semua senjata dan peralatan dari kejahatan dan penderitaan, dan mempraktekkan semua jenis karma yang baik dan murni; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua ketakutan dan menghancurkan tentara Mara dibawah pohon Bodhi; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua ancaman, pikirannya murni dan tanpa gentar terhadap Dharma tertinggi, dan mampu mengaumkan Simhanada yang tertinggi; semoga semua makhluk hidup mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa rintangan seperti singa, dan mengolah 'perbuatan yang benar (samyak-karmanta)' di dalam semua dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai alam keberanian dan selalu melayani keselamatan dan perlindungan para makhluk hidup yang menderita.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menyerahkan hidup-Nya sendiri demi menyelamatkan para terpenjara yang akan di hukum mati, untuk menyebabkan para makhluk hidup terbebas dari kesakitan lahir dan mati dan mencapai kegembiraan Buddha yang agung."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan ushnisha diatas kepala-Nya kepada pengemis seperti yang dilakukan oleh Ratnosnisharaja Bodhisattva, Paramottamakaya Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, melihat pengemis datang, pikiran sang Bodhisattva bergembira dan berkata, 'Jika anda membutuhkan ushnisha, ambillah dari-Ku, punya-Ku adalah yang terbaik di ksetra.' Dan ketika mengatakan ini, pikiran-Nya tidak terganggu, tidak memikirkan tindakan yang lainnya; Dia melepaskan duniawi dan mencari keheningan-tenang yang tanpa nafsu; pada yang tertinggi murni, rajin, jujur, bertekad pada Sarvajnajnana. Kemudian Dia mengambil pisau yang tajam dan memotong ushnisha di kepala-Nya; dengan lutut kanan menyentuh lantai, beranjali dan memberikan ushnisha-Nya dengan pikiran terkonsentrasi, memikirkan praktek dari semua Buddha dan Bodhisattva dari masa lampau, sekarang, dan masa depan, mengandung kegembiraan besar, meningkat dalam kebulatan tekad. Dengan cerdas Dia terampil memeriksa dan memahami gejala kejadian, dan tidak melekati rasa sakit, mengetahui bahwa perasaan sakit tiada ciri dan tiada asal-mula, bahwa semua perasaan timbul dari hubungan saling bergantungan dan tiada satupun yang abadi. Oleh karena itu, Dia mengembangkan keyakinan besar yang penuh kegembiraan bahwa Dia harus mempraktekkan pelepasan yang besar seperti semua Bodhisattva dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang, mencari pengetahuan samanta tanpa mundur, tanpa bergantung pada ajaran yang lain atau kekuatan dari guru."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melaksanakan dana ini, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai mahkota yang tidak terlihat dan mengembangkan ushnisha yang sama seperti stupa dari Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut seperti Buddha, dan mampu memadamkan semua penderitaan para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang mengkilap, rambut yang tebal, rambut yang tidak tumbuh di dahi; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang seperti Buddha dan selamanya terbebas dari semua penderitaan dan ikatan kebiasaan; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang bersinar, memancarkan cahaya yang menerangi semua dunia di sepuluh penjuru; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang rapi, bersih seperti sang Buddha; semoga semua makhluk hidup mengembangkan rambut yang seperti stupa dari Muni, sehingga bagi semua yang melihatnya menjadi sama seperti sedang melihat rambut sang Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut seperti Buddha, tanpa noda, tanpa kemelekatan, selamanya menyingkirkan semua kotoran debu yang menggelapkan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana ushnisha, untuk menyebabkan pikiran para makhluk hidup menjadi hening-tenang dan tanpa nafsu, menyempurnakan semua dhyana samadhi, dan mewujudkan pengetahuan Buddha tentang semua jalan pembebasan dan dasa-bala."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan mata-Nya kepada mereka yang datang meminta, sama seperti yang dilakukan oleh Pramodyacarita Bodhisattva, Candraprabharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan mata-Nya, Dia membangkitkan pikiran murni untuk berdana mata; membangkitkan pikiran tentang mata pengetahuan yang murni; membangkitkan pikiran yang tinggal berdiam pada 'cahaya Dharma (dharmaloka)'; membangkitkan pikiran yang menyaksikan jalan Buddha yang tiada tanding; membangkitkan pikiran pembaktian untuk pengetahuan yang besar; membangkitkan pikiran untuk berdana dengan kesabaran yang sebanding dengan para Bodhisattva dari masa lampau, sekarang, dan masa depan; membangkitkan mata yang tidak terhalang; membangkitkan pikiran keyakinan murni yang tidak bisa dihancurkan; membangkitkan pikiran kesabaran yang penuh gembira sehubungan dengan mereka yang meminta. Untuk menyempurnakan semua kekuatan batin, untuk menghasilkan mata Buddha, untuk meningkatkan dan memperluas tekad besar Bodhi, untuk mengolah Maha Karuna, dan menguasai indera, Dia menetapkan pikiran pada hal ini."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana mata, Dia memikirkan Maha Maitri untuk mereka yang meminta, dan mendirikan amal untuk mereka, meningkatkan kekuatan Dharma, menghentikan pandangan duniawi dan pemanjaan diri, memotong putus ikatan nafsu keinginan, mengolah Bodhi, dan dengan ramah memuaskan permintaan mereka dengan pikiran tidak gentar, selalu sesuai dengan praktek kesabaran yang tiada mendua. Akar kebajikan ini Dia baktikan demikian: 'semoga semua makhluk hidup mencapai mata tertinggi dan membimbing semua orang; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang tanpa halangan dan membuka permata pengetahuan samanta; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang murni, cahayanya menembus, tidak mungkin dihalangi; semoga semua makhluk hidup mencapai mata divya yang murni, melihat kelahiran dan kematian dan buah karma dari semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mencapai mata kesamaan yang murni dan mampu memasuki alam dari yang menyadari tathata; semoga semua makhluk hidup mencapai mata kebijaksanaan dan meninggalkan semua ketamakan dan kemelekatan; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan mata Buddha, mampu sepenuhnya menyadari dan memahami semua gejala kejadian; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan mata samanta, memahami semua alam tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang murni dan tidak tergelapkan, menyadari alam para makhluk hidup adalah yang kosong dan tiada keberadaan; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya diberkahi dengan mata murni yang tidak terhalang dan semuanya mampu mewujudkan dasa-bala dari Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana mata, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai mata yang murni dari pengetahuan samanta."

"Bodhisattva Mahasattva mampu memberikan telinga dan hidung kepada mereka yang meminta, seperti yang dilakukan oleh Paramakarmaraja Bodhisattva, Aparajita Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika berdana, Dia mengantarkannya sendiri kepada mereka yang meminta, dengan pikiran tunggal mengolah Bodhisattvacarya, diberkahi dengan benih sifat alami Buddhatva, terlahir di dalam rumah Buddha. Mengingat perbuatan berdana yang dipraktekkan oleh para Bodhisattva, Dia terus berjuang untuk mengaktifkan indera yang murni dari Bodhi para Buddha, kebajikan dan kebijaksanaan Mereka. Mengamati semua alam keberadaan, Dia melihat bahwa tiada satu pun yang permanen. Bercita-cita untuk selalu mampu melihat para Buddha dan Bodhisattva. Mengingat semua Buddhadharma sesuai dengan situasi. Mengetahui tubuh adalah yang tidak nyata, kosong, tanpa keberadaan, tiada apapun yang untuk dilekati. Jadi, ketika Bodhisattva menyumbangkan telinga dan hidung, pikiran-Nya selalu tenang dan damai; Dia telah menjinakkan indera-Nya. Dia menyelamatkan para makhluk hidup dari bahaya kejahatan, mengembangkan semua pengetahuan dan kebajikan, memasuki lautan kedermawanan yang besar, memahami makna dari Dharma, sepenuhnya mengolah jalan yang ditunjukkan, bertindak sesuai dengan pengetahuan dan kebijaksanaan, mencapai penguasaan Dharma, dan mengganti tubuh yang bisa binasa dengan tubuh yang tidak bisa hancur."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan telinga, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan mendengar semua suara yang membabarkan Dharma; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan mampu memahami semua suara; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga Buddha dan mengetahui semua tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang murni, tidak menghasilkan pembedaan yang keliru berdasarkan pendengaran; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tanpa ketulian, menyebabkan kesadaran ketidaktahuan tidak timbul; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang meliputi dharmadhatu dan mengetahui suara Dharma dari semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan menyadari semua jalan tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak bisa hancur, tiada seorangpun yang bisa merusak ajaran dari guru yang baik; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang mendengar semua, telinga yang menjangkau jauh dan murni, yang tertinggi dari semuanya; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan telinga divya dan telinga Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana telinga, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai telinga yang murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan hidung, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai hidung yang tinggi dan lurus, hidung yang lembut, hidung yang terbentuk dengan baik, hidung yang indah, hidung yang menyenangkan, hidung yang murni, hidung yang halus, hidung yang luar biasa, hidung yang menaklukkan musuh, hidung Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai wajah yang bebas dari kemarahan, wajah dari semua Dharma, wajah yang tanpa halangan, wajah yang indah dilihat, wajah yang halus, wajah yang bersih murni, wajah yang sempurna, wajah yang bulat penuh seperti sang Buddha, wajah yang meliputi semua tempat, wajah yang keindahannya tidak terukur.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana hidung, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya memperoleh jalan masuk ke semua Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya menyerap semua Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya memahami Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya tinggal berdiam di Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya selalu melihat Buddha, untuk menyebabkan para makhluk hidup mencapai kesadaran sila dari Buddha, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya mengembangkan pikiran Vajra, untuk menyebabkan para makhluk hidup menghiasi semua Buddhaksetra, untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mencapai tubuh berkekuatan besar dari para Tathagata. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana telinga dan hidung."

"Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam dengan kukuh di dalam keadaan kebebasan yang tidak bisa dihancurkan, mampu memberikan gigi kepada para makhluk hidup, seperti yang dilakukan oleh Puspadamstraraja Bodhisattva, Saddantaraja Bodhisattva, dan para Bodhisattva masa lampau yang lainnya. Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana gigi, pikiran-Nya murni, hingga ke tingkat yang sulit dijumpai, yaitu: Dia berdana dengan pikiran yang tidak habis-habisnya, berdana dengan pikiran keyakinan besar, berdana dengan pikiran pada semua tahap mencapai pelepasan yang tidak terukur, berdana dengan pikiran dalam pengendalian indera, berdana dengan pikiran yang melepaskan semua, berdana dengan pikiran yang bercita-cita pada pengetahuan samanta, berdana dengan pikiran untuk menghibur para makhluk hidup, berdana dengan kedermawanan yang besar, kedermawanan terbaik, kedermawanan yang unggul, kedermawanan tertinggi, berdana dengan pikiran melepaskan kebutuhan tubuhnya sendiri tanpa kebencian."

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang putih dan tajam, menjadi stupa tertinggi yang menerima persembahan dari para dewa dan manusia; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang rata, sama seperti yang dari sang Buddha, tanpa celah apapun; semoga semua makhluk hidup memiliki pikiran yang terkendali dengan baik dan dengan upaya-kausalya melaksanakan praktek Paramita dari Bodhisattva; semoga mulut dari semua makhluk hidup menjadi murni dan bersih, giginya putih cemerlang, memperlihatkan dengan jelas; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi dengan hiasan yang mengesankan, mulutnya murni dan bersih, tanpa tampilan kotor; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang lengkap, selalu menghasilkan wewangian yang sangat menarik dan langka; semoga semua makhluk hidup memiliki kecerdasan yang terkendali dengan baik dan giginya bersih cemerlang, sama seperti bunga teratai putih, membentuk pola divya; semoga mulut dan bibir dari semua makhluk hidup segar dan bersih, giginya bersih dan putih, memancarkan cahaya yang tidak terhitung banyaknya menyinari semua; semoga gigi dari semua makhluk hidup bagus dan tajam, sehingga tiada satupun gandum tersisa di makanannya ketika mereka makan dan juga tiada kemelekatan pada rasa dan menjadi Punya-ksetra yang terunggul; semoga semua makhluk hidup selalu memancarkan cahaya dari antara gigi mereka, memberikan ramalan Bodhi yang terunggul untuk Bodhisattva.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana gigi, untuk menyebabkan para makhluk hidup diberkahi dengan Sarvajnajnana, pengetahuan tentang semua gejala kejadian menjadi murni dan jelas."

"Jika orang datang kepada Bodhisattva Mahasattva meminta lidah-Nya, Dia dengan belas-kasih mengucapkan kata yang baik dan lembut kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh Sumanaraja Bodhisattva, Avaivartika Bodhisattva, dan para Bodhisattva masa lampau yang lainnya. Ketika Bodhisattva Mahasattva terlahir di dalam beranekaragam alam keberadaan, saat para makhluk hidup yang tidak terhitung banyaknya datang kepada-Nya meminta lidah, Dia menempatkan para orang itu diatas Simhasana, dan dengan pikiran yang terbebas dari kemarahan, kebencian, dan dendam, dengan pikiran berkekuatan besar, pikiran yang terlahir dari intisari para Buddha, pikiran yang tinggal berdiam di dalam tempat para Bodhisattva, pikiran yang tidak pernah tercemar atau terganggu, pikiran yang tinggal berdiam didalam kekukatan besar, pikiran yang tanpa kemelekatan pada tubuh, dan pikiran yang tanpa kemelekatan pada ucapan, Dia berlutut di lantai, membuka mulut-Nya, memperlihatkan lidah-Nya kepada si peminta, dan berkata kepada mereka dengan ucapan yang baik dan lembut, 'Tubuh-Ku ini seluruhnya milik anda, silahkan ambil lidah-Ku dan gunakanlah sesuai keinginanmu, untuk mengabulkan keinginanmu.'"

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai lidah samanta dan mampu menjelaskan semua sila dari ucapan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang bisa mencakup wajahnya, dan semoga ucapannya tiada mendua dan semuanya benar sesuai dengan kenyataan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang meliputi semua Buddhaksetra, mempertunjukkan kekuatan batin yang bebas dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang tipis dan lembut, selalu mengecap rasa yang murni dan baik; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang fasih, mampu memotong putus jaring keraguan dari semua makhluk; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang bercahaya, mampu memancarkan koti nayuta asamkhyeya sinar cahaya; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah dari kepastian yang jelas, tidak habis-habisnya menjelaskan segala sesuatu dengan kecerdasan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah penguasaan penuh, mampu mengungkapkan semua misteri pokok, menyebabkan semua menerima dan percaya apa yang dikatakannya; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah kefasihan samanta, mampu memasuki lautan dari semua bahasa; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang mampu menjelaskan semua aspek Dharma, sepenuhnya mencapai penyempurnaan tertinggi dari pengetahuan tentang ucapan kata.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana lidah, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang tanpa halangan."

"Bodhisattva memberikan kepala-Nya kepada mereka yang meminta, sama seperti yang dilakukan oleh Paramajnana Bodhisattva, Mahaprabha Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva yang lainnya. Dana yang dipraktekkan oleh Bodhisattva Mahasattva itu dikarenakan oleh kemauan untuk mengembangkan kepala dari pengetahuan tertinggi yang memahami semua Dharma, kemauan untuk mengembangkan kepala yang menyadari Maha Bodhi dan menyelamatkan para makhluk hidup, kemauan untuk memiliki kepala tertinggi yang melihat segala sesuatu, kemauan untuk mencapai kepala dari pengetahuan murni yang melihat yang sesungguhnya, kemauan untuk mengembangkan kepala yang tanpa halangan, yang terbebas dari rintangan, kemauan untuk menyadari kepala yang mencapai keadaan tertinggi, mencari kepala dari pengetahuan tertinggi di dunia, kemauan untuk mengembangkan kepala dari kebijaksanaan murni, mahkota yang tidak bisa dilihat oleh siapapun di dalam kamadhatu, rupadhatu, atau arupadhatu, kemauan untuk mencapai kepala dari penguasaan pengetahuan yang muncul diseluruh sepuluh penjuru, dan karena kemauan untuk menyempurnakan kepala dari pembebasan yang tidak bisa dihancurkan oleh apapun."

"Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam melalui praktek ini dan rajin menerapkannya, kemudian, karena telah memasuki Buddhakula, meniru peraktek berdana dari para Buddha. Memikirkan keyakinan yang murni dalam para Buddha, mengembangkan dan mematangkan akar kebajikan, dan menyebabkan mereka yang sedang membutuhkan semuanya terpuaskan dengan bahagia. Pikiran-Nya sendiri murni dan bergembira melampaui ukuran; dengan keyakinan murni dan pemahaman Dia degan jelas menerangi Buddhadharma, membangkitkan Bodhicitta, dan tinggal berdiam di dalam ketenangan dan kesunyian. Semua indera-Nya penuh bahagia; kualitas kebajikan-Nya bertumbuh dan berkembang, menimbulkan cita-cita yang baik, dan selalu suka mempraktekkan kedermawanan memberi."

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup mencapai kepala Bodhi, dan mencapai mahkota yang tidak terlihat, yang tiada seorangpun yang bisa lampaui, kepala tertinggi di dalam semua Buddhaksetra, rambut yang melingkar ke kanan, bersinar, bersih, berkilau, terhiasi dengan swastika, keajaiban dunia; semoga mereka diberkahi dengan kepala dari para Buddha, kepala menyempurnakan pengetahuan, kepala terunggul di dunia, dan kepala dari kelengkapan, kemurnian, dan pengetahuan luas duduk di Bodhimanda.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kepala, untuk membuat para makhluk hidup mencapai Dharma tertinggi dan mencapai kebijaksanaan besar yang tiada tanding."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan tangan dan kaki-Nya kepada para makhluk hidup, sama seperti yang dilakukan Nityodyukta Bodhisattva, Apasokharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya memberikan tangan dan kaki-Nya di dalam beranekaragam tempat kelahiran di dalam semua alam keberadaan. Menggunakan tangan keyakinan, Dia memulai pekerjaan yang bermanfaat, datang dan pergi, menjangkau semua tempat, rajin mempraktekkan Dharma sejati, bercita-cita mencapai tangan penghasil permata, memberikan tangan-Nya, menyempurnakan Bodhisattvacarya tanpa melakukan apapun dalam kesia-siaan. Selalu mengulurkan tangan untuk memperoleh kebijaksanaan yang besar, dan berjalan penuh damai saat pergi, berani tanpa takut. Melalui kekuatan keyakinan yang murni, Dia menyempurnakan usaha rajin, untuk menghancurkan keadaan yang bukan kebajikan dan untuk menyempurnakan Bodhi."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, Dia membuka pintu Dharma yang murni dengan pikiran kedermawanan yang tidak terukur, memasuki lautan Buddhatva, menyempurnakan tangan berdana, dan melayani semua di dalam sepuluh penjuru. Dengan kekuatan tekad, mempertahankan jalan sarvajna, dan tinggal berdiam di dalam pikiran yang sepenuhnya terbebas dari kotoran, di dalam Dharmakaya, dan Jnanakaya yang tanpa akhir dan tanpa peluruhan. Tidak bisa digoyahkan oleh pengaruh yang menyesatkan; mengikuti Guru yang baik, membuat pikiran-Nya menjadi kukuh dan stabil, dan mengolah praktek Dana Paramita, sama seperti semua Bodhisattva."

"Ketika Bodhisatttva Mahasattva memberikan tangan-Nya dan kaki-Nya, mencari Sarvajnajnana demi kepentingan semua makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup di berkahi dengan kekuatan batin, dan semuanya mencapai tangan yang menghasilkan permata, saling menghormati sebagai Punya-ksetra, dan saling memberi semua jenis permata, dan juga memberi permata yang tidak terhitung banyaknya kepada para Buddha, menghasilkan awan permata yang menakjubkan yang menyelimuti semua Buddhaksetra.' Dia menyebabkan para makhluk hidup menjadi baik terhadap semua dan tidak saling melukai. Pergi menjelajahi Buddhaksetra, kukuh dalam keberanian, secara alami diberkahi dengan kekuatan batin terbaik, Dia juga menyebabkan semua mencapai tangan yang menghasilkan permata, tangan yang menghasilkan bunga, tangan yang menghasilkan pakaian, tangan yang menghasilkan kanopi, tangan yang menghasilkan karangan bunga, tangan yang menghasilkan dupa, tangan yang menghasilkan perhiasan, tangan yang tanpa batas, tangan yang tidak terukur, tangan samanta, dan, setelah mencapai tangan ini, selalu rajin menjelajahi semua Buddhaksetra melalui kekuatan batin. Dia bisa menyentuh semua Buddhaksetra dengan satu tangan, dan memegang semua makhluk hidup dengan tangan pembebasan. Dia mencapai tangan yang berciri mulia, memancarkan cahaya yang tidak terukur. Dia bisa mencakup semua makhluk hidup dengan satu tangan. Mencapai tangan yang seperti Buddha, dengan selaput di jari dan kuku tembaga. Pada sekarang ini, Bodhisattva meliputi semua makhluk hidup dengan tangan Maha Pranidhana, mendoakan semoga semua makhluk hidup mengarahkan pikiran yang selalu gembira mencari Anuttara Samyaksambodhi, menghasilkan lautan dari semua kebajikan, bergembira ketika melihat orang datang meminta, tidak pernah kenal lelah terhadap mereka, memasuki lautan Buddhatva, dengan akar kebajikan yang sama seperti Buddha. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tangan dan kaki."

"Bodhisattva Mahasattva melukai diri-Nya sendiri dan memberikan darah kepada para makhluk hidup, seperti yang dilakukan oleh Karmatattva Bodhisattva, Maitrindra Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya di dalam beraneka alam keberadaan. Ketika berdana darah, Dia membangkitkan pikiran untuk mencapai Sarvajnajnana, pikiran yang menginginkan Maha Bodhi, pikiran bergembira dalam mengolah Bodhisattvacarya, pikiran yang tidak melekati perasaan sakit, pikiran gembira melihat peminta, pikiran yang tidak menolak peminta, pikiran yang diarahkan pada jalan dari semua Bodhisattva, pikiran melestarikan ketenangan dari semua Bodhisattva, pikiran meningkatkan dan memperluas kedermawanan menyumbang dari Bodhisattva, pikiran yang tanpa kemunduran, pikiran tak kenal lelah, pikiran yang terbebas dari mencintai diri. Akar kebajikan itu Dia baktikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai penyempurnaan Dharmakaya dan Jnanakaya; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh Vajra yang tidak kenal lelah; semoga semua makhluk hidup mencapai Vajrakaya yang tidak bisa dilukai apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai Nirmanakaya yang muncul diseluruh dunia tanpa batas; semoga semua makhluk hidup mencapai Sambhogakaya yang bersih, indah, kuat, dan sehat; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang terlahir dari dharmadhatu, sama seperti Buddha, tidak bergantung pada apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang seperti pancaran dari permata yang indah, yang tiada orang duniawi yang bisa lampaui; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang adalah permata pengetahuan, dan menyadari kebebasan di dalam 'Amrta (keabadian)'; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari lautan permata, yang tanpa gagal berguna untuk semua yang melihatnya; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh ruang angkasa, yang tiada satupun masalah dunia yang bisa mempengaruhi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana darah dari tubuh-Nya dengan pikiran Mahayana, pikiran yang murni, pikiran yang luas, pikiran yang bergembira, pikiran bahagia, pikiran semangat, pikiran terkendali, pikiran damai, dan pikiran yang tanpa noda."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat orang yang datang dan meminta sumsum dan daging tubuh-Nya, Dia bergembira dan berkata dengan lembut kepada mereka, memberitahu mereka untuk mengambil sumsum dan daging tubuh-Nya seperti yang diinginkan, seperti yang dilakukan Hitaisin Bodhisattva, Sarvadanendra Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya memberikan sumsum dan daging di dalam berbagai keadaan di dalam beraneka alam keberadaan. Ketika memberi kepada mereka yang meminta, kegembiraan-Nya besar, kedermawanan-Nya bertumbuh; Dia mengolah akar kebajikan yang sama seperti semua Bodhisattva, berpisah dari debu dan kotoran duniawi, dan mencapai tekad yang mendalam. Memberikan tubuh-Nya kepada semua, pikiran-Nya tidak habis-habisnya; diberkahi dengan akar kebajikan besar yang tidak terukur, Dia mewujudkan permata dari semua kebajikan. Sesuai dengan sila Bodhisattva, tanpa kenal lelah mempraktekkannya, pikiran-Nya selalu bergembira di dalam kebajikan dari memberi. Dia memberikan semua tanpa menyesal, dengan jelas mengamati bahwa segala sesuatu berasal dari kondisi dan tiada zat; tiada keserakahan untuk tindakan berdana atau untuk hadiah dari berdana, Dia berdana secara sama kepada siapapun yang dijumpai-Nya."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, semua Buddha muncul kepada-Nya, karena Dia berpikir tentang Mereka sebagai orang tua-Nya dan menerima perlindungan Mereka; semua makhluk hidup muncul kepada-Nya, karena Dia menyebabkan semuanya hidup dalam kedamaian melalui Dharma yang murni; semua dunia muncul kepada-Nya, karena Dia melayani semuanya dengan Maha Karuna; semua kualitas Buddha muncul kepada-Nya, karena Dia suka mengamati dasa-bala dari para Tathagata; semua Bodhisattva dari masa lampau - sekarang - dan masa depan muncul kepada-Nya, karena Dia berbagi akar kebajikan yang lengkap dan sama; semua keberanian muncul kepada-Nya, karena Dia mampu membuat Simhanada tertinggi; seluruh masa lampau - sekarang - dan masa depan muncul kepada-Nya, karena Dia telah mencapai pengetahuan tentang kesamaan mengamati semua; semua dunia muncul kepada-Nya, karena Dia memulai ikrar besar yang menjangkau jauh untuk mengolah Bodhi diseluruh masa depan; praktek Bodhisattva yang tidak kenal lelah semuanya muncul kepada-Nya, karena Dia mengembangkan Maha Pranidhana yang tanpa batas."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberi sumsum dan daging tubuh-Nya, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh vajra; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh magis yang bertahan, yang tidak pernah menyusut; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang dihasilkan dari pikiran, terhiasi dan murni seperti tubuh Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang terhiasi dengan semua tanda kebajikan dan tanda Maha Laksana; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang terhiasi dengan indah dengan semua jenis perhiasan, diberkahi dengan dasa-bala, yang tidak bisa dihancurkan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari mereka menyadari tathata, yang sepenuhnya murni, tidak mungkin dibatasi atau diukur; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh kekukuhan dan kestabilan, yang tiada mara atau musuh yang bisa lukai; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh kesatuan, dan menyatu dengan para Buddha dari masa lampau - masa depan - dan sekarang; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang tidak terhalang, meliputi ruang angkasa dengan Dharmakaya yang murni; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari Buddhagarbha, mampu mengandung semua dunia.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana sumsum dan daging, mencari pengetahuan samanta, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai tubuh yang sepenuhnya murni dan tanpa batas dari yang telah menyadari tathata."

"Bodhisattva Mahasattva memberi jantung-Nya kepada mereka yang datang dan meminta kepada-Nya, seperti yang dilakukan oleh Anutka Bodhisattva, Aniruddha Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika memberikan jantung-Nya kepada para peminta, Dia mengolah pikiran tentang berdana bebas, mengembangkan pikiran tentang berdana sepenuhnya, mempelajari pikiran tentang melaksanakan Dana Paramita, menyempurnakan pikiran tentang Dana Paramita, mengolah pikiran tentang berdana dari semua Bodhisattva, pikiran yang tidak habis-habisnya melepaskan semua, pikiran yang terbiasa dengan berdana seluruhnya, pikiran tentang melakukan praktek berdana dari semua Bodhisattva, pikiran samyak-smrti pada perwujudan dari semua Buddha, pikiran berdana kepada semua yang datang meminta tanpa henti."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, pikiran-Nya murni : demi membebaskan semua makhluk hidup, demi mencapai alam Buddha dengan dasa-bala, demi mengolah praktek yang sesuai dengan Maha Pranidhana-Nya, karena mau tinggal berdiam dalam kedamaian di jalan Bodhisattva, karena mau mengembangkan Sarvajnajnana, dan karena tidak menyerah dari Mula Pranidhana-Nya, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran permata vajra, dari semua gunung vajra yang tidak bisa hancur; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran vajradhatu, terhiasi dengan svastika rahasia; semoga mereka mencapai pikiran yang tidak tergoyahkan, mencapai pikiran yang tidak gentar; semoga mereka mencapai pikiran yang tidak habis-habisnya untuk menguntungkan dunia; semoga mereka mencapai pikiran permata pengetahuan dan kebijaksanaan, ditandai oleh keberanian besar; semoga mereka mencapai pikiran yang ditandai oleh kekuatan yang kukuh; semoga mereka mencapai pikiran tanpa batas seperti lautan para makhluk hidup; semoga mereka mencapai pikiran yang tiada apapun yang bisa merusaknya; semoga mereka mencapai pikiran yang menghancurkan semua kegiatan khayalan dan tentara mara; semoga mereka mencapai pikiran berani; semoga mereka mencapai pikiran dari kekuatan batin yang besar; semoga mereka mencapai pikiran dari semangat yang tetap; semoga mereka mencapai pikiran keberanian besar; semoga mereka mencapai pikiran yang tidak bisa dikejutkan; semoga mereka mencapai pikiran dengan perisai vajra; semoga mereka mencapai pikiran tertinggi dari Bodhisattva; semoga mereka mencapai pikiran cahaya penuh Bodhi kedalam Buddhadharma; semoga mereka mencapai pikiran duduk di bawah pohon Bodhi, tinggal berdiam di Saddharma dari semua Buddha, berpisah dari semua khayalan, dan mencapai Sarvajnajnana; semoga mereka mencapai pikiran yang tersempurnakan di dalam dasa-bala.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana pikiran, untuk menyebabkan semua makhluk hidup tidak ternoda oleh dunia dan menjadi diberkahi dengan pikiran dasa-bala dari Buddha."

"Jika ada orang yang datang kepada Bodhisattva Mahasattva meminta organ dalam-Nya, Dia akan memberikan semua, seperti yang dilakukan Sudadin Bodhisattva, Maravasankararaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika mempraktekkan berdana ini, Dia gembira melihat orang yang datang memohon dan menatap mereka dengan cinta-kasih; dalam pencarian Bodhi, Dia memberikan apa yang mereka minta tanpa ada pikiran menyesal apapun. Dengan mengamati bahwa tubuh ini adalah yang tidak abadi atau stabil, dan merenungkan bahwa seharusnya menyerahkan tubuh ini dan mendapatkan tubuh vajra. Juga, Dia penuh kesadaran bahwa tubuh ini pada akhirnya akan meluruh, menjijikkan bagi semua yang melihatnya, dan akan dimakan oleh binatang, bahwa tubuh ini tidak abadi, pada akhirnya ditinggalkan dan dimakan oleh yang lain, tanpa kesadaran atau pengetahuan. Ketika Bodhisattva melakukan pengamatan ini, Dia mengetahui bahwa tubuh adalah yang sementara dan merupakan puncak kekotoran; memahami Dharma ini, Dia menjadi sangat gembira. Dengan pikiran penuh hormat, Dia melihat mereka yang datang meminta kepada-Nya seperti kalyanamitra yang datang melindungi mereka, dan berdana apapun yang mereka minta, mengganti tubuh yang tidak stabil menjadi yang abadi."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, Dia membaktikan semua akar kebajikan itu agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari permata pengetahuan, yang murni luar dan dalam; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari permata kebajikan, mampu mempertahankan ikrar untuk Sarvajnajnana; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang sangat menakjubkan, yang didalamnya penuh dengan wewangian yang agung, yang diluarnya memancarkan cahaya; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang tanpa buncit, bagian atas dan bawahnya lurus, anggota tubuh dan sendi terhubung dengan baik; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari pengetahuan dan kebijaksanaan, dipenuhi dengan kegembiraan, diperkaya dan disuburkan dengan rasa dari Buddhadharma; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang tidak habis-habisnya dan mengolah kediaman yang penuh damai didalam sifat alami yang paling mendalam dari gejala kejadian; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari permata Dhyana dan Samadhi yang murni, dan menjelaskan semua Dharma dengan kefasihan yang menakjubkan; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari kemurnian, tubuh dan pikiran yang bagian dalam dan luarnya murni; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari praktek perenungan yang mendalam dengan pengetahuan tentang pencapaian tathata, dipenuhi dengan kebijaksanaan, menurunkan hujan Dharma; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang bagian dalamnya hening-tenang sedangkan bagian luarnya merupakan perwujudan tertinggi dari pengetahuan bagi para makhluk hidup, memancarkan cahaya besar yang menyinari segala sesuatu di semua tempat. Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana organ dalam, untuk menyebabkan para makhluk hidup menjadi murni luar dan dalam dan semuanya mencapai kekukuhan didalam pengetahuan yang tanpa halangan."

"Bodhisattva Mahasattva berdana anggota tubuh, sendi, dan tulang kepada mereka yang meminta, seperti yang dilakukan Dharmaratna Bodhisattva, Prabharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika berdana anggota tubuh, sendi, dan tulang, saat melihat orang yang datang memohon, Dia menimbulkan cinta-kasih, gembira, keyakinan murni, pikiran damai, keberanian, kebaikan hati, pikiran yang tidak terhalang, pikiran yang murni, pikiran yang memberikan apapun yang mereka minta. Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana anggota tubuh dan tulang, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup mencapai Nirmanakaya , dan tiada lagi mendapat tubuh yang bertulang, berdaging, dan darah; semoga semua makhluk hidup mencapai Vajrakaya yang tidak terkalahkan; semoga semua makhluk hidup mencapai Dharmakaya, dipenuhi dengan semua pengetahuan, terlahir didalam alam yang tiada belenggu, tiada kemelekatan, tiada penghalang; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari kekuatan pengetahuan, semua indera sempurna, sepenuhnya berkembang, tidak terganggu dan tidak bisa dirusak; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari kekuatan Dharma, dengan kekuatan pengetahuan bebas yang mencapai pantai seberang; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang sehat dan abadi, yang tegak dan sejati, tidak pernah meluruh; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang mampu menanggapi kebutuhan, untuk mengajar dan mendidik semua makhluk; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang diwangikan dengan keabijaksanaan, dengan kekuatan besar dari tubuh yang kuat; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang kekal abadi, selamanya terbebas dari semua kelelahan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang stabil dari kekuatan yang besar, mampu memenuhi kekuatan semangat dan usaha yang besar; semoga semua makhluk hidup mencapai Dharmakaya yang muncul di semua tempat secara sama dan tinggal berdiam didalam alam pengetahuan tertinggi yang tidak terukur; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari kekuatan kebajikan, berguna untuk semua yang melihatnya, terhapuskan dari semua kejahatan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang bebas, yang tidak bertumpu pada apapun, dan semuanya diberkahi dengan pengetahuan yang tanpa kemelekatan dan tiada ketergantungan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang dilindungi oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang berguna untuk semua makhluk hidup, mampu memasuki semua alam keberadaan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari perwujudan samanta, yang mampu mencerminkan semua Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang diberkahi dengan semangat, yang rajin berkonsentrasi pada mengolah praktek dari pengetahuan Mahayana; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh murni yang bebas dari kebanggaan dan kesombongan, pengetahuan mereka selalu stabil dan tidak tergoyahkan oleh apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari karma yang kukuh, menyelesaikan pekerjaan dari pengetahuan samanta dari Mahayana; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh didalam rumah dari para Buddha, selamanya meninggalkan semua kelahiran dan kematian duniawi.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana anggota tubuh dan tulang, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai Sarvajnajnana dan senantiasa murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat orang-orang yang membawa pisau datang kepada-Nya dan meminta kulit-Nya, pikiran-Nya menjadi penuh gembira, indera-Nya bahagia, seperti seseorang yang telah mengerjakan bantuan yang besar; Dia menyambut mereka, mengundang mereka, mempersiapkan kursi kepada mereka, dan berlutut kepada mereka dengan penuh hormat, dengan berpikir, 'Para pencari ini adalah yang paling langka; mereka datang mencari pertolongan dari-Ku, bekerja untuk menyempurnakan ikrar-ku demi Sarvajnajnana.' Penuh gembira, dengan persetujuan yang lembut, Dia berkata kepada mereka, 'Tubuh-Ku ini Saya lepaskan seluruhnya, ambillah kulit-Ku sebanyak yang anda butuhkan,' seperti yang dilakukan oleh Suddharatna Bodhisattva, Suvarnabhujamirgaraja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya di masa lampau yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, sang Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang halus, sama seperti Buddha, warnanya murni dan terang, sehingga orang tidak pernah bosan melihatnya; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang tidak bisa dihancurkan, sama seperti Vajra, yang tiada apapun yang bisa menghancurkannya; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit emas, sama seperti emas asli yang terbaik, murni, dan terang; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang terang berkilau, diberkahi dengan kehalusan dan kemurnian dari Resi, ciri-ciri dari Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai kulit berwarna terbaik, yang murni dalam sifat alaminya, warna dan cirinya tiada bandingan; semoga semua makhluk hidup mengembangkan kulit berwarna murni dari Buddha, yang terhiasi dengan tanda dan perhiasan dari Maha Purusa; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang berwarna sangat indah, memancarkan cahaya besar, menyinari segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang sama seperti jala yang berkilau, seperti spanduk agung dari dunia, yang memancarkan bidang cahaya yang tidak terbayangkan banyaknya; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang berkilau, warna dan cirinya seluruhnya murni.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kulit, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai semua Buddhaksetra yang terhiasi dengan murni dan diberkahi dengan kebajikan besar dari Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva berdana jari tangan dan jari kaki kepada mereka yang meminta, seperti yang dilakukan Utsaha Bodhisattva, Jambudvipadhipati Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, wajah dari para Bodhisattva penuh damai dan bahagia, pikiran-Nya stabil dan sehat, tanpa angan-angan khayalan apapun. Mengendarai Mahayana, Dia tidak mencari pemuasan nafsu keinginan berahi, juga tidak demi nama dan ketenaran; Hanya memikirkan Maha Pranidhana dari para Bodhisattva, menyingkirkan semua kekotoran batin dari keserakahan dan kecemburuan, beralih sepenuh hati ke Saddharma yang agung dari para Tathagata."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, Dia memusatkan akar kebajikan itu dan membaktikannya demikian : 'Semoga semua makhluk hidup memiliki jari yang ramping dan panjang, tidak berbeda dari Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki bundaran jari yang rata, bagian atas dan bawahnya sebanding; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dengan kuku tembaga merah, kuku yang bulat dan berkilau; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dari Sarvavid-Parama Purusa, mampu menjaga semua Dharma; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dengan kemurnian dari jari Buddha, dan terhiasi dengan dasa-bala; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dari Maha Purusa, lembut dan rata; semoga semua makhluk hidup memiliki jari yang ditandai dengan svastika bunga teratai, terhiasi dengan tanda dan perhiasan yang dihasilkan dari perbuatan dasa-bala; semoga semua makhluk hidup memiliki jari tambang cahaya, yang memancarkan sinar cahaya besar menerangi banyak Buddhaksetra yang tidak terbayangkan; semoga semua makhluk hidup memiliki jari yang sebanding dengan baik, terhiasi dengan ciri-ciri dari jari Buddha.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana jari tangan dan jari kaki, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kemurnian pikiran."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mencari Dharma, jika ada orang yang berkata, 'Jika Anda bisa memberikan kuku jari, saya akan memberikan Dharma,' Bodhisattva menjawab, 'berikanlah Dharma, dan kamu bisa mengambil dan menggunakan kuku jari saya sesuai keinginan,' seperti yang dilakukan Dharmarthinesvara Bodhisattva, Aksaya Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Dalam pencarian Saddharma, dan disebabkan oleh keinginan untuk menjelaskan Saddharma demi menguntungkan para makhluk hidup, untuk menyebabkan mereka semua tersempurnakan, Dia memberikan kuku jari-Nya kepada mereka yang memintanya. Pada saat itu, sang Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memiliki kuku tembaga merah yang merupakan ciri dari Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang berkilau, terhiasi dengan perhiasan; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang bersih mengkilap, jelas seperti cermin, yang terbaik dari semua; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku dari Sarvajnajnana, dan diberkahi dengan tanda dari Maha Purusa; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang tiada bandingnya, tidak tercemar atau melekat pada dunia apapun; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku dengan hiasan yang menakjubkan, dengan cahaya yang menerangi semua dunia; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang tidak bisa dihancurkan, murni, bersih, dan sempurna; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang di tandai oleh pintu masuk kedalam upaya-kausalya dari semua Buddhadharma, pengetahuan yang luas dan kebijaksanaan yang sepenuhnya murni; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang terbentuk dengan baik, buah dari perbuatan Bodhi, semuanya murni luhur; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku dari Pembimbing Sarvajnajnana Yang Besar, yang memancarkan permata cahaya indah dari warna yang tanpa batas.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kuku dalam mencari Dharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup diberkahi dengan kekuatan yang tidak terhalang dari kuku Sarvajnajnana dari semua Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva mencari permata Buddhadharma dengan takzim dan hormat, memikirkannya sebagai yang sulit ditemukan. Jika ada orang yang sanggup menjelaskannya datang kepada-Nya dan berkata, 'jika Anda sanggup menjatuhkan diri Anda kedalam lubang api dengan kedalaman tujuh puluh yojana, Aku akan memberikan Anda Dharma,' sang Bodhisattva mendengar ini, melompat bergembira dan merenungkan, 'Saya akan tinggal berdiam selamanya bahkan di dalam tempat yang menyedihkan seperti neraka avici dan mengalami penderitaan yang tidak terukur demi kepentingan Dharma; Lebih siap lagi Saya akan melompat kedalam api dari dunia manusia untuk mendengar Dharma. Alangkah menakjubkan bahwa Saddharma sangatlah mudah diperoleh; tanpa menderita siksaan yang tanpa batas dari neraka, orang bisa mendengarnya hanya dengan memasuki lubang api. Jelaskanlah kepada Saya, dan Saya akan memasuki lubang api,' dan sama seperti yang dilakukan oleh Saddharmanvesaraja Bodhisattva, dan Vajrasamadhi Bodhisattva, Dia memasuki lubang api dalam pencarian Dharma."

"Pada saat ini, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam Dharma dari Samantajnana, tempat hunian dari para Buddha, dan tidak pernah mundur dari Anuttara Samyaksambodhi; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua mara bahaya dan mengalami kedamaian dan ketenteraman dari Buddhatva; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran berani dan terbebas dari semua ketakutan; semoga semua makhluk hidup selalu bergembira mencari Dharma, dipenuhi dengan kebahagiaan, terhiasi dengan Dharma; semoga semua makhluk hidup meninggalkan jalan mara dan memadamkan kobaran api dari tiga racun; semoga semua makhluk hidup selalu di dalam kedamaian dan kebahagiaan, dipenuhi dengan kesenangan murni yang tertinggi dari Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran Bodhisattva dan selamanya terpisah dari api mendamba, kemarahan, dan ketidaktahuan; semoga semua makhluk hidup mencapai kesenangan dari Samadhi dari Bodhisattva dan melihat para Buddha dimana-mana, pikirannya dipenuhi kegembiraan; semoga semua makhluk hidup dengan terampil menjelaskan Saddharma, hingga akhirnya tidak pernah melupakan Sila; semoga semua makhluk hidup memiliki kesenangan agung dari kekuatan batin Bodhisattva dan pada akhirnya tinggal berdiam di dalam pengetahuan dari semua jalan Bodhi.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika terjun kedalam lubang api dalam mencari Saddharma, demi tujuan untuk menyebabkan para makhluk hidup berhenti dari karma yang merintangi dan semuanya mencapai berkat penuh dari api kebijaksanaan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva di dalam pencarian Saddharma, menganalisa dan menjelaskan jalan Bodhisattva, menunjukkan jalan Bodhi, lanjut menuju pengetahuan tertinggi, rajin mengolah dasa-bala, memperluas pikiran dari pengetahuan samanta, mencapai keadaan pengetahuan yang tanpa halangan, memurnikan para makhluk hidup, tinggal berdiam di dalam wilayah perbuatan Bodhisattva, bersungguh-sungguh mengolah pengetahuan besar, dan melestarikan Samyaksambodhi, Dia mengalami penderitaan siksaan yang tidak terukur, sama seperti yang dilakukan oleh Saddharmanvesaka Bodhisattva, Surendra Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva yang tidak terhitung jumlahnya. Demi menyelamatkan bahkan orang yang paling jahat, yang menolak Dharma, yang terselubung oleh karma buruk, yang berada dalam cengkraman ketidaktahuan, Bodhisattva demi kepentingan Dharma, menerima orang-orang seperti itu, menanggung penderitaan dari semua siksaan. Akar kebajikan itu Dia baktikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup selamanya terbebas dari semua penderitaan dan penindasan, dan mencapai kedamaian dan kebahagiaan, kebebasan dan kekuatan batin; semoga semua makhluk hidup selamanya terbebas dari semua penderitaan dan mencapai semua kebahagiaan; semoga semua makhluk hidup melenyapkan tubuh dari himpunan penderitaan, mencapai tubuh cahaya, dan selalu mengalami ketenteraman dan kebahagiaan; semoga semua makhluk hidup lolos dari penjara penderitaan dan menyempurnakan perbuatan bijaksana; semoga semua makhluk hidup melihat jalan kedamaian dan pergi menjauh dari semua jalan mara; semoga semua makhluk hidup mencapai kegembiraan Dharma dan selamanya mengakhiri semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup memusnahkan semua penderitaan, saling menyayangi, dan tanpa maksud jahat; semoga semua makhluk hidup mencapai kebahagiaan Buddha dan meninggalkan penderitaan dari kelahiran dan kematian; semoga semua makhluk hidup mencapai kemurnian, kedamaian dan ketenteraman yang tiada banding, tidak mempan terhadap semua penderitaan dan gangguan; semoga semua makhluk hidup mencapai semua kebahagiaan tertinggi, pada akhirnya dipenuhi dengan kegembiraan dari Buddhatva yang tanpa halangan.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menerima penderitaan demi kepentingan Dharma, karena Dia ingin menyelamatkan semua makhluk dan mengantar mereka menuju keselamatan, membebaskan mereka dari mara bahaya dan kesusahan dan menyebabkan mereka tinggal berdiam di dalam alam Sarvajnajnana, dalam kebebasan yang tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva menduduki jabatan sebagai Raja dan mencari Saddharma, Dia memikirkan bahkan satu kalimat, satu kata, satu frasa, satu ajaran yang sulit diperoleh, dan akan menyerahkan segala sesuatu didalam lautan, daratan yang dekat atau jauh, kota, kampung, rakyat, gudang, taman, kolam, rumah, hutan, bunga, hasil bumi termasuk semua jenis permata yang langka, istana, bungalo, istri, anak, rombongan pengiring, bahkan takhta raja, Dia mampu menyerahkan semuanya, mencari yang bertahan sambil berada di tengah-tengah ketidakkekalan; karena ingin menguntungkan semua makhluk hidup, Dia bersungguh-sungguh mencari jalan Buddha dari pembebasan yang tanpa halangan dan pengetahuan samanta yang murni dan tertinggi, sama seperti yang dilakukan oleh Mahasilabala Bodhisattva, Paramagunesvara Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva yang tidak terhitung jumlahnya. Dia rajin mencari Saddharma, bahkan yang sangat sedikit; untuk setiap satu kata Dia mensujudkan diri ketanah. Sepenuhnya merenungkan Dharma dari semua Buddha masa lampau, sekarang dan masa depan, dengan setia mempraktekkannya, tidak pernah serakah demi ketenaran atau keuntungan. Dia meninggalkan kekuasaan raja dari semua alam duniawi untuk mencari penguasaan Dharma sendiri. Tiada kemelekatan terhadap kenikmatan duniawi, dan memelihara pikirannya dengan Dharma yang melampaui duniawi, selamanya meninggalkan semua pemikiran yang tidak pasti dan kebodohan dunia, tinggal berdiam di dalam Buddhadharma yang terbebas dari kebodohan."

"Pada saat ini, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup selalu senang memberi dengan murah hati, melepaskan segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup mampu menyerahkan apapun yang dimiliki tanpa penyesalan; semoga semua makhluk hidup selalu mencari Dharma tanpa menyesali hidupnya atau nafkahnya; semoga semua makhluk hidup memperoleh keuntungan dari Dharma dan mampu menghentikan keraguan dan kebingungan semua orang; semoga semua makhluk hidup mampu menyerahkan hidup dan kekuasaan demi mencari Buddhadharma, mengolah Bodhi tertinggi dengan Maha Pranidhana; semoga semua makhluk hidup menghormati Saddharma dengan cita-cita yang sungguh mendalam, tidak menyesali kehidupan tubuhnya; semoga semua makhluk hidup melestarikan Buddhadharma yang paling sulit ditemukan, selalu mempraktekkannya dengan rajin; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya Bodhi Buddha, menyelesaikan Bodhisattvacarya, terbangkitkan tanpa bergantung pada yang lain untuk pemahaman; semoga semua makhluk hidup selalu mampu menganalisa semua Buddhadharma, mencabut panah keraguan, dan mencapai kedamaian pikiran.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menyerahkan kerajaan dan kotanya demi mencari Saddharma, demi menyebabkan pengetahuan dan wawasan para makhluk hidup tersempurnakan, dan selalu menetap di jalan kedamaian."

"Bodhisattva Mahasattva menjadi Cakravarti atas maha nagara, sebagai Dharmesvara, menyebarluaskan perintah untuk melenyapkan perbuatan membunuh: di dalam semua kota, kampung, dan desa, semua penyembelihan dan penjagalan dilarang - terhadap semua makhluk, yang tanpa kaki, dua kaki, empat kaki, atau yang banyak kaki, Dia memberikan kebebasan dari rasa takut dan serangan. Secara luas mengolah pratek dari semua Bodhisattva, Dia memperlakukan para makhluk dengan kebaikan hati dan kesamaan, tidak bertindak melukai atau menyerang. Dia mengandung tekad permata yang menakjubkan untuk memberi kedamaian kepada para makhluk hidup, dan mendirikan tekad yang mendalam untuk Buddhatva; selalu menempatkan diri-Nya tinggal berdiam di tiga jenis sila yang murni, juga menyebabkan para makhluk hidup melakukan hal yang sama seperti itu."

"Bodhisattva Mahasattva menyebabkan para makhluk hidup tinggal berdiam di Panca Sila dan selamanya menghentikan perbuatan membunuh, membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup membangkitkan Bodhicitta, dipenuhi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan, dan melestarikannya selamanya; semoga semua makhluk hidup hidup selama kalpa yang tidak terukur, membuat pemujaan kepada semua Buddha, dengan penuh hormat rajin mengolah untuk meningkatkan usia lebih panjang; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya mempraktekkan cara dari menghapus usia tua dan kematian, sehingga bencana dan racun tidak dapat mengancam hidupnya; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya mengembangkan tubuh yang terbebas dari penyakit dan penderitaan, sehingga bisa hidup selama yang diinginkannya; semoga semua makhluk hidup mencapai usia yang tidak habis-habisnya, dan selamanya tinggal berdiam di Bodhisattvacarya, mengajar dan menjinakkan semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup menjadi pintu kehidupan, dimana akar yang baik dari dasa-bala bertumbuh; semoga semua makhluk hidup dipenuhi dengan akar kebajikan, mencapai usia tanpa batas, dan menyempurnakan Maha Pranidhana; semoga semua makhluk hidup melihat semua Buddha dan melayani-Nya, dan hidup tanpa batas, mengolah dan mendirikan akar kebajikan; semoga semua makhluk hidup mempelajari dengan baik apa yang untuk dipelajari dari Bodhi, mencapai kegembiraan dari jalan Resi dan hidup tanpa batas; semoga semua makhluk hidup mencapai akar kehidupan yang abadi, tidak menua atau sakit, maju berkembang dengan semangat dan keberanian untuk memasuki pengetahuan dan kebijaksanaan dari Buddhatva.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika tinggal berdiam di tiga tubuh dari sila yang murni dan selamanya berhenti membunuh, demi menyebabkan para makhluk hidup mencapai sepuluh kekuatan pengetahuan Buddha yang lengkap."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat orang yang dengan kejam mengebiri binatang, membuat tubuhnya tidak lengkap, dan menyakitinya, Dia tergerak untuk berbelas kasih dan menyelamatkan binatang itu karena kasihan, dan memerintahkan semua orang di ksetra itu untuk menghentikan praktek ini. Kemudian sang Bodhisattva berkata kepada orang itu, 'Mengapa kamu melakukan hal yang jahat seperti itu? Saya memiliki harta yang dipenuhi dengan semua jenis kemudahan yang akan Saya berikan kepada kamu sesuai dengan kebutuhanmu. Yang telah kamu lakukan itu adalah salah dan Saya meminta kamu tidak melakukannya. Pekerjaan kamu ini adalah yang tidak benar maupun tak masuk akal, bahkan jika kamu memperoleh sesuatu, apa gunanya itu? Menyakiti yang lain demi keuntunganmu bagaimanapun juga adalah yang tidak benar. Semua karma buruk seperti ini adalah yang dicela oleh Buddha.' Dan setelah berkata begitu, Dia memberikan semua hartanya, dan juga menjelaskan Saddharma dengan kata-kata yang baik untuk menggembirakan mereka : yaitu, Dia menunjukkan jalan kedamaian dan keheningan-tenang kepada mereka, menyebabkan mereka percaya dan menerima, menyingkirkan apa yang tidak baik, mempraktekkan karma yang murni, menjadi baik terhadap satu sama lain, dan tidak saling mencelakai. Para orang itu setelah mendengar ini, selamanya menghentikan kejahatan."

"Pada saat itu, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup memiliki tubuh yang lengkap; semoga semua makhluk hidup menjadi berani dan mengolah brahmacarya yang murni; semoga semua makhluk hidup menjadi gagah berani, selalu menjadi pemimpin, dan tinggal berdiam di dalam pengetahuan yang tanpa halangan, tidak pernah mundur; semoga semua makhluk hidup selamanya meninggalkan nafsu mengidam dan tiada kemelekatan; semoga semua makhluk hidup mengembangkan kejujuran dan kecerdasan, dan meningkat pengetahuan, menjadi yang layak dipuji oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan kekuatan dari Maha Purusa dan selalu mampu mengolah akar kebajikan dari dasa-bala; semoga semua makhluk hidup tidak pernah dilemahkan, selalu mengolah kualitas kebajikan dan pengetahuan yang langka; semoga semua makhluk hidup tiada kemelekatan pada nafsu berahi, mencapai kebebasan pikiran, terpisah dari duniawi dan tinggal berdiam di dalam Bodhisattvacarya; semoga semua makhluk hidup menjadi orang yang berpengetahuan dan berkebijaksanaan tertinggi, dipercaya dan dipatuhi oleh semua; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan besar dari Bodhisattva, segera menjadi Buddha.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika melarang semua pengebirian, untuk menyebabkan para makhluk hidup memiliki tubuh yang sehat, dan semuanya mampu melindungi manusia yang baik, terlahir di dalam keluarga dari para Resi yang mulia, dipenuhi kecerdasan, selalu mengolah praktek yang baik, dengan kemampuan yang baik, diberkahi dengan benih yang baik dari Bodhi, Saddharma, keberanian, semangat, kebijaksanaan, dan kemurnian dari manusia sejati."

"Jika Bodhisattva Mahasattva melihat seorang Buddha muncul di dunia dan menjelaskan Saddharma, Dia akan mengumumkan kepada semua orang dengan suara nyaring, 'Seorang Buddha telah muncul di dunia ! Seorang Buddha telah muncul di dunia !' Ini adalah untuk menyebabkan para makhluk hidup untuk mendengar nama dari sang Buddha dan menghentikan semua kesombongan dan kebodohan. Juga, Dia menasihati dan memimpin mereka untuk segera berjumpa dengan sang Buddha, untuk mengingat sang Buddha, untuk berlindung pada sang Buddha, untuk berkonsentrasi pada sang Buddha, untuk merenungkan sang Buddha, untuk memuji sang Buddha; Juga, Dia secara luas menjelaskan kepada mereka betapa langkanya untuk menjumpai seorang Buddha, yang muncul hanya sekali di dalam kankara niyuta kalpa. Oleh sebab ini, para makhluk hidup bisa melihat sang Buddha, menimbulkan keyakinan yang murni, menari dengan gembira, dan dengan hormat melayani sang Buddha. Juga, dari sang Buddha itu, mereka mendengar nama dari banyak Buddha dan pergi menjumpai para Buddha yang tidak terhitung banyaknya, menanam akar kebajikan, mengolah dan mengembangkannya."
Last edited by ajita on 04 Jul 2020, 20:26, edited 28 times in total.